Kominfo Selenggarakan Digital Talent Scholarship

Kominfo Selenggarakan Digital Talent Scholarship

Kementerian Komunikasi dan Informatika merasakan terjadinya peningkatan tersebut. Sektor TIK adalah satu-satunya yang mengalami pertumbuhan dalam tiga kuartal sepanjang 2020. “Secara kumulatif di 2020, sektor informatika dan komunikasi tumbuh 10,58 persen. Artinya sektor ini memiliki peluang yang luar biasa Untuk dioptimalkan oleh seluruh masyarakat Indonesia,” kata Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi, dalam konferensi pers yang digelar virtual, Kamis (22/7/2021).

Program berikutnya adalah Digital Talent Scholarship bagi para lulusan sekolah menengah atas (SMA) dan perguruan tinggi. Program DTS memberikan pelatihan dengan intensitas lebih tinggi dibandingkan Literasi Digital Nasional. Dedy menyebutkan, program ini dipastikan lebih menarik karena akan memperkenalkan kecakapan-kecakapan baru di era digital. Ini sangat penting karena memang membutuhkan waktu lebih lama untuk belajar kecakapan digital.

Tersedia sekitar 100 ribu kursi untuk masyarakat Indonesia untuk ikut DTS. Hingga saat ini telah terdaftar 56.921 peserta, sedangkan masih ada kesempatan lebih dari 40 ribu peserta untuk mengikuti program DTS. Kementerian Kominfo berharap program DTS bisa menarik minat generasi muda termasuk kalangan milenial untuk belajar lebih luas mengenai teknologi digital.

Tersedia tujuh jenis pelatihan akademi, antara lain Fresh Graduate Academy (FGA), Vocational School Graduate Academy (VSGA), Professional Academy (PRO), Talent Scouting Academy (TSA). Ada juga Thematic Academy (TA), Government Transformation Academy (GTA), dan Digital Entrepreneurship Academy (DEA).

Dedy juga menjelaskan mengenai adanya program khusus, Digital Leadership Academy (DLA). Sifatnya terbatas karena hanya tersedia untuk 300 slot atau kursi. Namun, program DLA dibuat dengan sangat lebih eksklusif untuk pemimpin era digital. Program bagi para pemimpin di bidang digital ini terbuka untuk diikuti oleh unsur pemerintah dan swasta setelah lolos proses seleksi.

Program DLA akan diluncurkan pada Agustus 2021 mendatang, nantinya dipisah menjadi dua sektor. Di mana sebanyak 150 peserta mendapatkan pelatihan pemimpin era digital di sektor publik atau pemerintahan, dan 150 peserta lainnya di sektor swasta.

DLA dirancang untuk memberikan pemahaman dan penguatan pengalaman para pemimpin, untuk bisa mengenal ekosistem digital yang lebih komprehensif di universitas kelas dunia. Program DLA bekerja sama dengan National University of Singapore (NUS), Tsinghua University di Tiongkok, dan Harvard University. (*)

Please follow and like us:

prabangkara press

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *