Pacitan Siap Bergoyang: Menanti Aksi Kreatif Peserta Tingkat Sekolah Dasar dalam Festifal Kethek Ogleng Pacitan
PRABANGKARANEWS || Pacitan, 22 Agustus 2023 – Hari Selasa ini menjadi saksi dari sebuah pertemuan teknis yang sangat penting dalam rangka memajukan objek kebudayaan Kethek Ogleng di Pacitan. Pertemuan ini merupakan hasil kerjasama yang erat antara Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI dan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Olahraga (Disparbudpora) Pacitan.
Kadis Disparbora Pacitan, acara kegiatan akan dibuka secara resmi oleu Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Mojokerto yang akan dihadiri oleh Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji. Festifal sebagai langkah nyata dalam upaya BPK wilayah XI kolaborasi dengan Pemkab Pacitan dalam pelestarian dan pengembangan kethek Ogleng Pacitan.
“Kethek Ogleng Pacitan yang telah ditetapkan menjadi salah satu Warisan Budaya Tak Benda Indonesia tahun 2019, yang penyerahan sertifikatnya diambil oleh Gubernur Jawa Timur. Terima kasih kepada BPK XI yang telah mempercayakan kegiatan festifal Kethek Ogleng kepada Pacitan tahun 2023, jleas Turmudi.
Acara ini berlangsung di Aula Joglo Kantor Disparbudpora Pacitan, dan dimulai dengan sangat semangat. Kegiatan ini dibuka oleh Tummudi, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Disbudparpora Pacitan. Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas, Kabid Kebudayaan Kanto, serta Tim Panitia Kethek Ogleng. Selain itu, para peserta dari berbagai Sekolah Dasar (SD) se Kabupaten Pacitan juga turut serta dalam pertemuan ini.
Suasana semangat dan antisipasi menghangat saat acara teknikal meeting untuk Festifal Kethek Ogleng Pacitan, yang diadakan di Aula Joglo Kantor Disparbudpora Pacitan. Dalam pertemuan yang penuh semangat ini, ALSA Daruna dan tim juri berkomitmen untuk memberikan panduan yang jelas mengenai teknis penilaian untuk festival yang akan datang.
Teknik Kepenarian:
Juri menjelaskan dengan rinci bahwa penilaian akan mencakup berbagai aspek, termasuk ragam gerak pokok Kethek Ogleng. Ini mencakup kemahiran dalam menjalankan gerakan dasar yang penting dalam tarian ini.
Penyajian:
Selain itu, aspek penyajian juga akan sangat diperhatikan. Ini termasuk kesesuaian gerakan dengan musik pengiring, tema yang diusung oleh penampilan, keutuhan kelompok, ekspresi wajah (mimik), dan penjiwaan dalam tampilan mereka.
Kreativitas:
Selanjutnya, kreativitas juga menjadi fokus penilaian. Hal ini mencakup gerakan unik, gerakan baru yang bisa memberikan nuansa segar pada pertunjukan, tata rias dan busana yang mencerminkan karakter Kethek Ogleng, musik yang mendukung penampilan, tata pentas yang menarik, properti yang digunakan, pola lantai yang menarik perhatian, dan desain dramatik yang memikat.
Para peserta ditekankan kembali bahwa setiap tim harus berasal dari satu sekolah dasar (SD) yang merupakan satu satuan pendidikan. Gabungan dari satuan pendidikan tidak diperbolehkan.
Pengundian Nomor Urut:
Acara berlanjut dengan pengundian nomor urut pentas di panggung. Sebanyak 18 grup yang telah mendaftar dan hadir bersemangat untuk mengetahui urutan mereka dalam pertunjukan yang akan datang. Panitia masih memberikan kesempatan bagi grup yang belum mendaftar untuk segera mendaftar sampai kouta terpenuhi.
Waktu dan Random Acara:
Festifal Kethek Ogleng akan diselenggarakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 26-27 Agustus 2023. Rundum acara akan diberikan saat bloking peserta pada siang hari tanggal 26 Agustus 2023. Selama bloking peserta, panitia akan memberikan kaos kepada setiap peserta dan pendamping, serta menyediakan akomodasi makan bagi peserta.
Harapan dan Misi:
Turmudi, selaku Kepala Dinas Disbudparpora Pacitan, menekankan pentingnya festival Kethek Ogleng dalam menciptakan kreativitas baru, terutama dalam hal pakaian yang tidak hanya mencerminkan karakter Hanoman, tetapi juga karakter wanara seta atau kera putih. Turmudi juga menggarisbawahi enam gerakan Kethek Ogleng yang telah dicatat di WBtB Indonesia 2019.
Para peserta sangat antusias dan puas dengan informasi yang diberikan dalam acara teknikal meeting ini. Mereka bersiap-siap untuk memberikan pertunjukan Kethek Ogleng yang spektakuler dan penuh kreativitas di festival yang akan datang. Semangat mereka adalah bukti nyata dari upaya bersama dalam melestarikan dan memajukan budaya yang berharga ini. (*)
