Pemajuan Olahraga Tradisional Brojo Geni pada Era Globalisasi

Pemajuan Olahraga Tradisional Brojo Geni pada Era Globalisasi
SHARE

PEMAJUAN OLAHRAGA TRADISIONAL BROJO GENI PADA ERA GLOBALISASI

 

Silakan Klik Dokumen Artikel PDF

Agoes Hendriyanto dan Bakti Sutopo

Email: rafid.musyffa@gmail.com

Abstrak

Olahraga tradisional Brojogeni merupakan olahraga yang berkembang dari permainan rakyat yang timbul di kalangan santri Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, dengan lokasi penelitian ini di Pacitan Metode pengumpulan data meliputi observasi atau pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini
menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bersifat induktif. Hasil penelitian Pelestarian Brojo Geni di Pacitan sebagai berikut: Pertama memperkenalkan Brojo Geni di Pondok Pesantren nahdhatul Ulama yang tersebar di seluruh Kabupaten Pacitan, serta Madrasah Aliyah beserta Riyadhoh yang dilaksanakan sebelum menjadi pemain Brojo Geni. Kedua permainan Brojo Geni untuk setiap 1
Muharram, dan wisuda santri tingkat atas di pondok pesantren. Ketiga kerjasama antara Kementerian Agama Pacitan, Nahdathul Ulama, Gerakan Pemuda Ansor dalam rangkaian Hari Santri Nasional di Pacitan dalam memasukkan Brojo Geni dalam rangkaian kegiatan. Keempat, Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan yang membidangi kebudayaan di Kabupaten Pacitan melakukan pencatatan terhadap
objek permainan tradisional Brojo Geni. Proses pencatatan Brojo Geni secara otomatis melakukan pengkajian asal-usul, nilai filosofis, penyebaran, serta fungsinya terhadap kehidupan sosial kemasyarakatan. Kelima, membangun komunitas Brojo Geni khususnya santri laki-laki di pondok pesantren dengan tergabung dalam Gerakan pemuda Ansor Pacitan. Keenam, melakukan kebiasaan
riyadoh di kalangan santri dengan puasa selama 7 hari 7 malam, dilanjutkan dengan puasa ngebleng sehingga santri akan terbiasa untuk melakukan kegiatan keagmaan sebelum memainkan Brojo Geni.

Baca Juga  Pemkab Ngawi Gelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah Ke 27

Kata Kunci: Brojo Geni, Permainan, Tradisional, Pacitan