Mas Aji; Pelestarian dan Pengembangan Budaya sebagai Pilar Pembangunan dan Identitas Pacitan

Mas Aji;  Pelestarian  dan Pengembangan  Budaya sebagai Pilar Pembangunan dan Identitas Pacitan
SHARE

PRABANGKARANEWS || PACITAN – Bupati Pacitan biasa dipanggil  Mas Aji, sebagai tokoh yang memegang peran penting dalam melestarikan dan mengembangkan budaya Pacitan, telah menjadi landasan utama dalam pembangunan dan membangun identitas khas daerah Pacitan.

Dalam usaha membangun peradaban suatu bangsa menuju kemajuan yang diakui di dunia internasional, melestarikan budaya memiliki peran penting. Strategi ini telah menjadi fokus dalam upaya pembangunan yang digalakkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang melihat festival seni dan budaya sebagai alat untuk memajukan negara. Meskipun pembangunan infrastruktur juga memainkan peran krusial dalam meningkatkan daya saing nasional.

Konsep serupa juga terlihat dalam upaya Bupati Pacitan,  Indrata Nur Bayuaji, dan para pemangku kepentingan di wilayah tersebut. Bupati Aji, yang dikenal sebagai keponakan dari Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), telah aktif membangun daerahnya dengan mengadakan berbagai kegiatan budaya berskala besar.

Baca Juga  Buka Bazar Buku Murah, Bupati: Membaca Itu Asyik

Tujuannya adalah agar Pacitan, yang sebelumnya terkenal di era pemerintahan SBY, terus mendapatkan pengakuan di tingkat nasional dan internasional. Meskipun pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas, namun melestarikan dan mengembangan budaya sebagai pilar pembangunan dan identitas Pacitan. Selain itu juga Mas Aji juga akan mendorong agar  budaya tak benda dan benda Pacaitan ditetapkan sebagai Warisan Budaya TakBenda Indonesia terutama kegiatan yang telah berusia lebih dari 50 tahun.

Warisan Budaya TakBenda seperti: Ceprotan, Tetaken, Badut Sinampurno, Kethek Ogleng, Brojo Geni dan Wayang beber akan terus dikembangkan dalam rangka upaya pelestarian dan pengembangan.

Dalam dua tahun kepemimpinannya, Bupati Aji, atau yang biasa disapa Mas Aji, dengan gigih mengkampanyekan budaya Pacitan melalui berbagai acara dan festival. Di antara acara tersebut adalah Rawat Jagat dan festival budaya Kundi Merdeka yang baru saja diselenggarakan, menarik partisipasi dari lima seniman Perancis.

Baca Juga  Pesan Bupati Pacitan, Guru Memahami Batasan dan Menghindari Masalah Hukum dalam Pendidikan

“Seorang tokoh pemuda dari Desa Purwoasri, Kecamatan Kebonagung, yang dikenal sebagai Miluyani, merasa sangat senang dan bangga karena daerahnya yang sebelumnya dikenal dengan ungkapan “adoh ratu, cedak watu,” menjadi tuan rumah bagi festival Kundi Merdeka. Meskipun pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas, langkah-langkah Mas Aji dalam mengkampanyekan dan melestarikan budaya Pacitan melalui berbagai acara dan festival telah memberikan dampak positif bagi komunitas lokal,” Minggu (6/8/2023).

Dukungannya terhadap festival-festival baru seperti Rawat Jagat dan Kundi Merdeka juga mendukung pengembangan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Semua kegiatan ini diarahkan untuk mewujudkan visi masyarakat Pacitan yang sejahtera dan bahagia. Bupati Indrata Nur Bayuaji juga fokus pada pembangunan dan peningkatan daya saing SDM yang kuat, dengan menghormati nilai agama dan budaya. Selain itu, aktivitas ini juga berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata dan UMKM.

Baca Juga  Menlu Retno Marsudi Mendorong Penguatan Fondasi ASEAN dan Mengutamakan Isu Krisis Myanmar dan AOIP

Melalui dedikasi Mas Aji, visi dan misi ini terwujud dengan berhasil, seiring dengan pencapaian dalam masa jabatannya yang dimulai pada April 2021 setelah dilantik oleh Gubernur Jatim. Meskipun di tengah kondisi pasca pandemi Covid-19, dalam dua tahun ia telah berhasil menjalankan visi tersebut untuk mewujudkan masyarakat Pacitan yang sejahtera dan bahagia.