Pesona Budaya Takbenda: Mengabadikan Tradisi Jawa Timur dalam Lensa Fotografi

Pesona Budaya Takbenda: Mengabadikan Tradisi Jawa Timur dalam Lensa Fotografi
SHARE

BPK_XI (PRABANGKARANEWS) – Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI telah sukses menyelenggarakan lomba fotografi yang mengangkat tema Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia dari Jawa Timur. Lomba ini bertujuan untuk meningkatkan apresiasi terhadap warisan budaya takbenda dan memperkenalkan keunikan tradisi Jawa Timur melalui karya visual. Peserta lomba diminta untuk menangkap momen-momen unik dari berbagai aspek budaya yang masih lestari, sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat luas dan mendukung upaya pelestarian budaya.

Juara pertama diraih oleh Afrinaldi Zulhen dengan foto bertema “Bantengan Goes to Campus.” Dalam karyanya, Afrinaldi berhasil menampilkan dinamika dan kekuatan budaya Bantengan, sebuah kesenian tradisional yang menggabungkan elemen tari, musik, dan kostum banteng yang gagah. Melalui komposisi visual yang menarik, foto ini berhasil menggambarkan semangat dan identitas budaya lokal yang dipadukan dengan nuansa modern di lingkungan kampus.

Baca Juga  Kenangan dalam Pelestarian Kethek Ogleng Pacitan (Dana Indonesiana 2025)

Pemenang kedua, Igam Marendra Sukma, mempresentasikan karya berjudul “Tari Topeng Kaliwungu.” Karya ini menggambarkan keindahan Tari Topeng yang berasal dari daerah Kaliwungu, di mana penari mengenakan topeng sebagai simbol berbagai karakter dalam cerita rakyat. Dalam foto ini, Igam mampu menangkap keanggunan gerakan penari serta kekayaan detail kostum dan topeng, memberikan penghormatan kepada seni tari tradisional yang sudah berusia ratusan tahun tersebut.

Pemenang ketiga, Arief Basuki, meraih penghargaan dengan karyanya yang berjudul “Ritual Kasada.” Foto ini memotret prosesi sakral Ritual Kasada yang dilakukan oleh masyarakat Tengger di kawasan Gunung Bromo. Arief berhasil menggambarkan kekhusyukan dan keagungan ritual yang dilakukan sebagai bentuk persembahan kepada Sang Hyang Widhi. Melalui bidikan yang dramatis, foto ini memperlihatkan nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal yang tetap hidup dalam keseharian masyarakat Tengger.

Baca Juga  Riset Grup Filologi Melayu FIB UNS Mengadakan Webinar Internasional

Sumber: BPK_XI