Seniman Luar Kota Memberikan Dukungan Pengembangan Kethek Ogleng Pacitan
Pacitan,- Geliat kembali menggapai asa yang sempat tenggelam selama 2 tahun disebabkan oleh Pandemi Covid-19. Ibaratkan sebuah barang Kethek Ogleng tari asli Pacitan yang diciptakan oleh sang Maestro Tari Mbah Sutiman / Sukiman yang telah mendapatkan pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia tahun 2019 lalu kembali mulai kegiatan pada akhir tahun tepatnya hari Minggu (14/11/2021) di tempat wisata Sentono Genthong, Desa Dadapan, Kab.Pacitan.
Berikut harapan dari beberapa seniman Gunawan pemerhati Seni dari Jakarta yang selelu memberikan support dan dorongan kepada Kethek Ogleng Pacitan via FB sebagai berikut, “Semoga Kesenian tradisional Indonesia khususnya Seni Tari Kethek Ogleng Pacitan dapat terus berkembang dan disukai oleh masyarakat.”
Wenas Sudirman tokoh seniman Ponorogo dengan kegiatan di Sanggar Paju Ponorogo memberikan berpendapat untuk pengembangan Kethek Ogleng Pacitan sebagai berikut: 1) harus segera dibuat kurikulum muatan lokal di Sekolah; 2) materi ajar bisa ( buku pedoman bermain seni kethek; 3) VCD tari kethek ogleng untuk mengajar pada siswa, 4) harus dibedakan Kethek Ogleng untuk anak SD dan TK dengan gerakan sederhana sedangkan tingkat SMP lebih kompleks gerakannya, 5) kita latih guru-guru tiap kecamatan di Kabupaten Pacitan, 6) tersedianya guru-guru tari Kethek Ogleng di sekolah-sekolah, dan 7) menerapkan jadi muatan di sekolah-sekolah di Kab. Pacitan.
“Ketiga hal tersebut untuk bisa jalan dan lancarnya pembelajaran tari Kethek ogleng jika akan diterapkan di sekolah. Kesemuanya perangkat pembelajaran Seni Kethek Ogleng agar Pacitan bangga dengan ýang mereka miliki,” jawab Sudirman yang murah senyum dan sangat luwes untuk menari.
“Terimakasih atas suport dan arahannya untuk Seni Kethek Ogleng Pacitan menjadi kesenian khas yang tangguh. Semoga untuk menghadapi Seni Kethek Ogleng dijadikan muatan lokal di Sekolah,” Sukisno menjawab dari saran dari Pak Wenas via chating Fb, Selasa (16/11/2021).
“Sukisno sangat yakin akan ada kepedulian maupun dukungan dari banyak pihak, sehingga pelajaran tersebut selain diminati para siswa juga akan lebih mudah diserap, terutama gerakan dasarnya dan makna filosofinya,” jawab Sukisno.
“Jika sanggar Condro Wanoro diberi kepercayaan untuk mengevaluasi pelatih, maka dengan senang hati turut membantu memberikan pembekalan. Mengenai buku panduan gerakan dasar Alhamdulillah sudah di garap bersama Pak Agoes Hendriyanto cs dan sanggar Condro Wanoro.
“Atas nama Sanggar Condro Wanoro mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Wenas Sudirman yang telah banyak memberikan kontribusi baik dalam bentuk wook shop maupun penyempurnaan gerak tari, dan lainnya,” jelas Sukisno Ketua Sanggar Condro Wanoro, Desa Tokawi, Kecamatan Nawangan, Kab.Pacitan.
Agoes Hendriyanto sebagai Ketua KPSB Pacitan agar Pemerintah Daerah mengalokasikan khusus bagi pelestarian dan pengembangan Kethek Ogleng. Oleh karena banyak daerah yang tidak mempunyai seni khas daerahnya. Pacitan punya Kethek Ogleng yang penciptanya masih sehat walafiat harus diwujudkan menjadi muatan lokal di sekolah-sekolah. Namun jangan lupa pejuang-pejuang yang selama ini melestarikan Kethek Ogleng salah satunya Sanggar Condor Wanoro seluruh kru dan penarinya harus diberdayakan demi tujuan mulia itu.”
Semoga harapan Bapak Bupati Pacitan Mas Indrata Nur Bayuaji bisa tercapai, “ Amiin YRA tutup Sukisno.
