Gebyar Edukasi: Inovasi Pengolahan Sampah Plastik di UNS dan SDIT Nur Hidayah

Gebyar Edukasi: Inovasi Pengolahan Sampah Plastik di UNS dan SDIT Nur Hidayah
SHARE

UNS SURAKARTA (PRABANGKARANEWS) – Paguyuban Karya Salemba Empat (KSE) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta adakan kegiatan Gebyar Edukasi Pemilihan Sampah Plastik. Program ini berkolaborasi dengan SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta.

Gerakan ini menjadi salah satu dari 35 titik kegiatan yang diinisiasi oleh Yayasan KSE. Dengan penuh semangat, 103 siswa-siswi kelas 2 SDIT Nur Hidayah berkumpul untuk mengikuti Gebyar Ecobrick 2024. Dengan tema “Dedikasi untuk Negeri”, kegiatan ini menjadi wadah untuk mengedukasi seberapa pentingnya mengelola sampah plastik secara kreatif.

Acara dimulai dengan sosialisasi dan pemantauan pembuatan ecobrick yang dilakukan 3 pekan sebelumnya. Ecobrick menjadi cara penyelesaian masalah yang kreatif dengan memanfaatkan limbah-limbah plastik. Pengisian botol plastik bekas dengan sampah non-organik membuat ecobrick dapat berguna sebagai variasi bahan dekorasi, furnitur, bahkan bangunan ramah lingkungan.

Baca Juga  Catat Pelaksanaan Webinar P3S, Topik "Menakar Caleg DPR-RI Dapil Sumut, Siapa Layak”

Ketika itu, siswa-siswi diajarkan cara mengubah limbah plastik menjadi material ramah lingkungan yang dapat digunakan sebagai kebutuhan rumah tangga seperti pot, rak sepatu, dan lain-lain. Selain itu, kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (23/11/2024) ini juga menghadirkan kompetisi inovasi ecobrick dan penyampaian materi tentang lingkungan hidup.

Salah satu sorotan acara adalah hasil karya para peserta lomba, mulai dari bangku, pot tanaman, hingga dekorasi ruangan berbahan dasar ecobrick.

Ketua Paguyuban KSE UNS, Husna Habib Mustofa, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu menciptakan perubahan nyata. Maka dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi lebih banyak komunitas untuk bergabung dalam gerakan peduli lingkungan.

Baca Juga  Peladen Sinoman: Warisan Adab Tinggi dari Bumi Pacitan

“Kami berharap kegiatan gebyar ecobrick 2024 ini menjadi langkah awal bagi anak-anak untuk lebih peduli terhadap sampah plastik dan lingkungan,” ujar Husna.

Secara lebih luas, lebih dari 6.000 peserta di 35 lokasi seluruh Indonesia bersatu dalam acara bertajuk “Gebyar Peduli Sampah Plastik”. Ini menjadi sebuah inisiatif dari ribuan penerima beasiswa Yayasan KSE.

Acara ini menjadi momen inspiratif untuk memupuk kesadaran lingkungan, khususnya terkait pengolahan sampah plastik menjadi ecobrick.

Kegiatan ini bermula pada edukasi di sekolah tingkat dasar. Para siswa diajak untuk mengetahui dan memahami dampak negatif sampah plastik. Mereka diajarkan untuk mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Tantangan pengumpulan sampah selama tiga minggu pun disambut antusias oleh para siswa. Kegiatan kemudian berlanjut dengan pelatihan pembuatan ecobrick.

Baca Juga  Partai Golkar Resmi Dukung Bobby Nasution sebagai Bakal Calon Gubernur Sumut 2024

“Kami ingin mengubah pola pikir anak-anak untuk lebih peduli lingkungan dan memanfaatkan limbah plastik menjadi sesuatu yang bernilai,” ungkap Rendi Seftian dari Yayasan KSE. (Humas UNS/R. P. Adji)