kilas sepak bolaindokulinerbeautyniquejawara beritawellnesiahubastralythickuliner viralatletic zone hubzoonestifysorotan hari iniSudut LapanganCombatpediaTinta BeritaKuliner HariankuLuxurious BakingLacak Jejak SejarahBerita KecelakaanInformasi Harga SahamUpdate Seputar Berita PenipuanInformasi Seputar Harga EmasBerita Kecelakaan TerkiniBerita PenipuanInformasi Tentang Emasharga emas realtimeHarga Semen IndonesiaInformasi Kenaikan Harga EmasHarga SemenBerita Seputar EsportBerita Seputar KacaFashion IndonesiaBerita Harian SejatiUpdate Berita TerpercayaBerita Utama TerupdateSeklas Kabar BeritaInformasi Berita Bola TerkiniInformasi Berita CepatBerita Terbaru TerpopulerBerita Harian CepatSeputar Berita BolaPacu BeritaUpdate TeknoRanah AutoRumpi TetanggaMega Otomotifdunia faunaJelajah FaunaTatoo Art IndonesiaLoves Diet SehatSkena Fashionprediksi master hari iniUnited GamingFundacion RapalaFakta SehariTren HarapanGadgetkanGosipliciousiNewsComplexiNewsFootballPollux TierFoomer OfficialCommon SightJurnal TempoRuang MistisiNews CombatOhana MagazineLove Food Ready MealsPetite PaulinaBeauty RivalSpecialty Network SllcFilm Terbaru Penuh Pesan MoralMovie AutoAlmansorsMayumioteroCipta WacanaAkademi Keperawatan Yayasan UKIJurnal Keperawatan YUKISekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabayasensa138sensa138sensa138sensa138Round Rock JournalbociljpBiobaeckereiBornheimerBukemersanacokyakisirTrans To FindBrivifybudaya dan alam sulawesi baratprabangkara newsyourbestieSekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah PemudaBalai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan DIYAloha4daloha4daloha4daloha4dbimahokibima88bima88BIMAHOKIbimahokibimahokibimahokibima88basic4d login situs resmiKiyo4dkiyo4dkiyo4daktivitas digital penggunacara efektif risiko peluangkonsistensi hasil panduan strategimetode praktis terukurpengalaman pengguna putaran digitalritme putaran barustrategi adaptif dinamis lanjutantemuan baru mengungkap timingtemuan data harian polatiming aktivitas peluang momentumanalisis trik rahasia maxwineksplorasi teknologi strategi cerdaskombinasi pola rtp strategi barupanduan memaksimalkan pola timing spinpattern ganda efektivitas eksperimenpenjelasan mendalam pola spin algoritmartp stabil panduan pemain cerdasstrategi hold ritme spinteknik manual spin konsistensi rtpteknik simpel perkalian beruntun bonusstrategi pemetaan pola visualkajian acak digital modernmetode membaca simbol digitalanalisis dinamis aktivitas digitalkombinasi grafik visual modernmengelola ritme pola digitaltaktik membaca irama digitalprediksi perputaran simbol digitalstudi ritme dan perkaliansimulasi ritme digital terukurdesain visual pola interaksi kebiasaan pengguna maksimalkan hasilpendekatan rasional pola akuratpengalaman pengguna ritme permainanpengamatan konsistensi hasilpengamatan stabilitas kemenanganperubahan ekosistem fitur bonuspola aktivitas menarikritme timing perhatian pengguna barustrategi faktor pengganda momentumanalisis statistik modern polaeksplorasi timing pola putaranfenomena petir merah digitalfenomena scatter hitam ritmependekatan pengamatan arah pergerakanpenelitian simbol bonus terlewatperubahan kebiasaan putaranpola bonus penggunaan penggunartp live temuan tidak terdugatemuan harian momentum pemainoptimalisasi ritme dan frekuensi adaptifanalisis momentum kompetitif piala duniapendekatan analitis stabilitas hasil jangka panjanginterpretasi statistik untuk antisipasi kompetisistrategi pengendalian frekuensi untuk momentummanajemen timing untuk optimalisasi hasilkontribusi data statistik untuk keputusanrelevansi pendekatan konvensional permainan modernstrategi adaptif untuk hadapi perubahanmodel statistik untuk peluang optimaloptimalisasi aktivitas dengan ritme terukurdisiplin pengelolaan anggaran adaptifanalisis frekuensi terkontrol permainan moderninterpretasi tren data komunitasstrategi adaptif untuk perubahan dinamisstatistik untuk akurasi keputusan modernrelevansi pendekatan konvensional kompetitif berisikoanalisis peluang global prediktif terukurtransformasi strategi berbasis buktitiming adaptif untuk optimalisasi peluanganalisis data pola bonuseksperimen strategi stabileksperimen tiga hari timingpendekatan tradisional teknologipengamatan berkelanjutan pola aktifpola visual sorotanriset momentum akurasi responsstudi perilaku simbol keputusantemuan kognitif strategivalidasi pola anomali timinganalisis frekuensi terarah dinamika permainandata analitik untuk akurasi keputusantiming optimal penentu efektivitas hasilpengaturan interval aktivitas konsistenrelevansi metode konvensional strategi modernmodal terbatas picu keputusan rasionalstrategi adaptif hadapi perubahan polapeningkatan analisis jelang kompetisi globalevaluasi performa tim untuk pola kompetitifintegrasi statistik dan strategi parlayindikator aktivasi simbol modernanalisis zona intensitas visualkajian simbol dan perkalianobservasi frekuensi pola digitaldistribusi kombinasi modern optimalpengalaman hiburan digital menariktransisi momentum sistem adaptifevolusi ritme simbol modernanalisis akumulasi aktivitas harianhiburan digital favorit penggunaoptimalisasi interval aktivitas untuk stabilitasstrategi adaptif modal terbatas peluangpengaruh frekuensi terhadap konsistensi hasilindikator kunci analisis pertandingan kompetitiftiming strategis untuk optimalisasi peluangketahanan metode konvensional menghadapi dinamikapersiapan strategis kompetisi globalstatistik untuk keputusan parlay efektiftransformasi data berbasis analisis objektifstrategi pengalaman untuk hasil konsisten analisis data momentum terbarudistribusi adaptif jam tertentufluktuasi algoritmik terkini hariankorelasi pola aktivitas digitalpenelitian frekuensi data terkinipengamatan ritme digital harianstudi momentum digital akuratstudi ritme digital berbedatemuan pola digital tertentutemuan rng dan momentummahjong ways mengajarkan pentingnya konsistensi di tengah perubahangates of olympus menjadi inspirasi menghadapi tantangan era digitalsweet bonanza mengingatkan bahwa peluang hadir dari kesabaranstarlight princess menunjukkan arti bertahan saat keadaan berubahwild bandito menginspirasi keberanian mengambil langkah yang berbedalucky neko membuktikan harapan bisa muncul dari hal sederhanadragon hatch mengajarkan pentingnya adaptasi dalam dunia modernsugar rush mengingatkan bahwa proses lebih penting dari hasiltreasures of aztec membawa pelajaran berharga tentang perjalanan hidupgates of gatot kaca menunjukkan semangat bangkit setelah kegagalantransformasi keputusan analisis momentum datastrategi adaptif hadapi ketidakpastian permainaninterpretasi data untuk keputusanoptimalisasi ritme aktivitas terukurrelevansi pendekatan konvensional strategi kontemporerpengendalian frekuensi aktivitas stabilitas peluangketelitian analitis identifikasi peluangperan statistik strategi parlay modernperspektif baru peluang dan tantangantiming optimal penentu efisiensi strategisanalisis prediktif pola taruhanefektivitas pendekatan matematis polaeksplorasi waktu puncak aktivasikorelasi pola spin aktivasi simbolmodel repetisi linear pola acakpemetaan algoritma visual real timepengaruh repetisi strategisriset skema bermain dinamisskema bermain probabilitasstrategi data probabilitas efisiensianalisis logika peluang putaran repetitiflogika visual interaktif pola returnmodel matematika prediksi ritme putaranpendekatan probabilistik pola shufflepola repetisi acak integrasi algoritmascatter kecepatan putaran maksimalkan hasilsinkronisasi waktu aktivasi scatter bonusskema matematis minimalis konsistensi returnstrategi paroli real time stabilitasvalidasi ritme probabilitas strategi timingadaptasi strategi perubahan ritmeanalisis pola maxwin perulanganefektivitas pola simbol wildeksperimen siklus tunggal pola rahasiainovasi platform pola lonjakanpendekatan matematika fungsional strategipola progressive ritme putaranrespon sistem variabel visual scatterstrategi adaptif pola lonjakan returnvalidasi pola respin simulasitemuan statistik pola putaranwaktu bermain konsistenwild west gold strategi modern 35 jutadisiplin bermain pola frekuensi efektifeksperimen frekuensi tinggieksperimen real time polapenelitian jam bermainpola hasil lebih konsistenriset prediktif jam bermainstudi ilmiah scatter rtptransisi strategis membaca titik kritispemahaman pola cermat dan terarahdata aktivitas terkini jam produktifteknik efektif dengan pola harian pola bermain lebih mudah terbacafitur tambahan bantu pemula mengelolafitur membantu membaca hasil terukurgaya santai ritme dan strategistatistik rtp bantu tafsir pola modernputaran gratis uji pola agresifanalisis sesi strategi prediktifdata statistik pola konsisteneksperimen statistik strategi bertahapkorelasi pola spin waktu bermainpenemuan kombinasi ritme taruhanriset strategi bertahap pengaturan waktustrategi reaktif teknologi cerdasstudi pola taruhan timing spinterobosan pola permainan manajemen modalwaktu bermain studi kuantitatifanalisis terukur jadi strategi terstrukturstrategi membentuk pola bermain rapimembaca ritme dengan lebih terarahstrategi timing presisi jadi peluangsinyal strategi yang lebih terukurputaran otomatis untuk pemula tenangmembaca peluang dengan lebih cermatperencanaan awal agar hasil konsistentarget awal pola stabil terkontroltren naik bantu strategi disiplinevolusi pola putaran konsistensi returnpergerakan mikro pola permainan stabilitaspola putaran adaptif frekuensi bonuspola taruhan mikro lonjakan bonusritme bermain variabel output rngsiklus bonus tersembunyi intensitas putaranstrategi interval permainan return bonustiming bermain konsistensi optimalvariasi putaran observasi konsistensiwaktu bermain ritme taruhanstatistik untuk keputusan modernketerbatasan modal dan strategi adaptifpengaturan ritme aktivitas konsistentransformasi data menjadi strategi efektifrelevansi pendekatan konvensional menjaga stabilitastiming strategis untuk optimalisasi hasiladaptasi strategi untuk efektivitas keputusankontrol frekuensi untuk stabilitas polaanalisis performa terkini kompetisi krusialintensifikasi kajian statistik kompetisi globalanalisis risiko peluang kompetisi sepak bolaoptimalisasi ritme aktivitas terstrukturstrategi berbasis bukti dari data historistiming presisi dukung keputusan efektifkontribusi statistik untuk strategi kontemporerketahanan metode konvensional jangka panjangpengelolaan frekuensi aktivitas adaptif modernstrategi anggaran terbatas untuk peluanginterpretasi data momentum kompetitifpendekatan berbasis pengalaman strategioptimalisasi timing dan konsistensi keputusanstrategi adaptif hadapi perubahan polastatistik untuk akurasi strategi digitalevaluasi informasi terkini strategisanalisis interval aktivitas pola permainanrelevansi pendekatan konvensional strategi modernanalisis kompetitif jelang turnamen globalpemanfaatan data fondasi hasil buktipengaturan ritme aktivitas stabilitas performastrategi modal terbatas peluang potensialmekanisme tersembunyi perkuat bonusirama aksi pemain distribusistruktur pola putaran output bonussinkronisasi interaksi pemain returnpola aktivitas optimalkan outputvariabel waktu konsistensi bonusfase adaptif pola distribusikorelasi strategi input efisiensiritme bermain timing taruhanpola putaran lonjakan bonus statistik dasar keputusan parlay rasionalstrategi selektif modal terbatas kompetitifsignifikansi variabel mikro evaluasi hasiltiming terstruktur untuk efisiensi bermainstrategi adaptif untuk konsistensi performaketahanan pendekatan konvensional modernpengendalian frekuensi aktivitas stabilitas polatransformasi data berbasis analisis objektifanalisis mendalam kompetisi global dengan momentumoptimalisasi interval aktivitas terukuralgoritma probabilitas spin rahasiadeteksi pola dinamis strategieksperimen pemula pola dinamisfitur khusus jalan pintas polaoptimalisasi modal strategi datapenerapan pola matematis pengulanganprediksi parlay strategi menangstrategi pola bet bertahapteknologi cerdas analisis polateknologi interaktif simulasi visualanalisis frekuensi visual interaktifobservasi pola dominan digitalsimbol digital paling populeroptimalisasi probabilitas sistem modernsinkronisasi variabel pola modernpercepatan aktivitas dan momentumstruktur data dinamis modernteknologi prediktif digital modernpola simbol dinamis modernkonsentrasi aktivitas kombinasi modern

Sidang MK, Presiden Nyatakan Dewan Pers Fasilitator Penyusunan Peraturan di Bidang Pers

Sidang MK, Presiden Nyatakan Dewan Pers Fasilitator Penyusunan Peraturan di Bidang Pers
SHARE

Jakarta,- Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memberikan keterangan tertulis secara daring pada sidang Uji Materi pasal 15 Ayat (2) huruf f dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers di Gedung Mahkamah Konstitusi, Senin (11/10/2021) siang. Keterangan tertulis Presiden Joko Widodo disampaikan melalui kuasa hukumnya Menteri Hukum dan Ham RI Yasona Laoli dan Menteri Kominfo Johny Plate yang dibacakan langsung oleh Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo Usman Kansong.

Menurut Presiden, pasal 15 Ayat (2) huruf f bukanlah ketentuan yang sumir untuk ditafsirkan, rumusannya sudah sangat jelas dalam memberikan suatu pemaknaan bahwa fungsi Dewan Pers adalah fasilitator dalam penyusunan peraturan-peraturan di bidang pers.

“Memperhatikan definisi kata memfasilitasi tersebut maka maknanya, Dewan Pers tidak bertindak sebagai lembaga pembentuk atau regulator karena berdasarkan ketentuan a quo UU pers, penyusunan peraturan-peraturan di bidang pers dilakukan oleh organisasi-organisasi pers. Hal tersebut telah secara jelas disebutkan setelah kata memfasilitasi dalam ketentuan a quo terdapat frasa organisasi-organisasi pers dalam menyusun peraturan-peraturan pers.  Sehingga rumusan tersebut tidak dapat ditafsirkan menghalangi hak organisasi-organisasi pers dalam menyusun peraturan-peraturan di bidang pers. Namun justeru Dewan Pers yang memfasiltasi organisasi-organisasi pers dalam menyusun peraturan-peraturan pers,” paparnya.

Presiden juga menjelaskan, dalam implementasinya berkenaan dengan peraturan-peraturan yang disusun oleh organisasi pers, diterbitkan sebagai peraturan Dewan Pers, hal tersebut lebih kepada konsensus di antara organisasi-organisasi pers agar terciptanya suatu peraturan-peraturan pers yang kohesif yang dapat memayungi seluruh insan pers sehingga tidak terdapat peraturan-peraturan organisasi pers yang bersifat terpisah, sporadis, dan justru bertentangan dan menyebabkan ketidakpastian hukum, dan menghambat terciptanya peningkatan kehidupan pers nasional yang sehat.

Pada bagian lain, Presiden menjelaskan, apabila para pemohon mendalilkan organisasinya bernama Dewan Pers Indonesia maka itu bukanlah nomenklatur dan entitas yang dimaksud dalam Pasal 15 Ayat (1) UU Pers. “Berdasaran hal tersebut Dewan Pers Indonesia, organisasi atau forum organisasi pers yang menjadi anggotanya tidak memerlukan penetapan dari presiden dalam bentuk keputusan presiden. Dan tidak ditangapinya permohonan penetapan anggota Dewan Pers Indonesia oleh Presiden bukanlah suatu perlakuan diskiriminatif yang melanggar UUD 1945 melainkan suatu tindakan yang telah sesuai dengan hukum yang berlaku,” urainya.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Majelis Hakim Saldi Isra meminta kepada pihak pemerintah supaya Mahkamah Konstitusi diberi tambahan keterangan terutama tentang risalah pembahasan terkait dengan perumusan konstruksi Pasal 15 Ayat (2) dan ayat (3) UU Pers.  “Kami perlu tahu apa yang disampaikan oleh para penyusun UU itu. Karena kami khawatir bisa saja apa yang dikemukakan oleh pemerintah adalah pemahaman tentang hari ini. Oleh karena itu kami (perlu) dibantu agar tidak terjadi keterputusan semangat yang ada dalam Pasal 15 ayat (2) dan ayat (3) UU Pers tersebut untuk membantu kami secara komprehensif memahami dua norma yang diuji materi oleh pemohon,” tandasnya.

Baca Juga  Anggota Koramil 13/Pandih Batu dan Bhabinkamtibmas Beri Semangat Peserta Vaksin

Sementara Anggota Majelis Hakim Suhartoyo menanggapi langsung pernyataan pemerintah yang mempertanyakan legal standing pemohon. “Sebenarnya kami tidak begitu memerlukan keterangan soal legal standing yang disampaikan pemerintah karena itu menjadi wilayah mahkamah untuk mencermati dan menilai. Tapi sebagiamana keterangan dari Presiden itu selalu mempersoalkan pada legal standing padahal diperlukan sesungguhnya adalah substansi dari pada yang dipersoalkan atau norma yang dipersoalkan oleh pemohon itu,” kata Suhartoyo.

Karena sudah mengaitkan dengan legal standing maka, Suhartoyo mempertanyakan, bagaimana kementerian Kominfo ikut mengendalikan soal organisasi pers ini. “Karena hal itu penting untuk kaitannya dengan legal standing yang dipersoalkan di keterangan presiden itu. Bisa ditambahkan organsiasi apa saja yang kemudian terdaftar dan memenuhi, persyaratan bagaimana respon pemerintah dengan organisasi yang menurut saya itu ada beberapa yang memang di luar itu. Apakah kemudian tetap diserahkan kepada dewan pers melalui konsensusnya itu ataukah ada persyaratan yang secara yuridis tidak terpenuhi,” ungkapnya.

Sedangkan Ketua Majelis Hakim Anwar Usman mengatakan, keterangan pemerintah sudah cukup lengkap. “Dan ini tumben dilampiri dengan daftar bukti pemerintah yang berupa memori fantulikting yang dikaitkan dengan apa yang diujikan,” ujar Usman.

Usman juga meminta pihak terkait Dewan Pers untuk memberi keterangan terkait praktek dewan pers selama ini. “Mahkamah meminta dijelaskan praktek selama ini dan bagimana keunggulan kelebihan yang selama ini terjadi dalam rangka Dewan Pers itu bisa menjadi satu garda terdepan dalam rangka menjaga pemberitaan yang dilakukan media cetak maupun elektronik, dan media sosial bisa betul-betul mengawal berita-berita yang bertanggungjawab, objektif, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan (bukan) berita yang malah bisa merusak kohesi nasional selama ini,”ujarnya.

Daniel Yusman, Angota Majelis Hakim lainnya, juga meminta penjelasan pemerintah dan pihak terkait mengenai jumlah perusahaan pers dan jumlah organsiasi pers. Selain itu Yusman meminta keterangan mengenai sejarah sejak perubahan UU Pers apakah pernah tidak di SK kan oleh Presiden, atau selama ini setelah perubahan selalu ada SK Presiden terkait pengakatan anggota Dewan Pers.

Baca Juga  Pratu F. Kanza Melakukan Keliling Monitoring Desa Tangguh

“Karena dalam permohonan pemohon semangatnya berharap presiden hanya menjalankan fungsi administratif jadi tidak ada kewenangan untuk tidak mengeluarkan SK Presiden,” ujarnya.

Menanggapi keterangan Presiden, Hence Mandagi selaku pemohon membantah pernyataan pemerintah bahwa bahwa sejak UU Pers berlaku selama 22 tahun tidak ada pemohon yang mempermasalahkan ketentuan a quo namun begitu ada implementasi yang tidak menguntungkan para pemohon maka baru mengajukan uji materi. “Faktanya organisasi dan wartawan sering melakukan protes atas kebijakan dan peraturan Dewan Pers baik di Gedung DPR RI maupun di depan Gedung Dewan Pers. Dan memuncak pada tahun 2018 lalu. Bahkan pelaksanaan Musyawarah Besar Pers Indonesia 2018 dan Kongres Pers Indonesia 2019, termasuk gugatan di PN Jakata Pusat adalah wujud protes terhadap kebijakan Dewan Pers yang banyak menyebabkan terjadinya kriminalisasi pers di berbagai daerah, dan termasuk protes terhadap peraturan Dewan Pers yang mengambil alih kewenangan organisasi pers,” ungkap Mandagi.

Bahwa pemerintah juga mengungkapkan telah ada keputusan sengketa pers yang sudah berkekuatan hukum tetap hingga ke tingkat Pengadilan Tinggi atas gugatan yang diajukan Ketum SPRI Hence Mandagi dan Ketum PPWI Wilson Lalengke, sesunguhnya ada informasi yang tidak diungkap secara utuh oleh pemerintah bahwa Keputusan Majelis Hakim tingkat Pengadilan Tinggi memang tidak mengabulkan gugatan pemohon namun telah menerima permohonan penggugat untuk membatalkan keputusan majelis hakim tingkat PN yang menyatakan peraturan Dewan Pers adalah merupakan peraturan perundang-undangan. “Kami tidak memilih kasasi ke Mahkamah Agung RI karena syarat pembatalan sebuah peraturan lembaga di Mahkamah Agung adalah peraturan tersebut harus merupakan peraturan perundang-undangan dan masuk dalam lembar negara. Sementara peraturan Dewan Pers bukan peraturan perundangan karena sudah dibatalkan di tingkat PN dan peraturan Dewan Pers tidak ada dalam lembar negara yang bisa dibatalkan oleh MA,” katanya lagi.

Sementara pernyataan Presiden bahwa pelaksanaan pemilihan Anggota Dewan Pers Indonesia tidak ada cerminan dari pasal aquo karena dilakukan tanpa menggunakan perwakilan unsur melainkan hanya berdasarkan Kongres Pers yang demokratis, menurut Mandagi adalah tidak benar. “Pelaksanaan pemilihan anggota Dewan Pers Indonesia pada Kongres Pers dilakukan berdasarkan pengusulan nama-nama calon yang mewakili unsur wartawan yang dipilih oleh organisasi wartawan, pimpinan perusahaan pers yang dipilih organsiasi perusahaan pers, dan  tokoh masyarakat, ahli di bidang pers atau komunikasi dan bidang lainnya dipilih oleh organisasi wartawan dan organisasi perusahaan pers. Buktinya dalam daftar anggta Dewan Pers terdapat nama-nama yang berasal dari tokoh masyarakat dan ahli di bidang komunikasi, salah satunya adalah pakar komunikasi Emrus Sihombing,” papar Mandagi.

Baca Juga  Ayo Datang ke TPS ! Webinar P3S dan Esensinews: Wujudkan Pesta Demokrasi 2024 Lebih Berkualitas

Pemohon lainnya, Soegiharto Santoso usai persidangan mengatakan, pihaknya memberi apresiasi atas kehadiran Presiden melalui keterangan tertulis yang disampaikan oleh kuasa hukum Menteri Kominfo dan Menkumham RI.

“Saya menilai apa yang sudah disampaikan Presiden makin memperjelas bahwa kewenangan membuat peraturan pers ada pada organisasi-organisasi pers bukan oleh Dewan Pers. Jadi selama ini peraturan Dewan Pers yang mengatasnamakan konsensus dengan para pimpinan organisasi pers seharusnya tidak boleh diterjemahkan menjadi peraturan Dewan Pers. Seharusnya konsensus itu harus diterapkan dan ditetapkan dengan Surat Keputusan oleh masing-masing organisasi pers menjadi Peraturan Pers secara serentak dan seragam di seluruh organisasi pers termasuk kode etik jurnalistik,” ungkap Soegiharto yang juga menjabat Ketua Dewan Pengawas LSP Pers Indonesia, serta sempat menjadi ketua panitia kongres Pers Indonesia tahun 2019 di Gedung Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.

Namun menurut Hoky sapaan akrabnya, dalam prakteknya Dewan Pers justru membuat konsensus itu menjadi peraturan Dewan Pers dan menerapkannya kepada seluruh organisasi pers, kemudian menghilangkan hak organisasi pers untuk memilih dan dipilih menjadi anggota Dewan Pers dengan cara menentukan secara sepihak organisasi pers yang jadi konstituennya. “Hampir seluruh organisasi pers yang membuat konsensus dinyatakan secara sepihak oleh Dewan Pers bukan lagi sebagai konstituennya sehingga tidak berhak lagi mengajukan calon dan memilih anggota Dewan Pers,” ungkap Hoky mengurai fakta sejarahnya.

Sementara itu, di luar persidangan, Ketua Persatuan Wartawan Mingguan Indonesia Gusti Suryadarma yang ikut menyaksikan jalannya persidangan melalui chanel youtube MK, mengatakan, pemerintah kelihatan jelas tidak tahu apa yang terjadi di insan pers Indonesia selama ini. Pemerintah menurutnya, tidak tahu ada kezaliman, ketidakadilan, dan ketidakpastian hukum, dan bahkan cenderung ke arah pelanggaran hukum. “Pemerintah mengatakan Dewan Pers menjalankan fungsinya sesuai UU Pers, namun pemerintah tidak tahu bahwa Dewan Pers sudah berubah fungsi menjadi eksekutor yang mengakibatkan kerugian materi berbagai pihak dan bahkan terjadi kriminalisasi wartawan dan perpecahan insan pers nasional. Kebijakan Dewan Pers yang melampaui kewenangannya siapa yang bertanggung-jawab? Makanya Pasal 15 UU Pers perlu direvisi,” kata Gusti.

Sidang lanjutan perkara nomor 38/PUU-XIX/2021 akan dilaksanakan pada Selasa 9 November 2021 jam 11.00 wib untuk mendengarkan keterangan pihak DPR RI dan pihak terkait Dewan Pers. (Cahaya)