Harapan Suyadi, S.Pd.,M.Pd; terhadap Pelestarian dan Pengembangan Budaya di Pacitan
PRABANGKARANEWS.COM || PACITAN – Suyadi, S.Pd.,M.Pd, lahir di Pacitan tanggal 29 Juli 1961. Menamatkan Sarjana Bahasa dan Sastra Indonesia di STKIP PGRI Ponorogo. Pendidikan Pascasarjana (S-2) ditempuhnya di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya lulus tahun 2002.
Suyadi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun 1982 sebagai guru Sekolah Dasar. Jabatan yang pernah dijabatnya Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan UPTD Pendidika, Sebelum purna tugas sebagai ASN diberikan amanah sebagai Kasi Pembinaan Seni Budaya dan kepala Bidang Kebudayaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pacitan.
Selain tugas pokoknya pernah mengajar sebagai Dosen di STKIP PGRI Ponorogo tahun (1998-2014). Prestasi yang pernah diraihnya sebagai berikut: 1) pada tahun 1997 sebagai Guru TeladanTingkat propinsi Jawa Timur dan Peringkat IV guru Teladan Nasional; 2) pada tahun 2015 mendapatkan Penghargaan Satyalencana karya Satya 30 tahun dari Presiden Republik Indonesia.
“Pengembangan kebudayaan Pacitan bertujuan untuk kemajuan adab, budaya dan persatuan masyarakat Pacitan. Oleh sebab itu di moment Hari Ulang Tahun ke 77 Republik Indonesia mengharapkan; 1) budaya asli Pacitan harus dilestarikan dan dikembangkan sebagai salah satu objek wisata budaya di Pacitan, 2) tari daerah misalnya Kethek Ogleng dijadikan muatan lokal wajib di sekolah dasar di Pacitan, dan 3) Pemkab Pacitannharus banggadan terus melestarikan budaya Pacitan dengan memberikan alokasi anggaran yang cukup untuk kegiatan budaya,” jelas Suyadi, S.Pd.,M.Pd hari Kamis (28/7/2022).
“Hal tersebut bukan tanpa alasan, mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 tahun 2017 pasal 4 tentang pemajuan kebudayaan sebagai dasar bagi pengembangan budaya Indonesia. Pemajuan kebudayaan bertujuan untuk mengembangkan nilai-nilai luhur masyarakat Pacitan, memperkaya keragaman budaya, memperteguh jati diri, mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, melestarikan warisan budaya, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” jawab Suyadi.
“Suyadi dalam menjalani masa purna tugas akan mengisi hari-harinyadengan menyumbangkan pikiran yang bermanfaat bagi pengembangan seni budaya dan pendidikan di Pacitan. Selain itu juga dalam menjalani hidup mempunyai prinsip bahwa hidup harus kita jalani apapun peran yang diberikan kepadakita, selalu kita syukuri, selalu dengan keikhlasan dan takm lupa berdoa kepadanTuhan Yang Maha Esa,” jelas Suyadi.
“Lestari budayaku, lestari bangsaku, ayo kita majukan terus budaya Pacitan sebagai perwujudan Pemajuan Kebudayaan dalam rangka untuk memenfaatkan guna kehidupan yang lebih sejahtera, bahagia,” tutup Suyadi(*)
