kilas sepak bolaindokulinerbeautyniquejawara beritawellnesiahubastralythickuliner viralatletic zone hubzoonestifysorotan hari iniSudut LapanganCombatpediaTinta BeritaKuliner HariankuLuxurious BakingLacak Jejak SejarahBerita KecelakaanInformasi Harga SahamUpdate Seputar Berita PenipuanInformasi Seputar Harga EmasBerita Kecelakaan TerkiniBerita PenipuanInformasi Tentang Emasharga emas realtimeHarga Semen IndonesiaInformasi Kenaikan Harga EmasHarga SemenBerita Seputar EsportBerita Seputar KacaFashion IndonesiaBerita Harian SejatiUpdate Berita TerpercayaBerita Utama TerupdateSeklas Kabar BeritaInformasi Berita Bola TerkiniInformasi Berita CepatBerita Terbaru TerpopulerBerita Harian CepatSeputar Berita BolaPacu BeritaUpdate TeknoRanah AutoRumpi TetanggaMega Otomotifdunia faunaJelajah FaunaTatoo Art IndonesiaLoves Diet SehatSkena Fashionprediksi master hari iniUnited GamingFundacion RapalaFakta SehariTren HarapanGadgetkanGosipliciousiNewsComplexiNewsFootballPollux TierFoomer OfficialCommon SightJurnal TempoRuang MistisiNews CombatOhana MagazineLove Food Ready MealsPetite PaulinaBeauty RivalSpecialty Network SllcFilm Terbaru Penuh Pesan MoralMovie AutoAlmansorsMayumioteroCipta WacanaAkademi Keperawatan Yayasan UKIJurnal Keperawatan YUKISekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabayasensa138sensa138sensa138sensa138Round Rock JournalbociljpBiobaeckereiBornheimerBukemersanacokyakisirTrans To FindBrivifybudaya dan alam sulawesi baratprabangkara newsyourbestieSekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah PemudaBalai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan DIYAloha4daloha4daloha4daloha4dbimahokibima88bima88BIMAHOKIbimahokibimahokibimahokibima88basic4d login situs resmiKiyo4dkiyo4dbonus adaptif dan interaksi digitalbonus berjenjang dan respons sistempola observasional dan potensi perolehanpola temporal dan momentum aktivitasputaran terukur dan stabilitas aktivitasrtp adaptif dan konsistensi hasilrtp berbasis data dan respons dinamisstatistik modern dan efisiensi aktivitastiming dinamis dan performa optimaltiming multivariat dan dinamika aktivitaspemodelan probabilistik dan peluang terukura href="https://ejournal.undip.ac.id/index.php/interaksi/article/viewFile/9759/30797">pendekatan data dan evaluasi ritmepola simbol dan hasil optimalprediksi rtp dan frekuensi eventputaran terbaru dan kombinasi bernilaiskema statistik dan hasil bertahaptiming digital dan pola scattertiming modern dan strategi adaptiftren putaran dan ritme unikanalisis aktivitas optimalanalisis modern putaran konsistenanalisis momentum konsistenanalisis variabilitas datafaktor putaran gratisobservasi indikator stabilpendekatan statistik modernpenelusuran data real timepola kombinasi berulangpola perubahan ritme data historis dan return stabildurasi aktivitas dan efisiensi rtpfrekuensi dan putaran terukurpendekatan bertahap dan hasil konsistenpengaturan waktu dan respons adaptifperiode optimal dan konsistensi bonusritme terstruktur dan rasio pengembaliansimulasi modern dan pendekatan adaptifstrategi sistematis dan peningkatan hasiltiming aktivitas dan stabilitas pengembalianoptimalisasi modal terbatas berbasis analisisdinamika parlay piala dunia perspektif keputusanpendekatan adaptif untuk variabilitas polastatistik risiko strategi parlay modernpendekatan sederhana untuk profit hariantiming operasional dukung kualitas bermaintransformasi strategi dengan pendekatan adaptif modernefektivitas pendekatan rasional keputusanrtp strategi bermain terukurmodel parlay untuk optimalisasi peluangbonus adaptif dan variasi hasilefisiensi modal dan performa terukurkecerdasan buatan dan pola adaptifmatematika dan aktivitas konsistenperilaku pemula dan bonus dinamisprobabilitas digital dan timing aktivitasrtp adaptif dan momentum hasilstrategi bertahap dan pendekatan terukurteknologi real time dan timing aktivitasvisualisasi pola dan variasi aktivitasPenelitian Perilaku Digital Menemukan Fenomena Baru Dalam Proses Pengambilan Keputusan Generasi Masa KiniStudi Ilmiah Modern Menyoroti Hubungan Antara Algoritma Interaktif Dan Respons Psikologis Pengguna AktifAnalisis Akademis Terbaru Mengungkap Perubahan Pola Perhatian Manusia Di Tengah Perkembangan Teknologi DigitalPenelitian Multidisiplin Menemukan Mekanisme Unik Yang Memengaruhi Interaksi Manusia Dengan Sistem VirtualKajian Psikologi Digital Membahas Faktor Tersembunyi Di Balik Meningkatnya Aktivitas Online Masyarakat ModernStudi Eksperimental Terbaru Mengungkap Bagaimana Teknologi Membentuk Kebiasaan Dan Preferensi Generasi BaruPenelitian Ilmiah Menemukan Korelasi Menarik Antara Pengalaman Virtual Dan Pola Perilaku SosialAnalisis Neuropsikologis Terbaru Membahas Dampak Lingkungan Digital Terhadap Fokus Dan Perhatian ManusiaStudi Perilaku Modern Mengungkap Fenomena Adaptasi Teknologi Yang Semakin Dominan Dalam Kehidupan Sehari HariStudi Akademis Terbaru Membahas Transformasi Perilaku Manusia Akibat Perkembangan Teknologi Berbasis Algoritmastrategi modal terbatas terukurtiming operasional dukung efektivitas bermainpemanfaatan rtp terkini peluang harianinsight pola permainan strategi modernfleksibilitas strategi dalam permainan digitalpendekatan sederhana untuk stabilitas efisiensioptimalisasi parlay jadwal kompetisi globalanalisis ritme untuk keputusan adaptifmodel parlay terukur evaluasi kompetitifintegrasi statistik strategi parlay rasionalpola simbol dominan adaptiffaktor adaptif aktivitas harianprobabilitas modern performa stabilkombinasi scatter aktivitas harianmetode data momen optimaldistribusi perkalian performa maksimalkecerdasan data modern terukurpola perkalian nilai tinggimahjong ways ritme aktivitasfaktor pencapaian aktivitas digitalanalisis temporal dan konsistensi performabonus dinamis dan respons aktivitasfrekuensi interaksi dan perolehan optimalkarakter putaran dan bonus adaptifpola konsisten dan performa stabilpola perilaku dan efisiensi aktivitas putaran adaptif dan stabilitas hasilrtp terukur dan respons sistemtiming observasional dan sinkronisasi aktivitastransformasi keputusan dan pendekatan datatransformasi strategi bermain sistematismodel parlay edukatif untuk pemulaoptimalisasi rtp untuk keputusan bermaindinamika parlay kompetisi global strategispendekatan rasional modal terbatasstrategi minimalis dukung konsistensi hasiltiming operasional dalam evaluasi performaparlay berbasis statistik adaptiffleksibilitas strategi permainan digitalpendekatan adaptif untuk ritmependekatan sistematis prioritas keputusan efektiftiming operasional untuk optimalisasi peluanganalisis ritme untuk strategi adaptifstatistik fondasi evaluasi peluang parlaystrategi profit harian terukur rasionaloptimalisasi parlay momentum kompetisi globalfleksibilitas strategis permainan digital modernoptimalisasi modal terbatas adaptifrtp pendukung keputusan objektifmodel parlay untuk evaluasi peluanganalitik terapan dan dinamika konsistenbonus dinamis dan variasi performadata perilaku dan momentum optimalfrekuensi aktivitas dan performa berkelanjutanjadwal aktivitas dan rtp adaptifpola terstruktur dan interaksi digitalrtp adaptif dan performa terukursinkronisasi timing dan bonusstatistik historis dan pola adaptiftemporal aktivitas dan efisiensi putaranaktivitas digital dan performa terukuraktivitas digital dan stabilitas hasilbonus adaptif dan konsistensi hasilbonus berjenjang dan performa berkelanjutankebiasaan digital dan pola objektifmomentum dan sinkronisasi timingputaran terstruktur dan aktivitas stabilritme interaksi dan timing performartp dinamis dan kinerja statistikvariasi hasil dan data historisstatistik untuk strategi parlay probabilitastransformasi strategi parlay kompetisi globaltiming operasional kunci performa bermainpemanfaatan rtp untuk keputusan rasionaladaptasi strategis permainan digital modernoptimalisasi profit harian yang efisienmodel sederhana untuk keputusan terukurstrategi modal terbatas tingkatkan efektivitasanalisis dinamika untuk strategi adaptifpemahaman momentum strategi berkelanjutandinamika popularitas komunitasinterpretasi rtp variabilitaspemahaman perubahan responspemetaan momentum awalreview visual interaktifstrategi aktivitas digitalstrategi aktivitas efisienstrategi karakter bonusstrategi risiko terkendalistrategi rtp historisbonus dinamis dan konsistensi hasilbonus progresif dan kinerja jangka panjangkonsistensi aktivitas dan performa terukurpola adaptif dan stabilitas performaputaran terstruktur dan efisiensi sistemritme temporal dan timing optimalrtp adaptif dan variasi performasinkronisasi aktivitas dan respons objektiftiming observasional dan momentum aktivitasvariasi performa dan data historisdata historis siklus baruperubahan rtp referensi strategiwaktu sorotan komunitas pemainfrekuensi putaran waktu tertentupola adaptif pemain senior pola frekuensi perubahan ritmedistribusi probabilitas dinamis modernsiklus berulang jangka panjangvariabel statistik perubahan ritmefrekuensi berulang sorotan besarPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola Gacorputaran otomatis untuk pemula tenangtiming tepat baca peluang terarahgaya santai membantu ritme bermaintren terkini langkah lebih terukurgrafik bermain untuk evaluasi strategitarget awal pola bermain sistematisanalisis pola terukur lebih stabilpola membaca kesempatan dengan cermatlangkah awal tepat arah bermainpengalaman bermain jadi strategi efektifanalisis data observasionalevaluasi probabilistik berkelanjutankajian bonus adaptifmodel prediktif timing rtppola adaptasi konsistensiritme interaksi performa adaptifstrategi parameter waktustrategi pola adaptifstudi bonus dinamisstudi momentum aktivitasaktivitas terukur dan pendekatan momentumbonus adaptif dan aktivitas berulangbonus dinamis dan aktivitas modernmodel prediktif dan data historispengelolaan sumber daya dan performaperilaku digital dan dinamika berkelanjutanritme aktivitas dan dinamika hasilrtp berbasis waktu dan hasil stabiltiming dinamika dan respons sistemvariabel multidimensi dan performa adaptifbonus berjenjang dan respons dinamisbonus dinamis dan efektivitas aktivitaspendekatan adaptif dan performa berkelanjutanpola dinamis dan stabilitas aktivitasputaran sistematis dan performa konsistenrtp berbasis data dan performa objektifsinkronisasi aktivitas dan konsistensi hasilstatistik modern dan aktivitas konsistentiming adaptif dan momentum terukurtiming terstruktur dan aktivitas stabilpola aktivitas harian efisienprobabilitas modern momentum aktivitasdata temporal performa sistemvariabel acak periode optimalstatistik pola aktivitas akuratsistem adaptif stabilitas performamahjong ways pola terbarufaktor tersembunyi dinamika sistemrtp bonus scatter adaptifmahjong ways rng adaptifanalisis pola adaptifanalisis rtp konsistenanalisis rtp strategi terukurindikator timing momentum positifmembaca momentum aktivitasriset efisiensi putaranritme dan respons sistemstrategi performa stabilstudi perilaku digitaltiming dan hasil lebih baik bonus dinamis dan stabilitas performafrekuensi bonus dan respons sistempendekatan data dan aktivitas digitalpola adaptif dan konsistensi performapola adaptif dan performa berkelanjutanputaran terstruktur dan aktivitas konsistenrtp adaptif dan variasi performasinkronisasi ritme dan momentum aktivitastiming aktivitas dan dinamika hasiltiming dan distribusi aktivitaspola aktivitas harian efisienprobabilitas modern momentum aktivitasdata temporal performa sistemvariabel acak periode optimalstatistik pola aktivitas akuratsistem adaptif stabilitas performamahjong ways pola terbarufaktor tersembunyi dinamika sistemrtp bonus scatter adaptifmahjong ways rng adaptiftren frekuensi responsstudi respons visual adaptifstudi keterlibatan penggunaanalisis data historisanalisis narasi digitalpenelitian rtp statistikpola visual menghindari kesalahananalisis perubahan momentum digitalteknologi prediktif datastudi putaran adaptifanalisis potensi performaanalisis respons visual digitalevaluasi pendekatan modernkajian rtp adaptifkajian stabilitas performapenelitian efisiensi adaptifritme aktivitas pagistrategi momentum efektifstrategi stabilitas performa adaptifstudi sistem rtp objektifanalisis performa kandang dan tandangpendekatan efisien berbasis data strategispola tim dukung momentum kompetitifevaluasi performa tim secara analitisstrategi adaptif untuk meningkatkan akurasistatistik harian dasar strategi sistematistarget profit realistis jangka panjangmetode sederhana identifikasi peluang probabilitaseksplorasi nilai tersembunyi analisis datavariasi temporal dalam evaluasi peluangbonus dinamis dan performa terukurfokus dan pengambilan keputusanpendekatan data dan pola aktivitasputaran nonkonvensional dan stabilitas performaritme putaran dan konsistensi aktivitasrtp historis dan performa adaptifsimbol dinamis dan hasil berkelanjutanskema adaptif dan momentum rtptiming respons dan variasi bonustransparansi sistem dan timing aktivitasanalisis perubahan respons pemainanalisis pola responsanalisis stabilitas performacara baca tren terukurkajian rtp realtimestrategi konsistensi keputusanstrategi perilaku pemainstudi perilaku digitaltiming aktivitas ritme momentumtren komunitas menarik pemainvariasi temporal dukung strategi dataefisiensi strategis untuk optimalisasi hasiladaptasi taktis dukung profitabilitas menengahmodel keputusan sederhana strategis tinggiprediksi parlay berbasis data objektiftarget profit realistis untuk stabilitasstatistik harian penguatan kualitas keputusanteknik evaluasi peluang sistematisdinamika kompetisi global bernilai tinggiidentifikasi value data untuk keputusan rotasi disiplin dan rtp terukurstrategi menyusun pola kemenangan cermatpemahaman pola putaran terstruktur rasionaljadwal bermain teratur kurangi acakpengelolaan putaran gratis lebih stabilanalisis detail jalur bermain fokus efisienmembaca momentum dengan lebih tepatsinkronisasi pola bermain terarah terukurritme terukur membantu evaluasi sesitren aktivitas baca hasil stabilanalisis ritme harian efisiensi keputusaneksplorasi nilai tersembunyi data digitaloptimalisasi prediksi dengan data multivariattransformasi evaluasi peluang kontemporerstrategi adaptif untuk pengelolaan peluanganalisis probabilitas odds globalevaluasi peluang penentu kualitas keputusanstatistik harian untuk strategi datatarget profit realistis untuk stabilitasefisiensi strategis untuk optimalisasi hasilstrategi cerdas peluang kemenangan maksimalmetode membaca pola teknik fleksibelrotasi game dan rtp harmoni kemenanganalur permainan sistematis dengan analisisritme bermain menuju hasil maksimalmenyelaraskan pola bermain tren terkini profitstrategi lebih terarah sebagai penandacara menyesuaikan waktu agar untungcara kerja putaran lebih untungcara strategis mengelola frekuensi bermainanalisis indikator momentum positifanalisis risiko efisienbonus dan momentumevaluasi dinamis rtpkajian rtp adaptifpenelitian timing harianpengujian statistik terkinistrategi pola pergerakan terukurstrategi timing efektiftren bonus berkelanjutankalibrasi bonus dinamismekanisme sistem pola temporalpanduan dinamika digitalstrategi aktivitas multidimensistrategi digital sederhanastrategi dinamika bonus modernstrategi performa berkelanjutanstrategi rtp adaptifteknik manual timing interaksiteknologi digital rtpvariasi temporal aktivitas adaptifpendekatan analitis evaluasi performa globalstatistik harian untuk peluang relevanstrategi efisien berbasis datametode analisis modern untuk keputusanstrategi sederhana menjaga stabilitas konsistensieksplorasi nilai informasi analisis dataidentifikasi peluang dengan evaluasi terstrukturtarget profit sebagai pengendalian risikoprediksi statistik pendukung keputusan objektifPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola Gacoranalisis konsistensi responsanalisis struktur aktivitasanalisis variabel penting sistembonus berbasis perilakukebiasaan aktivitas efisienpola dinamis momentumritme digital akurasi evaluasistrategi capaian 87 jutastrategi mengenali trenstudi interaksi digital stabilanalisis performa dataanalisis pola responsanalisis timing adaptifkajian bonus adaptifkajian bonus aktivitas digital penelitian rtp dinamispola temporal stabilstrategi aktivitas linear adaptifstudi frekuensi interaksistudi momentum digitalaktivitas sederhana lebih produktifanalisis pola bonuskajian visual interaktifriset bonus bertingkatstrategi efisien periode dinamisstrategi fokus harianstrategi momentum digitalstrategi timing konsistenstudi respons emosionalstudi stabilitas aktivitas digitalvariasi temporal dalam strategi adaptiftarget profit realistis kendalikan risikodinamika kompetisi global bernilai tinggiefisiensi strategis transformasi peluang modernanalisis formasi dan tren kompetitifstrategi terintegrasi untuk optimalisasi performaprediksi parlay berbasis data objektiftransformasi data dengan analisis sistematisstatistik harian untuk keputusan terukurmetode evaluasi peluang untuk objektivitasanalisis ritme harian peluang strategisdinamika kompetisi global bernilai tinggiprediksi parlay berbasis data untuk optimalisasitarget profit realistis jangka panjangevaluasi formasi tim profitabilitas bulananefisiensi operasional pengambilan keputusanstatistik harian kendalikan bias keputusanpola sederhana untuk optimalisasi hasiltransformasi data melalui analisis sistematismetode evaluasi peluang untuk keputusan objektifgates olympus rp128jutaindikator krusial data realtimemomentum potensial terukur adaptifperspektif baru momentum dinamispola dinamis efektivitas hasilpola tersembunyi bonus cepatritme sistem visual digitalsinyal awal lonjakan signifikansinyal tersembunyi bonus mendalamtren objektif variabel acakanalisis psikologi keputusanobservasi perilaku pengguna baruritme aktivitas modern dinamisstrategi modal terbatasstrategi momentum efektifstrategi pengelolaan risikostrategi perilaku digital efektifstrategi pola interaktifstrategi sistem adaptifstudi rtp momentumanalisis bonus adaptifanalisis konsistensi keputusananalisis rtp real timepenelitian momentum aktivitasstrategi keputusan berbasis datastrategi perilaku adaptifstrategi perilaku pemainstrategi variansi pemainstudi frekuensi simboltiming aktivitas interaksibonus adaptif dan stabilitas hasilfaktor probabilistik dan performa konsistenfenomena data dan efisiensi aktivitasperilaku digital dan risiko keputusanpola interaktif dan momentum objektifrng dan stabilitas performartp terkini dan pendekatan adaptifsistem modern dan respons analitisstatistik terukur dan strategi berkelanjutantiming aktivitas dan performa terukurbonus bertingkat dan pengelolaan risikoperilaku probabilistik dan performa harianpola dinamis dan efektivitas putaranrtp dan frekuensi keputusansimulasi data dan modal terukur statistik modern dan pola terukurstrategi terukur dan peluang optimalstruktur variabel dan evaluasi datatiming aktivitas dan momentum optimalvolatilitas dan bonus adaptifanalisis respons visualanalisis rtp dinamisevaluasi timing berbasis datakajian potensi performapendekatan matematis terapanpenelitian aktivitas adaptifpola adaptif probabilitasstrategi interaksi digital adaptifstrategi stabilitas jangka menengahstudi sinkronisasi waktuanalisis ritme temporal strategisefisiensi strategis transformasi metode bermainprediksi parlay berbasis statistikevaluasi taktik untuk strategi kompetitifmodel operasional presisi berbasis datadinamika odds perspektif probabilitasstatistik historis untuk evaluasi strategitarget profit realistis stabilitas performapola dan momentum strategi adaptifeksplorasi nilai data objektifpenelitian blackjack mengungkap pola keputusan manusia dalam ketidakpastianstudi poker menyoroti strategi adaptif berbasis analisis probabilitasanalisis roulette mengungkap hubungan risiko dan perhatian manusiapenelitian baccarat menemukan fenomena baru perilaku digital modernkajian stud poker membahas adaptasi strategi dalam kompetisistudi sic bo mengungkap respons manusia terhadap polapenelitian bull bull menyoroti persepsi peluang generasi digitalanalisis dragon tiger membahas dinamika perhatian dan keputusanstudi super niu niu mengungkap perilaku adaptif modernpenelitian blackjack menyoroti mekanisme psikologis dalam pengambilan keputusananalisis ritme harian adaptifevaluasi probabilistik kompetisi globalstatistik harian fondasi strategi datastrategi sederhana dengan efisiensi operasionalevaluasi adaptasi taktis untuk peluangtarget profit realistis untuk stabilitasprediksi berbasis data untuk keputusantransformasi strategi modern terukurmetode evaluasi peluang untuk performaekstraksi nilai data untuk analisisaktivitas digital dan performa terukurbonus bertingkat dan konsistensi aktivitasbonus dinamis dan strategi adaptifdistribusi putaran dan momentum terukurperilaku data dan keputusan efektifpola adaptif dan stabilitas hasilrtp berkelanjutan dan variasi kinerjasinkronisasi timing dan performatemporal aktivitas dan timing konsistenvariasi hasil dan data historisanalisis bonus berbasis observasianalisis strategi keuanganevaluasi aktivitas berkelanjutanindikator konsistensi keputusanpenelitian scatter adaptifstrategi pemrosesan informasistrategi rtp real timestrategi teknologi adaptifstudi simulasi stabilitas performastudi timing aktivitasbukti empiris dan aktivitas terukurinteraksi digital dan probabilitaskarakter putaran dan efektivitas pendekatankecerdasan adaptif dan respons efektifpendekatan terukur dan perolehan optimalprobabilitas terapan dan dinamika aktivitasrisiko peluang dan keputusanritme dan respons sistemsistem responsif dan pengalaman interaktiftiming aktivitas dan pergeseran momentumanalisis perilaku adaptifanalisis timing putaran behavioral economics insentifpenelitian ritme hasilprediksi probabilistik modernstabilitas performa statistikstrategi adaptif efisienstrategi capaian 95 jutastrategi kelola bonus digitalstrategi pola visual momentumanalisis struktur kombinasikajian probabilitas modernmembaca perubahan momentumpenelitian waktu aktivitas positifriset bonus adaptifstrategi digital terukurstrategi modal terbatasstrategi pola stabilitasstrategi timing aktivitasstudi data historisPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola Gacor

Agoes Hendriyanto, Hakikat Kalimat dan Jenis-jenisnya

Agoes Hendriyanto, Hakikat Kalimat dan Jenis-jenisnya
SHARE

Oleh: Agoes Hendriyanto

 Hakikat Kalimat

Pengertian Kalimat

Bahasa terdiri atas dua lapisan, yaitu lapisan bentuk dan lapisan makna yang dinyatakan oleh lapisan bentuk tersebut. Bentuk bahasa terdiri atas satuan-satuan yang dapat dibedakan menjadi dua satuan, yaitu satuan fonologi dan satuan gramatikal. Satuan fonologi meliputi fonem dan suku, sedangkan satuan gramatikal meliputi wacana, kalimat, klausa, frase, dan morfem.

Kalimat biasanya didefinisikan sebagai susunan kata-kata yang memiliki pengertian yang lengkap. Artinya, di dalam kalimat itu ada unsur subjek (S), yakni unsur yang dibicarakan. Ada unsur predikat (P), yakni unsur yang menyatakan apa yang dilakukan oleh unsur S atau apa yang dialami oleh unsur S itu. Mungkin ada unsur objek (O), yakni unsur sasaran dari tindakan yang dilakukan oleh unsur S. Lalu mungkin juga ada unsur keterangan (K), yakni unsur yang menerangkan tentang waktu, tempat, cara, dan sebagainya (Chaer, 2010: 36).

Dalam bukunya yang lain Chaer (2008: 5) menambahkan bahwa kalimat adalah satuan sintaksis yang dibangun oleh konstituen dasar (biasanya berupa klausa), dilengkapi dengan konjungsi (bila diperlukan), disertai dengan intonasi final  (deklaratif, interogatif, imperatif, atau interjektif).

Kalimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulisan, yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir yang diikuti oleh kesenyapan yang mencegah terjadinya perpaduan ataupun asimilasi bunyi ataupun proses fonologis lainnya. Dalam wujud tulisan berhuruf Latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.), tanda tanya (?), atau tanda seru (!). Sementara itu, di dalamnya disertakan pula berbagai tanda baca seperti koma (,), titik dua (:), tanda pisah (-), dan spasi.

Tanda titik, tanda tanya, dan tanda seru sepadan dengan intonasi akhir, sedangkan tanda baca lain sepadan dengan jeda. Spasi yang mengikuti tanda titik, tanda tanya, dan tanda seru melambangkan kesenyapan. (Alwi, dkk. 2003: 311). Sedangkan menurut Putrayasa (2008: 20), kalimat adalah satuan gramatikal yang dibatasi oleh adanya jeda panjang yang disertai nada akhir naik atau turun.

Dari beberapa pendapat pakar di atas, penulis mengacu pada pendapat Alwi dkk., dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia yang mengemukakan bahwa kalimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulisan, yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Menurut penulis pendapat Alwi dkk. Sangat lengkap dan jelas. Hal itu karena Alwi dkk. memberikan batasan dari segi lisan dan tulisan serta mengungkapkan cara penulisan sebuah kalimat.

Ciri-ciri kalimat

Berikut ini adalah ciri-ciri kalimat:

  1. Pada bahasa lisan diawali dengan kesenyapan serta diakhiri dengan kesenyapan
  2. Pada bahasa tulis diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan titik(.), tanda Tanya (?), serta tanda seru(!).

Hubungan fungsi unsur-unsur dalam kalimat

Kalimat terdiri atas beberapa unsur yang membentuknya. Berikut akan dijelaskan mengenai unsur-unsur kalimat menurut Alwi (2003: 326), Widjono (2011: 148), dan Mulyono (2012: 47).

Subjek

Subjek atau pokok kalimat merupakan unsur utama kalimat. Subjek menentukan kejelasan makna kalimat. Penempatan subjek yang tidak tepat dapat mengaburkan makna kalimat. Keberadaan subjek dalam kalimat berfungsi (1) membentuk kalimat dasar, kalimat luas, kalimat tunggal, kalimat majemuk, (2) memperjelas makna, (3) menjadi pokok pikiran, (4) menegaskan/memfokuskan makna, (5) memperjelas pikiran ungkapan, dan (6) membentuk kesatuan pikiran (Widjono, 2011: 148).

Predikat

Seperti halnya dengan subjek, predikat kalimat kebanyakan muncul secara eksplisit. Keberadaan predikat dalam kalimat berfungsi (1) membentuk kalimat dasar, kalimat tunggal, kalimat luas, kalimat majemuk, (2) menjadi unsur penjelas, yaitu memperjelas pikiran atau gagasan yang diungkapkan dan menentukan kejelasan makna kalimat, (3) menegaskan makna, (4) membentuk kesatuan pikiran, dan (5) sebagai sebutan (Widjono, 2011: 148).

Objek

Kehadiran objek dalam kalimat bergantung pada jenis predikat kalimat serta ciri khas objek itu sendiri. Predikat kalimat yang berstatus transitif mempunyai objek. Biasanya, predikat ini berupa kata kerja berkonfiks me-kan, atau me-i, misalnya mengambilkan, mengumpulkan, mengambili, melempari, mendekati. Dalam kalimat, objek berfungsi (1) membentuk kalimat dasar pada kalimat berpredikat transitif, (2) memperjelas makna kalimat, dan (3) membentuk kesatuan atau kelengkapan pikiran (Widjono, 2011: 149).

Pelengkap

Pelengkap adalah unsur kalimat yang berfungsi melengkapi informasi, mengkhususkan objek, dan melengkapi struktur kalimat (Widjono, 2011: 150).

Keterangan

Keterangan kalimat berfungsi menjelaskan atau melengkapi informasi pesanpesan kalimat. Tanpa keterangan, informasi menjadi tidak jelas. Hal ini dapat dirasakan kehadirannya terutama dalam surat undangan, laporan penelitian, dan informasi yang terkait dengan tempat, waktu, sebab, dan lain-lain (Widjono, 2011:150)

Konjungsi

Menurut Widjono, konjungsi adalah bagian kalimat yang berfungsi menghubungkan (merangkai) unsur-unsur kalimat dalam sebuah kalimat (yaitu subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan), sebuah kalimat dengan kalimat lain, dan sebuah paragraf dengan paragraf lain.

Modalitas

Menurut Widjono, modalitas dalam sebuah kalimat sering disebut keterangan predikat. Modalitas dapat mengubah keseluruhan makna sebuah kalimat. Dengan modalitas tertentu makna kalimat dapat berubah menjadi sebuah pernyataan yang tegas, ragu, lembut, pasti, dan sebagainya

Baca Juga  Agoes Hendriyanto, Nimas Permata Putri; Learning Theory and Language Education

Kalimat Aktif Minimal Terdiri Dari Subyek Dan Juga Predikat

  1. Predikat transitif disertai dengan objek, predikat intransitive bisa disertai dengan pelengkap.
  2. Mengandung anggapan yang lengkap.
  3. Menggunakan urutan yang logis di setiap kata maupun kelompok kata yang dimana mendukung fungsi (SPOK) dan disusun ke dalam satuan sesuai dengan fungsinya.
  4. Mengandung: satuan makna, ide, atas pesan yang jelas.
  5. Dalam paragraf yang terdiri dari dua kalimat atau lebih, kalimat-kalimat tersebut disusun ke dalam satuan makna pikiran yang saling berkaitan. Hubungan dijalin melalui konjungsi, pronominal/kata ganti, repetisi/struktur sejajar.
  6. Kalimat terhubung dari berbagai unsur-unsur pembentuknya, meliputi subjek, predikat, objek, pelengkap, keterangan, konjungsi, modalitas. Kesemuanya saling terkait dan mengandung pikiran yang utuh.

Sebelum mengenal lebih jauh mengenai kalimat aktif dan kalimat pasif dalam tata bahasa Indonesia, apa pengertian dari keduanya? Kalimat aktif dapat diartikan sebagai kalimat yang subjeknya melakukan aktivitas atau tindakan dan menggunakan kata kerja tertentu dalam aktivitas atau tindaknnya tersebut. Kalimat ini sangat mudah untuk dipahami karena sebagian besar dapat ditemukan dalam teks bacaan yang sehari-hari dinikmati.

Keberadaannya sangat berguna mengingat kalimat ini dapat menyampaikan pesan atau informasi dengan lebih jelas dan lebih tepat kepada penerimanya. Disebut sebagai kalimat aktif karena subjek dalam kalimat ini hanya dapat melakukan sesuatu terhadap objek karena adanya sebuah perantara.

Kalimat aktif berfungsi untuk memberikan penjelasan mengenai aktivitas atau tindakan yang dilakukan oleh seseorang baik sedang atau telah melakukan sesuatu. Keberadaan subjek, predikat, dan biasanya ditambahkan dengan keterangan menjadi hal yang ditekankan dalam penggunaannya dalam percakapan atau dalam tulisan. Kalimat ini perlu dimaksimalkan dalam penggunaannya terutama bagi yang sedang belajar atau mendalami bahasa Indonesia, baik itu penulisan atau penyampaiannya.

Sedangkan kalimat pasif merupakan kalimat yang subjeknya mendapatkan perlakuan, tindakan, atau pemberian kata kerja tertentu dalam aktivitas atau tindakannya. Dengan kata lain, kalimat pasif menunjukkan bahwa subjek merupakan bagian yang menjadi tujuan dari adanya suatu tindakan yang sedang atau telah dilakukan. Dalam struktur kalimat pasif, maka subjek menjadi bagian yang dikenakan suatu tindakan atau aktivitas. Subjek dalam kalimat pasif tidak berposisi sebagai pelaku, melainkan peran pelaku dipegang oleh objek.

Pada dasarnya, kedua kalimat bertolak belakang dalam penggunaannya. Namun, keduanya memiliki hubungan dimana kalimat aktif dapat diubah menjadi kalimat pasif dan sebaliknya. Sebuah kalimat pasif juga dapat diubah menjadi kalimat pasif. Baik kalimat aktif dan kalimat pasif, keduanya sama-sama saling terhubung satu sama lain.

Ciri-ciri Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif

Kalimat aktif dan kalimat pasif memiliki ciri-ciri yang berbeda untuk beberapa penggunaannya secara tulisan atau lisan. Ciri-ciri kalimat aktif yaitu sebagai berikut.

  1. Imbuhan Me- atau Ber- pada Predikat

Imbuhan me- atau ber- dalam kalimat aktif memiliki peranan yang penting karena dapat membedakannya dengan kalimat yang lainnya termasuk kalimat pasif. Imbuhan ini terletak pada predikat kalimat yang menjelaskan atau menerangkan suatu tindakan yang dilakukan oleh subjek. Predikat dalam kalimat aktif merupakan kata kerja yang menunjukkan suatu aktivitas yang dilakukan oleh subjek. Adanya imbuhan membuat predikat berubah menjadi kata kerja aus. Maksud dari kata kerja aus adalah kata yang tidak memerlukan imbuhan karena jika diberi imbuhan maka akan menjadi ambigu dan maknanya tidak ada.

Imbuhan pada predikat juga membuat kalimat yang akan disampaikan akan menjadi tidak jelas dan tidak sesuai dengan tujuan yang akan disampaikan. Beberapa kata kerja diantaranya yaitu makan, tidur, mandi, pulang, dan sebagainya. Kata-kata tersebut jika diberi imbuhan, maka maknanya akan berbeda sangat jauh. Apabila menemukan kata aus dalam sebuah kalimat atau dalam rangkaian kalimat, hampir bisa dipastikan itu merupakan kalimat aktif.

  1. Subjek Melakukan Tindakan Secara Langsung

Kalimat aktif menunjukkan bahwa subjek sedang atau telah melakukan tindakan langsung yang memberikan kemudahan bagi pembaca karena dapat memahami maksud dari penulis. Dengan hal tersebut, makna yang terkadang dalam tulisan penulis dapat lebih sempurna disampaikan kepada penerima sehingga dapat mengurangi perbedaan persepsi.

  1. Memiliki Pola SPOK (Subjek-Predikat-Objek-Keterangan) atau SPK (Subjek-Predikat-Keterangan)

Pola subjek diikuti predikat dan objek ditambah dengan keterangan mungkin tidak asing untuk dikenal karena materi ini dipelajari dalam bahasa Indonesia. Dalam menulis atau menyampaikan kalimat aktif, tata urutan pola tersebut harus diikuti agar dapat memberikan informasi yang jelas dan benar. Kalimat aktif dapat berupa SPOK atau juga berupa SPK, tergantung bagaimana cara penulis atau penyampaian ingin menyampaikan dalam kalimat tertentu.

Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika mengidentifikasi keberadaan kalimat pasif yaitu sebagai berikut:

  1. Imbuhan ter-, di-, ter- an, ter- ke- an pada Predikat

Kata imbuhan dalam kalimat pasif menunjukkan subjek dalam kalimat tersebut berperan sebagai pihak yang dikenai pekerjaan atau berperan sebagai korban. Jika imbuhan di atas dalam predikat ditemui pada suatu kalimat, maka kalimat tersebut termasuk dalam kalimat pasif.

  1. Subjek Tidak Melakukan Tindakan Secara Langsung
Baca Juga  Upacara Adat Jangkrik Genggong Pacitan

Jika dalam kalimat aktif subjek merupakan pihak yang melakukan tindakan secara langsung, lain halnya dengan kalimat pasif. Di dalam kalimat ini, subjeknya berubah menjadi pihak yang dikenakan suatu tindakan. Posisi subjek dalam kalimat pasif merupakan objek dalam kalimat aktif dan sebaliknya.

  1. Memiliki Kata Ganti yang Dapat Menunjukkan Suatu Kepunyaan

Kata ganti yang menunjukkan kepunyaan baik itu orang pertama, kedua, atau ketiga disebut dengan pronomina persona. Dalam pembentukan suatu kalimat, pronomina persona bisa bergabung dengan subjek atau objek dan predikat dengan objek. Apabila pronomina persona bergabung dengan predikat dan objek, maka bisa dipastikan kalimat tersebut termasuk dalam kalimat pasif. Selain itu, pada bagian objek biasanya ditandai dengan adanya kata “oleh” atau “dengan”, namun hal ini tidak begitu berpengaruh. Sebab, ada tidaknya kata tersebut tidak merubah makna dari kalimat pasif tersebut.

Jenis-Jenis Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif

Dalam susunannya, kalimat aktif dapat dibedakan menjadi empat yaitu transitif, intransitif, semitransitif, dan dwitransitif.

1.Kalimat Aktif Transitif

Kalimat ini merupakan kalimat yang memerlukan objek dalam susunan kalimatnya agar dapat melengkapi rangkaiannya. Dalam penggunaannya, transitif dapat diubah menjadi pasif dengan cara mengubah kata kerjanya menjadi bentuk pasif dengan imbuhan. Selain itu, untuk mengubahnya menjadi pasif maka posisi subjek dengan objek harus ditukar agar susunannya menjadi lebih tepat. Susunan kalimatnya menjadi subjek-predikat-objek.

  1. Kalimat Aktif Intransitif

Kalimat aktif intransitif merupakan kalimat yang merupakan kebalikan dari transitif, dimana objek merupakan unsur yang tidak diperlukan dalam susunannya. Sebagai ganti dari hilangnya peran objek, maka kata keterangan atau kata pelengkap ditambahkan di dalamnya. Kalimatnya dapat dirangkai menjadi subjek-predikat-keterangan atau pelengkap. Hilangnya posisi objek membuat kalimat ini tidak dapat diubah menjadi pasif.

  1. Kalimat Aktif Semitransitif

Kalimat ini merupakan kalimat yang tidak memerlukan objek dalam rangkaian kalimat dan hanya bisa diikuti oleh unsur pelengkap saja. Kalimat aktif semitransitif tidak dapat diubah menjadi kalimat pasif karena tidak adanya objek di dalamnya.

  1. Kalimat Aktif Dwitransitif

Kalimat aktif yang terakhir adalah dwitransitif dimana kalimat ini terbentuk dari tambahan objek dan pelengkap dalam kalimatnya. Karena adanya objek di dalamnya, maka dapat diubah menjadi bentuk pasif.

Kalimat pasif berdasarkan predikat dan objeknya dapat digolongkan menjadi empat. Adapun keempat jenis kalimat tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Kalimat Pasif Transitif

Kalimat pasif transitif merupakan kalimat yang tersusun dari rangkaian antara subjek-predikat-objek diikuti oleh kata keterangan atau kata pelengkap. Jika tidak diikuti oleh kata keterangan atau kata pelengkap hal itu tidak terlalu bermasalah karena sudah bisa terangkai menjadi kalimat utuh.

  1. Kalimat Pasif Intransitif

Kalimat ini merupakan kalimat pasif yang tidak dilengkapi oleh objek. Keberadaan objek digantikan oleh kata keterangan atau kata pelengkap. Sehingga pola kalimat yang terbentuk menjadi subjek-predikat- kata keterangan atau subjek-predikat-kata pelengkap.

  1. Kalimat Pasif Tindakan

Kalimat pasif tindakan merupakan kalimat yang posisi predikat berperan sebagai bentuk aktivitas atau tindakan tertentu. Imbuhan dapat ditambahkan pada predikatnya dalam bentuk di atau dalam bentuk di-kan tergantung konteks kalimat yang akan dirangkai.

  1. Kalimat Pasif Keadaan

Sedangkan kalimat pasif keadaan merupakan kondisi dimana predikat berperan dalam bentuk keadaan. Imbuhan pada predikat yang disusun dalam sebuah rangkaian kalimat bisa berupa ke-an.

Perbedaan Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif

Kalimat aktif dan kalimat pasif dalam bahasa pada dasarnya tidak memiliki banyak perbedaan yang mencolok dalam penggunaannya. Tetapi, penggunaan dengan kalimat lain yang menyertai merupakan hal yang membedakan keduanya baik itu dalam bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan yang lainnya. Sebagai contoh penggunaan kalimat aktif dan kalimat pasif di bahasa Inggris harus mengikuti bentuk struktur tata bahasa Inggris yang cukup rumit.

Bentuk keduanya harus mengikuti aturan seperti dalam bentuk simple present tense, past tense, perfect tense, past continuous, dan lain sebagainya. Sedangkan dalam bahasa Indonesia, aturan penggunaan keduanya tidak terlalu rumit seperti dalam bahasa Inggris.

Secara garis besar, kalimat aktif dan kalimat pasif memiliki 3 perbedaan yang mendasar dilihat dari struktur kalimatnya. Adapun ketiga perbedaan tersebut adalah sebagai berikut:

. Subjek dalam kalimat aktif merupakan pihak yang melakukan suatu pekerjaan, sedangkan subjek dalam kalimat pasif merupakan pihak yang dikenai suatu pekerjaan.

  1. Predikat pada kalimat aktif biasanya memiliki imbuhan ber- atau me, sementara pada kalimat pasif berupa ter-, di-, ter- an, ter- ke- an.
  2. Kalimat aktif biasanya tidak memerlukan frasa oleh atau dengan, berbeda dengan kalimat pasif yang biasanya memerlukan frasa oleh atau dengan.

Contoh Kalimat Aktif dan Pasif

Berikut ini beberapa contoh kalimat aktif menurut penggolongannya.

  1. Kalimat Aktif Transitif

Petani Mencangkul Sawah

Petani berposisi sebagai subjek, mencangkul adalah predikat sebagai kata kerja, sedangkan sawah adalah objek yang dicangkul oleh petani.

Baca Juga  Jurnalisme Dihadapkan Perubahan Budaya Media Lama ke Media Online

Monyet makan pisang

Kata monyet merupakan subjek, makan merupakan predikat dan termasuk kata aus karena tidak memerlukan imbuhan, dan pisang merupakan objek dalam kalimat di atas.

  1. Kalimat Aktif Intransitif

Kerbau berendam di lumpur

Kerbau merupakan subjek, berendam merupakan predikat, dan di lumpur merupakan kata keterangan yang menunjukkan letak suatu tempat.

Atlet itu bertanding dengan semangat.

Kata atlet itu merupakan subjek, bertanding merupakan kata predikat, dan dengan semangat merupakan kata pelengkap.

1.Kalimat Aktif Semitransitif

Anak-anak bermain dengan gembira.

Kata anak-anak merupakan subjek, bermain merupakan predikat, sedangkan dengan gembira merupakan pelengkap.

Para buruh bekerja sangat giat.

Para buruh berposisi sebagai subjek, kata bekerja merupakan kata yang berposisi sebagai predikat, dan sangat giat merupakan pelengkap.

2. Kalimat Aktif Dwitransitif

Ayah membelikan adik sepeda yang baru.

Kata ayah menunjukkan subjek, membelikan merupakan predikat, kata sepeda menunjukkan objek, sedangkan kata yang baru merupakan pelengkap.

Ibu berbelanja sayur dan daging untuk makan malam.

Ibu merupakan kata yang menunjukkan subjek, berbelanja merupakan kata yang menunjukkan predikat, sayur dan daging merupakan objek, sementara untuk makan malam merupakan kata pelengkap.

Sedangkan di bawah ini merupakan beberapa contoh kalimat pasif berdasarkan objek dan predikatnya.

3.Kalimat Pasif Transitif

1.a.Mobil telah diperbaiki oleh Ayah.

Mobil merupakan subjek, telah diperbaiki merupakan predikat, dan kata oleh Ayah merupakan objek.

1.b. Pisang itu dimakan monyet yang kelaparan.

Pisang itu menunjukkan subjek, dimakan merupakan kata predikat, monyet merujuk pada objek, dan yang kelaparan merupakan kata pelengkap.

  1. Kalimat Pasif Intransitif

Baju itu terkena tinta kemarin sore.

Kata itu baju merupakan subjek, terkena merupakan predikat, dan kata kemarin sore menunjukkan kata pelengkap.

Kucing itu terkurung di dalam kandang.

Kucing itu merupakan subjek, terkurung merupakan predikat, sedangkan di dalam kandang merupakan kata keterangan yang menunjukkan suatu tempat.

4.Kalimat Pasif Tindakan

Hasil prakaryaku dibuatkan oleh kakak.

Kata hasil prakaryaku menunjukkan subjek, dibuatkan merupakan predikat dengan imbuhan di- yang merupakan bentuk tindakan, dan oleh kakak merupakan objek.
b. Bangunan itu dirobohkan pemerintah.

Bangunan itu merujuk pada subjek, dirobohkan merupakan predikat dengan imbuhan di- yang menunjukkan suatu bentuk tindakan, sementara pemerintah merupakan objek.

5.Kalimat Pasif Keadaan

Orang itu kecelakaan karena mengantuk.

Orang itu merujuk pada subjek, kecelakaan merupakan predikat yang menunjukkan suatu keadaan dengan imbuhan ke-an, dan karena mengantuk merupakan kata pelengkap.

Rumahnya kebanjiran bulan lalu.

Rumahnya merupakan subjek, kebanjiran merupakan predikat yang menunjukkan keadaan dengan imbuhan ke-an, sedangkan bulan lalu menunjukkan kata pelengkap.

Itulah ulasan mengenai kalimat aktif dan kalimat pasif dalam bahasa Indonesia. Mempelajari kedua kalimat ini dapat menambah kemampuanmu dalam berbahasa Indonesia dan secara tidak langsung kamu ikut melestarikannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu kamu juga harus menggunakannya dengan baik dan benar sebagai wujud kecintaan kepada bahasa serta maksud dan pesan didalamnya dapat tersampaikan dengan sempurna. Sebenarnya, mempelajari bahasa ibu adalah salah satu hal yang sangat menyenangkan.

Kalimat Langsung dan Tidak Langsung

Kalimat langsung adalah sebuah kalimat yang langsung diambil atau dikutip dari pembicaraan seseorang yang isinya sama persis dengan yang diucapkannya. Sedangkan kalimat tidak langsung adalah kalimat yang melaporkan atau memberitahukan perkataan orang lain dalam bentuk kalimat berita.

Perbedaan antara kalimat langsung dengan kalimat tidak langsung dapat ditemukan pada uraian ciri-ciri kalimat langsung dan ciri-ciri kalimat tidak langsung berikut ini:

Ciri-ciri kalimat langsung:

  1. Ditandai dengan tanda petik dua ( “ ) bukan petik satu ( ‘ ).
  2. Huruf pertama pada kalimat langsung yang diberi tanda petik menggunakan huruf kapital
  3. Kalimat pengiring dan kalimat petikan ditandai dengan tanda baca koma ( , ).
  4. Kalimat langsung yang berbentuk dialog, harus menggunakan tanda baca titik dua ( : ) didepan kalimat langsungnya.
  5. Cara membaca kalimat kutipan pada kalimat langsung intonasinya lebih ditekan.
  6. Variasi pola susunan antara kalimat kutipan dan kalimat pengiring pada kalimat langsung;
  7. Kalimat pengiring, “Kalimat kutipan.”
  8. “Kalimat kutipan,” kalimat pengiring.
  9. “Kalimat kutipan,” kalimat pengiring, “Kalimat kutipan.”

Ciri-ciri kalimat tidak langsung:

  1. Tidak menggunakan tanda petik
  2. Intonasi membacanya cenderung datar
  3. Terdapat perubahan kata ganti orang, yaitu
  4. Kata ganti orang ke-1 berubah menjadi orang ke-3 “saya”, “aku” menjadi “dia”, atau “iya”
  5. Kata ganti orang ke-2 berubah menjadi orang ke-1 “kamu”, “dia” menjadi “saya” atau nama orang.
  6. Umumnya menggunakan tambahan konjungsi “bahwa”.

Sumber Belajar

Alwi, Hasan, dkk. 2003. Tata bahasa Baku Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga). Jakarta: Balai Pustaka

Chaer, Abdul. 2008. Morfologi bahasa indonesia: Pendekatan Proses. Jakarta: Rineka Cipta

Chaer, Abdul. 2010. Kesantunan Berbahasa. Jakarta: Rineka Cipta

Alwi, Hasan, dkk. 2003. Tata bahasa Baku Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga). Jakarta: Balai Pustaka

Mulyono, Iyo. 2012. Ihwal Kalimat Bahasa Indonesia Dan Problematika Penggunaannya.Bandung: Yrama Widya

Widjono. 2011. Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Grasindo

Dokumen PDF Silakan klik