kilas sepak bolaindokulinerbeautyniquejawara beritawellnesiahubastralythickuliner viralatletic zone hubzoonestifysorotan hari iniSudut LapanganCombatpediaTinta BeritaKuliner HariankuLuxurious BakingLacak Jejak SejarahBerita KecelakaanInformasi Harga SahamUpdate Seputar Berita PenipuanInformasi Seputar Harga EmasBerita Kecelakaan TerkiniBerita PenipuanInformasi Tentang Emasharga emas realtimeHarga Semen IndonesiaInformasi Kenaikan Harga EmasHarga SemenBerita Seputar EsportBerita Seputar KacaFashion IndonesiaBerita Harian SejatiUpdate Berita TerpercayaBerita Utama TerupdateSeklas Kabar BeritaInformasi Berita Bola TerkiniInformasi Berita CepatBerita Terbaru TerpopulerBerita Harian CepatSeputar Berita BolaPacu BeritaUpdate TeknoRanah AutoRumpi TetanggaMega Otomotifdunia faunaJelajah FaunaTatoo Art IndonesiaLoves Diet SehatSkena Fashionprediksi master hari iniUnited GamingFundacion RapalaFakta SehariTren HarapanGadgetkanGosipliciousiNewsComplexiNewsFootballPollux TierFoomer OfficialCommon SightJurnal TempoRuang MistisiNews CombatOhana MagazineLove Food Ready MealsPetite PaulinaBeauty RivalSpecialty Network SllcFilm Terbaru Penuh Pesan MoralMovie AutoAlmansorsMayumioteroCipta WacanaAkademi Keperawatan Yayasan UKIJurnal Keperawatan YUKISekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabayasensa138sensa138sensa138sensa138Round Rock JournalbociljpBiobaeckereiBornheimerBukemersanacokyakisirTrans To FindBrivifybudaya dan alam sulawesi baratprabangkara newsyourbestieSekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah PemudaBalai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan DIYAloha4daloha4daloha4daloha4dbimahokibima88bima88BIMAHOKIbimahokibimahokibimahokibima88basic4d login situs resmiKiyo4dkiyo4dgrafik performa dan tren tersembunyikerangka analitik dan perencanaan berbasis datapemodelan dinamika dan variabilitas sistempola aktivitas dan indikator performapola harian dan target adaptifritme permainan dan efisiensi aktivitasrtp live dan pendekatan cermattiming dan sinkronisasi aktivitas digitaltransformasi sinyal dan strategi konsistenanalisis spin pembuka dan pola aktivitasanalisis timing berbasis data dan akurasi strategihubungan simbol dan pola aktivitas digitalkarakteristik unik dan ritme aktivitas digitalmomentum aktivitas dan identifikasi fase produktifpendekatan bermain untuk fokus yang lebih stabilrespons visual dan karakteristik aktivitas digitalstrategi terukur untuk konsistensi aktivitasstruktur sistem modern dan putaran terarahtiming dan dinamika perubahan mekanisme digitaltarget profit realistis untuk keputusandurasi aktivitas dan efektivitas strategikonsistensi hasil dengan pendekatan sistematisperencanaan parlay terstruktur performa berkelanjutanpemahaman dinamika perubahan untuk keuntungan stabilobservasi praaktivitas dasar keputusan akuratstrategi profit bertahap jaga modaloptimalisasi skema parlay kompetisi globaltransformasi intuitif menjadi strategi analisis kombinasi probabilitas stabil jangka panjangtarget profit untuk kendali risikomanajemen waktu dukung performa bermainpendekatan terukur untuk hasil jangka pendekstrategi probabilitas untuk kombinasi parlayfondasi keputusan adaptif dan perubahanobservasi sistematis untuk akurasi strategistrategi modal terbatas untuk konsistenanalisis disiplin dan efektivitas keputusankombinasi parlay efisien risiko terkelolakombinasi probabilitas stabil untuk strategisdata real time dan pola tersembunyipendekatan matematis dan faktor dinamisprediksi probabilistik dan frekuensi peristiwascatter hitam dan potensi bonusstatistik terapan dan strategi konsistenstruktur adaptif dan kombinasi bernilaitiming aktivitas dan peluang bonustiming digital dan teknik zigzagtransformasi strategi dan performa terukurtren putaran dan karakteristik berulangfaktor efektivitas profit digitalformula analitik dan manajemen bonusperforma pengguna dan pendekatan adaptifpola aktivitas dan stabilitas hasilprobabilitas algoritma dan dinamika sistemputaran strategis dan momentum aktivitasritme interaksi dan keterlibatan penggunarng dan timing aktivitas terukursesi terukur dan konsistensi profitsimulasi rtp dan evaluasi performabonus berulang dan respons adaptiffenomena viral dan efektivitas aktivitasmekanisme algoritmik dan momentum aktivitaspola aktivitas terstruktur dan bonus adaptifputaran terukur dan efisiensi performaritme konsisten dan stabilitas hasilrtp adaptif dan performa harianrtp dinamis dan ritme aktivitastiming interaksi dan periode populervariasi waktu dan perubahan returndata real time dan evaluasi strategisfitur interaktif dan performa aktivitasapendekatan observasional dan pola aktivitasperubahan rtp live dan evaluasi akuratrespons visual dan dinamika animasisistem rng dan transparansi digitalteori peluang dan sistem probabilistiktren perilaku pemain digitaltrue odds dan struktur statistikvisualisasi timing dan indikator performadata real time dan ritme aktivitas konsistenpengambilan keputusan pemula dan stabilitas aktivitasperilaku pengguna dan pengaruh visualperilaku pengguna dan strategi terukurrtp dinamis dan evaluasi tren aktivitassimulasi performa dan perencanaan hasilstatistik dan strategi profit terukurstrategi efektif yang sering terabaikanteknologi modern dan dinamika performa digitaltiming aktivitas dan periode optimalfrekuensi terukur dan konsistensi pengembalianinteraksi digital dan dinamika returnirama putaran dan momentum bonuspola rasional dan hasil terukurritme adaptif dan evaluasi hasilstatistik dan stabilitas returnstrategi adaptif dan variasi rtpstruktur aktivitas dan rtp stabiltiming aktivitas dan efisiensi digitalwaktu aktivitas dan kestabilan hasildisiplin aktivitas dan evaluasi rtpfrekuensi aktivitas dan stabilitas harianpendekatan algoritmik dan konsistensi performapola temporal dan performa modernscatter berulang dan stabilitas rtpstatistik terapan dan putaran singkatstatistik terapan dan strategi profesional strategi viral dan karakter adaptifstruktur aktivitas dan konsistensi returntiming aktivitas dan bonus adaptiffrekuensi waktu dan efektivitas hasilperiode berulang dan karakter dinamisperubahan return dan fase aktivitaspola bertahap dan stabilitas performapola perilaku dan strategi jangka panjangritme terstruktur dan bonus adaptifstrategi efektif dan analisis datastruktur scatter dan evaluasi strategitiming aktivitas dan efisiensi returntiming optimal dan stabilitas rtptarget profit realistis untuk stabilitasoptimalisasi modal terbatas bertahapintegrasi analisis dan disiplin targetmodel parlay adaptif untuk peluang strategiskombinasi probabilitas stabil untuk konsistensiobservasi sistematis untuk hasil optimalperencanaan risiko terkelola kompetisi globalpemahaman dinamika perubahan keuntunganmanajemen durasi aktivitas untuk efisiensipengendalian ritme strategis berkelanjutanaktivitas berulang dan konsistensi hasilbonus dinamis dan respons interaktifdinamika sistem dan faktor keberhasilanputaran terstruktur dan konsistensi performartp dinamis dan strategi adaptifrtp modern dan stabilitas aktivitasscatter adaptif dan karakter sistemtiming aktivitas dan efektivitas terukurtiming aktivitas dan efisiensi performavariabilitas performa dan pendekatan terukurtarget profit realistis dan konsistenstrategi parlay momentum kompetisi globalrealisasi profit bertahap kelola risiko adaptifmanajemen durasi aktivitas untuk keputusandinamika perubahan katalis pertumbuhan keuntunganoptimalisasi strategi dengan probabilitas stabilstrategi adaptif jaga performa dinamisobservasi sistematis dasar evaluasi objektifstrategi risiko terkelola dan efisiensiintegrasi analisis dan disiplinbonus berulang dan hasil adaptifbonus dinamis dan keputusan rasionalpola adaptif modern dan efektivitas aktivitaspola berbasis data dan konsistensi aktivitasputaran observatif dan variabilitas hasilputaran observatif dan variabilitas hasilrtp adaptif dan stabilitas aktivitasrtp dinamis dan respons sistemtiming digital dan performa stabiltiming modern dan evaluasi strategikorelasi simbol hasil konsistenritme gulungan momen terbaikvariabel dinamis peluang akuratdistribusi simbol ritme bergeserjalur simbol frekuensi aktifaktivitas digital arah awalpergerakan digital perhatian besarfrekuensi pengganda tren meningkatritme gulungan momentum besarfrekuensi simbol arah akuratalgoritma modern dan adaptasi strategidesain visual dan evaluasi objektifdinamika live dan aktivitas real timeinteraksi komunitas dan aktivitas digitalpengaruh visual dan pengalaman interaktifpersepsi masyarakat dan rtp adaptifpola aktivitas digital dan interaksi penggunarespons emosional dan perubahan rtpstabilitas aktivitas dan performa berkelanjutantiming aktivitas dan capaian konsistenPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola Gacor Pola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola Gacordisiplin aktivitas dan fokus taktisinteraksi komunitas dan strategi adaptifmomentum adaptif dan evaluasi returnpengamatan adaptif dan strategi terukurpola konsisten dan dinamika rtpputaran ringkas dan perubahan performatiming harian dan evaluasi bonusvariabel tersembunyi dan stabilitas rtpvariabel unik dan dinamika returnviral pattern dan efektivitas aktivitasanalisis teknologi dan dinamika rtp liveevaluasi hold spin dan momentum bermainfrekuensi bermain dan pola bonus aktivitashubungan rtp live dan ritme permainankajian timing bermain dan stabilitas performamekanisme putaran dan perubahan sistempendekatan siklus permainan yang mudah diterapkanstrategi bonus adaptif dan efisiensi permainanstudi observasional dan pola aktivitas permainantemuan komunitas dan pola putaran gandafenomena kemenangan distribusi probabilitasanalisis pola frekuensi interaktifritme permainan hasil konsistenteknik observasi hasil besarkunci konsistensi permainan digitalalgoritma presisi dan strategi stabilirama putaran dan aktivitas konsistenkarakter rtp dan dinamika sistempendekatan adaptif dan stabilitas performapendekatan strategis dan target terukurpola aktivitas dan efisiensi strategistrategi bertahap dan faktor keberhasilanstrategi pemain dan perilaku digitaltarget hasil dan pengelolaan risikotiming aktivitas dan variasi performadistribusi bonus digital dan mekanisme apresiasievolusi sistem dan adaptasi digital modernfaktor keputusan dan analisis perilakuinsight komunitas dan tren aktivitas digitalpemetaan algoritmik dan monitoring real timepola adaptif dan karakter putaran dinamisrtp adaptif dan konsistensi kinerjastruktur visual dan pengalaman interaktiftiming aktivitas dan performa terukurtransformasi ekosistem game dan perilaku penggunadinamika data dan perilaku digitaldistribusi fokus visual dan respons penggunafenomena viral dan preferensi penggunainfrastruktur komputasi dan konsistensi performairama modern dan konsistensi aktivitasperforma sistem dan target terukurrtp adaptif dan statistik digitalsistem adaptif dan variasi operasionalstrategi adaptif dan keputusan efektifstruktur aktivitas dan intensitas interaksitarget profit harian realistisintegrasi analisis cepat untuk presisimanajemen durasi aktivitas efektif bermainstrategi parlay kompetisi sepak bolapemahaman dinamika permainan adaptifparlay konsisten dengan risiko terkelolakombinasi probabilitas stabil untuk performa berkelanjutanobservasi awal cegah keputusan impulsifdisiplin analitis dorong hasil optimalrealisasi profit bertahap risiko moderntarget profit realistis untuk modalstrategi profit bertahap manajemen risikoefektivitas bermain sistematis konsistenidentifikasi variabel mikro strategisobservasi awal fondasi strategi adaptifoptimalisasi parlay skema terukurmanajemen waktu untuk efisiensi performa analisis dan disiplin keputusan rasionalkombinasi probabilitas stabil untuk efektivitasperancangan parlay risiko terkelola profitbonus berulang dan momentum digitalirama visual dan kepuasan penggunametrik aktivitas dan indikator tersembunyipola bertingkat dan mekanisme adaptifrespons algoritmik dan dinamika sistemrtp statistik dan konsistensi performastatistik putaran dan keputusan stabiltiming probabilistik dan periode efektiftransformasi platform dan hiburan digitalvalidasi timing dan konsistensi performatarget profit realistis dan stabiloptimalisasi strategi parlay berbasis analisisintegrasi data dan disiplin konsistenobservasi sistematis untuk efisiensi modalkombinasi probabilitas stabil untuk strategimodel parlay risiko terkendalistrategi berkelanjutan untuk profitabilitas jangka panjanganalisis dinamika permainan untuk keuntungandisiplin strategis kunci performamanajemen waktu untuk konsistensi hasilanalisis pola terukur dan konsistensi hasilbonus berkala dan efektivitas strategibonus dan frekuensi partisipasi aktivitasevaluasi putaran dan performa jangka panjangfaktor pendukung keberhasilan yang konsistenpola statistik dan keputusan lebih akuratputaran adaptif dan pengelolaan variansiritme aktivitas harian dan stabilitas hasiltiming aktivitas dan momentum optimaltiming dan intensitas aktivitas stabiltarget profit realistis dan konsistenpola bermain terukur dan stabilpendekatan efisiensi adaptif performa kondisiintegrasi analisis untuk peluang strategispemahaman dinamika perubahan efektivitas hasilstrategi parlay kompetisi sepak bolaparlay efektif dengan risiko terkelolaobservasi sistematis dasar keputusan objektifstrategi profit bertahap jaga modalkombinasi probabilitas stabil strategi modern

Kerajaan Kadiri atau Panjalu

Kerajaan Kadiri atau Panjalu
SHARE

Oleh: Agoes Hendriyanto

Kerajaan Kadiri atau Kediri atau Panjalu, adalah sebuah kerajaan yang terdapat di Jawa Timur antara tahun 1042-1222. Kerajaan ini berpusat di Dahanapura (Daha), yang menjadi bagian Kota Kediri sekarang.

Kerajaan Kediri atau Kerajaan Panjalu adalah merupakan sebuah kerajaan besar yang terletak di daerah Jawa Timur yang berdiri pada abad ke-12 yang terdapat di Jawa Timur antara tahun 1042-1222. Kerajaan ini berpusat di kota Daha, yang terletak di sekitar Kota Kediri sekarang. Kerajaan ini merupakan bagian dari Kerajaan Mataram Kuno. Pusat kerajaanya terletak di tepi Sungai Brantas yang pada masa itu telah menjadi jalur pelayaran yang ramai  (Jihan K.A., 2018)

Kerajaan Janggala dan Panjalu (Kediri) kemudian bersatu menjadi Kerajaan Kediri.

Sesungguhnya kota Daha sudah ada sebelum Kerajaan Kadiri berdiri. Daha merupakan singkatan dari Dahanapura, yang berarti kota api. Nama ini terdapat dalam prasasti Pamwatan yang dikeluarkan Airlangga tahun 1042. Hal ini sesuai dengan berita dalam Serat Calon Arang bahwa, saat akhir pemerintahan Airlangga, pusat kerajaan sudah tidak lagi berada di Kahuripan, melainkan pindah ke Daha.

Pada akhir November 1042, Airlangga terpaksa membelah wilayah kerajaannya karena kedua putranya bersaing memperebutkan takhta. Putra yang bernama Sri Samarawijaya mendapatkan kerajaan barat bernama Panjalu yang berpusat di kota baru, Daha, sedangkan putra yang bernama Mapanji Garasakan mendapatkan kerajaan timur bernama Janggala yang berpusat di kota lama, yaitu Kahuripan.

Menurut Nagarakretagama, sebelum dibelah menjadi dua, nama kerajaan yang dipimpin Airlangga sudah bernama Panjalu, yang berpusat di Daha. Jadi, Kerajaan Janggala lahir sebagai pecahan dari Panjalu. Adapun Kahuripan adalah nama kota lama yang sudah ditinggalkan Airlangga dan kemudian menjadi ibu kota Janggala.

Pada mulanya, nama Panjalu atau Pangjalu memang lebih sering dipakai daripada nama Kadiri. Hal ini dapat dijumpai dalam prasasti-prasasti yang diterbitkan oleh raja-raja Kadiri. Bahkan, nama Panjalu juga dikenal sebagai Pu-chia-lung dalam kronik Tiongkok berjudul Ling wai tai ta (1178).

Nama “Kediri” atau “Kadiri” sendiri berasal dari kata bahasa Sansekertakhadri, yang berarti pacé atau mengkudu (Morinda citrifolia). Batang kulit kayu pohon ini menghasilkan zat perwarna ungu kecokelatan yang digunakan dalam pembuatan batik, sementara buahnya dipercaya memiliki khasiat pengobatan.

Hubungan Pai-Hua-Yuan dengan Kerajaan Kadiri / Kediri / Panjalu

Masa-masa awal Kerajaan Panjalu atau Kadiri tidak banyak diketahui. Prasasti Turun Hyang II (1044) yang diterbitkan Kerajaan Janggala hanya memberitakan adanya perang saudara antara kedua kerajaan sepeninggal Airlangga.

Sejarah Kerajaan Panjalu mulai diketahui dengan adanya Prasasti Banjaran dan Prasasti Mataji. Setelah Raja Sri Jitendrakara diketahui terdapat raja bernama Sri Bameswara berdasarkan Prasasti Karanggayam. Selanjutnya dalam Prasasti Hantang raja yang memerintah sudah berganti Sri Jayabhaya.

Panjalu di bawah pemerintahan Sri Jayabhaya berhasil menaklukkan Kerajaan Janggala dengan semboyannya yang terkenal dalam prasasti Ngantang (1135), yaitu Panjalu Jayati, yang berarti “Panjalu Menang”.

Pada masa pemerintahan Sri Jayabhaya inilah, Kerajaan Panjalu mengalami masa kejayaannya. Wilayah kerajaan ini meliputi seluruh Jawa dan beberapa pulau di Nusantara, bahkan sampai mengalahkan pengaruh Kerajaan Sriwijaya di Sumatra.

Hal ini diperkuat kronik Tiongkok berjudul Ling wai tai ta karya Chou Ku-fei tahun 1178, bahwa pada masa itu negeri paling kaya selain Tiongkok secara berurutan adalah ArabJawa, dan Sumatra. Saat itu yang berkuasa di Arab adalah Bani Abbasiyah, di Jawa ada Panjalu, sedangkan Sumatra dikuasai Kerajaan Sriwijaya.

Baca Juga  Jembatan Klecung Diresmikan Bupati Pacitan, Warga Ngreco Gelar "Tasyakuran"

Chou Ju-kua menggambarkan di Jawa penduduknya menganut dua agama: Buddha dan Hindu. Penduduk Jawa sangat berani dan emosional. Waktu luangnya untuk mengadu binatang. Mata uangnya terbuat dari campuran tembaga dan perak.

Buku Chu-fan-chi  (Zhao Rugua, 1225) menyebut Jawa adalah maharaja yang punya wilayah jajahan: Pai-hua-yuan , Ma-tung (Medang), Ta-pen (Tumapel, Malang), Hi-ning (Dieng), Jung-ya-lu (Hujung Galuh, sekarang Surabaya), Tung-ki (Jenggi, Papua Barat), Ta-kang (Sumba), Huang-ma-chu (Papua), Ma-li (Bali), Kulun (Gurun, mungkin Gorong atau Sorong di Papua Barat atau Nusa Tenggara), Tan-jung-wu-lo (Tanjungpura di Borneo), Ti-wu (Timor), Pingya-i (Banggai di Sulawesi), dan Wu-nu-ku (Maluku) .

Kutipan selanjutnya dari buku  (Hirth Friedrich and W.W. Rockhill, 1911: 65)

Sebuah prasasti peninggalan Raja Brameswara ditemukan aktivis lintas komunitas pencinta sejarah di Desa Karanggayam Kecamatan Srengat, Blitar, pada awal Juli 2021. Penemuan ini memperkaya khazanah sejarah perkembangan Kerajaan Panjalu atau Kadiri.

Prasasti yang ditemukan diperkirakan berasal dari periode pertama era Maharaja Bameswara. Ambang pintu bertuliskan tahun 1034 Saka atau 1.122 Masehi.

Menurut Nagarakretagama, sebelum dibelah menjadi dua, nama kerajaan yang dipimpin Airlangga sudah bernama Panjalu, yang berpusat di Daha (Jalan Doho-Kota Kediri) . Jadi, Kerajaan Janggala lahir sebagai pecahan dari Panjalu.

Adapun Kahuripan adalah nama kota lama yang sudah ditinggalkan Airlangga. Daerah ini kemudian menjadi ibu kota Janggala.

Kerajaan Panjalu atau Pangjalu memang lebih sering dipakai daripada nama Kadiri. Hal ini dapat dijumpai dalam prasasti-prasasti yang dibuat raja-raja Kadiri. Bahkan, nama Panjalu juga dikenal sebagai Pu-chia-lung dalam kronik Tiongkok berjudul “Ling Wai Tai Ta” (Chou Ku-fei, 1178).

Dalam penelusuran yang dilakukan merdeka.com kronik Tiongkok berjudul “Ling Wai Tai Ta” karya Chou Ku-Fei tahun 1178, bahwa pada masa itu negeri paling kaya selain Tiongkok secara berurutan adalah Arab, Jawa, dan Sumatra. Saat itu yang berkuasa di Arab adalah Bani Abbasiyah, di Jawa ada Panjalu, sedangkan Sumatra dikuasai Kerajaan Sriwijaya (Chou Ku-fei, 1178).

 

Maharaja Cri Bamecwara Sakalabuanatustijarana Sarwwaniwaryyawiryya Parakrama Digjayotunggadewa atau Bamecwara atau Bameswara memerintah Kerajaan Panjalu di bumi Kadiri hingga 1057 Saka /1135 Masehi. Raja Bameswara memakai Lancana Ardhacandrakapalalancana (Prasasasti Gneng I) yakni tengkorak memakan rembulan  (Imam Mubarok, 2015).

Masa Kerajaan Kadiri,  di tebaran situs purbakala di desa sebelah, di luar Karanggayam, ada situs Kunir. Situs di sebuah pondok ada sebuah makam Mbah Wali Cemandi. Nisan makam menggunakan prasasti Raja Terakhir Panjalu, yakni Raja Dandang Gendis atau Raja Kertajaya dengan angka tahun 1127 Saka atau 1205 Masehi,” sebutnya.

Di Desa Pikatan Kecamatan Srengat juga ditemukan Prasasti Pandelegan. Raja Bameswara membuat prasasti yang sekarang ada di Museum Candi Penataran, berangka tahun 1038 Saka. Sampai sekarang, prasasti ini merupakan prasasti pertama yang dikeluarkan Raja Bameswara. Dengan kata lain, menjadi prasasti pertama Kerajaan Panjalu/Kadiri setelah mengalami masa gelap sejak Raja Samarawijaya (1042 M-1044 M) berkuasa di Daha setelah pembagian kerajaan oleh Raja Airlangga.

Baca Juga  Gubernur BI Perry Warjiyo, Otimistis Pemulihan Ekonomi Nasional 2021 dapat Terwujud

“Prasasti Pandelegan lebih muda 4 tahun dari batu ambang pintu yang ditemukan di Desa Karanggayam. Dengan melihat tebaran prasasti-prasasti era Kerajaan Kadiri, kita yakin bahwa di sini merupakan atau menandakan masuk wilayah Kerajaan Kadiri,” tandasnya.

Setelah pematangan tim dari berbagai komunitas kebudayaan dan sejarah, akhirnya dilakukan ekskavasi. Prasasti yang terpendam berhasil ditemukan dan didirikan.

Prasasti Karanggayam yang terpendam ini kita dirikan. Tingginya totalnya dari dari lapik yaitu 1,83. Dari pengangkatan ini, di prasasti nampak relief yakni Lancana Raja Bameswara dengan gambar Candrakapala/bulan sabit dimakan raksasa. Saat dibersihkan dengan air, hampir 90 persen prasasti mengalami aus . Dari penelusuran yang ada, dulu prasasti ini pernah digunakan sebagai tempat aktivitas bermain anak, yakni sebagai tempat perosotan, akhirnya tulisan dalam prasasti hilang.

Belum lagi ditambah faktor alam, prasasti yang sudah berusia hampir 1.000 tahun ini juga terkena letusan Gunung Kelud yang hanya berjarak beberapa puluh kilometer. Prasasti itu akhirnya terkubur dan baru ditemukan aktivis lintas komunitas

Penemuan Situs Tondowongso pada awal tahun 2007, yang diyakini sebagai peninggalan Kerajaan Kadiri, diharapkan dapat membantu memberikan lebih banyak informasi tentang kerajaan tersebut.

Karya sastra

Seni sastra mendapat banyak perhatian pada zaman Kerajaan Panjalu-Kadiri. Pada tahun 1157 Kakawin Bharatayuddha ditulis oleh Mpu Sedah dan diselesaikan Mpu Panuluh. Kitab ini bersumber dari Mahabharata yang berisi kemenangan Pandawa atas Korawa, sebagai kiasan kemenangan Sri Jayabhaya atas Janggala.

Selain itu, Mpu Panuluh juga menulis Kakawin Hariwangsa dan Ghatotkachasraya. Terdapat pula pujangga zaman pemerintahan Sri Kameswara bernama Mpu Dharmaja yang menulis Kakawin Smaradahana. Kemudian pada zaman pemerintahan Kertajaya terdapat pujangga bernama Mpu Monaguna yang menulis Sumanasantaka dan Mpu Triguna yang menulis Kresnayana.

Kerajaan Panjalu-Kadiri runtuh pada masa pemerintahan Kertajaya, dan dikisahkan dalam Pararaton dan Nagarakretagama.

Pada tahun 1222 Kertajaya sedang berselisih melawan kaum brahmana yang kemudian meminta perlindungan Ken Arok akuwu Tumapel. Kebetulan Ken Arok juga bercita-cita memerdekakan Tumapel yang merupakan daerah bawahan Kadiri.

Perang antara Kadiri dan Tumapel terjadi dekat Desa Ganter. Pasukan Ken Arok berhasil menghancurkan pasukan Kertajaya. Dengan demikian, berakhirlah masa Kerajaan Kadiri, yang sejak saat itu kemudian menjadi bawahan Tumapel atau Singhasari.

Setelah Ken Arok mengalahkan Kertajaya, Kadiri menjadi suatu wilayah di bawah kekuasaan Singhasari. Ken Arok mengangkat Jayasabha, putra Kertajaya sebagai bupati Kadiri. Tahun 1258 Jayasabha digantikan putranya yang bernama Sastrajaya. Pada tahun 1271 Sastrajaya digantikan putranya, yaitu Jayakatwang. Jayakatwang memberontak terhadap Singhasari yang dipimpin oleh Kertanegara, karena dendam masa lalu dimana leluhurnya Kertajaya dikalahkan oleh Ken Arok. Setelah berhasil membunuh Kertanegara, Jayakatwang membangun kembali Kerajaan Kadiri, namun hanya bertahan satu tahun dikarenakan serangan gabungan yang dilancarkan oleh pasukan Mongol dan pasukan menantu Kertanegara, Raden Wijaya.

Pada saat Daha menjadi ibu kota kerajaan yang masih utuh

Airlangga, merupakan pendiri kota Daha sebagai pindahan kota Kahuripan. Ketika ia turun takhta tahun 1042, wilayah kerajaan dibelah menjadi dua. Daha kemudian menjadi ibu kota kerajaan bagian barat, yaitu Panjalu.

Menurut Nagarakretagama, kerajaan yang dipimpin Airlangga tersebut sebelum dibelah sudah bernama Panjalu.

Baca Juga  Bupati Pacitan Ajak Kades dan Perangkat Jaga Kondusivitas dalam Pemilu 2024

Pada saat Daha menjadi ibu kota Panjalu

  1. Maharaja Sri Samarawijaya
  2. Sri JitendrakaraParakrama Bakta (Prasasti Mataji 973 Saka),
  3. Maharaja Sri Bameswara(Prasasti Pandlegan IPrasasti PanumbanganPrasasti TangkilanPrasasti BesolePrasasti BameswaraPrasasti KaranggayamPrasasti Pagiliran)
  4. Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya(Prasasti HantangPrasasti Jepun, dan Prasasti Talan)
  5. Maharaja Rakai Sirikan Sri Sarweswara(Prasasti Pandlegan II dan Prasasti Kahyunan)
  6. Sri Maharaja Rakai Hino Sri Aryeswara(Prasasti Waleri & Prasasti Angin)
  7. Sri Maharaja Kroncaryyadipa Sri Gandra(Prasasti Jaring)
  8. Sri Maharaja Mapanji Kamesywara(Prasasti Semanding dan Prasasti Ceker)
  9. Sri Maharaja Crengga/Kertajaya(gugur tahun 1144 Saka).

Pada saat Daha menjadi bawahan Singhasari

Kerajaan Panjalu runtuh tahun 1222 dan menjadi bawahan Singhasari. Berdasarkan prasasti Mula Malurung, diketahui raja-raja Daha zaman Singhasari, yaitu:

Pada saat Daha menjadi ibu kota Kadiri

Jayakatwang, adalah keturunan Kertajaya yang menjadi bupati Gelang-Gelang. Tahun 1292 ia memberontak hingga menyebabkan runtuhnya Kerajaan SinghasariJayakatwang kemudian membangun kembali Kerajaan Kadiri. Tapi pada tahun 1293 ia dikalahkan Raden Wijaya pendiri Majapahit.

Pada saat Daha menjadi bawahan Majapahit

Sejak tahun 1293 Daha menjadi negeri bawahan Majapahit yang paling utama. Raja yang memimpin bergelar Bhre Daha tetapi hanya bersifat simbol, karena pemerintahan harian dilaksanakan oleh patih Daha. Bhre Daha yang pernah menjabat ialah:

  1. Jayanagara1295130947:2; Prasasti Sukamerta – didampingi Patih Lembu Sora.
  2. Rajadewi1309137527:15; 29:31; Nag.4:1 – didampingi Patih Arya Tilam, kemudian Gajah Mada.
  3. Indudewi1375141529:19; 31:10,21
  4. Suhita14151429 ?
  5. Jayeswari1429146430:8; 31:34; 32:18; Waringin Pitu
  6. Manggalawardhani14641474 Prasasti Trailokyapuri

Pada saat Daha menjadi ibu kota Majapahit

Menurut Suma Oriental tulisan Tome Pires, pada tahun 1513 Daha menjadi ibu kota Majapahit yang dipimpin oleh Bhatara Wijaya. Nama raja ini identik dengan Dyah Ranawijaya yang dikalahkan oleh Sultan Trenggana raja Demak tahun 1527.

Sejak saat itu nama Kediri lebih terkenal daripada Daha. Dan pada saat ini berdasarkan peta daerah kekuasaan Kerajaan Majapahit dan peta Provinsi Jawa Timur maka dapat dilihat bahwa Kota Daha pada saat ini berada di daerah sekitar Pare-Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur yang memiliki banyak peninggalan arkeologis sampai sekarang.

DAFTAR PUSTAKA

Arief Bijaksana R. (2020). Invasi Rajendra Cola I Ke Sriwijaya (1025 M). https://ikilhojatim.com/invasi-rajendra-cola-i-ke-sriwijaya-1025/

Chou Ku-fei. (1178). Ling-wai-tai-ta (嶺外代答).

Hirth Friedrich and W.W. Rockhill. (1911). Chau Ju-kua on The Chinese and Arab Trade in The Twelfth and Thirteenth Centuries, entitled Chu-fan-chi. Imperial Academy of Sciences.

Imam Mubarok. (2015). Membaca 7 lencana kerajaan kuno di era Kediri. Https://Www.Merdeka.Com/Peristiwa/Membaca-7-Lencana-Kerajaan-Kuno-Di-Era-Kediri.Html.

Jihan K.A. (2018). Bagaimana Sejarah Kerajaan Kadiri ? Https://Www.Dictio.Id/t/Bagaimana-Sejarah-Kerajaan-Kediri/87951.

Zhao Rugua. (1225). Chau Ju Kua – Chu Fan Chi – His Work on the Chinese and Arab Trade in the XII & XIII Centuries Entitled Chu-fan-chi. Pt.Petersburg