Pengakuan Pelatih Irak Soal Sistem AFC dan Arab Saudi Jadi Sorotan Publik
PRABANGKARANEWS.COM, JAKARTA – Pernyataan mengejutkan datang dari pelatih Irak, Graham Arnold, yang secara terbuka mengkritik sistem penyelenggaraan babak play-off Kualifikasi Piala Dunia zona Asia. Dilansir dari media sosial Timnasspece pada Senin (11/5/2026), Arnold menilai terdapat ketidakadilan dalam penentuan tuan rumah yang dinilai merugikan beberapa tim, termasuk Timnas Indonesia.
Dalam wawancara di kanal YouTube The Howie Games, Graham Arnold mengungkapkan bahwa AFC sebelumnya disebut berencana menggelar pertandingan play-off di tempat netral. Namun, keputusan tersebut berubah dan tim dengan peringkat lebih tinggi justru ditunjuk menjadi tuan rumah. Arnold menyoroti keputusan yang dianggap janggal karena Irak yang memiliki ranking FIFA lebih tinggi pada Juni 2025 justru tidak dipilih, sementara Arab Saudi ditetapkan sebagai tuan rumah.
Arnold juga menilai kondisi tersebut membuat tim tamu berada dalam posisi yang tidak menguntungkan. Menurutnya, skuad yang harus melakukan perjalanan jauh, termasuk Indonesia, dipaksa langsung menghadapi tuan rumah tanpa waktu pemulihan yang ideal. Sebaliknya, tuan rumah dinilai mendapatkan keuntungan dari sisi waktu istirahat dan kesiapan fisik.
Pernyataan pelatih Irak itu langsung menjadi perhatian publik sepak bola Asia, khususnya pendukung Timnas Indonesia. Banyak pihak menilai kritik tersebut memperkuat anggapan bahwa sistem kompetisi dan penentuan venue di level Asia masih menyisakan polemik terkait asas keadilan dan kesetaraan bagi seluruh peserta.
Meski demikian, hingga kini belum ada tanggapan resmi dari AFC terkait pernyataan Graham Arnold tersebut. Sementara itu, publik sepak bola Indonesia terus berharap adanya sistem kompetisi yang lebih transparan dan fair demi menjaga integritas sepak bola Asia.
