kilas sepak bolaindokulinerbeautyniquejawara beritawellnesiahubastralythickuliner viralatletic zone hubzoonestifysorotan hari iniSudut LapanganCombatpediaTinta BeritaKuliner HariankuLuxurious BakingLacak Jejak SejarahBerita KecelakaanInformasi Harga SahamUpdate Seputar Berita PenipuanInformasi Seputar Harga EmasBerita Kecelakaan TerkiniBerita PenipuanInformasi Tentang Emasharga emas realtimeHarga Semen IndonesiaInformasi Kenaikan Harga EmasHarga SemenBerita Seputar EsportBerita Seputar KacaFashion IndonesiaBerita Harian SejatiUpdate Berita TerpercayaBerita Utama TerupdateSeklas Kabar BeritaInformasi Berita Bola TerkiniInformasi Berita CepatBerita Terbaru TerpopulerBerita Harian CepatSeputar Berita BolaPacu BeritaUpdate TeknoRanah AutoRumpi TetanggaMega Otomotifdunia faunaJelajah FaunaTatoo Art IndonesiaLoves Diet SehatSkena Fashionprediksi master hari iniUnited GamingFundacion RapalaFakta SehariTren HarapanGadgetkanGosipliciousiNewsComplexiNewsFootballPollux TierFoomer OfficialCommon SightJurnal TempoRuang MistisiNews CombatOhana MagazineLove Food Ready MealsPetite PaulinaBeauty RivalSpecialty Network SllcFilm Terbaru Penuh Pesan MoralMovie AutoAlmansorsMayumioteroCipta WacanaAkademi Keperawatan Yayasan UKIJurnal Keperawatan YUKISekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabayasensa138sensa138sensa138sensa138Round Rock JournalbociljpBiobaeckereiBornheimerBukemersanacokyakisirTrans To FindBrivifybudaya dan alam sulawesi baratprabangkara newsyourbestieSekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah PemudaBalai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan DIYAloha4daloha4daloha4daloha4dbimahokibima88bima88BIMAHOKIbimahokibimahokibimahokibima88basic4d login situs resmiKiyo4dkiyo4dPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola Gacorbonus dan perilaku pemaindinamika sistem dan perubahan digitalpola adaptif dan efektivitas sistempola aktivitas dan karakter adaptifputaran observatif dan efisiensi aktivitasputaran terukur dan ritme aktivitasrtp dinamis dan respons aktivitasrtp modern dan strategi adaptiftiming digital dan stabilitas performaresiprokal universitas mataramdesain visual dan evaluasi objektifkarakter putaran dan performa konsistenkonektivitas kognitif dan strategi modernpengendalian emosi dan keputusan stabil ritme aktivitas dan pola konsistensimulasi rtp dan variasi performasistem digital dan stabilitas performastrategi adaptif dan respons sistemtiming aktivitas dan sinkronisasi ritmetransformasi perilaku dan adaptasi digitalaktivitas berbasis data dan efisiensi adaptifbonus awal dan karakter sesibonus dinamis dan respons sistemdurasi putaran dan konsistensi aktivitasmekanisme adaptif dan performa objektifpola adaptif dan performa aktivitaspola konsisten dan stabilitas harianputaran awal dan indikator aktivitasrtp statistik dan pendekatan terukurtiming tersembunyi dan ritme konsistenbonus digital dan komunitas interaktifkebiasaan pemain dan timing terukurmekanisme adaptif dan efisiensi aktivitasmomentum musiman dan dinamika digitalperubahan perilaku dan tren digitalpola berbasis data dan konsistensi hasilpola modern dan diskusi komunitasritme aktivitas dan analisis sistematisrtp real time dan respons adaptifstrategi observatif dan platform digitalfitur turbo efisiensi waktu respons digitalkontrol emosi saldo hasil konsistenmekanisme algoritmik pola kemenangan tersembunyimanajemen risiko fondasi return terarahdinamika scatter ritme bermain stabiltiming interaktif stabilitas hasilmembaca momentum terukur modernperilaku pengguna jam tertentuperforma terukur pencapaian bertahapfrekuensi periode produktif modernpotensi pencapaian hasil bertahaprtp tinggi tidak dominanfaktor rtp favorit modernanalisis ritme harian stabilpola aktivitas hasil konsistenmodel parlay risiko terkelola efektifkonsistensi jangka panjang strategi modernobservasi sistematis untuk optimalisasi hasilpemahaman dinamika perubahan berkelanjutanstrategi parlay kompetisi sepak bolapendekatan efisien menjaga performakombinasi probabilitas stabil untuk pertumbuhantarget profit untuk ketahanan modalanalisis dan disiplin kualitas keputusanmanajemen durasi aktivitas strategisbonus berulang dan variasi peluangdisiplin aktivitas dan stabilitas jangka panjangkarakter putaran dan strategi efektifmikrostruktur rtp dan return konsistenpola adaptif dan konsistensi performapola sederhana dan performa bertahapscatter dan turbo responsifsinkronisasi ritme dan dinamika aktivitastiming bermain dan sinkronisasi datavisual interaktif dan konsistensi returndistribusi hasil dan karakter bonuskomunitas interaktif dan tren aktivitasmanajemen modal dan evaluasi aktivitasmodel analisis dan dinamika interaksipendekatan strategis dan performa konsistenperilaku pemain dan variasi kondisi digitalritme aktivitas dan adaptasi penggunartp adaptif dan pola aktivitas harianstrategi berbasis data dan hasil optimaltransformasi perilaku digitalpemilihan permainan untuk kenyamanan bermainstrategi parlay berbasis probabilitasmanajemen modal dan statistik keputusananalisis pola adaptif dan dinamikapendekatan mikroanalitik untuk konsistensi performainterpretasi pola data optimaltiming strategis dukung fokus keputusan strategi parlay dengan statistik kompetitifpemahaman rtp dan pola permainananalisis pergerakan odds prapertandinganmanajemen timing adaptif pengambilan keputusanintegrasi statistik untuk hasil hariananalisis pergerakan odds dinamika timpendekatan terencana memahami pola dinamisstrategi rtp dan analisis poladisiplin strategis dukung hasil berkelanjutanfleksibilitas strategi parlay berbasis datamodel parlay target bertahappendekatan sistematis untuk stabilitas fokusintegrasi analisis mikro makro strategi moderntiming adaptif dukung stabilitas keputusananalisis pola dinamis strategi terencanaeksplorasi daya tarik kompetitifpengendalian ritme aktivitas untuk efisiensipergerakan odds indikator pasarparlay model diversifikasi satu keputusandisiplin strategis konsistensi performaintegrasi modal dan statistikpendekatan makro mikro evaluasi dinamikapemahaman rtp dan strategi rasionaldistribusi putaran dan konsistensi performaevaluasi platform dan keputusan strategismanajemen risiko dan keputusan terukurmomentum musiman dan ritme aktivitaspendekatan analitis dan hasil konsistenperbandingan rtp dan variasi performaperilaku pemain dan konsistensi aktivitasperubahan rtp dan dinamika sistempola aktivitas server dan interaksi digitalrtp historis dan strategi terukuranalisis pergerakan odds pra pertandinganmikroanalisis strategis untuk konsistensi performatiming adaptif dukung pengambilan keputusanevaluasi pola dalam perspektif ritmeintegrasi data statistik dan modalkonsistensi pola untuk optimalisasi hasilparlay strategi efisien modal terukurpendekatan sistematis strategi parlay berkelanjutanpemahaman rtp untuk keputusan rasionalkesesuaian strategi untuk menjaga konsistensiadaptasi pemain dan hasil konsistenkarakter putaran dan hasil optimalpendekatan adaptif dan perubahan hasilpola aktivitas dan stabilitas returnputaran terstruktur dan bonus tak terdugarespons sistem dan return berkelanjutansistem dinamis dan strategi efisientiming aktivitas dan variasi rtptiming interaksi dan bonus adaptiftransaksi digital dan performa aktivitasPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola Gacorbonus adaptif dan variasi return karakter putaran dan indikator performamomentum harian dan periode efektifperiode aktivitas dan bonus optimalpola berulang dan peluang adaptifprobabilitas digital dan variasi returnritme bermain adaptif dan peningkatan returnstrategi bertahap dan efektivitas aktivitastiming aktivitas dan return stabiltiming bermain dan faktor performatren aktivitas performa objektifprobabilitas adaptasi ritme moderntempo konsistensi data terbaruperforma digital faktor terabaikanperiode menguntungkan observasi berkalakarakteristik fase hasil baikstatistik fleksibilitas strategi modernvariasi waktu efektivitas aktivitasmomentum digital observasi besarritme digital banyak dibicarakandata bertahap dan fase produktifmomentum digital dan performa stabilpendekatan tradisional dan sistem dinamispergerakan simbol dan performa konsistenpola aktivitas dan perolehan optimalputaran berulang dan bonus beruntunrtp dan perilaku penggunascatter adaptif dan faktor performastrategi adaptasi dan konsistensi performatiming adaptif dan keputusan efektifanalisis rtp momentum optimalpola harian momentum berulangsinyal perubahan jangka pendekfrekuensi aktivitas konsistensi modernfaktor periode produktif modernprobabilitas winrate stabil modernstatistik harian momentum berubahdata aktual performa tinggivariasi performa harian terkinisistem acak momentum dinamisaktivitas berulang dan timing adaptifkebiasaan pengguna dan keputusan efektifpendekatan terstruktur dan konsistensi jangka panjangpengelolaan modal dan efisiensi digitalpola aktivitas dan performa terukurputaran adaptif dan perubahan performartp dan karakter bonussimbol khusus dan performa konsistensinkronisasi simbol dan dinamika hasilvariasi visual dan stabilitas performafrekuensi simbol dan peluang terukurmomentum aktivitas dan keputusan stabilpendekatan bertahap dan peningkatan returnpenurunan hasil dan adaptasi objektifperilaku komunitas dan faktor performarespons pemain dan strategi jangka pendeksimbol dinamis dan bonus adaptifsinkronisasi perilaku dan pola aktivitasteknologi analitik dan variasi rtptiming interaksi dan performa optimalbonus respin dan peluang digitalfenomena lingkungan dan perilaku digitalmodel matematika dan keputusan terukurpola siklus dan konsistensi performapola terstruktur dan performa aktivitassimbol wild dan respons sistemstabilitas koneksi dan konsistensi returnstrategi adaptif dan perbaikan performatiming aktivitas dan periode optimaltren rtp dan preferensi penggunaaktivitas berulang dan stabilitas performadata digital dan kinerja jangka panjanglogika aktivitas dan timing efektifpendekatan matematis dan stabilitas hasilpola adaptif dan konsistensi aktivitasputaran terstruktur dan efisiensi adaptifsimulasi data dan variasi rtpsinkronisasi timing dan bonus dinamisstruktur berulang dan sistem adaptifvisual interaktif dan efektivitas hasil adaptasi strategi dan konsistensi performabonus dinamis dan performa adaptifinteraksi digital dan variasi hasilkeputusan berbasis observasi dan performapendekatan terstruktur dan metode adaptifpola aktivitas dan stabilitas hasilrespons komunitas dan peluang terukurstrategi adaptif dan performa konsistentiming harian dan momentum optimaltransformasi perilaku dan pendekatan efektifbonus dinamis dan karakter aktivitasdata real time dan pengelolaan aktivitasinteraksi sistem dan efektivitas aktivitaskecerdasan buatan dan variasi rtpmodel kuantitatif dan stabilitas performapengendalian emosi dan stabilitas kinerjaperilaku pengguna dan strategi adaptasiprobabilitas terapan dan efisiensi sistemprobabilitas terapan dan ketahanan performaritme aktivitas dan performa berkelanjutanpanduan tempo digital konsistenstrategi pola dan ritmeanalisis rng digital modernstrategi waktu aktivitas optimalanalisis pola aktivitas digitalintegrasi data adaptif modernobservasi sistem statistik digitalpemetaan frekuensi simbol digitalcara membaca pola digitalanalisis pola visual modernbonus dinamis dan stabilitas performamomentum aktivitas dan pola interaksipendekatan modern dan hasil adaptifperilaku pengguna dan efektivitas aktivitaspola adaptif dan efisiensi hasilputaran terstruktur dan konsistensi performarespons visual dan performa aktivitasritme interaksi dan pola adaptasitiming aktivitas dan performa terukurvalidasi rtp dan strategi adaptifputaran nonkonvensional dan stabilitas rtprespons adaptif dan variasi rtpsiklus aktivitas dan stabilitas performasimbol dinamis dan konsistensi performasinkronisasi aktivitas dan performa efisienadaptasi komunitas dan ritme aktivitasbonus berulang dan konsistensi hasilinteraksi visual dan aktivitas adaptifkoneksi stabil dan efisiensi aktivitaspola progresif dan kinerja jangka panjangintegrasi analisis mikro makro strategioptimalisasi modal terbatas berbasis probabilitasevaluasi pola dalam peluang adaptifpemanfaatan rtp dan analisis polaparlay dalam strategi terstrukturtiming terukur untuk hasil konsistensinergi manajemen modal untuk performapergerakan odds indikator sentimen pasarstrategi efisiensi bermain ritmedisiplin strategis untuk hasil optimalkontrol timing adaptif stabilitas performadisiplin operasional konsistensi hasilintegrasi manajemen modal dan statistikpemahaman rtp untuk keputusan dataoptimalisasi peluang dalam beragam skenariopergerakan odds dinamika kompetitifanalisis pola dan efektivitas permainanstrategi parlay modal terbataskesesuaian permainan pendukung pengalaman efisienpendekatan mikro makro strategi konsistenpenelitian aktivitas digital terlewatfrekuensi interaksi jam tertentuperilaku modern konsistensi stabiladaptasi lebih penting prediksifokus dan stabilitas aktivitasdata real time pola bergeserpola beruntun perolehan besarkarakteristik aktivitas dinamis modernfrekuensi dan ritme aktivitas adaptasi bertahap pemain seniordurasi aktivitas dan momentum efektiffrekuensi interaktif dan strategi adaptifgaya bermain dan variasi hasilmikrostruktur rtp dan performa aktivitaspola visual dan stabilitas performaritme biologis dan keputusan adaptifsimbol digital dan bonus konsistentiming aktivitas dan efektivitas bermaintiming aktivitas dan konsistensi hasiltren rtp dan pengamatan komunitasdistribusi simbol dan stabilitas hasilgerakan mikro dan performa interaktifkebiasaan pengguna dan performa optimalkeputusan adaptif dan konsistensi performamomentum digital dan pola aktivitaspendekatan bertahap dan return adaptifpresisi strategi dan hasil stabilrtp dan dinamika interaksistatistik aktivitas dan performa terukurstrategi terstruktur dan frekuensi bonusdisiplin strategis capai hasil optimalanalisis pola untuk keputusan adaptifmanajemen modal dan statistik optimalpemahaman rtp untuk strategi dataintegrasi analisis pengambilan keputusananalisis pergerakan odds pra pertandingantiming optimal penentu efektivitas konsistensistrategi permainan untuk hasil berkelanjutanpendekatan mikro makro evaluasi dinamikastrategi parlay modal terbatasbonus dinamis dan performa berkelanjutaninteraksi visual dan variasi rtpmekanisme digital dan efektivitas operasionalpendekatan terstruktur dan konsistensi hasilpola aktivitas dan performa terukurritme aktivitas dan performa adaptifstrategi adaptif dan aktivitas konsistenstruktur sistem dan efisiensi kinerjatiming pagi dan efisiensi performavalidasi rtp dan variasi hasilPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola Gacorstatistik sederhana hasil berubahkomunitas dan kebiasaan berulangsiklus aktivitas jangka panjangfrekuensi digital efisiensi waktukarakteristik perubahan dinamis modernmomen produktif terstruktur modernfrekuensi digital indikasi besarperubahan aktivitas jam tertentudistribusi bonus dan probabilitassiklus konsisten observasi longitudinaldurasi aktivitas dan momentum efektiffrekuensi interaktif dan strategi adaptifgaya bermain dan variasi hasilmikrostruktur rtp dan performa aktivitas pola visual dan stabilitas performaritme biologis dan keputusan adaptifsimbol digital dan bonus konsistentiming aktivitas dan efektivitas bermaintiming aktivitas dan konsistensi hasiltren rtp dan pengamatan komunitasalgoritma adaptif dan bonus berkelanjutanefisiensi aktivitas dan strategi adaptifinteraksi digital dan efektivitas kinerjakecerdasan buatan dan interaksi digitalperilaku pemain dan aktivitas populerputaran dinamis dan adaptasi sistemrisiko terukur dan stabilitas performasimbol dinamis dan stabilitas performasinyal visual dan perubahan rtptiming aktivitas dan konsistensi performaanalisis bonus adaptifanalisis pembelajaran adaptifeksperimen transisi performaevaluasi konsistensi jangka menengahkajian rtp adaptifmodel kecerdasan adaptifpendekatan big data rtp dinamispenelitian performa datariset timing aktivitas digitalstrategi interaksi digitalanalisis momentum bonusanalisis performa adaptifevaluasi konsistensi performakajian bonus dinamispenelitian putaran adaptifstrategi momentum aktivitasstrategi pengurangan kesalahanstrategi stabilitas performastrategi timing aktivitas digitalstudi perilaku keputusandata dinamis dan variasi rtpeksperimen real time dan efisiensi performakebiasaan digital dan konsistensi hasilpendekatan matematis dan aktivitas stabilperilaku pengguna dan pola mikroputaran awal dan aktivitas konsistenritme adaptif dan efisiensi performasistem adaptif dan dinamika bonussistem terstruktur dan efektivitas aktivitasstrategi awal dan adaptasi performaobservasi terukur momen efektifdinamika performa momentum berubahkarakteristik fase produktif modernkebiasaan harian hasil baikmomentum konsistensi aktivitas modernfrekuensi terukur indikasi menarikstatistik pencapaian performa tinggifrekuensi momentum berkala modernadaptasi dinamis performa rasionalpola frekuensi ritme modernhubungan posisi reel analisisjejak scatter hujan emaskilau scatter pertamasimbol scatter wild reelmomen pecahan reel maxwinpergerakan simbol reelpola scatter wild emasrahasia perkalian berantaiscatter wild kilauan emasstruktur reel jadi sorotananalisis rtp strategi adaptifanalisis simulasi sistemanalisis sistem adaptifevaluasi psikologi digitalmetode aktivitas singkatpenelitian bonus dinamispenelitian bonus performapola perilaku digitalstrategi rtp dinamisstudi perilaku berbasis data

Prof. Dr. Muhammad Azhar; Mengupas Pemikiran Buya Ahmad Syafii Maarif Terkait “Demokrasi Religius”

Prof. Dr. Muhammad Azhar;  Mengupas Pemikiran Buya Ahmad Syafii Maarif  Terkait “Demokrasi Religius”
SHARE

Oleh: Prof. Dr. Muhammad Azhar, MA

Dosen FAI-Pascasarjana UMY & LARI (Lingkar Akademisi Reformis Indonesia)

Jumat, 27 Mei 2022, pukul 10.15 WIB, Buya Ahmad Syafii Maarif mengembuskan nafas terakhirnya, meninggalkan dunia yang fana menuju keharibaan Ilahi yang Maha Kekal dan Abadi. Sebagai mantan pemimpin PP Muhammadiyah, aktivis kemanusiaan, ulama, intelektual, negarawan, guru bangsa, pecinta perdamaian dan kemanusiaan, sosok Buya sudah tidak diragukan lagi, baik di kalangan umat beragama, warga bangsa bahkan dunia. Selain di berbagai forum nasional, beberapa kali Buya Syafii – alumni Muallimin dan Chicago University – juga memberikan pencerahan peradaban di berbagai forum internasional. Gagasan Buya yang humanis dan pluralis, banyak dipengaruhi oleh filosof Muhammad Iqbal, Fazlur Rahman, Jalaludin Rumi, Ibnu Khaldun, Maxim Robinson, dan lain-lain.

Pada Juni 2008, Buya Syafii menerima Ramon Magsysay Award di Filipina, untuk kategori Peace and International Understanding. Carmencita T. Abella, Presiden RMAF, ketika itu, menyampaikan bahwa Buya Syafii  menerima award ini karena komitmen dan kesungguhannya membimbing umat Islam untuk  menyakini dan menerima toleransi dan pluralisme sebagai basis untuk keadilan dan harmoni di Indonesia bahkan di dunia.

Mendapatkan penghargaan bergengsi tersebut Buya menyatakan: “Saya biasa-biasa saja. Malah terlintas di hati saya sebuah pertanyaan apakah saya layak menerima penghargaan itu.”  Bagi Buya yang rendah hati, penghargaan itu terlalu tinggi.

Namun Buya Syafii berharap agar penghargaan yang ia terima ini dapat memberi inspirasi bagi kalangan muda untuk meneruskan perjuangan menegakkan moderasi, inklusivitas dan pluralisme. “Kalau boleh berharap, semoga generasi muda lebih serius memperjuangkan pluralisme dan moderasi. Tapi yang autentik. Tidak berpura-pura,” tegasnya.

Banyak jejak pemikiran Buya yang substantif dan humanis telah diwariskan kepada umat, bangsa Indonesia dan dunia, yang perlu menjadi pegangan moral dan intelektual, terutama bagi kaum muda penerus bangsa Indonesia di masa depan.

Umat Islam Tidur Seribu Tahun

Dalam beberapa ceramah dan wawancaranya, Buya menyampaikan betapa mandeknya pintu ijtihad di dunia Islam, termasuk Indonesia. Buya sering mengutip pandangan gurunya yakni Fazlur Rahman yang menyatakan bahwa “umat Islam sudah tidur seribu tahun.”

Shock therapy yang disampaikan gurunya tersebut tampaknya sangat membekas bagi Buya. Gagasan Sir. Muhammad Iqbal, filosof dan penulis puisi asal Pakistan juga tentu semakin memperkuat ghirah pemikiran Buya tentang pentingnya ijtihad dalam Islam.

Bagi Muhammad Iqbal, konsep ijtihad merupakan “The Principle Movement in Islam”. Hal ini juga sejalan dengan pernyataan Nabi sendiri bahwa orang yang berijtihad, walaupun hasilnya keliru, tetap diberi pahala, sepanjang dilaksanakan secara serius. Itu artinya, Nabi Muhammad SAW tidak pernah menutup pintu ijtihad.

Peluang ijtihad tetap terbuka sepanjang zaman, sebab Islam yang universal akan selalu menghadapi konteks sosial yang dinamis dan partikular (Islam shalihun li kulli zaman (time) wa makan (place). Itu sebabnya, khazanah pemikiran Islam sangat kaya dengan berbagai aliran dan mazhab (school of thought). Sikap tasamuh dan toleransi menjadi suatu keniscayaan di kalangan umat Islam.

Islam Pra Siffin

Terkait fakta historis tentang konflik umat Islam era awal, Buya menyatakan: “Jika Perang unta hanya melibatkan rakyat Kufah sebagai pendukung Ali dan lawannya penduduk Bashra, Perang Siffin telah melibatkan rakyat Suriah dan rakyat Irak. Radiusnya jauh lebih luas dan sifatnya kompleks sekali, korbannya pun puluhan ribu dari kedua belah pihak.”

Dalam bacaan Buya, sebelum Perang Siffin ini, kubu Suni, Syiah, dan Khawarij belum dikenal. Justeru, perang inilah yang memicu munculnya sekte-sekte yang merusak seluruh perjalanan sejarah umat Islam selama sekitar 14 abad. Akankah komunitas Muslim di seluruh dunia tidak juga mau belajar dari drama sejarah yang mengingkari pesan Alquran itu? Kapan umat Islam merasa muak dengan peperangan?

Karena kecewaan Buya dengan konflik Sunni-Syiah dll, maka Buya mengidealisasikan agar umat Islam segera kembali ke zaman Pra Siffin, yakni zaman Nabi, dimana umat Islam belum terpecah-belah.

Yang ideal itu, ujar Buya, umat kembali pada al-Qur’an:
Waqala innani min al-muslimin (Dia berkata bahwa Aku seorang muslim), tanpa embel-embel Sunni, Syiah dll. Buya sendiri baru merasa sadar keluar dari kotak-kotak sektarianisme tersebut mulai tahun 1992.

Kesadaran Buya ini, berdasarkan pada  kajian sejarah dan al-Quran, bahwa umat dilarang pecah berkeping-keping. Dalam konteks ini Buya mengoreksi sikap truth claim yang muncul di kalangan umat. Sebagaimana pernyataan al-Quran (li kulli hizbin bima ladayhim farihun); setiap kelompok cenderung mengklaim kebenaran dan kebaikan kelompoknya sendiri.  Sikap truth claim melahirkan fanatisme glongan, organisasi, aliran, dan sejenisnya.

Baca Juga  Mengupayakan Reputasi Internasional Perguruan Tinggi Swasta: Menyelaraskan Visi dengan Aksi Konkret

Lanjut Buya, jika umat betul-betul serius merujuk pada al-Qur’an, maka banyak masalah yang bisa diselesaikan. Namun, menurut Buya, ada dua syaratnya: umat harus mempunyai ‘aqlun shahih (akal yang waras), dan qalbun salim (hati yang bening). Kebeningan hati dan kewarasan berpikir tersebut akan terjaga jika kita jauh dari kepentingan dunia dan subjektivisme sejarah. Jika hal tersebut bisa dilakukan, maka kita bisa menjadi manusia merdeka.

Wujudkan Peta Keadilan Sosial

Buya juga sangat concern dengan konsep keadilan sosial. Untuk konteks Indonesia, menurut Buya, dari lima sila yang ada dalam Pancasila, sila kelima keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan sila yang paling sial. Dalam beberapa tulisannya, Buya mengangakat kisah-kisah inspiratif tentang perjuangan hidup kaum miskin. Bahkan Buya juga pernah menyampaikan dalam satu artikelnya tentang kesusahan warga kampungnya di Sumpur Kudus, Sumbar yang belum memiliki listrik.

Inspirasi tentang sila keadilan sosial ini sedikit banyaknya memang diilhami dari konsep al-Maun yang digagas KHA Dahlan, maupun etika sosial al-Quran tentang fenomena kemiskinan yang digagas oleh gurunya, Fazlur Rahman. Buya seringkali mengkritisi kehidupan politik modern yang serba konsumtif dan kapitalistik. Bahkan Buya juga beberapa kali mengoreksi para pemimpin dan politisi yang rabun senja karena lebih mementingkan kehidupan pribadi dan mengabaikan nasib rakyat jelata.

Berbicara tentang keadilan sosial, Buya seringkali tampil sebagai tokoh yang berkeluh kesah karena perhatiannya yang tinggi tentang hal tersebut. Boleh jadi ini juga akibat terpaan hidup yang serba kekurangan di masa mudanya, hingga harus terus berjuang keras menghidupi keluarga, bahkan setelah pulang dari studi di Amerika.

Menangkap Spirit al-Quran

Buya juga selalu mendorong umat Islam untuk terus menggali berbagai spirit dan pesan-pesan universal yang terkandung dalam al-Qur’an. Menurut Buya, umat Islam seringkali terpenjara dengan tafsiran-tafsiran produk sejarah yang temporer, dan partikular, namun mengabaikan pesan-pesan utama al-Qur’an. Pesan transendental ilahiah, misi kemanusiaan, kajian kritis terhadap sejarah dengan menggunakan akal sehat dan kejernihan hati, menebarkan kedamaian, mempererat persaudaraan seagama dan sesama umat manusia, serta terus memperkaya diri dengan berbagai cabang ilmu sebagaimana yang banyak dicantumkan dalam al-Qur’an.

Buya juga selalu mengingatkan agar umat tidak terlena dengan kehidupan dunia yang serba singkat dan fana ini. Dalam satu kajian Majelis Tarjih, Buya juga mendorong para ilmuan Tarjih untuk terus mengikuti kajian-kajian kritis tentang hadis.

Preman Berjubah

Istilah preman berjubah ini dilontarkan oleh Buya Syafii tahun 2005, sebagai kritik Buya terhadap perilaku segelintir umat yang berpenampilan agamis, namun berjiwa preman dan cenderung “menghalalkan” kekerasan, baik kekerasan verbal maupun kekerasan fisik.

Buya pernah dikiritik karena bertemu mantan Presiden AS, George W. Bush dan dinilai akan menjadi corong AS di Indonesia. Namun Buya justeru mengkritisi balik kaum berjubah tersebut sebagai kumpulan orang yang hanya berani mengepalkan tinju dari kejauhan. Bagi Buya akan lebih terhormat jika berani berhadapan langsung dengan Bush, dengan berkata santun namun tetap tajam mengkritik watak imprialisme Amerika.

Tidak Ada Konsep Negara Islam

Sebelum bertemu gurunya Fazlur Rahman, Buya dulunya termasuk orang yang meyakini pentingnya Islamic state ala Maududi, dll. Namun setelah banyak berdialektika dengan Prof. Fazlur Rahman, tokoh Neomodernisme Islam, belakangan Buya meyakini bahwa Islam tidak memiliki konsep dan format sistem pemerintahan tunggal dalam hal bernegara. Toh, kasus suksesi kepemimpinan sejak zaman Nabi, sahabat, dan dinasti Islam belakangan, juga memiliki varian model, pola dan sistem yang plural.

Sebagaimana Fazlur Rahman, Buya Syafii akhirnya berkeyakinan bahwa Islam dapat menerima model sistem pemerintahan yang mana saja sepanjang dapat menegakkan: nilai-nilai keadilan social, terbukanya forum musyawarah dan demokrasi yang bisa menerima berbagai pandangan individu maupun kelompok.

Sebagaimana pernayataan al-Quran yang mendorong umat untuk “mau mendengar berbagai pandangan, namun memilih yang terbaik dari berbagai gagasan yang ada.” Tradisi musyawarah modern sebagimana yang sudah puluhan tahun diterapkan di Muhammadiyah, NU dan lain-lain, sudah cukup mewakili sistem pelaksanaan konsep syura dan demokrasi.

Dari Teologi Kematian ke Teologi Kehidupan

Dalam ceramah dan tulisannya, Buya juga mengkritisi sikap segelintir umat yang mengklaim jihad melalui jalan radikalisme hingga terorisme bom bunuh diri. Menurut Buya, mereka itu hanya kumpulan orang-orang yang berani mati tetapi tidak berani hidup. Bagi Buya, Islam justeru sangat mendorong umatnya untuk bekerja keras (jihad), berjuang mengatasi berbagai tantangan kehidupan di dunia, beriman dan beramal saleh sebagai bekal kehidupan di akhirat kelak.

Baca Juga  Kiai Haji Haris Shodaqoh: Sandiaga Uno yang Religius Cocok Mendampingi Ganjar Pranowo

Buya berpandangan bahwa pasukan bom bunuh diri merupakan pekerjaan para pengecut dan tidak bertanggungjawab. Pasukan berani mati merupakan pasukan bunuh diri yang pada hakikatnya menyalahi komitmen keimanan kepada Allah, anti kemanusiaan dan sebagai representasi segelintir umat yang bersumbu pendek.

Sekularisme dan Fundamentalisme Sama-sama Destruktif

Tentang ini Buya menulis: “Sudah berapa kali saya lontarkan bahwa ujung sekularisme dan fundamentalisme hampir setali tiga uang. Sekularisme mengusir Tuhan dari lingkungan manusia karena dianggap sudah mati, sebagaimana Nietzsche pernah mengatakan, sementara fundamentalisme membajak Tuhan untuk kepentingan kekuasaan. Bedanya, sekularisme memberhalakan manusia dalam mencapai tujuannya yang serba duniawi, fundamentalisme berlindung di belakang jargon-jargon religius untuk membunuh peradaban. Rezim Taliban di Afghanistan adalah contoh yang dekat dengan masa kita yang ingin memutar jarum jam ke belakang. Mereka ingin membangun sebuah dunia cita-cita yang akal sehat tidak dapat memahaminya. Perempuan misalnya tidak perlu sekolah dan harus tinggal di rumah.”

Misguided Arabism

Menurut Buya, umat Islam harus mau bersikap jujur dan terbuka bahwa “posisi Islam sekarang masih belum banyak beranjak dari posisinya yang lampau. Sudah hampir satu abad sepeninggal Al-Afghani dan Abduh, belum banyak yang berhasil kita sumbangkan dari segi pemikiran Islam fundamental, demi mengangkat umat ke posisi yang lebih layak. Tanpa adanya keberanian kita untuk menampilkan peta ajaran baru yang tidak sarat oleh “dosa-dosa” sejarah. Buya selalu khawatir bahwa umat akan tetap  berada di posisi buritan peradaban dalam masa yang agak lama. Bagi Buya, Islam dalam peta ajaran yang baru itu haruslah bercorak non-mazhab dan non-sektarian. Khazanah Islam klasik yang kaya raya itu memang perlu dibaca secara serius, tapi sekali-kali tidak untuk diberhalakan.

Buya juga mengkritisi sejarah Islam awal yang tumbuh di wilayah tanah Arab, penuh dengan konflik yakni dimulai dengan munculnya sektarianisme Islam: Sunni, Syiah, Khawarij, dan sejenisnya. Sunni, Syiah Khawarij ini dampak dari perang Siffin yakni konflik elit Arab Islam era awal dimana kader inti Nabi ikut terlibat.

Bahkan konflik sesama umat juga pernah terjadi di antara keluarga dekat Nabi yakni terjadinya perang Jamal antar pasukan Aisyah (isteri Nabi) dan pasukan Ali bin Abi Thalib (keponakan Nabi). Demikian pula, misguided Arabism diwarnai dengan terbunuhnya tiga khalifah Islam (Umar, Usman dan Ali), hingga Hasan-Husein. Misguided Arabism itu juga berlanjut pada dinasti Umayah.

Perbudakan Spiritual

Terkait hal ini, Buya mengoreksi sikap sebagian umat yang mendewa-dewakan keuturunan Nabi, sehingga menghilangkan akal kritis umat terhadap tokoh yang diidolakan. Sejalan dengan pandangan al-Qur’an, kemuliaan seseorang diukur sesuai kadar ketakwaannya, bukan karena garis keturunannya maupun berdasarkan simbol-simbol sosial dan kultural lainnya.

Muhammadiyah Sebagai Gerakan Ilmu

Perhatian Buya terhadap ilmu terutama terpusat pada bidang: agama, filsafat, sejarah, politik, demokrasi, dan kebudayaan. Kecintaannya terhadap ilmu ini mendorong Buya agar kelak Muhammadiyah menjadi pusat gerakan ilmu dan intelektualisme keislaman. Jika Amien Rais mengkritisi Muhammadiyah terkait isu Tauhid Sosial, maka Buya juga ikut mengkritisi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang masih terjebak rutinitas keseharian kerja-kerja praktis kemanusiaan.

Menurut Buya, berbagai AUM yang ada harus ditingkatkan menuju kerja-kerja keilmuan, yang dalam jangka panjang berbagai AUM tersebut menjadi pusat-pusat pengembangan ilmu, sesuai bidang dan potensi daerah masing-masing.

Muhammadiyah NU  Mengawal Indonesia

Pesan terakhir Buya kepada Prof Haedar Nashir, Ketum PP Muhammadiyah, beliau mengingatkan: agar selalu menjaga keutuhan bangsa, keutuhan Muhammadiyah, dan keutuhan umat Islam. Dalam salahsatu pernyataannya Buya juga sangat menekankan pentingnya menjaga kekompakan di kalangan Muhammadiyah dan NU.

Beberapa pernyataan beliau: (1) Muhammadiyah-NU seharusnya tampil menjadi tenda besar bangsa dan negara; (2) Muhammadiyah-NU harus berpikir besar, saling membantu dan saling berbagi; (3)  Muhammadiyah-NU mesti bergandengan tangan untuk menjaga keutuhan Indonesia dari segala macam tangan perusak, termasuk dari mereka yang memakai bendera agama; (4) Muhammadiyah-NU yang mewakili arus utama Islam Indonesia harus semakin menancapkan jangkarnya di samudera Nusantara sedalam-dalamnya; (5) Energi jangan lagi dikuras untuk memburu kepentingan pragmatisme jangka pendek. Islam terlalu besar dan mulia untuk hanya dijadikan kenderaan duniawi yang bernilai rendah; (6) Kedua kubu santri ini dalam kaitannya dalam masalah kenegaraan mesti mengubah paradigma berpikirnya untuk tidak lagi terjebak “berebut lahan” dalam kementerian tertentu yang dapat mempersempit langkah besar ke depan; (7) Sekiranya riak-riak kecil yang “agak aneh” yang menyusup ke dua jamaah santri ini harus cepat disadarkan agar tubuhnya menjadi aman dan kebal terhadap serbuan ideologi impor yang sedang terkapar di tanah asalnya; (8) Apabila benteng Muhammadiyah-NU jebol ditembus infiltrasi ideologi impor dengan teologi kebenaran tunggal, maka integrasi nasional Indonesia, akan goyah dan oleng. Oleh sebab itu, kedua arus besar komunitas santri ini harus tetap awas dan siaga dalam menghadapi segala kemungkinan buruk itu; (9) Pertanyaannya kemudian adalah apakah generasi baru Muhammadiyah-NU yang lebih terbuka   dan relatif punya radius pergaulan yang lebih luas bersedia keluar dari kotak-kotak sempit selama ini? Semestinya tidak ada alasan lagi untuk terus terkurung dalam lingkaran terbatas yang bisa menyesakkan napas dan sia-sia; (10) Muhammadiyah-NU adalah benteng utama untuk membendung infiltrasi ideologi yang telah kehilangan perspektif masa depan untuk Islam, keindonesiaan dan kemanusiaan.

Baca Juga  Gotong Royong Satgas Raider 300 Bersama Masyarakat

Politik Islam dan Pluralisme

Dalam kasus Ahok, Buya berani berbeda pendapat dengan mayoritas umat dan ulama saat itu. Menurut Buya, beliau tidak membela Ahok, tetapi beliau mengoreksi tuduhan bahwa Ahok menghina ulama dan al-Quran. Berdasarkan pembacaan Buya, secara semantik, pidato Ahok di Pulau Seribu, tidak menghina al-Maidah. Buya pun mengkritik rumusan opini MUI tentang Ahok yg dia nilai kurang cermat.

Dalam perjuangannya menegakkan kemanusiaan dan pluralisme, Buya juga termasuk tokoh – bersama Gus Dur – yang merintis keakraban antara Muhammadiyah dan NU. Sebagaimana yang disebut Gus Dur dalam suatu seminar nasional di kampus UMY, bahwa di kalangan Muhammadiyah dan NU masing-masing memiliki kelompok A dan B. Kelompok A Muhammadiyah dan kelompok A di NU sulit bertemu. Namun, kelompok B di Muhammadiyah maupun NU lebih mudah berteman dan bekerjasama.

Buya juga mengkritik politisi yang rabun senja, yang berpikir jangka pendek dan tidak memiliki sikap kenegarawanan, selain hanya mementingkan pribadi dan kelompoknya saja. Buya juga sangat kritis terhadap kelompok agama yang memperalat simbol keagamaan (politik identitas) untuk meraih kekuasaan, namun melupakan pesan utama keagamaan itu sendiri. Melalui forum dialog Maarif Institute, Buya juga telah ikut melahirkan gagasan tentang Fikih Kebinekaan, selain juga menerbitkan secara periodik Jurnal Maarif.

Manusia Pemberani dan Merdeka

Sebagian umat memang belum terbiasa menerima perbedaan pendapat. Tuduhan murtad dan liberal pun sering menghiasi media massa, terutama medsos. Buya yang tulus dan santun ini pun tak luput dari tuduhan negatif tersebut.

Sebagaian umat dan warga bangsa lebih menganut mazhab bullywood alias doyan membully, lebih senang personal judgement, sentimen plus ad hominem, daripada adu data dan argumen. Berbeda sedikit langsung baperan dan tidak mau lagi berdialog dengan santun. Bukankah lawan berpendapat merupakan teman akrab dalam berpikir. Pesan Buya: “Kebenaran itu menyala karena ada yang berani menyatakannya. Kebenaran itu hidup karena ada yang berani menjalaninya.”

Hingga akhir hayatnya, Buya tetap setia mengawal perluasan pembangunan Muallimin, konsisten menakhodai majalah Suara Muhammadiyah,  inspirator pengembangan Logmart, sebagai penasehat spiritual Presiden serta juga menolak tawaran sebagai komisaris BUMN. Masa awal reformasi, Buya juga menolak menjadi ketua PAN dan lebih memilih  memimpin Muhammadiyah. Kebegawanan Buya juga diwujudkan oleh Pascasarjana UMY dengan berdirinya Ahmad Syafii Maarif School Of Political Thought And Humanity.

Demikian beberapa jejak pemikiran Buya yang dapat menjadi bahan kajiab kritis bagi generasi pelanjut beliau. Beberapa riset skripsi, tesis hingga disertasi, dan jurnal, sudah banyak  membedah pemikiran Buya Syafii Maarif. Pemikiran Buya Syafii Maarif tentang Pluralisme Agama ditulis oleh Muhammad Qorib (Disertasi UIN Ciputat, 2012). Untuk lebih mendalami beberapa gagasan Buya dapat dibaca dalam beberapa karya beliau pada link google scholar berikut ini: https://scholar.google.co.id/citations?hl=id&user=wbabRkMAAAAJ&view_op=list_works&sortby=pubdate

Akhirnya kita ucapkan selamat jalan Buya, sudah barang tentu banyak pecinta kemanusiaan dan toleransi yang merasa kehilangan atas kepergian beliau. Seperti penggalan lirik lagu Rhoma Irama: “Kalau sudah tiada, baru terasa …..”.

Selamat menapaki tahapan ruang keabadian, Buya. Kaum muda yang tercerahkan akan terus melanjutkan perjuanganmu, untuk kejayaan peradaban Indonesia di masa depan.

Wallahu a’lam bisshawab.