Upacara Adat Badut Sinampurno Ploso, Tegalombo, Pacitan Jawa Timur
Keberadaan upacara tradisional hampir dapat dijumpai di berbagai masyarakat Nusantara. Upacara tradisional pada dasarnya sebagai bentuk penggambaran kepercayaan manusia terhadap kekuatan yang ada di luar dirinya.
Hal ini diungkapkan dalam personifikasi mistik kekuatan alam, yakni kepercayaan pada makhluk gaib, kepercayaan pada dewa pencipta, atau dengan mengkonseptualisasikan hubungan antara berbagai kelompok sosial sebagai hubungan antara binatang-binatang, burung-burung, atau kekuatan-kekuatan alam (Keesing, 1992: 131).
Dengan kata lain, upacara tradisional dapat dikatakan sebagai wahana manusia untuk berkomunikasi dengan kekuatan yang besar di luar dirinya. Pada umumnya, upacara ritual tersebut dilakukan denga harapan pelaku upacara adalah agar hidup senantiasa dalam keadaan selamat Masyarakat Jawa merupakan masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dengan upacara tradisional.
Hampir seluruh proses kehidupan masyarakat Jawa tervisualkan dalam berbagai upacara tradisional. Ruwatan dapat dikatakan sebagai satu bentuk upacara tradisional yang dapat dijumpai pada kalangan masyarakat Jawa. Ruwatan bermakna mengembalikan ke keadaan sebelumnya, maksudnya keadaan sekarang yang kurang baik dikembalikan ke keadaan sebelumnya yang baik.
Makna lain ruwatan adalah membebaskan orang atau barang atau desa dari ancaman bencana yang kemungkinan akan terjadi, jadi bisa dianggap upacara ini sebenarnya untuk tolak balak (Baedhowi, 2008: 20). Badut Sinampurna jenis upacara ruwatan yang ada di tengah masyarakat Jawa. Upacara ruwatan Badut Sinampurna merupakan upacara tradisional yang berada di Desa Ploso Kecamatan Tegalombo Kabupaten Pacitan Jawa Timur.
