Perempuan Muda Bergerak! Pergerakan Sarinah Pacitan Tawarkan Rekomendasi Strategis untuk Isu Perempuan dan Anak

Perempuan Muda Bergerak! Pergerakan Sarinah Pacitan Tawarkan Rekomendasi Strategis untuk Isu Perempuan dan Anak
SHARE

PRABANGKARANEWS, Pacitan, 19 Juni 2025 — Isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Kabupaten Pacitan mendapat suntikan energi baru. DPC Pergerakan Sarinah Pacitan, organisasi perempuan muda progresif, melakukan kunjungan silaturahmi ke Dinas PPKB dan PPPA Pacitan sebagai bagian dari misi membangun kolaborasi strategis. Namun, kunjungan ini bukan sekadar basa-basi kelembagaan—mereka datang membawa amunisi ide.

Kepala Dinas PPKB dan PPPA, Dra. Jayuk Susilaningtyas, M.M., bersama jajaran kepala bidang, menerima langsung delegasi Pergerakan Sarinah. Mereka menyambut kehadiran organisasi ini dengan antusias dan menyatakan keterbukaan terhadap kemitraan yang konstruktif dan berbasis realitas sosial.

Ketua DPC Pergerakan Sarinah Pacitan, Selvi Aulia, menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan hanya untuk memperkenalkan organisasi, melainkan untuk membangun ruang sinergi yang lebih bermakna.

“Silaturahmi ini bukan sekadar agenda formal, tapi langkah awal membangun kolaborasi antara perempuan muda dan institusi strategis daerah dalam isu yang menyangkut hidup dan masa depan perempuan serta anak-anak,” ungkap Selvi.

Dalam pertemuan ini, Pergerakan Sarinah menyerahkan lima rekomendasi strategis yang disusun berdasarkan kajian dan pengamatan di lapangan. Rekomendasi tersebut bukan hanya kritik, tetapi tawaran solusi konkret untuk memperkuat agenda perlindungan dan pemberdayaan.

Baca Juga  TMMD ke-112 Usung Tema “TMMD Wujud Sinergi Membangun Negeri”

Lima Rekomendasi Pergerakan Sarinah Pacitan:

  1. Literasi Digital Gender
    Edukasi perempuan muda dan ibu rumah tangga agar lebih kritis dan berdaya dalam menghadapi arus informasi dan teknologi.

  2. Kampanye Digital Anti-Kekerasan dan Pernikahan Dini
    Optimalisasi kanal digital Dinas sebagai alat kampanye edukatif yang menjangkau generasi muda.

  3. Sistem Pelaporan Ramah Korban
    Pengembangan sistem pelaporan kekerasan yang aman, anonim, dan menyediakan pendampingan hukum serta psikologis.

  4. Forum Aspirasi Organisasi Perempuan
    Pembentukan ruang dialog reguler antar organisasi perempuan untuk menyampaikan aspirasi dan mengevaluasi kebijakan.

  5. Sosialisasi Sistem Pelaporan Kekerasan di Lembaga Pendidikan
    Fokus pada lingkungan rentan seperti pesantren yang sering luput dari perhatian.

Dinas PPKB dan PPPA memberikan tanggapan positif.

Baca Juga  Ponorogo Bersiap untuk Festival Grebeg Suro yang Spektakuler

“Rekomendasi dari Sarinah sangat relevan dan penting. Kehadiran mereka adalah pengingat bahwa kerja pemberdayaan harus terus melibatkan generasi muda,” ujar Kepala Dinas, Dra. Jayuk Susilaningtyas.

Hal senada disampaikan Dr. Puji Dian Cahyani, Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yang menyoroti pentingnya kampanye digital dan sistem pelaporan berbasis korban.

“Keterlibatan mitra seperti Sarinah sangat kami harapkan, karena tantangan terbesar kami saat ini adalah keterbatasan sumber daya,” katanya.

Pertemuan ditutup dengan penyerahan simbolis dokumen rekomendasi kepada pihak Dinas. Harapannya, dokumen ini tak hanya berhenti sebagai arsip wacana, melainkan menjadi pijakan langkah nyata dalam kebijakan dan program yang adil, inklusif, dan berpihak.

“Kami ingin rekomendasi ini menjadi pemicu lahirnya kolaborasi jangka panjang. Agar perempuan tidak sekadar jadi objek program, tapi subjek perubahan,” pungkas Selvi.

Baca Juga  Tahun 2022, Jembatan Tipe Callender Hamilton (CH) Berjumlah 37 Unit di Pulau Jawa Diganti