Suka Duka Petani Saat Memasuki Musim Tanam Padi

Suka Duka Petani Saat Memasuki Musim Tanam Padi
SHARE

Pacitan,- Bulan Desember 2021 Petani di Dusun Krajan Desa Sirnoboyo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur, mulai memasuki musim tanam   Padi.  Namun banyak sekali kendala dan suka duka yang dialami para petani pada awal musim tanam tahun 2021  ini.

Juremi salah satu Petani yang ditemui  jurnalis di lahan sawah Dusun Krajan, Selasa (30/11/2021) menjelaskan,    saat mulai melakukan pembibitan lahan pesemaian yang telah ditaburi benih Padi langsung mendapatkan serangan tikus sawah. Sehingga benih padi yang bertunas hanya sisa dari serangan tikus tiap malamnya.

“Belum lagi setelah sisa benih yang masih bisa bertahan dari serangan hama Tikus, terkena banjir dari luapan sungai aliran dari Desa Kayen menuju Desa Sirnoboyo.  Sehingga benih padi tersebut sebenarnya sudah tidak bagus lagi jika ditanam di lahan sawah,” jelas Hari.

Baca Juga  Koramil 13/Pangkoh Tim Yustisi Penegakan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19

Kualitas dari benih Padi yang akan ditanam akan menentukan dari pertumbuhan dan perkembangan dari tanaman Padi.  Oleh sebab itu perlu diupayakan adanya kepedulian dari Pemerintah untuk memfasilitasi teknologi pembuatan benih Padi sehingga kualitasnya baik dan bagus.

Pak Isnen seorang pensiunan menjelaskan bahwa kemarin habis biaya untuk perawatan 1 petak menghabiskan 1,5 juta, namun saat mendapatkan hasil sekitar 10 sak jika dikalikan dengan 200 ribu mendapatkan hasil 2 juta.  itu belum dihitung tenaganya setiap hari melakukan perawatan tanaman Padi.  Sehingga kegiatan menanam padi hanya digunakan sebagai sarana hiburan.

“Apalagi yang sewa lahan tidak akan bisa mengembalikan modal yang telah dikeluarkan untuk budidaya tanaman Padi.  Apalagi sistem drainase yang masih belum baik, belum bisa diatur sesuai dengan kebutuhan tanaman Padi.  Sehingga saat air melimpah tanaman Padi akan tergenang sedangkan, saat tidak ada hujan air di sawah tidak mencukupi.  Namun yang menjadi kendala  adalah saat air melimpah tidak bisa membuang air dengan cepat,”jelas Juremi.

Baca Juga  Indrata Nur Bayuaji dalam Sidang Paripurna DPRD Titik Beratkan pada Sektor Pertanian dan Perikanan Pacitan

Apalagi nanti jika mulai untuk pemupukan dan perwatanan lainnya hama tikus menjadi momok bagi petani saat ini.  selain itu juga diperlukan teknologi tepet guna guna untuk menekan ongkos produksi tanaman Padi.  Sehingga Petani bisa menikmati hasil dari budidaya Tanaman Padinya. (*)


SHARE
prabangkara