BRIN Rilis Daftar Kabupaten Paling Maju di Regional Jawa 2025/2026, Sleman Tetap Teratas
PRABANGKARANEWS.COM, JAWA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru-baru ini merilis daftar kabupaten paling maju di Pulau Jawa untuk periode 2025/2026. Penilaian tersebut didasarkan pada sejumlah indikator pembangunan daerah yang mencerminkan tingkat kemajuan ekonomi, kualitas sumber daya manusia, hingga perkembangan investasi.
Dalam kajian tersebut, BRIN menggunakan lima indikator utama, yakni Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), infrastruktur, sumber daya manusia dan pendidikan, investasi dan industri, serta pertumbuhan wilayah.
Untuk kawasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Sleman kembali menempati posisi teratas. Kabupaten yang berada di wilayah DIY tersebut bahkan masuk dalam lima besar kabupaten paling maju di Pulau Jawa.
Posisi Sleman yang berbatasan langsung dengan Kota Yogyakarta menjadi salah satu faktor pendukung utama. Selain itu, banyak perguruan tinggi besar yang secara administratif berada di wilayah Sleman sehingga membuat indeks pendidikan dan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut sangat tinggi.
Selain Sleman, sejumlah kabupaten di Jawa Tengah juga menunjukkan perkembangan signifikan dalam berbagai sektor pembangunan.
Berikut daftar 10 kabupaten paling maju di wilayah Jateng–DIY berdasarkan rilis BRIN 2025/2026:
- Sleman – 89.620
- Kudus – 85.620
- Semarang – 84.980
- Sukoharjo – 84.520
- Karanganyar – 83.420
- Bantul – 83.060
- Banyumas – 82.280
- Klaten – 81.560
- Cilacap – 80.880
- Boyolali – 79.740
Hasil pendataan ini menunjukkan bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga oleh kualitas pendidikan, perkembangan industri, serta ketersediaan infrastruktur yang mendukung aktivitas masyarakat.
Kajian dari BRIN tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih terarah dan berkelanjutan, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat sektor ekonomi lokal.
Kabupaten Pacitan peringkat 70, Brebes 71, Pangandaran peringkat 72, Pamekasan peringkat 73, Indramayu peringkat 74, dan terendah Kepulauan Seribu peringkat 84.
