Grojokan Nduwur Mulai Dikenal, Wisata Alam Baru di Pringkuku Dongkrak Ekonomi Warga
PRABANGKARANEWS, Pacitan — Grojokan Nduwur yang berada di Kerok Kulon, Desa Candi, Kecamatan Pringkuku, kini mulai dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam baru di Kabupaten Pacitan. Air terjun ini menawarkan pemandangan alami dengan suasana sejuk dan asri, sehingga menarik minat wisatawan lokal untuk berkunjung.
Grojokan Nduwur merupakan objek wisata alam berupa air terjun yang menyuguhkan keindahan lanskap hijau dan aliran air yang masih alami. Sejak diresmikan pada Oktober lalu, destinasi ini mulai ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan dan hari libur.
Pengelolaan wisata ini dilakukan oleh para pemuda setempat bekerja sama dengan pemerintah desa. Wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari wilayah sekitar, tetapi juga dari berbagai daerah di Pacitan.
Salah satu pengelola, Muhammad Sueb, mengungkapkan bahwa popularitas Grojokan Nduwur tidak lepas dari peran media sosial.
“Dengan viralnya Grojokan Nduwur di media sosial, wisatawan mulai berdatangan. Hal ini cukup membantu perekonomian warga sekitar,” ujarnya, Minggu (14/12/2025).
Keberadaan wisata yang tengah viral ini juga membuka peluang kerja bagi para pemuda desa yang terlibat langsung dalam pengelolaan kawasan, mulai dari penataan lokasi hingga pelayanan pengunjung.
Akses menuju lokasi air terjun saat ini masih ditempuh menggunakan sepeda motor melalui jalur alam dan perkebunan warga. Kendaraan roda empat belum dapat mencapai lokasi karena jalur menuju air terjun melewati area persawahan. Meski jalurnya cukup menantang, antusiasme pengunjung tetap tinggi berkat keindahan alam yang disuguhkan.
Warga berharap ke depan Grojokan Nduwur dapat terus dikembangkan. “Harapannya fasilitasnya semakin memadai dan pemerintah daerah ikut mempromosikan wisata ini,” ujar Hanung, salah satu warga setempat, (14/12/2025).
Masyarakat optimistis, dengan perbaikan akses dan fasilitas pendukung, Grojokan Nduwur mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi warga sekitar.
Penulis: Lusi Handayani-PBSI STKIP PGRI Pacitan
