Gaya hidup tidak sehat merupakan penyebab paling umum tingginya kadar kolesterol dalam tubuh. Beberapa contoh gaya hidup tidak sehat adalah:

  • Merokok
  • Jarang berolahraga atau melakukan aktivitas fisik
  • Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan
  • Mengonsumsi makanan tinggi kolesterol dan lemak jenuh, seperti gorengan, susu full cream, kulit ayam, dan jeroan
  • Mengalami stres
  • Orang dengan indeks massa tubuh 30 atau lebih (obesitas) berisiko tinggi untuk memiliki kadar kolesterol di atas normal.

Penyakit

Meningkatnya kadar kolesterol juga dapat terjadi akibat menderita penyakit tertentu. Beberapa penyakitnya adalah:

  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Diabetes
  • Hipotiroidisme
  • Gagal ginjal kronis
  • HIV/AIDS

Keturunan

Kolesterol tinggi dapat disebabkan oleh perubahan atau mutasi sejumlah gen yang diturunkan dari kedua orang tua. Mutasi gen ini membuat tubuh tidak bisa membuang kolesterol dari dalam darah. Namun, kolesterol tinggi akibat kondisi ini lebih jarang terjadi bila dibandingkan dengan faktor-faktor lainnya.

Baca Juga  Wayang Beber Jagong 9 "Cinta, Janji, dan Perebutan Takhta di Kerajaan Kediri"

Selain beberapa faktor di atas, seseorang yang berusia 40 tahun ke atas juga lebih berisiko menderita kolesterol. Hal ini terjadi karena seiring bertambahnya usia, hati menjadi kurang mampu membuang kolesterol jahat (LDL).

Gejala Kolesterol

Kolesterol tinggi tidak menimbulkan gejala. Akibatnya, banyak orang yang tidak sadar kadar kolesterolnya tinggi sampai terserang komplikasi serius, seperti penyakit jantung atau stroke. Oleh sebab itu, lakukan tes darah secara berkala untuk mengetahui kadar kolesterol Anda.

Kapan harus ke dokter

Untuk orang dewasa, disarankan untuk menjalani pemeriksaan kolesterol  tiap 4–6 tahun sekali, dimulai dari usia 20 tahun. Meski jarang mengalami kolesterol tinggi, pemeriksaan kolesterol pada anak-anak juga dianjurkan saat anak berusia 9–11 tahun, dan diulangi pada usia 17–21.

Bagi anak-anak  yang keluarganya menderita diabetes atau kolesterol tinggi, dianjurkan menjalani pemeriksaan kolesterol pada usia 2–8 tahun, dan diulangi pada usia 12–16 tahun.

Meski terdapat alat untuk pemeriksaan kolesterol mandiri, Anda tetap disarankan untuk memeriksakan kadar kolesterol di laboratorium. Bila kadar kolesterol Anda tinggi, maka disarankan untuk berkonsultasi ke dokter.

Baca Juga  Didampingi Danrem 081/DSJ, Irdam V / Brawijaya Pantau Prokes di Tulungagung

Diagnosis Kolesterol Tinggi

Untuk mengetahui kadar kolesterol, dokter akan terlebih dahulu melakukan tanya jawab mengenai gaya hidup, pola makan, dan riwayat kolesterol tinggi atau penyakit lain dalam keluarga.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang meliputi pemeriksaan berat badan, tinggi badan, lingkar perut, tekanan darah dan denyut jantung.

Tes kolesterol dilakukan dengan mengambil sampel darah. Dari tes tersebut, akan didapat nilai kolesterol yang terdiri dari LDL, HDL, trigliserida, dan kolesterol total. Untuk mendapatkan hasil yang akurat, dokter dapat meminta pasien berpuasa selama 9–12 jam sebelum pengambilan darah.

Pengobatan Kolesterol Tinggi

Untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi, dokter terlebih dahulu akan menganjurkan pasien untuk menjalani gaya hidup sehat, seperti:

  • Berolahraga secara teratur, minimal 30 menit setiap hari
  • Menghindari makanan yang dimasak dengan cara digoreng
  • Memperbanyak konsumsi makanan tinggi serat, seperti buah dan sayuran
  • Membatasi konsumsi makanan yang berlemak tinggi, seperti daging merah dan kue
  • Berhenti merokok

Jika kadar kolesterol tidka kunjung turun setelah menjalani gaya hidup sehat, dokter dapat memberikan beberapa jenis obat-obatan yang dapat membantu menurunkan kolesterol, yaitu:

  • Obat golongan statin, seperti simvastatin dan atorvastatin
  • Ezetimibe
  • Cholestyramine
Baca Juga  Presiden Joko Widodo Pastikan Harga BBM tidak Naik

Jika kadar trigliserida pasien juga tinggi, dokter juga dapat meresepkan obat di bawah ini:

  • Fibrate, seperti fenofibrate dan gemfibrozil
  • Suplemen omega 3
  • Vitamin B3 (niacin)

Komplikasi Kolesterol Tinggi

Kadar kolesterol yang berlebihan perlu ditangani. Apabila dibiarkan, kolesterol akan menumpuk di dinding pembuluh darah arteri dan membentuk plak sehingga membuat arteri menyempit. Kondisi ini disebut dengan aterosklerosis.

Aterosklerosis yang tidak ditanganidapat membuat aliran darah tersumbat dan menimbulkan komplikasi serius berikut ini:

  • Penyakit jantung koroner
  • Serangan jantung
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit arteri perifer
  • Stroke
  • Tekanan darah tinggi
  • Batu empedu

Pencegahan Kolesterol Tinggi

Untuk mencegah tingginya kadar kolesterol dalam tubuh, ada sejumlah upaya yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Tidak merokok
  • Berolahraga secara rutin, minimal 30 menit sehari
  • Mengelola stres dengan baik
  • Menurunkan berat badan atau menjaga berat badan agar tetap ideal
  • Menerapkan pola makan yang sehat dan bergizi lengkap dan seimbang
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung serat, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran
  • Membatasi makanan yang mengandung kolesterol tinggi
  • Membatasi konsumsi minuman beralkohol