Prof. Kuncoro, Nano Power Diplomacy Terminologi Sosial Seksi di Webinar Fisip UNS
SURAKARTA,- Diplomasi umumnya dilakukan secara langsung dan diplomat sebagai pelaku diplomasi secara langsung dapat bertukar pikiran, berdebat atau berbicara secara fisik on site. Namun, dengan adanya wabah pandemic covid 19, semua mesin diplomasi berubah secara radikal, sementara diplomasi tidak boleh berhenti.
Apapun yang terjadi, diplomasi tidak boleh berkurang dan justru harus meningkat dari waktu ke waktu, baik melalui koneksi off-line maupun melalui koneksi virtual.
Maka sangat rasional apabila setiap negara harus mencari cara untuk membangun hubungan internasional dan diplomasi tetap aman dan terkendali.
Webinar Webinar, 24 Juni 2021, yang diselenggarakan Program Studi Hubungan Internasional, FISIP, UNS Surakarta, dimulai dengan welcome speech dari Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, Prof. Dr. Kuncoro Diharjo, Kamis (24/6/2021) berbicara pentingnya inovasi dalam riset Nasional. Ia menyebut bahwa Nano Power Diplomacy sebagai terminologi sosial yang seksi.
Hal ini mengingat Teknologi Nano biasanya dipergunakan untuk istilah teknik, ternyata berguna untuk sebuah rancang bangun atau rekayasa sosial. Ia berharap bahwa teori dasar Hubungan Internasional yang dikembangkan oleh Prof. Andrik dapat mendunia, sebagai kontribusi UNS terhadap khasanah ilmu pengetahuan. (*)
