Panitia Pilkades Nglandung, Madiun Didemo Warga
Madiun,- Sejumlah warga desa Nglandung menggeruduk kantor desa sambil membentangkan poster dan spanduk protes kepada panitia Pilkades, pada hari terahir pendaftaran Bacalon Kades, Sabtu (13/11/2021).
Seperti yang terlihat pada hari Sabtu beberapa desa seperti: Desa Nglandung (Kec. Geger); Desa Warurejo, Desa Morang (Kec. Kare), Desa Tempursari (Kec. Wungu), Desa Ketandan, Desa Kedungrejo, Desa Sumbersari Saradan, Desa Purworejo( Kec. Pilangkenceng) dan sejumlah wilayah Desa lainnya melakukan hal yang sama.
Berdasarkan informasi yang diterima jurnalis di lapangan, salah satunya aksi warga Desa Nglandung menggeruduk panitia pemilih dipicu oleh adanya pendaftar (abal-abal) dari luar desa yang masuk untuk mendaftar sebagai Cakades di Desa Nglandung.
Salah satu warga yang ikut demo menyampaikan aksi ini adalah bentuk kekecewaan munculnya Perbup No 38 Tahun 2021 tentang Kepala Desa.
“Kami menolak perbub 38 Tahun 2021, sudah ada 4 Bacalon dari luar desa yang sudah masuk dan mendaftar, hal ini bisa menjadi hal buruk bagi pelaksanaan demokrasi desa yang sudah berjalan selama ini. Tuntutan kami hanya ingin calon asli putra daerah yang bertanding Pilkades tanpa ada campur Bacalon “abal- abal ” dari luar daerah,” katanya.
” Kami khawatir jika calon dari luar nantinya akan menjatuhkan Bacalon putra asli Desa yang betul- betul disukai masyarakat dengan tingkat elektabilitas tinggi di Desa, “imbuhnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi ketua Panitia Pilkades Nglandung Suroto, menyampaikan bahwa di Desa Nglandung sementara jumlah pendaftar ada 6 pendaftar, 2 dari lokal Desa dan 4 dari luar Desa (2 dari Kec. Pilangkenceng dan 2 dari Kec. Balerejo). (*)
