RRI Surakarta Gelar Obrolan Komunitas Peringati Seabad Asrul Sani

RRI Surakarta Gelar Obrolan Komunitas Peringati Seabad Asrul Sani
RRI Surakarta Gelar Obrolan Komunitas Peringati Seabad Asrul Sani
SHARE

PRABANGKARANEWS.COM, Surakarta, 16 Juli 2026 – Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 1 Surakarta bekerja sama dengan Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar program Obrolan Komunitas bertajuk “Makna Asrul Sani bagi Indonesia” dalam rangka memperingati seabad kelahiran sastrawan dan sineas nasional Asrul Sani (1926–2026), Kamis malam.

Kegiatan yang berlangsung pukul 20.00–21.00 WIB itu disiarkan secara langsung melalui RRI Pro 1 Surakarta 101 FM, aplikasi RRI Digital, dan kanal media sosial RRI Surakarta.

Ketua Manasa Solo dan dosen Sastra Indonesia UNS, Dr. Asep Yudha Wirajaya, M.A., mengatakan peringatan seabad Asrul Sani merupakan momentum penting untuk merefleksikan kembali peran kebudayaan dalam membangun identitas dan kesadaran kebangsaan.

Baca Juga  Kunjungan Wisatawan ke Gunung Bromo Saat Libur Maulid Nabi Mencapai 9.061 Orang

“Warisan terbesar Asrul Sani bukan hanya karya-karyanya, melainkan juga cara pandangnya terhadap hubungan antara manusia, kebudayaan, dan bangsa. Pemikirannya tentang humanisme, kebebasan berkesenian, dan tanggung jawab moral seniman masih sangat relevan hingga hari ini,” ujarnya di Surakarta, Kamis (16/7/26).

RRI Surakarta Gelar Obrolan Komunitas Peringati Seabad Asrul Sani

Menurut dia, Asrul Sani merupakan figur penting yang berada di persimpangan sastra, sinema, dan politik kebudayaan Indonesia. Sebagai pelopor Angkatan ’45, ia dikenal melalui berbagai karya sastra dan film, seperti Lewat Djam Malam, Pagar Kawat Berduri, dan Jenderal Nagabonar.

“Melalui karya-karyanya, Asrul mengingatkan kita bahwa kebudayaan adalah ruang untuk berpikir, berdialog, dan merumuskan masa depan bangsa,” katanya.

Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu, yakni Kaprodi Film dan Televisi ISI Surakarta, Dwi Putri Nugrahaning Widhi, S.Sn., M.Sn.; dosen ISI Surakarta, Farhana Aulia, S.S., M.A.; dan Anisa Putri Cahyani, S.Pd., M.Pd. Acara dipandu oleh penyiar RRI Pro 1 Surakarta, Rifqi Minov.

Baca Juga  Hari Jadi ke-102 Desa Lumpang, Bogor; Adakan Karnaval

Dalam forum tersebut, para narasumber mengulas berbagai dimensi pemikiran Asrul Sani, mulai dari kontribusinya dalam perkembangan sastra dan perfilman nasional, keterlibatannya dalam politik kebudayaan, hingga relevansi gagasan-gagasannya bagi generasi muda Indonesia.

Selain dikenal sebagai sastrawan dan penulis skenario, Asrul Sani juga tercatat sebagai salah satu pendiri Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi), Ketua Dewan Kesenian Jakarta, serta tokoh yang aktif memperjuangkan otonomi seni di tengah berbagai tarik-menarik ideologi pada masanya.

RRI Pro 1 Surakarta menyatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga penyiaran publik untuk menghadirkan ruang dialog yang mendorong penguatan literasi budaya di masyarakat.

Melalui program Obrolan Komunitas, masyarakat diharapkan tidak hanya mengenal Asrul Sani sebagai tokoh sejarah, tetapi juga memahami relevansi pemikirannya dalam menghadapi tantangan Indonesia kontemporer.

Baca Juga  Pilihlah Cahaya Langkah Hidup dengan Bijaksana: Memilih Teman dan Arah Perjalanan dengan Hatinya

“Peringatan seabad Asrul Sani menjadi pengingat bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan kekuatan yang terus membentuk masa depan bangsa,” kata Asep.

Kegiatan ini juga membuka ruang partisipasi publik melalui sambungan telepon dan layanan pesan singkat WhatsApp selama siaran berlangsung.

Pewarta :  Asep Yudha Wirajaya dan Izza Nindya Aulia
Dokumentasi : Cut Mutiyah Pratiwi