Dari Wakaf Kanjeng Jimat hingga Masjid Agung Darul Falah: Sejarah dan Transformasi Masjid Tertua Pacitan

Dari Wakaf Kanjeng Jimat hingga Masjid Agung Darul Falah: Sejarah dan Transformasi Masjid Tertua Pacitan
SHARE

PRABANGKARANEWS, PACITAN – Pada masa pemerintahannya, Kanjeng Jimat mulai memikirkan pentingnya penyediaan sarana ibadah bagi umat Islam di Pacitan. Seiring dengan penataan bentuk pemerintahan yang beliau bangun, salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mendirikan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan sekaligus sosial masyarakat.

Masjid Agung Darul Falah (MADF) Pacitan didirikan pada tahun 1812 M, jauh sebelum terjadinya Perang Diponegoro. Masjid ini berdiri di atas tanah wakaf seluas 9.355 meter persegi yang diwakafkan oleh Kanjeng Djojoniman (Kanjeng Jimat).

Bangunan awal Masjid Agung Darul Falah memiliki arsitektur sederhana khas masjid-masjid Jawa awal abad ke-19. Struktur bangunan didominasi bentuk memanjang dengan halaman luas di bagian depan, berfungsi sebagai ruang transisi antara kawasan pemerintahan dan ruang ibadah.

Baca Juga  Tim Transformasi Bentukan Kapolri Ditolak Presiden, Wilson Lalengke: Semestinya Listyo Mundur Saja

Masjid ditopang oleh tiang-tiang besar yang berjajar rapi di bagian dalam, menciptakan ruang shalat yang lapang tanpa sekat. Atap masjid berbentuk limasan/tajug sederhana, mencerminkan pengaruh arsitektur tradisional Jawa-Islam, dengan ventilasi alami yang memungkinkan sirkulasi udara dan pencahayaan masuk secara optimal.

Bagian serambi depan berfungsi sebagai ruang sosial-keagamaan, tempat musyawarah, pengajian, dan aktivitas masyarakat. Dinding bangunan relatif polos tanpa ornamen berlebihan, menegaskan nilai kesahajaan, kekhusyukan, dan fungsi masjid sebagai pusat umat, bukan simbol kemegahan semata.

Dalam perjalanan sejarahnya, Masjid Agung Darul Falah telah mengalami beberapa kali renovasi. Renovasi pertama dilakukan pada tahun 1977, berupa perbaikan serambi depan. Renovasi kedua pada tahun 1987 meliputi perbaikan pagar dan gapura depan. Selanjutnya, pada tahun 1997 dilakukan renovasi pada tiang bagian depan masjid. Renovasi besar dilakukan pada tahun 2006 dengan pembongkaran total bangunan lama untuk menyesuaikan kebutuhan jamaah yang semakin berkembang.

Baca Juga  HPN 2024, Forum Wartawan Pacitan Selenggarakan Senam Sehat dan Donor Darah

Setelah melalui proses pembangunan yang panjang, Masjid Agung Darul Falah akhirnya diresmikan pada 16 Oktober 2013, bertepatan dengan 11 Dzulhijjah 1434 Hijriah, oleh Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.