Bupati Pacitan dan Masyarakat Sukoharjo Sujud Syukur dalam Upacara “Thetek Melek “
PRABANGKARANEWS || PACITAN – Bupati Indrata Nur Bayuaji, bersama dengan warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan, mengikuti upacara Thetek Melek yang dipenuhi doa dan permohonan kepada pencipta, dengan harapan musim panen tahun ini akan melimpah. Ritual ini diadakan di tengah-tengah lahan sawah dan merupakan bagian penting dari upacara adat Thetek Melek.
Upacara Thetek Melek dimulai dengan prosesi kirab dari balai desa setempat ke sebuah gubuk di tengah sawah. Bupati Indrata Nur Bayuaji bergabung dalam kirab ini, bersama dengan penari dan masyarakat lainnya, membawa kendi air, tumpeng, dan berbagai hasil pertanian.
Ketika sampai di gubuk, masyarakat berkumpul untuk mengadakan serangkaian doa. Ini termasuk pembacaan sholawat, ritual ruwatan Thetek Melek, dan doa bersama. Acara ini diakhiri dengan makan bersama sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Mas Aji menyampaikan harapannya bahwa upacara Thetek Melek ini akan terus berlangsung dan semakin baik di tahun-tahun mendatang.
Selain upacara Thetek Melek, pemerintah desa juga menyelenggarakan acara tasyakuran pada malam hari dengan berbagai pertunjukan seni budaya. Penampilan seni budaya ini melibatkan berbagai kelompok seni dari Kabupaten Pacitan, termasuk Sanggar Song Meri dari Desa Sukoharjo.
Thetek Melek adalah tradisi yang selalu disertai dengan pertunjukan musik tradisional. Tradisi ini awalnya digelar oleh masyarakat sebagai cara untuk mengusir wabah. Keyakinan masyarakat saat itu adalah bahwa ritual ini dapat membuat wabah menjauh, karena wabah dipercayai takut terhadap ritual ini.
