Simulasi Tanggap Bencana Tsunami Desa Sirnoboyo, Pacitan 2021
Pacitan,- Jika melihat potensi kebencanaan di Desa Sirnoboyo terutama Banjir, Gempa dan Tsunami merupakan salah satu ancaman bencana yang berpotensi terjadi di Kabupaten Pacitan termasuk Desa Sirnoboyo yang masuk dalam zona merah Tsunami di Kecamatan Pacitan.
Wilayah Desa Sirnoboyo terdapat 3 ancaman bencana Desa Sirnoboyo. Walaupun kegiatan simulasi Tanggap Bencana Tsunami tersebut telah rutin dilaksanakan sejak tahun 2012. Apalagi Desa Sirnoboyo telah ditetapkan sebagai salah satu Desa Tangguh Bencana pada saat itu. Salah satu tujuannya agar masyarakat siap siaga jika bencana sewaktu-waktu datang. Sehingga bisa mengurangi kerugian materian maupun non material.
Apalagi Desa Sirnoboyo selalu menjadi langganan banjir di kala musim hujan. Masih dalam ingatan Warga, pernah mengalami banjir terbesar yang pernah dialami Desa Sirnoboyo pada akhir tahun 2017. Oleh sebab itu simulasi bencana Tsunami masih relevan untuk dilaksanakan agar warga mempunyai ketrangguhan dalam menghadapi bencana.
Jika melihat dari letak geografis Desa Sirnoboyo mayoritas berada di ketinggian 4 meter di atas permukaan laut, Di lewati oleh dua sungai yaitu Sungai Grindulu dan Sungai Jelok. Pemerintah desa dan masyarakat tiap tahun terus berupaya menangulangi bencana tersebut, hingga masyarakat mulai terbiasa akan bencana tersebut.
Pada tahun 2012 Pemerintah Desa Sirnoboyo bersama BPBD Kabupaten Pacitan membentuk Desa Sirnoboyo menjadi Desa Tangguh Bencana, dibentuknya relawan desa menjadi titik awal Sirnoboyo Desa Tangguh Bencana
Tahun 2021 setelah adanya warning dari BMKG terhadap potensi Tsunami di kab.Pacitan, Desa Siroboyo menjadi titik rawan jika terjadi bencana tersebut. Pemdes Desa Sirnoboyo, bersama Tim Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB), serta Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat ((SIBAT), yang didukung oleh DINSOS Kab.Pacitan serta PMI, melaksanakan kegiatan Desa Tangguh Bencana yang dilaksanakan di Lapangan Kyai Ageng Sirno, Dusun Krajan, Desa Sirnoboyo, Kec.Pacitan, Kab.Pacitan, Provinsi Jawa Timur.
Bupati Pacitan yang diwakili oleh Staf Ahli Drs. Sumorohadi, Kamis (7/10/2021) mengatakan, rangkaian kegiatan Destana di Desa Sirnoboyo yag merupakan kegiatan rutin Desa Sirnoboyo, merupakan salah satu kegiatan yang perlu diapresiasi. Kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan oleh Pemda Kab.Pacitan namun masyarakat Desa bisa melaksanakan semacam simulasi jika terjadi bencana Tsunami ataupun bencana banjir. Diharapkan kegiatan yang luar biasa untuk mendukasi warga, karena Sirnoboyo termasuk desa pesisir yg masuk zona merah dalam jangkauan Tsunami.
Kades Sirnoboyo Eko Haryono, “kegiatan ini untuk tanggap tangguh, tanggon, trengginas dengan adanya isu tsunami yang masih hanagatnya diperbincangkan khususnya di wilayah pesisir Pacitan salah satunya di Desa Sirnoboyo.
“Tujuan kegiatan ini untuk mempersiapkan warga warga Desa Sirnoboyo akan lebih paham , tenang dan siap siaga selalu, jika terjadi bencana,” tegas Eko Haryono.
Sekdes Kamim Turmudzi kegiatan ini untuk memberikan edukasi dan pemahaman masyarakat desa agar senantiasa mempunyai pengetahauan dan pengalaman jika terjadi bencana sewaktu-waktu. Terima kasih kepada relawan, warga masyarakat Desa Sirnoboyo atas terselenggaranya kegiatan simulasi Desata 2021. Mudah-mudahan kita terhindar dari bencana tersebut. Amiin YRA. (*)
