kilas sepak bolaindokulinerbeautyniquejawara beritawellnesiahubastralythickuliner viralatletic zone hubzoonestifysorotan hari iniSudut LapanganCombatpediaTinta BeritaKuliner HariankuLuxurious BakingLacak Jejak SejarahBerita KecelakaanInformasi Harga SahamUpdate Seputar Berita PenipuanInformasi Seputar Harga EmasBerita Kecelakaan TerkiniBerita PenipuanInformasi Tentang Emasharga emas realtimeHarga Semen IndonesiaInformasi Kenaikan Harga EmasHarga SemenBerita Seputar EsportBerita Seputar KacaFashion IndonesiaBerita Harian SejatiUpdate Berita TerpercayaBerita Utama TerupdateSeklas Kabar BeritaInformasi Berita Bola TerkiniInformasi Berita CepatBerita Terbaru TerpopulerBerita Harian CepatSeputar Berita BolaPacu BeritaUpdate TeknoRanah AutoRumpi TetanggaMega Otomotifdunia faunaJelajah FaunaTatoo Art IndonesiaLoves Diet SehatSkena Fashionprediksi master hari iniUnited GamingFundacion RapalaFakta SehariTren HarapanGadgetkanGosipliciousiNewsComplexiNewsFootballPollux TierFoomer OfficialCommon SightJurnal TempoRuang MistisiNews CombatOhana MagazineLove Food Ready MealsPetite PaulinaBeauty RivalSpecialty Network SllcFilm Terbaru Penuh Pesan MoralMovie AutoAlmansorsMayumioteroCipta WacanaAkademi Keperawatan Yayasan UKIJurnal Keperawatan YUKISekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabayasensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138Round Rock JournalbociljpBiobaeckereiBornheimerBukemersanacokyakisirTrans To FindBrivifybudaya dan alam sulawesi baratprabangkara newsyourbestiebimahokibima88bima88BIMAHOKIbimahokibimahokibimahokibima88basic4d login situs resmiKiyo4dkiyo4dstatistik modern rtp akuratsimulasi numerik ritme simbolsimulasi algoritmik probabilitaspola aktivitas harian datapendekatan komputasional pola permainanpemodelan adaptif putaran berkelanjutanpemetaan bonus analitikobservasi sistem interaktifmekanisme digital rtpinterpretasi variabel digitalobservasi data untuk membaca ritme harianeksplorasi variabel digital objektifpemodelan dinamis strategi berbasis observasianalisis kuantitatif efisiensi strategi parlaykerangka analitis untuk strategi parlaypemetaan statistik pertandingan dan variabel pentingobservasi rotasi digital berkalaarsitektur analitik bermain efisien terukuralgoritma prediktif strategi berbasis datariset adaptif sinkronisasi taktik digitalanalisis data untuk strategi bermainevaluasi ritme malam dan performa harianseleksi rasional untuk performa stabilmanajemen modal bertahap fondasi risikostrategi waktu adaptif modal terbataskombinasi odds untuk target harianpendekatan sistematis kombinasi odds efektifanalisis over under pertandingan objektifrotasi permainan adaptif dukung strategi strategi bermain dan pengambilan keputusanwawasan big data permainantips putaran malamsimulasi matematis perubahan simbolsimulasi dinamika sistempotensi kemenangan probabilitasperspektif baru ekosistem permainanpemetaan scatter data historisobservasi kuantitatif numerikeksplorasi rtp harianai hubungan parameterPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola Gacortren aktivitas penggunastudi perubahan dinamis rtpstrategi perubahan bermainstrategi hadiah stabilpenelitian statistik scatterkajian probabilitas modernevaluasi bonus intensitas bermaineksperimen data digitaldistribusi probabilitas temuananalisis konsistensi multiplieranalisis variansi timing operasionalobservasi dinamika aktivitaspendekatan analitik bonuspendekatan analitik perilaku interaktifrekayasa sistem modernriset digital perilakusimulasi matematis 29 jutastatistik bonus siklusstrategi pola rtp adaptifstrategi teknologi berkelanjutantransformasi platform digital modernanalisis komputasional interaktifbonus siklus putaranmodel analitik dinamika sistempanduan aktivitas dinamis objektifpanduan ekosistem digitalpendekatan empiris struktur timingsimulasi matematis potensisimulasi statistik frekuensi menarikevaluasi rtp adaptifanalisis variabel interaktifmodel analitik kuantitatifpanduan sistem observasi rtppemodelan bonus datapola analisis numerikstrategi data rtp adaptifstrategi interaksi penggunastrategi kanal digital berkelanjutanstrategi kerangka empiristelaah konsistensi pengamatananalisis faktor pendukungstrategi frekuensi bonussimulasi probabilistik simbol digitalsimulasi algoritme cerdasrekomendasi game penghasil saldoreferensi momentum aktivitaspendekatan numerik mekanisme interaktifpanduan dinamika permainaninvestigasi rtp statistikevaluasi big data mendalamanalisis rtp bonus 100jutamemahami rtp dan bonuspanduan frekuensi dinamispanduan perubahan ritme digitalpemodelan statistik variabel dinamisriset prediktif aktivitassimulasi matematis karakter simbolstrategi pengambilan keputusanstrategi pengaturan waktutiming aktivitas variabelalgoritmik dan ritme digitaldata dan model bertingkatkomparasi linear dan acaklogika komputasional dan formasi presisimahjong wins dan simbol adaptifmatematis dan struktur digitalprobabilistik dan susunan konsisten riset interaktif dan formasi adaptifsinkronisasi dan timing puncakstatistik dan repetisi strategistemuan empiris scatter hariananalisis aktivitas komprehensifeksplorasi mekanisme stokastikindikator rtp responsifmekanisme multiplier probabilistikstrategi mental konsistensistrategi pemetaan timingstrategi pengembangan komunitas datastrategi perilaku interaktiftelaah jejak digital rtpPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola Gacormanajemen modal awal strategi stabilstrategi bermain modern adaptifmomentum kompetisi global strategisevaluasi platform secara analitis objektifpemanfaatan rtp untuk pengambilan keputusanpendekatan mix parlay berbasis analisismanajemen modal berbasis statistik rasionalefisiensi strategi bermain sistematis terukurmodel parlay adaptif untuk performaanalisis transisi strategi berbasis datastatistik dan sistem transparandata historis dan variabel rtpdigital dan timing presisieksperimen numerik dan putaran baruempiris dan formasi adaptifmahjong wins dan mekanisme simbolmetode ilmiah dan strategi objektifpsikologis dan konsentrasi mentalriset terapan dan model komputasisimulasi strategis dan teori keputusanoptimalisasi ritme bermain strategi analisisrotasi adaptif dukung performa harianmanajemen modal bertahap untuk stabilitasmomentum kompetisi global peluang strategisefektivitas strategi dan keputusan rasionalkombinasi odds untuk target hariananalisis pertandingan strategi objektifevaluasi ritme bermain untuk konsistensiseleksi permainan rasional kurangi variabilitasstrategi bermain berbasis data rtpeksperimen bertahap dan putaran adaptifgates of olympus dan formasi adaptifkognitif dan sinkronisasi analisiskorelasi momentum dan timing efektifmodel data dan siklus terukurobservasi historis dan return optimalpsikologi dan isyarat visualsimulasi awal dan formasi dinamisvalidasi empiris dan strategi fleksibelvisualisasi data dan ritme digitaltips ritme interaksistrategi pemodelan probabilitassimulasi algoritmik stabilitasreview fitur frekuensi bonuspanduan game saldo rtpinterpretasi rtp untuk evaluasiformulasi big data adaptasievaluasi potensi raihaneksplorasi variabel numerikdinamika pola simbol terbarustrategi bertahap untuk performa datapendekatan parlay adaptif strategi modernmanajemen modal untuk pengambilan keputusanevaluasi strategi bermain secara rasionalanalisis preferensi platform penggunaanalisis mix parlay untuk optimalisasi peluangstudi strategi bermain adaptif modernmomentum kompetisi global peluang strategispemanfaatan rtp untuk strategi databatas modal untuk stabilitas performaeksaminasi data historis modern eksplorasi big data berkelanjutanevaluasi efisiensi pengambilan keputusankorelasi variabel numerikobservasi aktivitas digitalpanduan evaluasi terukurpemodelan adaptasi sistemsimulasi probabilitas simbolstrategi konsistensi responsstrategi timing bermainPenelitian Terbaru Mengungkap Cara Otak Menghadapi Pola Digital Yang DinamisStudi Psikologi Menjelaskan Mengapa Manusia Menyukai Tantangan Interaktif ModernKajian Akademik Menemukan Hubungan Antara Konsistensi Dan Keputusan DigitalAnalisis Ilmiah Mengungkap Peran Kesabaran Dalam Menghadapi Tantangan VirtualPenelitian Kognitif Menyoroti Mekanisme Berpikir Di Balik Aktivitas Interaktif ModernStudi Perilaku Mengungkap Bagaimana Pengalaman Digital Membentuk Cara Berpikir PositifKajian Psikologi Modern Menjelaskan Pentingnya Adaptasi Di Era Teknologi InteraktifPenelitian Neurokognitif Mengungkap Faktor Yang Mendorong Fokus Dan Ketekunan ManusiaAnalisis Akademik Menemukan Fenomena Baru Dalam Proses Pengambilan Keputusan DigitalStudi Ilmiah Mengungkap Alasan Rasa Ingin Tahu Menjadi Kunci Perkembangan Manusia Modernanalisis strategi statistik modernevaluasi numerik keterlibatanfrekuensi bonus mendadakkajian perilaku penggunakarakteristik gim partisipasi komunitaspendekatan saintifik trenpenelitian interaksi probabilitasriset ritme hadiahstrategi pemodelan kuantitatiftelaah dinamika arenaalgoritmik adaptif dan data terukureksperimen siklus gratis dan bonusevaluasi mandiri dan strategi objektifgates of olympus dan sinkronisasi visualkajian empiris dan formasi berulangkebiasaan dan return terukurpengujian skala kecil dan rtp stabilsimulasi ritme harian dan timingsistem digital dan putaran efisienstudi komparatif dan momentum spesifikPenelitian Akademik Menemukan Cara Manusia Membangun Konsistensi Dalam Lingkungan DigitalStudi Psikologi Mengungkap Mengapa Tantangan Interaktif Meningkatkan Motivasi BelajarKajian Ilmiah Menjelaskan Hubungan Antara Fokus Pikiran Dan Adaptasi Teknologi ModernAnalisis Kognitif Menemukan Pola Baru Dalam Proses Pengambilan Keputusan Sehari HariPenelitian Perilaku Digital Mengungkap Faktor Yang Membentuk Kebiasaan Positif MasyarakatStudi Neuropsikologi Menjelaskan Mengapa Rasa Ingin Tahu Mempercepat Proses PembelajaranKajian Modern Menemukan Peran Ketekunan Dalam Menghadapi Perubahan Dunia DigitalAnalisis Ilmiah Mengungkap Bagaimana Pengalaman Membentuk Keputusan Yang Lebih BijaksanaPenelitian Psikologi Kognitif Menyoroti Pentingnya Adaptasi Dalam Era Informasi ModernStudi Akademik Menemukan Hubungan Antara Pola Berpikir Positif Dan Perkembangan Teknologieksperimen satu siklus dan returninfrastruktur digital dan koneksi stabilmahjong wins dan ritme putarannumerik dan ritme waktu adaptifobservasi sistematis dan formasi objektifperilaku komunitas dan timing presisiprediktif dan respons sistem digitalsimbol adaptasi dan korelasi repetitifstrategi pascapenyesuaian dan pola reaktifvalidasi eksperimental dan susunan dinamisanalisis dinamika bonusanalisis faktor bonusevaluasi statistik ritme permainanpanduan analisis temporalpanduan kajian berbasis datapotensi raih 20 jutarekonstruksi struktur visualriset formasi zigzagstrategi timing adaptifteori probabilistik digitalanalisis pola bertingkateksperimen prediktif ilmiaheksplorasi bonus progresif observasi komputasional potensipemodelan variabel responsifpenelitian simbol variatifriset probabilistik stabilitasstrategi momentum kuantitatifstudi pergeseran ritmetelaah rtp kontemporerstrategi adaptif stabilitas performa datapendekatan sistematis untuk konsistensi keputusanmanajemen modal rasional berkelanjutanevaluasi platform dan preferensi penggunamodel mix parlay adaptif optimalisasi peluangpengelolaan modal statistik untuk konsistensimomentum kompetisi global peluang strategispemanfaatan rtp untuk keputusan analisisstrategi bermain adaptif modernmetode sistematis untuk performa berkelanjutananalisis pola adaptifanalisis tren indikatoreksplorasi mekanisme virtualevaluasi komputasional potensikerangka pengamatan berkelanjutanpanduan ritme aktivitaspanduan timing empirispemodelan variabel responsifpenelitian bonus bertahaptelaah rtp modernstrategi bermain untuk performa konsistenpendekatan adaptif untuk keputusan bermainpemanfaatan rtp untuk evaluasi strategisanalisis preferensi platform pengguna modernpenetapan batas modal strategi bermainevaluasi peluang kompetisi globalmanajemen modal berbasis statistikstrategi bermain adaptif berbasis analisismodel parlay sistematis jangka panjangpendekatan adaptif untuk optimalisasi peluangPenelitian Ilmiah Mengungkap Alasan Game Modern Memikat Perhatian Banyak Kalangan DigitalStudi Psikologi Menjelaskan Mengapa Game Interaktif Membentuk Kebiasaan Berpikir Adaptif ModernKajian Akademik Menemukan Hubungan Game Digital Dengan Perkembangan Kognitif Manusia ModernAnalisis Neurokognitif Mengungkap Rahasia Game Interaktif Mendorong Fokus Berkelanjutan Manusia ModernPenelitian Modern Menyoroti Dinamika Psikologi Dalam Aktivitas Game Digital Adaptif BerkelanjutanKajian Ilmiah Mengungkap Fenomena Game Digital Mendorong Adaptasi Psikologis Masyarakat Kontemporer ModernPenelitian Neuropsikologi Menemukan Faktor Game Interaktif Memengaruhi Pola Berpikir Positif BerkelanjutanAnalisis Psikologi Mengungkap Hubungan Game Modern Dengan Ketahanan Mental Manusia AdaptifStudi Akademik Menemukan Perubahan Perilaku Melalui Pengalaman Game Digital Kompetitif Modern AdaptifKajian Kognitif Mengungkap Alasan Game Interaktif Menjadi Sarana Pembelajaran Efektif Manusia Moderntransisi strategi untuk stabilitas performapemanfaatan rtp untuk strategi modernpendekatan adaptif untuk pengambilan keputusanstrategi bermain adaptif modernmanajemen modal sistematis untuk konsistensianalisis preferensi platform pengguna digitalmomentum kompetisi global peluang strategisintegrasi statistik dan manajemen modalmodel parlay sistematis jangka panjangevaluasi strategi data untuk performa adaptifalgoritme bonus aktivitasinterpretasi frekuensi scatterobservasi statistik modernpanduan pergeseran momentum digitalpemetaan analitik datapemetaan numerik variansi simbolrekomendasi putaran rtpritme putaran harian presisisimulasi komputasional review permainanteknologi analitik permainanvalidasi rtp adaptifanalisis potensi pendapataneksplorasi struktur adaptifkerangka probabilistik rtp kontemporerpanduan timing dinamispemodelan numerik interaktifpendekatan analitik presisireview bonus progresifriset komputasional timing variabel timing respons aktivitas virtualstudi komputasional mesinstudi ekspektasi ritmepersepsi risiko virtualpendekatan numerik interpretasipenafsiran lebih akuratpanduan mekanisme bilangan acakobservasi aktivitas menuju 35 jutakajian probabilitas terapananalisis konsistensi algoritmaanalisis algoritma modernanalisis tren scattervolatilitas permainan stabiltren terbaru telaah kuantitatifstudi rtp momen optimalstrategi bermain efektifpendekatan probabilistik bonusobservasi perubahan kemenangankajian ritme bermainevaluasi numerik targeteksplorasi data bonusadaptasi bertahap dan performa konsistendisiplin siklus dan potensi kemenanganeksplorasi psikologis dan ritme dinamikagates of olympus dan ritme unikkajian empiris dan formasi bertahapperilaku komunitas dan jadwal terencanaritme harian dan momen optimalsimulasi adaptif dan probabilitastren digital dan momentum returnstatistik dan variabel tersembunyivalidasi momentum dan timing presisieksperimen kombinatif dan evaluasi objektifmahjong wins dan formasi digitalmatematis dan imbal hasilmodel berulang dan bonus optimalnumerik dan struktur berulangprobabilistik dan formasi acaksimulasi digital dan variabel adaptifsinkronisasi ritme dan rtp konsistenstrategi disiplin dan putaran terukurstrategi rtp adaptifanalisis strategi bermain teraraheksplorasi numerik dinamisevaluasi numerik rtpkajian probabilistik bonus digitalriset timing respons digitalstatistika timing perilakustrategi pemodelan analitikstrategi pola dinamisstrategi raih 127 juta

Kuucapkan Sayonara Senja Atas Nama Cinta dan Keluarga

Kuucapkan Sayonara Senja Atas Nama Cinta dan Keluarga
SHARE

Prabangkaranews.com – Reny Fitriyan-Padi-Tulakan-Pacitan

Pagi yang indah nan cerah, mentari muncul dengan kehangatannya. Menyapa kita semua untuk merasakan dan menghargai nikmat dari Sang Pencipta. Devi renungi setiap paginya, bersyukur atas segala nikmat yang sudah ia miliki. Devi adalah mahasiswi semester 3, di salah satu kampus ternama di kotanya. Devi adalah anak yang baik, ceria, dan mudah bergaul. Dia juga termasuk mahasiswi yang pandai.

Devi hanya tinggal  bersama adik perempuannya, Rania atau biasa dipanggil Rani, Rani jauh berbeda dengan Devi. Rani cenderung pemalas, tapi soal penampilan jauh diatas Devi. Mereka sama-sama cantik, dan memiliki bola mata coklat yang indah, dan soal rambut justru Rani lebih memilih potongan pendek dan devi lebih menyukai rambut hitamnya terurai panjang. Rani baru menginjak kelas 2 SMA, yang arah sekolahnya sama dengan arah kampus Devi. Sedangkan kedua orangtuanya bekerja di luar negeri.

Karena terlalu cerahnya pagi ini, seperti biasa Rani selalu bangun terlambat. Tetapi dengan sabarnya, Devi selalu membangunnkanya. Ketika rani sudah bangun dan menuju kamar mandi, Devi lalu masuk menuju kamar Rani untuk membereskan kamar adiknya.  Hal itu selalu terjadi hampir setiap pagi. Setelah membersihkan kamar Rani, Devi lalu menyiapkan sarapan. Merekapun selalu sarapan bersama setiap paginya.

Selesai sarapan, merekapun langsung bersiap-siap berangkat. Menaiki motor bebeknya, berboncengan bersama. Dengan sabar dan telatennya, Devi menjaga adiknya. “Karena orangtuanya sudah memberikan tanggung, “jawab Rani padanya.

Ketika perjalanan ke sekolah, tidak sengaja motor Devi terserempet pengemudi jalan yang lain hingga terjatuh. Lalu, ramailah seketika orang-orang mengerumuni mereka. Tetapi, tiba-tiba datanglah seorang pria gagah dan berkharisma, “Maafkaan saya bapak, ini biar saya saja yang urus.” ujar si pria. “Apa kalian baik-baik saja?” tanya si pria pada Devi dan Rani.

“Kami tidak apa-apa kok,” jawab Rani. “Maafkan saya ya, saya sedang buru-buru, motor kalian biarlah nanti saya bawa ke bengkel,” ujar si pria. “ Kami tidak apa-apa kok mas, motor kami juga baik-baik saja. Lain kali hati-hati ya, kami berangkat duluan,” jawab Devi sambil tersenyum. Si pria melambaikan tangan pada Devi dan Rani yang sudah melaju sekitar 100 meter dari tempat kejadian.

Dalam hati si pria berkata, “sungguh cantik gadis itu dan betapa baik hatinya, semoga suatu saat aku dapat berjumpa kembali dengan gadis itu”. “Ah sudahlah, hanya menghayal saja aku ini”, yang dimaksud pria itu adalah Devi.

Sesampainya di gerbang sekolah, Rani pun turun “hemmm kak, pria yang tadi itu tampan sekali ya dan gagah pula, ” sambil senyam senyum sendiri. Devipun hanya tertawa, “ya sudah kakak duluan, kamu belajar yang rajin”. Ranipun melambaikan tangan pada kakaknya.

Sepulang sekolah, selama perjalanan sampai ke rumah Rani masih saja membahas pria tadi. Hingga Devipun menjadi kesal, dia langsung menuju rumah dulu tanpa menunggu Rani. Setelah itu, merekapun makan siang bersama. Selama makan siang, mereka membahas mengenai liburan. “Gimana kalau hari minggu kita pergi ke Dlopo,” ajak Devi pada Rani.

“Dlopo? Dimana itu? Kok aku baru denger ya,” katanya tempatnya bagus loh, ada sunsetnya. “Jangan nyesel lo ya nanti,” ujar Devi pada Rani. ”Enggak bakalan nyesel kok, ” sambil berlalu meninggalkan meja makan tanpa membereskan dahulu piring bekas makannya. “Dasar Rani, ” ujar Devi dalam hati, sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Tiba di hari minggu, suasana pagi itu serasa bersahabat dengan keinginan hati Devi. Kebetulan suasana hari itu sangat mendukung untuk rencana liburan Devi.

Pagi itu, Devi sudah bersiap-siap, namun ponselnya tiba-tiba berbunyi,” “Halo, Dev. “Kita berangkatnya sore sekalian ya, bisa biar lihat sunset, soalnya sekarang aku mau ke pasar dulu,” ujar nisa pada Devi dengan nada suara terbahak-bahak. “Oh, dasar kamu. Ya udah, nanti sore kamu aku jemput ya, ” OK !. ”Siap bos, udah dulu ya, Bye, ” sahut Nisa.

Lalu Devi membangunkan Rani dan mengajaknya sarapan. Devi mengajak Rani kembali untuk pergi ke Dlopo, namun Rani menolak. Belum sampai habis sarapannya, Rani kembali menuju kamarnya. “Tanpa diketahui Devi, sudah beberapa hari ini, Rani merasa tidak enak badan namun dia menyembunnyikannya, “karena tidak ingin Devi khawatir.

Sorepun tiba, Devi lalu berpamitan kepada sang adik. Devipun melaju dengan santainya, menikmati angin sore yang mengibaskan rambut hitamnya dan menuju rumah Nisa. Selesai menjemput Nisa, mereka lalu melanjutkan perjalanan mereka ke Dlopo. Setelah menempuh perjalanan selama dua jam, mereka tiba area Dlopo. Mereka lalu memakirkan kendaraan, dan memulai perjalanan menuju puncak Dlopo.

“Oh sungguh indah pemandangan disana, ” kota Tulakan terlihat jelas dari puncak Dlopo. Lalu lalang kendaraan bermotor dengan nyala lampu di rumah, ditambah suasana yang semakin gelap. Menambah indah pemandangan, di kala senja hampir menyapa. Devi dan Nisa duduk bersantai menikmati senja dlopo, senja yang indah memesona. Bak masa lampau yang terulang nyata, rasa syukur Devi atas indahnya panorama senja pada Sang Maha Kuasa.

Aku bukan pemuja senja, bukan juga pengejar panorama, tapi aku hanyalah penikmat keindahan semata. Aku tak punya kata-kata tuk menjelaskan ini semua, anggaplah keindahan ini merasuk lekat pada jiwa, rasakan bahwa aku adalah bagian dari seluruhnya. Oh senja, keindahanmu sungguh luar biasa. Maha besar Allah dengan segala ciptaanNya.

Baca Juga  Corina Si Harimau Sumatra, Akhirnya Pulang Kampung

“Tiba-tiba seorang pria datang menghampiri mereka, membuyarkan segala lamunan dan khayalan devi, “Loh, mbak yang kemarin jatuh ya.

“Maafkan atas kejadian yang kemarin ya mbak,” ujar si pria pada Devi. “Oh, masnya yang kemarin itu ya,”sudahlah santai saja, lupakan. Setelah itu, merekapun berkenalan dan bertukar nomor telepon, ternyata pria itu bernama Reza. Reza juga seorang mahasiswa, sayangnya beda kampus dengan Devi dan Reza juga sudah menginjak semester 7.

Hati Reza pun semakin bergetar ketika mereka berjabat tangan. “Tak diduga, tak disangka entah darimana asalnya. Wahai senja, bak pemuja yang sudah teracun dunia. Melihat senyumnya saja, sudah menjadi indah rasanya. Ahh apakah aku jatuh cinta, tapi tidak mungkin, aku baru saja mengenalnya, ” kata Reza dalam hati sambil tersenyum-senyum sendiri.

Ketika malam semakin larut, devipun mengajak nisa untuk pulang. Dengan sigapnya reza langsung menawarkan untuk mengantar mereka pulang, namun sayangnya devi menolak. Devipun melaju pulang, reza melambaikan tangan sambil berteriak “hati-hati di jalan”. Hati reza serasa menari tak karuan. Suasana puncak yang sepi dalam balutan angin malam, menambah syahdu hati reza. Karena kebahagiaan senjanya, tak layak dirusak untuk alasan apapun juga. Rezapun akhirnya pulang, dengan menaiki motor tuanya mengelilingi sudut-sudut kota dibawah lampu jalan raya.

Sebelum pulang, Devi mengantar Nisa dulu. Sesampainya dirumah, Devi tidak mengetuk pintu namun langsung masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamar Rani dulu. Dia buka pelan-pelan pintu kamar Rani, agar Rani tidak terjaga. Dia lihat Rani sudah tidur dengan lelapnya, lalu ia selimuti tubuh Rani agar tidak kedinginan. Dia mengelus-elus rambut adik keasayangannya dan mengecup keningnya. Lalu menutup kembali pintu kamarnya.

Selesai bersih-bersih, dan hendak berbaring di ranjang tiba-tiba ponselnya berdering dan ternyata dari Reza. Reza hanya mengirim pesan singkat pada devi dan menanyakan apakah devi sudah sampai rumah atau belum. Dengan baiknya, devi membalas pesan dari Reza dan begitulah seterusnya. Dan semenjak itulah, berawal dari senja hingga malam itu, semuanya menjadi satu. Satu harapan akan satu impian, bersatu menggapai angan, angan tuk mewujudkan sebuah harapan. Sejak itu, komunikasi mereka semakin rutin, dan merekapun semakin nyaman satu sama lain.

Reza dan Devipun berjanji untuk bertemu, mereka bertemu di tempat dimana  mereka pertama berkenalan dahulu, di Dlopo tepatnya dikala senja menyapa kecanggungan mereka. Senja mereka saat itu sungguh indah, panorama yang sungguh menenteramkan jiwa. Berjalan beriringan berdua sembari bergandeng tangan, lalu duduk berdua di batu-batu dibawah pohon yang rindang. Rezapun duduk sembari memeluk Devi dengan mesranya, menatap dengan syahdu mata Devi dengan keindahan bola mata coklatnya, dan mengelus-elus rambut hitamnya. Kebersamaan mereka sungguhlah haru di senja itu ditambah angin senja yang sepoi-sepoi merajuk jiwa. Dan sejak itu pula mereka berjanji akan selalu bersama.

“Oh iya Dev, bolehkah kapan-kapan aku main kerumahmu. Aku ingin sekali  berkenalan dengan adikmu yang waktu itu,” tanya Reza pada Devi. “Tentu saja boleh, “nanti aku kenalkan dengannya. Dia pasti senang bertemu denganmu. Lengkap sudah kebahagiaan mereka kala itu, indahnya senja menambah romantika cinta mereka berdua. Malampun semakin larut, membuat mereka harus segera berpisah walaupun hati begitu susah. Namun, apa daya mereka, ada Rani yang sudah menunggu Devi di rumah dan reza hanya bisa tersenyum untuk itu semua.

Sesampainya di rumah, Devi sudah tidak sabar ingin memberitahu hal tadi pada Rani. Namun, apa yang ia dapat, ia justru menemukan Rani tergeletak pingsan di ruang tengah. Devi sangat panik, dia menangis sejadi-jadinya, dia sungguh menyesal meninggalkan adiknya sendirian di rumah. Devipun akhirnya langsung membawa Rani kerumah sakit, sesampainya di rumah sakit sembari menunggu tindakan untuk Rani.

Devi masih saja menangis dan marah pada dirinya sendiri. Kenapa bisa meninggalkan adiknya sendirian di rumah, dan sampai terjadi hal seperti itu.

“Devipun langsung menghubungi kedua orangtuanya, “tetapi mereka tak menjawab. Akhirnya devi hanya mengirim pesan singkat, kalau rani pingsan dan sedang berada di rumah sakit. Semua hal yang awalnya akan menjadi bahagia, serasa tak berarti apa-apa. Bak kisah cinderela, kebahagiaannya hanya untuk satu malam saja. “Hanya saat Reza menghubunginya, Devi memberitahu kalau adiknya ada di rumah sakit , “sambil menangis tersedu-sedu.

Malam itu juga, reza langsung menyusul Devi ke rumah sakit. Dengan setia, Reza menemani dan menenangkan devi, dengan memberikannya pelukan hangat dan membuat Devi lebih tenang sedikit. Ia tatap pelan-pelan mata devi dan mengelap airmata di pipi Devi. Selang beberapa lama, dokter yang menangani rani datang. Dokter hanya mengatakan, masih akan dilakukan pemeriksaan lanjutan dan sekarang rani masih dalam keadaan koma. Devipun semakin menangis tak karuan, untungnya ada Reza yang mampu meluluhkan tangisannya.

Keesokan harinya, Reza berpamitan pulang karena harus kuliah. Selang berapa lama, Rani sadar. Rani bingung kenapa ada di rumah sakit, lalu Devi mengelus-elus rambut Rani.  Dengan wajah pucat Rani hanya tersenyum dan tidur lelap kembali. Dokterpun datang, dan memberitahukan kalau sebenarnya Rani mengidap leukimia dan divonis  mungkin hidupnya tidak akan lama lagi. Seketika hancur hati Devi, bagai pondasi yang sudah rapuh, hati devi semakin luluh lantah mendengar kabar ini. Devi shock, dia tidak menyangka adik yang kesayangannya kritis dan divonis hidupnya tidak lama lagi. Melihat wajah pucat adiknya, diapun menangis sejadi-jadinya.

Baca Juga  Kunjungan Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar ke Pacitan: Sambutan Hangat di Museum dan Galeri Seni SBY-ANI

Ketika rani bangun, dia bingung melihat kakaknya sedang menangis. Rani bertanya, “Tetapi Devi masih belum menjawab”. Lalu Rani meraih amplop coklat yang ada disampingnya dan membacanya, “ranipun terlihat sangat sedih dan air matanya mengucur dengan derasnya. Devi lalu memeluknya, dan ruangan itulah yang menjadi saksi bisu keheningan mereka berdua, kesedihan merekapun pecah tak terkira. Bak sudah jatuh tertimpa tangga pula. Namun, demi menghibur adiknya dengan berusaha tegar dan tak menampakkan kesedihannya .

Lalu Devi mengajak rani berjalan-jalan di taman rumah sakit agar Rani tidak suntuk dan sedih. Tiba di bangku taman, Devi meminta izin pada Rani untuk pergi ke toilet, dan menyuruhnya menunggu di bangku taman. Saat menunggu sang kakak, Rani melihat Reza dan langsung memanggilnya. Rezapun sontak kaget dan langsung menghampirinya. Reza ingat dan tahu betul kalau itu adik Devi, namun disengaja diam dengan maksud memberi kejutan Rani setelah Devi datang. Rani lalu mengajak Reza berkenalan, dan mengenang masa-masa saat reza menyerempet Devi dan Rani. Rani terlihat bahagia sekali bertemu dengan Reza, suasana yang awalnya haru biru menjadi rasa yang baru semenjak itu.  Lalu Reza berpamitan sebentar untuk membeli air minum.

“Devipun datang dari toilet, “maaf ya, kamu lama menunggu. “Tapi roman-romannya kamu kelihatan seneng banget ya, ” ujar Devi pada Rani, iya dong. Coba kakak tebak aku tadi bertemu dengan siapa. “Siapa sih, kakak jadi penasaran. Kok bisa kamu  sebahagia ini, ” tanya Devi pada Rani. “Nanti kakak bakalan tau, tunggu aja nanti juga balik sini lagi kok,” sambil tersenyum.

Rezapun datang, nah itu dia orangnya datang. ” Kenalin kak, ini namanya reza, orang yang menyerempet kita waktu itu, ” ujar rani. Devi ternganga dan kaget luar biasa, baru saja Reza akan berbicara namun Devi langsung menyela dan melambaikan tangan memberi kode agar Reza tak melanjutkan pembicaraannya, “Oh iya, kenalkan saya kakaknya Rani, Devi. Sambil menjabat tangan Reza. Rezapun bingung, hatinya hancur tak karuan dan penuh keraguan, gadis yang dicintainya bersikap acuh padanya bahkan di depan adiknya sendiri. Ingin marah rasanya, namun Reza berusaha untuk memendam itu semua.

Di samping itu, hati Devi bagai teriris-iris melihat ini semua. Air matanya pun hampir menetes di pipinya, namun ia buru-buru mengusapnya. Ia tak kuasa untuk menatap mata Rani dan Reza, ia hanya bisa tertunduk haru. Dan Reza hanya bisa memasang senyum getir melihat itu semua, apalagi ketika Rani telihat bahagia dan justru Devi terlihat sedih dan meneteskan air mata, berpura-pura bahagia demi adiknya.

Setelah itu, Devi mengantar Rani ke kamarnya untuk beristirahat. Tak lama kemudian, Devi kembali menemui Reza. Tangis Devipun pecah seketika, ketika menatap mata Reza, sorot matanya masih mengisyaratkan kebingungan yang mendalam. Untuk beberapa saat, mereka hanya saling memandang dengan penuh air mata.

“Lalu, Rezapun memeluk Devi, Reza bertanya pada Devi, “apa yang sudah terjadi, hingga kamu melakukan hal tadi. Tetapi Devi masih belum menjawab, dia masih menangis tersedu-sedu. “Setelah beberapa lama, Devi baru menjawabnya, “aku hanya tidak ingin menyakiti adikku, dia begitu bahagia ketika melihatmu. Dia menderita Leukimia dan divonis hidupnya tidak akan lama lagi. “Dia juga belum tahu kalau kau adalah kekasihku”, jawabnya. “Baiklah, aku mengerti, tapi tidak seharusnya kamu seperti ini, kamu hanya akan menyakiti kami semua. Apalagi ketika suatu saat dia tahu yang sebenarnya,” ujar Reza. “Yang penting sekarang dia bahagia dan tolong kamu jaga dia ya, demi aku,” jawab Rani dengan meneteskan air mata.

Siang mereka kali itu mendadak menjadi kelabu, mendung yang tak seharusnya datang justru menghujani mereka dengan kerasnya. Dan setelah itu, rezapun berpamitan untuk pulang.

Esoknya, Reza menjenguk rani di rumah sakit. Baru sampai di depan pintu, wajah Rani yang pucat menjadi berbinar-binar. Dengan bahagianya, Rani menyambut kedatanganReza dan memberitahukan kabar kepulangannya dari rumah sakit. Rezapun turut bahagia ketika mendengar hal tersebut, namun di sisi lain hatinya sedih ketika melihat Devi meneteskan air mata ketika melihat ini semua.

Sembari menunggu Devi menyiapkan barang yang akan dibawa pulang, dengan sabarnya Reza menghibur dan menemani Rani. Devi hanya bisa tersenyum menyaksikan itu semua tanpa bisa menguraikannya menjadi api cerita. Setelah selesai, merekapun pulang dan setelah sampai dirumah, Reza langsung mengantarkan Rani ke kamarnya untuk beristirahat. Setelah itu Reza langsung pamit pulang, Devi lalu menyusul Rani kekamarnya, dia melihat adiknya tertidur pulas.

Rani terlihat sangat bahagia sekali, bahkan wajah pucatnya tak menampakkan kesedihan akan penyakitnya.

Sejak itu, rani dan reza terus bersama. Di sisi lain, devi hanya bia meratapi kesedihannya dan hatinya semakin sesak dibuatnya. Tapi, baginya demi kebahagiaan sang adik ini bukanlah apa-apa. Hatinya justru akan lebih sakit, jika melihat sang adik menderita. Devi selalu berkeyakinan adiknya akan baik-baik saja selama ada reza, dan diapun selalu berusaha untuk tegar menghadapi ini semua, entah sampai kapan dan waktu yang tak terkira.

Baca Juga  FGD Magister Hukum Universitas Pancasila, Hukum Ekonomi Indonesia Kembali ke Pancasila dan UUD 1945 Asli

Hingga suatu ketika, saat Reza dan Devi bertemu di halaman belakang rumah,   mereka kira kalau Rani sudah tidur. Mereka berdua menangis dan melepas kerinduan, mencurahkan segala rasa yang terbelenggu atas sandiwara dan kerancuan. Tanpa mereka  ketahui, ternyata Rani tak sengaja melihat mereka. Rani menyaksikan semuanya, sekarang dia tahu bahwa ini semua hanyalah akal-akalan kakaknya saja. Hati Rani hancur, bahkan rasa marah dan bencinya pada sang kakak, “tak pernah sekuat ini. Ranipun langsung pergi, dan tanpa sengaja dia menabrak kursi “Gubrak”, bahkan suara kursi itu bak suara yang lebih besar dari gemuruhnya petir yang menggelegar. “Hingga suara itupun terdengar oleh Devi, sontak mereka sangat kaget. Hal yang mereka takutkan terjadi, setelah tahu kalau itu adiknya, Devi langsung mengejar Rani. “-manggil namanya yang disusul Reza.

“Beberapa langkah sebelum sampai ke kamarnya, Rani sudah tergeletak pingsan. Devipun panik, akhirnya mereka membawanya ke rumah sakit. Rani masih belum sadarkan diri, Devi semakin panik dan menangis sesenggukan. Tak lama kemudian, dokter keluar, ” Dokter mengatakan kalau Rani shock dan kritis. Seharusnya Devi tidak boleh membuatnya bersedih. Devi sangat menyesal akan ini semua, dia merasa gagal menjaga adiknya. Lalu dia masuk ke kamar rawat adiknya, dengan telatennya dia menunggui sang adik dan berharap sang adik kan segera terjaga, di temani Reza kekasihnya.

Ketika sudah larut malampun, devi masih saja terjaga ditemani reza. Kala itu, sebenarnya rani sudah sadar, tetapi rani pura-pura memejamkan matanya kembali. Rani pun meneteskan airmata, dia sangat bersedih dan pikirannya sungguh kacau. Setelah dia piki-pikir ternyata yang bersalah adalah dirinya. Dia merasa jahat sekali, karena telah merebut cinta kakaknya dan kakaknya dengan hati rela memberikan cintanya pada adik kesayangannya hanya karena menderita leukimia dan divonis hidupnya tidak lama.

Esoknya, tiba-tiba Rani sudah bersikap baik lagi dan mengajak kakaknya ke puncak Dlopo. Devi terheran-heran kenapa tiba-tiba adiknya ingin pergi kesana. “Ayolah kak, aku ingin sekali kesana. Sebelum aku pergi, aku ingin sekali melihat senja disana,” ujar Rani pada Devi. “Tapi kamu kan masih sakit dek, ya sudahlah kalau kamu memaksa. Kata dokter demi menyenangkan kamu, boleh kok, ” Tanpa diketahu devi, di sisi lain Rani juga mengajak Reza. Entah apa maksud dari ini semua.

Beberapa hari kemudian, ketika mereka benar-benar pergi ke Dlopo. Betapa bahagianya rani ketika disana, tak di sangka ternyata pemandangan di sana nikmat luar biasa. Suasana yang damai menenteramkan jiwa, menambah nikmat kenyamanan kita. Sedangkan, Devi hanya bersedih ketika di tempat itu, teringat akan hal-hal indah yang pernah terjadi. Demi sang adik, dia selalu menampakkan lengkung senyumnya. Namun, tak lama kemudian Reza datang. Devi kaget bukan kepalang.

“Akhirnya, kalian bertemu juga kan. Aku sadar kalian saling mencintai dan aku hanya menjadi jurang pemisah diantara kalian” ujar rani, “tidak dek, itu sudah lama. Sekarang kami sudah berteman, bahkan kalau kau ingin bersama Reza pasti aku akan sangat bahagia”. Hati adikku begitu baiknya melihat kami dan Reza berbahagia, Namun apa yang akan terjadi esok.

“Lalu Rani meraih tangan Reza dan Devi,” lalu menggandeng mereka. “Kalian harus bersama, kalian itu cocok sekali, aku akan sangat bahagia, ketika di akhir usiaku ini, aku bisa melihat kalian bersama,” dengan tersenyum bahagia, dan tiba-tiba secara perlahan mata Rani mulai terpejam, genggaman tangannya pun lepas. Ketika dipanggil-panggil namanya dan dibangunkan, Rani sudah tidak bergerak. Innalillahi wainalilahi Roji’unRani telah sowan kepada Allah SWT. Hanya ditemani kami berdua. Ayah ibu kami entah kemana. Hanya senja yang menjadi saksi bisu kehidupan kakak beradik. Terpisah dengan kematian.

Buang segala susah, kau bukan wanita rapuh, kau juga bukan wanita yang mudah menyerah, kau adalah wanita yang tangguh. Bangun Devi bangun, rasakan dan nikmati. Lepas segala bebanmu, enyahkan segala kesedihanmu. Lihat disana, siapa dia ? Gadis bermata coklat, berambut hitam pendek. Lihat dia sekali lagi, dia menatapmu, melemparkan senyum kepadamu bahkan dia melambaikan tangan kepadamu. Dia menunggu rangkulan tanganmu dia menunggumu. Cepat kejar dia, bangun, berjuanglah, jangan pernah menyerah.

Kejar terus jangan berhenti. Satu hentikan langkahmu saja, membuatnya semakin jauh dari yang seharusnya, bahkan dia semakin jauh, jauh, jauh sekali, dan sangat jauh. Dan sekarang apa ? kamu hanya bisa terjatuh, kamu hanya bisa menangis, berteriak memanggil-manggil terus namanya. Tapi, kamu sudah terlambat dia sudah jauh sekali bahkan bayangannya pun tak nampak sekalipun dalam matamu untuk selamanya. Dia sudah tiada, menghembuskan nafas terakhirnya di akhir senja yang penuh cerita. Bak sebuah drama romansa, yang melukiskan segala rasa menjadi api cerita yang luluh lantah dengan air mata.

Haru tangis merekapun pecah, kesedihan devi sungguh tak terkira. Adik kesayangannya sudah pergi untuk selamanya, meninggalkan dirinya dengan cara yang sungguh menusuk jiwa, matanya terpejam dengan satu lengkungan senyum di wajahnya. Dan disanalah saksi bisu atas rasa cinta kasih diantara mereka.

Siapa sangka, keinginannya pergi ke sana hanya untuk itu semua. Senja yang harusnya menjadi memori terindahnya justru membekaskan luka pada hati Devi dan Reza. Senja terakhir untuk kita, dan kuucapkan sayonara senja atas nama cinta dan keluarga. Rani