Metode Penelitian Kualitatif, Agoes Hendriyanto

Metode Penelitian Kualitatif, Agoes Hendriyanto
SHARE

PRABANGKARANEWS.COM || Metodologi penelitian kualitatif berkembang dari ilmu-ilmu sosial dan dapat menelusuri akarnya ke antropologi dan sosiologi. Paradigma filosofis yang membentuk asumsi pendekatan kualitatif adalah pendekatan post modern, bukan pendekatan positivis yang mencirikan metode ilmiah dan desain penelitian kuantitatif.

Prasad (2005) dan Hatch (1997) membahas perbedaan antara kedua pendekatan ini dari perspektif penelitian dan dari perspektif teori organisasi. Membantu siswa mempelajari dasar filosofis untuk penelitian kualitatif juga membantu untuk memahami alasan di balik lima desain penelitian berbeda yang biasa digunakan dalam penelitian kualitatif: fenomenologi, etnografi, studi kasus, narasi, dan penelitian grounded theory. Prasad (2005) juga membahas berbagai desain penelitian lain dalam proyek kualitatif seperti dramaturgi, metodologi etno.

Baca Juga  UM Surabaya Berikan Bonus dan Beasiswa ke Kapten Timnas U-22 atas Prestasi di SEA Games 2023

Peneliti yang menggunakan desain penelitian kualitatif untuk studi mereka tertarik untuk memahami, mengeksplorasi, dan menemukan. Mereka menggunakan wawancara, kelompok fokus, menganalisis dokumen, mengamati perilaku dalam kelompok, menyelidiki budaya, dan mencari tren dan pola dalam data yang mereka kumpulkan. Dalam pendekatan grounded theory (Charmanz, 2006), penelitian sebenarnya membangun teori dari data. yang dikumpulkan dan bahkan dapat menetapkan seperangkat proposisi atau hipotesis yang dapat diuji dengan menggunakan pendekatan kuantitatif.

Contoh studi penelitian kualitatif fenomenologis dapat berupa wawancara individu untuk mengetahui pengalaman mereka kehilangan pekerjaan dan apa arti pengalaman itu bagi mereka. Contoh lain (etnografi) dapat berupa eksplorasi budaya suatu organisasi untuk menentukan apa simbol penting dari budaya itu dan apa arti simbol tersebut bagi berbagai anggota organisasi.

Baca Juga  Program Kampus Mengajar Angkatan 4, SD Negeri IV Sempu, Nawangan, Pacitan

Tren dan tema juga dapat diidentifikasi dari dokumen seperti transkrip wawancara, catatan observasi (lapangan), email, surat, kontrak, laporan tahunan, dan artikel, menggunakan berbagai skema pengkodean dan mengklasifikasikan kode-kode tersebut ke dalam kategori (Boyatzis, 1998). Hasil dan kesimpulan dari penelitian dapat menghasilkan rekomendasi atau bahkan lebih banyak pertanyaan yang perlu diteliti lebih lanjut. (*)