Kethek Ogleng Kesenian Monumental Asli Tanah Pacitan

SHARE

Pacitan,- Sutiman kreator tari Kethek Ogleng lahir pada tanggal 04 Mei 1945 di Dusun Banaran Desa Tokawi Kecamatan Nawangan Kabupaten Pacitan Provinsi Jawa Timur.  Sutiman yang lahir awal kemerdekaan hanya lulus pendidikan Sekolah Rakyat (SR) atau yang sekarang setingkat SD.  Walaupun hanya lulusan Sekolah rakyat (SR) Sutiman saat berusia 18 tahun mulai tertarik pada Seni Tari.  Pikiran kreator saat itu dengan seni tari dapat membuat seseorang merasa terhibur.  Sehingga tidak usah ke kota untuk mencari hiburan cukup di Desa Tokawi saja. Tokawi tahun 1962 dipimpin oleh Bapak Daman Harjo Prawiro minta kepada Sutiman untuk mementaskan Kethek Ogleng dalam rangka kunjungan Bupati Tedjo Soemarto di Tokawi (Sukisno, 2018: 7).

Baca Juga  Danrem 174 Merauke Berikan Pengarahan Kepada Prajurit Se-Garnisun Mimika

Sutiman mulai tertarik untuk menciptakan tari Kethek Ogleng atau dalam bahasa Jawa disebut munyuk atau kera dengan kelincahannya mampu membuat Sutiman muncul ide membuat tari yang menyerupai gerakan akrobatik kera.  Sutiman saat itu berusia 18 tahun  setelah melihat kera yang lucu di ladang saat mencari kayu.  Keberadaan kera saat di hutan dengan kelincahan dan gerakan akrobatik Sutiman merasa terhibur.  Sutiman akhirnya pulang ke rumah dan saat itu pikirannya terbayang oleh gerakan akrobatik kera yang sangat menghibur.  Timbul pikiran imajinatifnya untuk menciptakan tarian yang mirip dengan gerakan kera. Oleh sebab itu Sutiman disebut sebagai kreator Kethek ogleng Pacitan.  Kreator berdasarkan arti kata pencipta atau  pencetus gagasan diakses dari https://www.kbbi.web.id/kreator tanggal 19/11/2021

Baca Juga  KASREM 061/SK TINJAU DAERAH BENCANA

Kera yang mempunyai perilaku mirip manusia dengan kelincahannya mampu untuk membuat orang lain tertawa dan terhibur.  Namun sayang kera saat itu hanya kebetulan saja sehingga Sutiman sulit untuk menemukan kembali kera tersebut baik di ladang maupun hutan di Daerah Tokawi.  Inspirasi kera tersebut menjadi dasar pemikiran Sutiman untuk menciptakan tari Kethek Ogleng.

Buku Dilindungi dengan Hak Cipta

Perjuangan Sutiman tidak berhenti hanya pada kreatifitas berpikir.  Sutiman dengan tekad kuat tidak ada yang mendorong maupun yang mensponsori bertekad pergi ke Kebon Binatang Sriwedari Surakarta pada tahun 1962.  Berbekal tekad dan niat Sutiman berusia 18 tahun berjalan kaki sampai Baturetno untuk menanti Kereta Api Uap.  Akhirnya Sutiman naik kereta api tersebut dari Baturetno sampai di Kebun Binatang Sriwedari untuk mengamati gerak-gerik kera.   Di kebun binatang Sriwedari Sutiman berhari-hari mengamati perilaku kera.  Kemudian Sutiman waktunya hanya dihabiskan untuk merenung di dekat kandang kera sambil terus menghayati perilaku kera baik disaat makan, bercanda, bercengkerama, berjalan, bergelantungan dan tingkah lainnya yang menurutnya sangat lucu dan menghibur.

Baca Juga  DPC GMNI Pacitan Menggelar Kegiatan Halal Bihalal Sekaligus Konsolidasi

Pengalaman Sutiman alam mengamati gerakan kera di kandang Kebon Binatang Sriwedari Surakarta yang diwujudkan dalam bentuk gerakan yang lucu, lincah, dan indah seperti perwujudan dari kera di alam bebas. Kreatifitas Sutiman sangat teruji untuk menciptakan tari Kethek Ogleng Pacitan. (*)