kilas sepak bolaindokulinerbeautyniquejawara beritawellnesiahubastralythickuliner viralatletic zone hubzoonestifysorotan hari iniSudut LapanganCombatpediaTinta BeritaKuliner HariankuLuxurious BakingLacak Jejak SejarahBerita KecelakaanInformasi Harga SahamUpdate Seputar Berita PenipuanInformasi Seputar Harga EmasBerita Kecelakaan TerkiniBerita PenipuanInformasi Tentang Emasharga emas realtimeHarga Semen IndonesiaInformasi Kenaikan Harga EmasHarga SemenBerita Seputar EsportBerita Seputar KacaFashion IndonesiaBerita Harian SejatiUpdate Berita TerpercayaBerita Utama TerupdateSeklas Kabar BeritaInformasi Berita Bola TerkiniInformasi Berita CepatBerita Terbaru TerpopulerBerita Harian CepatSeputar Berita BolaPacu BeritaUpdate TeknoRanah AutoRumpi TetanggaMega Otomotifdunia faunaJelajah FaunaTatoo Art IndonesiaLoves Diet SehatSkena Fashionprediksi master hari iniUnited GamingFundacion RapalaFakta SehariTren HarapanGadgetkanGosipliciousiNewsComplexiNewsFootballPollux TierFoomer OfficialCommon SightJurnal TempoRuang MistisiNews CombatOhana MagazineLove Food Ready MealsPetite PaulinaBeauty RivalSpecialty Network SllcFilm Terbaru Penuh Pesan MoralMovie AutoAlmansorsMayumioteroCipta WacanaAkademi Keperawatan Yayasan UKIJurnal Keperawatan YUKISekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabayasensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138Round Rock JournalbociljpBiobaeckereiBornheimerBukemersanacokyakisirTrans To FindBrivifybudaya dan alam sulawesi baratprabangkara newsyourbestieSekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah PemudaBalai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan DIYAloha4daloha4daloha4daloha4dbimahokibima88bima88BIMAHOKIbimahokibimahokibimahokibima88basic4d login situs resmiKiyo4dkiyo4dPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola Gacoraktivitas berkelanjutan dan stabilitas putaranbonus dinamis dan respons periodekarakter aktivitas dan variasi rtppola adaptif dan performa objektifriset data dan performa terukurritme putaran dan aktivitas konsistenrtp adaptif dan tren performastatistik modern dan efisiensi aktivitassinkronisasi timing dan bonustiming digital dan stabilitas hasilanalisis karakter bonus sistememosi fokus objektifevaluasi aktivitas digital berkelanjutanpola konsistensi performastabilitas performa adaptifstrategi adaptif konsistenstrategi momentum terukurstrategi pengambilan keputusanstrategi psikologis modernstudi rtp faktor pendukung ekonomi perilaku dan aktivitas efisienfaktor performa dan data historispengalaman pengguna dan hasil tak terdugapreferensi pengguna dan pilihan utamaritme interaktif dan performa konsistenrtp adaptif dan momentum optimalscatter adaptif dan peluang digitalsinkronisasi keputusan dan performasistem interaktif dan strategi virtualvariabel acak dan pola tersembunyievaluasi data karakteristik unikevaluasi variabel acakmomentum efisiensi aktivitas digitalritme harian performartp adaptif jangka panjangstrategi disiplin adaptifstrategi modal terukurstrategi probabilitas bertahapstudi bonus dinamisstudi probabilitas moderndata jangka pendek dan performa konsistenkarakteristik unik dan data komputasionalperilaku digital dan deteksi anomaliprobabilitas real time dan keputusan akuratsimbol dinamis dan stabilitas hasilsimulasi numerik dan strategi terukurstatistik modern dan frekuensi bonusstruktur visual dan pengamatan datavariabel dinamis dan strategi bertahapvolatilitas modern dan ritme efektifevaluasi sistem interaktiffaktor efektivitas bonus berkalapola dan efisiensi keputusansimulasi dinamis ritme aktivitasstrategi adaptif probabilistikstrategi konsistensi performa digitalstrategi perolehan bertahapstrategi pola adaptif modernstudi respons sistem moderntiming aktivitas dan stabilitaspenelitian perilaku digital menemukan fenomena baru dalam pengambilan keputusan modernstudi ilmiah mengungkap alasan manusia tertarik pada pola yang tidak terdugaanalisis psikologi modern menyoroti perubahan cara berpikir generasi digitalpenelitian terbaru menemukan hubungan unik antara perhatian dan pengambilan keputusankajian akademik mengungkap bagaimana manusia merespons ketidakpastian secara alamistudi perilaku manusia menemukan pola adaptasi yang jarang disadari publikpenelitian kognitif mengungkap mekanisme tersembunyi di balik keputusan spontananalisis ilmiah menemukan fenomena baru dalam perilaku pengguna era digitalstudi psikologi digital menyoroti perubahan kebiasaan pada masyarakat modernpenelitian modern mengungkap mengapa perhatian manusia mudah bergeser secara cepatdeteksi peluang dini keputusan strategistarget profit bertahap konsistensi performaprediksi parlay berbasis data objektifpendekatan sederhana meningkatkan akurasi pembacaanadaptasi strategis untuk hasil kompetitifvariasi ritme temporal strategi efektifdinamika kompetisi global bernilai tinggistrategi operasional modern minimalkan keputusanstatistik harian untuk strategi efisienekstraksi nilai data untuk presisi evaluasiteknik evaluasi peluang jangka panjangdinamika odds perspektif probabilitasstatistik harian kelola risiko peluangpola aktivitas harian konsistensi performaanalisis formasi modern untuk peluangtarget profit realistis dukung keputusanpendekatan statistik strategi parlay sistematisefisiensi operasional strategi berbasis datavariasi ritme temporal dan momentumadaptasi strategis mikro penentu konsistensiputaran otomatis untuk sesi terarahstatistik rtp baca pola analitismemahami pola dengan lebih cermatpola bermain panduan waktu stabilrotasi fitur bantu baca momentum teknik dan pola harian terarahupgrade gaya bermain dan ritmeputaran gratis uji pola agresiftransisi game bantu baca momenpola dan respons cepat adaptifdata dan konsistensi hasilperforma digital dan jalur terukurperilaku interaktif dan data rtppola adaptif dan keputusan modernprobabilitas modern dan bonus optimalputaran adaptif dan stabilitas hasilritme aktivitas dan performa konsistensistem pengganda dan bonus berkelanjutanstatistik adaptif dan teknik terukurtiming digital dan momentum performaanalisis efektivitas interaksi digitaleksplorasi variabel acakkajian data adaptif objektifobservasi numerik transisi ritmepanduan sinkronisasi digitalpenelitian karakter dinamisstatistik eksperimental konsistensi responsstrategi probabilitas adaptifstruktur dinamis menariktelaah data empiris modernanalisis faktor bonusanalisis momentum aktivitasmetode observasi rtppendekatan keuangan rasionalsimulasi perubahan ritmestrategi kesabaran stabilstudi pola responstiming aktivitas positiftransformasi perilaku capaianstrategi variabilitas sistemanalisis ritme pengambilan keputusansinkronisasi waktu dengan strategi individualmentalitas kompetitif dukung strategi efektifintegrasi rtp dan timing adaptifpemilihan permainan fondasi profitabilitas berkelanjutanoptimalisasi modal terbatas dengan strategi terukurtransformasi risiko untuk konsistensi performadiversifikasi modal kendali risiko operasionalmodel parlay berbasis datapemahaman unsur permainan dan strategiPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola Gacorekonomi perilaku dan aktivitas efisienfaktor performa dan data historispengalaman pengguna dan hasil tak terdugapreferensi pengguna dan pilihan utamaritme interaktif dan performa konsistenrtp adaptif dan momentum optimalscatter adaptif dan peluang digitalsinkronisasi keputusan dan performasistem interaktif dan strategi virtualvariabel acak dan pola tersembunyialgoritma adaptif dan efisiensi aktivitasbonus observatif dan momentum terukurfokus terstruktur dan strategi stabilkesalahan mikro dan keputusan efektifperilaku digital dan perolehan sistematispola adaptif dan stabilitas performapsikologi dan matematika modernputaran berbasis data dan konsistensitiming real time dan respons adaptifvariabel acak dan sistem pengganda analisis strategi rp95 jutadampak dinamika lingkunganfenomena digital stabilitas performaindikator pergeseran lapanganpanduan siklus interaktifpenelitian respons visualpengujian berulang sistemritme dan efektivitasstrategi adaptasi berbasis datafaktor bantu baca cepatanalisis modal terbatasanalisis momentum aktivitasanalisis sistem adaptifobservasi skema adaptifprobabilitas dinamis keputusan terukurriset tren digitalstrategi kombinasi konsistenstrategi perilaku penggunastudi performa historistiming aktivitas stabilitas performaadaptasi server dan peluang optimalnavigasi visual dan performa stabilpendekatan data dan potensi optimalpengendalian emosi dan strategi efektifperilaku digital dan faktor adaptifpola modern dan strategi adaptifprobabilitas terapan dan pencapaian terukurputaran dinamis dan keputusan psikologisscatter adaptif dan bonus berkelanjutantiming interaktif dan respons konsistenbonus dinamis dan efisiensi aktivitasnumerik modern dan efisiensi keputusanperilaku adaptif dan konsistensi hasilpola interaktif dan strategi observasiprobabilistik sederhana dan performa stabilritme putaran dan perolehan terukurrtp live dan momentum objektifrtp real time dan akurasi prediktifstatistik mobile dan aktivitas terukurtiming responsif dan keputusan akuratbonus adaptif dan pencapaian bertahapfaktor adaptif dan performa konsistenfenomena interaktif dan perubahan sistemkognitif modern dan keputusan adaptifmekanisme adaptif dan dinamika sistemperilaku digital dan respons penggunaputaran dinamis dan struktur variabelstatistik data dan respons modernstrategi terukur dan hasil stabiltiming aktivitas dan strategi efektifanalisis data efisienanalisis stabilitas rngevaluasi statistik performa stabilfenomena scatter dan peluangpola rtp adaptif konsistenpsikologi bermain santairitme permainan dan responsstrategi bonus digitalstrategi respons sistem cepatstrategi taruhan efektifanalisis momentum positifanalisis perubahan trenanalisis rtp jangka panjangbonus adaptif penggunamomentum perubahan kecilobservasi stabilitas performapola interaksi konsistenstrategi perilaku digitalstrategi terukur efisiensi waktustudi indikator menarikbonus adaptif dan respons sistemfaktor performa dan pencapaian bertahapfluktuasi mikro dan timing responspengelolaan emosi dan aktivitas digitalperilaku konsisten dan stabilitas hasilpola dinamis dan respons real timepsikologi adaptif dan keputusan konsistenputaran berulang dan respons interaktifrtp adaptif dan sistem digital visual interaktif dan pendekatan bertahapdata historis dan indikator berulangperilaku digital dan keputusan adaptifpola adaptif dan indikator bonusprobabilitas dinamis dan efisiensi aktivitasrtp real time dan momentum aktivitassiklus sirkadian dan fokus aktivitassimulasi jangka panjang dan pembacaan momentumstatistik modern dan stabilitas hasilstruktur kombinasi dan respons penggunatiming aktivitas dan respons sistemfaktor performa dan efisiensi aktivitaskomunitas digital dan konsistensi aktivitaskomunitas digital dan respons adaptifmetode manual dan pendekatan terukurperilaku digital dan pencapaian bertahappola dinamis dan rtp adaptifputaran modern dan respons penggunateknik sederhana dan keputusan stabilteknologi interaktif dan mekanisme rtpvariabel adaptif dan hasil konsistentransformasi pola pikir untuk konsistensisinergi probabilitas dan stabilitas mentalefektivitas manajemen modal berkelanjutanalokasi modal terukur keputusan rasionalevaluasi strategi modern optimalisasi peluanganalisis unsur permainan berbasis datasinkronisasi waktu bermain dengan pengguna adaptifeksplorasi ritme untuk strategi dinamispemilihan permainan faktor kunci strategiintegrasi rtp dan timingtransformasi mindset untuk performa berkelanjutananalisis pengambilan keputusan strategiskontrol risiko dan kesabaran adaptifsegmentasi modal pengelolaan risikopemilihan permainan ritme profitabilitas jangka panjangintegrasi rtp dan momentum strategi dataevaluasi kombinasi parlay untuk stabilitassinkronisasi waktu dengan strategi individualanalisis ritme peluang adaptifoptimalisasi modal terbatas strategis terukuranalisis perilaku penggunaevaluasi momentum dinamiskajian ritme interaktifmetode komparatif stabilpanduan perubahan strukturpenelitian efisiensi aktivitaspenelusuran penyebab pergeseranpengamatan tren berkelanjutanriset visual adaptifstrategi capaian rp67 jutabonus adaptif dan pencapaian terukurfaktor adaptif dan respons digitalobservasi data dan dinamika sistempengaturan waktu dan efisiensi strategipola temporal dan variasi performaprobabilitas dan stabilitas hasilrtp adaptif dan stabilitas hasilstatistik modern dan keputusan terukurtiming aktivitas dan respons sistemtiming interaktif dan tren aktivitasputaran otomatis untuk sesi terarahstatistik rtp bantu baca polamemahami pola dengan lebih cermatpanduan waktu mengurangi fluktuasi hasilrotasi fitur bantu baca momentumteknik dan pola harian terarahupgrade gaya bermain lebih mudahputaran gratis uji pola agresiftransisi game tepat baca momen krusialpengamatan pola dan respons cepatanalisis dinamika perilaku pemainanalisis rtp historiseksplorasi distribusi simbolevaluasi persepsi pemain digitalkajian mekanisme visualobservasi bonus adaptif penelitian fitur adaptifpola temporal kontemporerritme aktivitas digitalstrategi penelitian longitudinalanalisis karakteristik adaptif unikanalisis strategi moderncara objektif menafsirkan treneksplorasi struktural interaktifobservasi pola konsistenpanduan hubungan komponen digitalpanduan kajian prediktifpanduan sinkronisasi respons digitalstudi faktor capaianstudi faktor respons berkelanjutan

Prof. Dr. Muhammad Azhar; Mengupas Pemikiran Buya Ahmad Syafii Maarif Terkait “Demokrasi Religius”

Prof. Dr. Muhammad Azhar;  Mengupas Pemikiran Buya Ahmad Syafii Maarif  Terkait “Demokrasi Religius”
SHARE

Oleh: Prof. Dr. Muhammad Azhar, MA

Dosen FAI-Pascasarjana UMY & LARI (Lingkar Akademisi Reformis Indonesia)

Jumat, 27 Mei 2022, pukul 10.15 WIB, Buya Ahmad Syafii Maarif mengembuskan nafas terakhirnya, meninggalkan dunia yang fana menuju keharibaan Ilahi yang Maha Kekal dan Abadi. Sebagai mantan pemimpin PP Muhammadiyah, aktivis kemanusiaan, ulama, intelektual, negarawan, guru bangsa, pecinta perdamaian dan kemanusiaan, sosok Buya sudah tidak diragukan lagi, baik di kalangan umat beragama, warga bangsa bahkan dunia. Selain di berbagai forum nasional, beberapa kali Buya Syafii – alumni Muallimin dan Chicago University – juga memberikan pencerahan peradaban di berbagai forum internasional. Gagasan Buya yang humanis dan pluralis, banyak dipengaruhi oleh filosof Muhammad Iqbal, Fazlur Rahman, Jalaludin Rumi, Ibnu Khaldun, Maxim Robinson, dan lain-lain.

Pada Juni 2008, Buya Syafii menerima Ramon Magsysay Award di Filipina, untuk kategori Peace and International Understanding. Carmencita T. Abella, Presiden RMAF, ketika itu, menyampaikan bahwa Buya Syafii  menerima award ini karena komitmen dan kesungguhannya membimbing umat Islam untuk  menyakini dan menerima toleransi dan pluralisme sebagai basis untuk keadilan dan harmoni di Indonesia bahkan di dunia.

Mendapatkan penghargaan bergengsi tersebut Buya menyatakan: “Saya biasa-biasa saja. Malah terlintas di hati saya sebuah pertanyaan apakah saya layak menerima penghargaan itu.”  Bagi Buya yang rendah hati, penghargaan itu terlalu tinggi.

Namun Buya Syafii berharap agar penghargaan yang ia terima ini dapat memberi inspirasi bagi kalangan muda untuk meneruskan perjuangan menegakkan moderasi, inklusivitas dan pluralisme. “Kalau boleh berharap, semoga generasi muda lebih serius memperjuangkan pluralisme dan moderasi. Tapi yang autentik. Tidak berpura-pura,” tegasnya.

Banyak jejak pemikiran Buya yang substantif dan humanis telah diwariskan kepada umat, bangsa Indonesia dan dunia, yang perlu menjadi pegangan moral dan intelektual, terutama bagi kaum muda penerus bangsa Indonesia di masa depan.

Umat Islam Tidur Seribu Tahun

Dalam beberapa ceramah dan wawancaranya, Buya menyampaikan betapa mandeknya pintu ijtihad di dunia Islam, termasuk Indonesia. Buya sering mengutip pandangan gurunya yakni Fazlur Rahman yang menyatakan bahwa “umat Islam sudah tidur seribu tahun.”

Shock therapy yang disampaikan gurunya tersebut tampaknya sangat membekas bagi Buya. Gagasan Sir. Muhammad Iqbal, filosof dan penulis puisi asal Pakistan juga tentu semakin memperkuat ghirah pemikiran Buya tentang pentingnya ijtihad dalam Islam.

Bagi Muhammad Iqbal, konsep ijtihad merupakan “The Principle Movement in Islam”. Hal ini juga sejalan dengan pernyataan Nabi sendiri bahwa orang yang berijtihad, walaupun hasilnya keliru, tetap diberi pahala, sepanjang dilaksanakan secara serius. Itu artinya, Nabi Muhammad SAW tidak pernah menutup pintu ijtihad.

Peluang ijtihad tetap terbuka sepanjang zaman, sebab Islam yang universal akan selalu menghadapi konteks sosial yang dinamis dan partikular (Islam shalihun li kulli zaman (time) wa makan (place). Itu sebabnya, khazanah pemikiran Islam sangat kaya dengan berbagai aliran dan mazhab (school of thought). Sikap tasamuh dan toleransi menjadi suatu keniscayaan di kalangan umat Islam.

Islam Pra Siffin

Terkait fakta historis tentang konflik umat Islam era awal, Buya menyatakan: “Jika Perang unta hanya melibatkan rakyat Kufah sebagai pendukung Ali dan lawannya penduduk Bashra, Perang Siffin telah melibatkan rakyat Suriah dan rakyat Irak. Radiusnya jauh lebih luas dan sifatnya kompleks sekali, korbannya pun puluhan ribu dari kedua belah pihak.”

Dalam bacaan Buya, sebelum Perang Siffin ini, kubu Suni, Syiah, dan Khawarij belum dikenal. Justeru, perang inilah yang memicu munculnya sekte-sekte yang merusak seluruh perjalanan sejarah umat Islam selama sekitar 14 abad. Akankah komunitas Muslim di seluruh dunia tidak juga mau belajar dari drama sejarah yang mengingkari pesan Alquran itu? Kapan umat Islam merasa muak dengan peperangan?

Karena kecewaan Buya dengan konflik Sunni-Syiah dll, maka Buya mengidealisasikan agar umat Islam segera kembali ke zaman Pra Siffin, yakni zaman Nabi, dimana umat Islam belum terpecah-belah.

Yang ideal itu, ujar Buya, umat kembali pada al-Qur’an:
Waqala innani min al-muslimin (Dia berkata bahwa Aku seorang muslim), tanpa embel-embel Sunni, Syiah dll. Buya sendiri baru merasa sadar keluar dari kotak-kotak sektarianisme tersebut mulai tahun 1992.

Kesadaran Buya ini, berdasarkan pada  kajian sejarah dan al-Quran, bahwa umat dilarang pecah berkeping-keping. Dalam konteks ini Buya mengoreksi sikap truth claim yang muncul di kalangan umat. Sebagaimana pernyataan al-Quran (li kulli hizbin bima ladayhim farihun); setiap kelompok cenderung mengklaim kebenaran dan kebaikan kelompoknya sendiri.  Sikap truth claim melahirkan fanatisme glongan, organisasi, aliran, dan sejenisnya.

Baca Juga  Polri Berhasil Tangkap Pelaku Utama kerusuhan di Yahukimo Papua

Lanjut Buya, jika umat betul-betul serius merujuk pada al-Qur’an, maka banyak masalah yang bisa diselesaikan. Namun, menurut Buya, ada dua syaratnya: umat harus mempunyai ‘aqlun shahih (akal yang waras), dan qalbun salim (hati yang bening). Kebeningan hati dan kewarasan berpikir tersebut akan terjaga jika kita jauh dari kepentingan dunia dan subjektivisme sejarah. Jika hal tersebut bisa dilakukan, maka kita bisa menjadi manusia merdeka.

Wujudkan Peta Keadilan Sosial

Buya juga sangat concern dengan konsep keadilan sosial. Untuk konteks Indonesia, menurut Buya, dari lima sila yang ada dalam Pancasila, sila kelima keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan sila yang paling sial. Dalam beberapa tulisannya, Buya mengangakat kisah-kisah inspiratif tentang perjuangan hidup kaum miskin. Bahkan Buya juga pernah menyampaikan dalam satu artikelnya tentang kesusahan warga kampungnya di Sumpur Kudus, Sumbar yang belum memiliki listrik.

Inspirasi tentang sila keadilan sosial ini sedikit banyaknya memang diilhami dari konsep al-Maun yang digagas KHA Dahlan, maupun etika sosial al-Quran tentang fenomena kemiskinan yang digagas oleh gurunya, Fazlur Rahman. Buya seringkali mengkritisi kehidupan politik modern yang serba konsumtif dan kapitalistik. Bahkan Buya juga beberapa kali mengoreksi para pemimpin dan politisi yang rabun senja karena lebih mementingkan kehidupan pribadi dan mengabaikan nasib rakyat jelata.

Berbicara tentang keadilan sosial, Buya seringkali tampil sebagai tokoh yang berkeluh kesah karena perhatiannya yang tinggi tentang hal tersebut. Boleh jadi ini juga akibat terpaan hidup yang serba kekurangan di masa mudanya, hingga harus terus berjuang keras menghidupi keluarga, bahkan setelah pulang dari studi di Amerika.

Menangkap Spirit al-Quran

Buya juga selalu mendorong umat Islam untuk terus menggali berbagai spirit dan pesan-pesan universal yang terkandung dalam al-Qur’an. Menurut Buya, umat Islam seringkali terpenjara dengan tafsiran-tafsiran produk sejarah yang temporer, dan partikular, namun mengabaikan pesan-pesan utama al-Qur’an. Pesan transendental ilahiah, misi kemanusiaan, kajian kritis terhadap sejarah dengan menggunakan akal sehat dan kejernihan hati, menebarkan kedamaian, mempererat persaudaraan seagama dan sesama umat manusia, serta terus memperkaya diri dengan berbagai cabang ilmu sebagaimana yang banyak dicantumkan dalam al-Qur’an.

Buya juga selalu mengingatkan agar umat tidak terlena dengan kehidupan dunia yang serba singkat dan fana ini. Dalam satu kajian Majelis Tarjih, Buya juga mendorong para ilmuan Tarjih untuk terus mengikuti kajian-kajian kritis tentang hadis.

Preman Berjubah

Istilah preman berjubah ini dilontarkan oleh Buya Syafii tahun 2005, sebagai kritik Buya terhadap perilaku segelintir umat yang berpenampilan agamis, namun berjiwa preman dan cenderung “menghalalkan” kekerasan, baik kekerasan verbal maupun kekerasan fisik.

Buya pernah dikiritik karena bertemu mantan Presiden AS, George W. Bush dan dinilai akan menjadi corong AS di Indonesia. Namun Buya justeru mengkritisi balik kaum berjubah tersebut sebagai kumpulan orang yang hanya berani mengepalkan tinju dari kejauhan. Bagi Buya akan lebih terhormat jika berani berhadapan langsung dengan Bush, dengan berkata santun namun tetap tajam mengkritik watak imprialisme Amerika.

Tidak Ada Konsep Negara Islam

Sebelum bertemu gurunya Fazlur Rahman, Buya dulunya termasuk orang yang meyakini pentingnya Islamic state ala Maududi, dll. Namun setelah banyak berdialektika dengan Prof. Fazlur Rahman, tokoh Neomodernisme Islam, belakangan Buya meyakini bahwa Islam tidak memiliki konsep dan format sistem pemerintahan tunggal dalam hal bernegara. Toh, kasus suksesi kepemimpinan sejak zaman Nabi, sahabat, dan dinasti Islam belakangan, juga memiliki varian model, pola dan sistem yang plural.

Sebagaimana Fazlur Rahman, Buya Syafii akhirnya berkeyakinan bahwa Islam dapat menerima model sistem pemerintahan yang mana saja sepanjang dapat menegakkan: nilai-nilai keadilan social, terbukanya forum musyawarah dan demokrasi yang bisa menerima berbagai pandangan individu maupun kelompok.

Sebagaimana pernayataan al-Quran yang mendorong umat untuk “mau mendengar berbagai pandangan, namun memilih yang terbaik dari berbagai gagasan yang ada.” Tradisi musyawarah modern sebagimana yang sudah puluhan tahun diterapkan di Muhammadiyah, NU dan lain-lain, sudah cukup mewakili sistem pelaksanaan konsep syura dan demokrasi.

Dari Teologi Kematian ke Teologi Kehidupan

Dalam ceramah dan tulisannya, Buya juga mengkritisi sikap segelintir umat yang mengklaim jihad melalui jalan radikalisme hingga terorisme bom bunuh diri. Menurut Buya, mereka itu hanya kumpulan orang-orang yang berani mati tetapi tidak berani hidup. Bagi Buya, Islam justeru sangat mendorong umatnya untuk bekerja keras (jihad), berjuang mengatasi berbagai tantangan kehidupan di dunia, beriman dan beramal saleh sebagai bekal kehidupan di akhirat kelak.

Baca Juga  Kesabaran: Kunci Menuju Keberhasilan dalam Menghadapi Rintangan

Buya berpandangan bahwa pasukan bom bunuh diri merupakan pekerjaan para pengecut dan tidak bertanggungjawab. Pasukan berani mati merupakan pasukan bunuh diri yang pada hakikatnya menyalahi komitmen keimanan kepada Allah, anti kemanusiaan dan sebagai representasi segelintir umat yang bersumbu pendek.

Sekularisme dan Fundamentalisme Sama-sama Destruktif

Tentang ini Buya menulis: “Sudah berapa kali saya lontarkan bahwa ujung sekularisme dan fundamentalisme hampir setali tiga uang. Sekularisme mengusir Tuhan dari lingkungan manusia karena dianggap sudah mati, sebagaimana Nietzsche pernah mengatakan, sementara fundamentalisme membajak Tuhan untuk kepentingan kekuasaan. Bedanya, sekularisme memberhalakan manusia dalam mencapai tujuannya yang serba duniawi, fundamentalisme berlindung di belakang jargon-jargon religius untuk membunuh peradaban. Rezim Taliban di Afghanistan adalah contoh yang dekat dengan masa kita yang ingin memutar jarum jam ke belakang. Mereka ingin membangun sebuah dunia cita-cita yang akal sehat tidak dapat memahaminya. Perempuan misalnya tidak perlu sekolah dan harus tinggal di rumah.”

Misguided Arabism

Menurut Buya, umat Islam harus mau bersikap jujur dan terbuka bahwa “posisi Islam sekarang masih belum banyak beranjak dari posisinya yang lampau. Sudah hampir satu abad sepeninggal Al-Afghani dan Abduh, belum banyak yang berhasil kita sumbangkan dari segi pemikiran Islam fundamental, demi mengangkat umat ke posisi yang lebih layak. Tanpa adanya keberanian kita untuk menampilkan peta ajaran baru yang tidak sarat oleh “dosa-dosa” sejarah. Buya selalu khawatir bahwa umat akan tetap  berada di posisi buritan peradaban dalam masa yang agak lama. Bagi Buya, Islam dalam peta ajaran yang baru itu haruslah bercorak non-mazhab dan non-sektarian. Khazanah Islam klasik yang kaya raya itu memang perlu dibaca secara serius, tapi sekali-kali tidak untuk diberhalakan.

Buya juga mengkritisi sejarah Islam awal yang tumbuh di wilayah tanah Arab, penuh dengan konflik yakni dimulai dengan munculnya sektarianisme Islam: Sunni, Syiah, Khawarij, dan sejenisnya. Sunni, Syiah Khawarij ini dampak dari perang Siffin yakni konflik elit Arab Islam era awal dimana kader inti Nabi ikut terlibat.

Bahkan konflik sesama umat juga pernah terjadi di antara keluarga dekat Nabi yakni terjadinya perang Jamal antar pasukan Aisyah (isteri Nabi) dan pasukan Ali bin Abi Thalib (keponakan Nabi). Demikian pula, misguided Arabism diwarnai dengan terbunuhnya tiga khalifah Islam (Umar, Usman dan Ali), hingga Hasan-Husein. Misguided Arabism itu juga berlanjut pada dinasti Umayah.

Perbudakan Spiritual

Terkait hal ini, Buya mengoreksi sikap sebagian umat yang mendewa-dewakan keuturunan Nabi, sehingga menghilangkan akal kritis umat terhadap tokoh yang diidolakan. Sejalan dengan pandangan al-Qur’an, kemuliaan seseorang diukur sesuai kadar ketakwaannya, bukan karena garis keturunannya maupun berdasarkan simbol-simbol sosial dan kultural lainnya.

Muhammadiyah Sebagai Gerakan Ilmu

Perhatian Buya terhadap ilmu terutama terpusat pada bidang: agama, filsafat, sejarah, politik, demokrasi, dan kebudayaan. Kecintaannya terhadap ilmu ini mendorong Buya agar kelak Muhammadiyah menjadi pusat gerakan ilmu dan intelektualisme keislaman. Jika Amien Rais mengkritisi Muhammadiyah terkait isu Tauhid Sosial, maka Buya juga ikut mengkritisi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang masih terjebak rutinitas keseharian kerja-kerja praktis kemanusiaan.

Menurut Buya, berbagai AUM yang ada harus ditingkatkan menuju kerja-kerja keilmuan, yang dalam jangka panjang berbagai AUM tersebut menjadi pusat-pusat pengembangan ilmu, sesuai bidang dan potensi daerah masing-masing.

Muhammadiyah NU  Mengawal Indonesia

Pesan terakhir Buya kepada Prof Haedar Nashir, Ketum PP Muhammadiyah, beliau mengingatkan: agar selalu menjaga keutuhan bangsa, keutuhan Muhammadiyah, dan keutuhan umat Islam. Dalam salahsatu pernyataannya Buya juga sangat menekankan pentingnya menjaga kekompakan di kalangan Muhammadiyah dan NU.

Beberapa pernyataan beliau: (1) Muhammadiyah-NU seharusnya tampil menjadi tenda besar bangsa dan negara; (2) Muhammadiyah-NU harus berpikir besar, saling membantu dan saling berbagi; (3)  Muhammadiyah-NU mesti bergandengan tangan untuk menjaga keutuhan Indonesia dari segala macam tangan perusak, termasuk dari mereka yang memakai bendera agama; (4) Muhammadiyah-NU yang mewakili arus utama Islam Indonesia harus semakin menancapkan jangkarnya di samudera Nusantara sedalam-dalamnya; (5) Energi jangan lagi dikuras untuk memburu kepentingan pragmatisme jangka pendek. Islam terlalu besar dan mulia untuk hanya dijadikan kenderaan duniawi yang bernilai rendah; (6) Kedua kubu santri ini dalam kaitannya dalam masalah kenegaraan mesti mengubah paradigma berpikirnya untuk tidak lagi terjebak “berebut lahan” dalam kementerian tertentu yang dapat mempersempit langkah besar ke depan; (7) Sekiranya riak-riak kecil yang “agak aneh” yang menyusup ke dua jamaah santri ini harus cepat disadarkan agar tubuhnya menjadi aman dan kebal terhadap serbuan ideologi impor yang sedang terkapar di tanah asalnya; (8) Apabila benteng Muhammadiyah-NU jebol ditembus infiltrasi ideologi impor dengan teologi kebenaran tunggal, maka integrasi nasional Indonesia, akan goyah dan oleng. Oleh sebab itu, kedua arus besar komunitas santri ini harus tetap awas dan siaga dalam menghadapi segala kemungkinan buruk itu; (9) Pertanyaannya kemudian adalah apakah generasi baru Muhammadiyah-NU yang lebih terbuka   dan relatif punya radius pergaulan yang lebih luas bersedia keluar dari kotak-kotak sempit selama ini? Semestinya tidak ada alasan lagi untuk terus terkurung dalam lingkaran terbatas yang bisa menyesakkan napas dan sia-sia; (10) Muhammadiyah-NU adalah benteng utama untuk membendung infiltrasi ideologi yang telah kehilangan perspektif masa depan untuk Islam, keindonesiaan dan kemanusiaan.

Baca Juga  Pelantikan IKA STIKP akan Dihadiri Gubernur Sumatera Utara Edi Ramayadi

Politik Islam dan Pluralisme

Dalam kasus Ahok, Buya berani berbeda pendapat dengan mayoritas umat dan ulama saat itu. Menurut Buya, beliau tidak membela Ahok, tetapi beliau mengoreksi tuduhan bahwa Ahok menghina ulama dan al-Quran. Berdasarkan pembacaan Buya, secara semantik, pidato Ahok di Pulau Seribu, tidak menghina al-Maidah. Buya pun mengkritik rumusan opini MUI tentang Ahok yg dia nilai kurang cermat.

Dalam perjuangannya menegakkan kemanusiaan dan pluralisme, Buya juga termasuk tokoh – bersama Gus Dur – yang merintis keakraban antara Muhammadiyah dan NU. Sebagaimana yang disebut Gus Dur dalam suatu seminar nasional di kampus UMY, bahwa di kalangan Muhammadiyah dan NU masing-masing memiliki kelompok A dan B. Kelompok A Muhammadiyah dan kelompok A di NU sulit bertemu. Namun, kelompok B di Muhammadiyah maupun NU lebih mudah berteman dan bekerjasama.

Buya juga mengkritik politisi yang rabun senja, yang berpikir jangka pendek dan tidak memiliki sikap kenegarawanan, selain hanya mementingkan pribadi dan kelompoknya saja. Buya juga sangat kritis terhadap kelompok agama yang memperalat simbol keagamaan (politik identitas) untuk meraih kekuasaan, namun melupakan pesan utama keagamaan itu sendiri. Melalui forum dialog Maarif Institute, Buya juga telah ikut melahirkan gagasan tentang Fikih Kebinekaan, selain juga menerbitkan secara periodik Jurnal Maarif.

Manusia Pemberani dan Merdeka

Sebagian umat memang belum terbiasa menerima perbedaan pendapat. Tuduhan murtad dan liberal pun sering menghiasi media massa, terutama medsos. Buya yang tulus dan santun ini pun tak luput dari tuduhan negatif tersebut.

Sebagaian umat dan warga bangsa lebih menganut mazhab bullywood alias doyan membully, lebih senang personal judgement, sentimen plus ad hominem, daripada adu data dan argumen. Berbeda sedikit langsung baperan dan tidak mau lagi berdialog dengan santun. Bukankah lawan berpendapat merupakan teman akrab dalam berpikir. Pesan Buya: “Kebenaran itu menyala karena ada yang berani menyatakannya. Kebenaran itu hidup karena ada yang berani menjalaninya.”

Hingga akhir hayatnya, Buya tetap setia mengawal perluasan pembangunan Muallimin, konsisten menakhodai majalah Suara Muhammadiyah,  inspirator pengembangan Logmart, sebagai penasehat spiritual Presiden serta juga menolak tawaran sebagai komisaris BUMN. Masa awal reformasi, Buya juga menolak menjadi ketua PAN dan lebih memilih  memimpin Muhammadiyah. Kebegawanan Buya juga diwujudkan oleh Pascasarjana UMY dengan berdirinya Ahmad Syafii Maarif School Of Political Thought And Humanity.

Demikian beberapa jejak pemikiran Buya yang dapat menjadi bahan kajiab kritis bagi generasi pelanjut beliau. Beberapa riset skripsi, tesis hingga disertasi, dan jurnal, sudah banyak  membedah pemikiran Buya Syafii Maarif. Pemikiran Buya Syafii Maarif tentang Pluralisme Agama ditulis oleh Muhammad Qorib (Disertasi UIN Ciputat, 2012). Untuk lebih mendalami beberapa gagasan Buya dapat dibaca dalam beberapa karya beliau pada link google scholar berikut ini: https://scholar.google.co.id/citations?hl=id&user=wbabRkMAAAAJ&view_op=list_works&sortby=pubdate

Akhirnya kita ucapkan selamat jalan Buya, sudah barang tentu banyak pecinta kemanusiaan dan toleransi yang merasa kehilangan atas kepergian beliau. Seperti penggalan lirik lagu Rhoma Irama: “Kalau sudah tiada, baru terasa …..”.

Selamat menapaki tahapan ruang keabadian, Buya. Kaum muda yang tercerahkan akan terus melanjutkan perjuanganmu, untuk kejayaan peradaban Indonesia di masa depan.

Wallahu a’lam bisshawab.