Jerry Massie: Partai Demokrat AS Dinilai Makin Bergeser ke Kiri dan Progresif
PRABANGKARANEWS.COM, JAKARTA – Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), DR Jerry Massie, Ph.D., menilai Partai Demokrat Amerika Serikat tengah mengalami pergeseran ideologis yang cukup signifikan ke arah kiri dan semakin kuatnya pengaruh kelompok progresif.
Menurut pengamat politik tersebut, perubahan itu terlihat dari meningkatnya peran politisi progresif yang membawa agenda kebijakan lebih kiri dibandingkan arus utama Partai Demokrat.
“Figur-figur seperti Wali Kota New York Zohran Mamdani, calon senator Michigan Abdul Al-Sayed, serta anggota Kongres Pramila Jayapal dan Alexandria Ocasio-Cortez merupakan representasi nyata dari arus baru yang perlahan mengubah wajah tradisional Partai Demokrat,” ungkap Jerry, Kamis (3/9/2026).
Jerry mengatakan, kehadiran kelompok progresif tersebut turut mendorong sejumlah agenda kebijakan seperti Medicare for All, Green New Deal, pendidikan gratis, serta reformasi imigrasi yang lebih komprehensif.
Menurut dia, kelompok progresif tidak hanya mengandalkan dukungan dari kelompok korporasi atau elite politik, tetapi juga membangun kekuatan melalui donasi dalam jumlah kecil serta mobilisasi akar rumput.
Basis dukungan tersebut, lanjutnya, terutama berasal dari pemilih muda, kelas pekerja, dan berbagai komunitas minoritas.
“Pemanfaatan media sosial secara masif oleh tokoh seperti Alexandria Ocasio-Cortez, ditambah konsistensi perjuangan Bernie Sanders selama puluhan tahun, semakin memperkuat narasi progresif di tubuh Partai Demokrat,” jelasnya.
Jerry menilai perkembangan tersebut sekaligus menciptakan ketegangan antara kelompok moderat dan sayap progresif di internal Partai Demokrat. Perbedaan pandangan tersebut terlihat dalam perdebatan mengenai arah kebijakan ekonomi, kesehatan, energi, pendidikan, hingga imigrasi.
Pergeseran basis pendukung dan orientasi kebijakan itu, menurut Jerry, membuat pimpinan Partai Demokrat harus melakukan penyesuaian strategi di tengah polarisasi politik Amerika Serikat yang semakin tajam.
Ia menyebut meningkatnya peran politisi dari kelompok imigran dan minoritas sebagai bagian dari dinamika baru politik Amerika. Menurutnya, keberadaan mereka turut memperkaya keragaman representasi politik sekaligus memperluas spektrum pemikiran di tubuh Partai Demokrat.
Namun demikian, Jerry menilai penyebutan sebagian agenda progresif sebagai “komunis” atau “radikal” masih menjadi perdebatan politik dan akademik. Istilah tersebut tidak serta-merta menggambarkan posisi resmi seluruh Partai Demokrat maupun seluruh politisi progresif di dalamnya.
“Dinamika internal Demokrat sekarang bukan hanya persoalan perebutan kekuasaan, tetapi juga pertarungan mengenai definisi dan arah masa depan liberal-progressif di Amerika Serikat,” katanya.
Jerry berpandangan, menguatnya konservatisme di satu sisi dan berkembangnya gerakan progresif di sisi lain akan terus membentuk peta politik Amerika Serikat dalam beberapa tahun mendatang.
Menurutnya, pertarungan gagasan antara kelompok moderat, progresif, dan konservatif tersebut akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah kebijakan serta masa depan politik Amerika Serikat.
