Hybrid Diplomacy Tipe Paling Ideal Gabungan Virtual dan Tatap Muka di Webinas Fisip UNS
SURAKARTA, – Webinar Fisip UNS menghasilkan simpulan, Prof Andrik Purwasito, Guru Besar UNS dengan konsepnya “Nano Diplomasi”, Kamis, (24/6/2021), menyimpulkan Hybrid diplomacy adalah tipe paling ideal dalam praktek diplomasi, yakni diplomasi on-site dan diplomasi on-line. Keduanya menggabungkan antara kekuatan virtual dan kekuatan tatap muka, yang saling melengkapi. Hal-hal yang tidak dapat dibicarakan secara on-line hanya terkatakan pada saat tatap muka (on-site).
Sedangkan hal-hal yang sulit diungkapkan secara on-site sering terkatakan secara terbuka di dalam diplomasi on-line. Hal-hal yang sulit dilakukan ketika mengalami kendala signal, dapat diatasi dalam situasi tatap muka. Ketika diplomasi kehilangan pesan secara non-verbal dalam diplomasi on-line (virtual) dapat dikoreksi ketika diplomasi dilakukan secara tatap muka (on-site).
Berdasarkan ketiga narasumber dari Dubes Afrika Selatan, Dubes Kenya, Ethiopia, ketiga narasumber juga menyebut bahwa dalam nano power relations, diplomasi virtual memungkinkan seorang Duta Besar melakukan kontak langsung dengan dengan individu (warga negara asing). Hal ini karena fasilitasi dan pola koneksi internet dan aplikasi media sosial, telah menyatukan dunia secara virtual.
Hal tersebut menurut Prof Andrik telah membuktikan bahwa people to people contact, sebagai Citizen Diplomacy, kini tengah berjalan dan factor pandemi covid-19 telah mengubahnya secara radikal dibandingkan dengan diplomasi yang dilakukan secara konvensional. Peristiwa dinamika citizen diplomacy inilah yang disebut Prof. Andrik sebagai Nano Power Diplomacy.
Dalam clossing statementnya, Prof. Dr. Kuncoro Diharjo, Wakil Rektor III UNS, bidang Riset dan Inovasi berharap akan lahir inovasi-inovasi baru dalam riset, dan hasil inovasi tersebut dikenal dunia. Untuk itulah Warek III tersebut berjanji akan terus mengembangkan kerjasama dalam bidang Pendidikan, Riset dan Pengabdian masyarakat serta beasiswa dengan Afrika, khususnya dengan wilayah ketiga duta besar tersebut. UNS sendiri telah menerima beberapa mahasiswa dari Afrika, seperti dari Ethiopia, Uganda, Afrika Selatan. Untuk tahun-tahun mendatang, UNS akan juga mengirim mahasiswa magang dari UNS. Khususnya program magang dan tukar menukar mahasiswa, seperti harapan dari Chrystelle Jessica dari Prodi HI 2019. “kami berharap, saya dan teman2 saya dapat difasilitasi oleh Rektorat UNS agar bisa magang dan KKN di Afrika,” tegasnya mewakili mahasiswa HI.
