Mendorong UKM Bangkit Pascapandemi
Oleh: Edy Susilo (*)
Untuk memulai sebuah bisnis, bukan hanya dibutuhkan semangat, melainkan juga ilmu yang memadai. Hal ini disampaikan oleh Edy Susilo, dosen Jurusan Ilmu Komunikasi UPN Veteran Yogyakarta, dalam pendampingan Financial Literacy dan Komunikasi Pemasaran Untuk UKM yang diadakan pada tanggal 16 Juli 2022. Edy menyampaikan hal tersebut kepada peserta Kelompok Ekonomi Kreatif PKK Perumahan Pokoh Baru Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Sebelum kegiatan pendampingan, tim Pengabdian Kepada Masyarakat telah memberikan pelatihan terlebih dahulu pada tanggal 5 Juni 2022.
Sesuai dengan tema pengabdian masyarakat, kegiatan yang dipilih adalah peningkatan financial literacy dan Komunikasi Pemasaran untuk UKM. “Untuk financial literacy, kami bekerja sama dengan pembicara dari Jurusan Administrasi Bisnis yang memang sesuai dengan keahliannya. Begitu juga untuk materi mengenai Komunikasi Pemasaran, disampaikan oleh pembicara yang memiliki kepakaran di bidang itu,” papar Edy sebagai ketua tim.
Mitra kegiatan masyarakat terdiri dari para perempuan yang memiliki usaha kecil di Perumahan Pokoh Baru Wedomartani, Ngemplak, Sleman. Mereka tergabung dalam Kelompok Ekonomi Kreatif. Ada bermacam-macam usaha mereka kembangkan seperti makanan, oleh-oleh, kain batik, kain eco print, tas rajut dan sebagainya.
“Kami senang ikut kegiatan ini karena bisa menambah wawasan dalam berbisnis. Belum lama, kami juga mengundang pengusaha makanan ringan yang saat ini produknya sudah diekspor,” kata Indrawati, ketua kelompok yang juga memiliki bisnis minuman tradisional berupa jamu.
Para peserta banyak yang baru mengetahui prinsip keuangan dasar dalam berbisnis, misalnya selalu memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan bisnis dan mencatat semua keuangan bisnis. “Selama ini kami tidak pernah memisahkan keuangan, toh jika mendapat keuntungan, hasilnya kembali ke keluarga juga,” ungkap Isti yang memiliki bisnis makanan. Catatan keuangan juga tidak tertata dengan baik. Namun, ternyata hal tersebut membuat dia tidak bisa mengetahui secara pasti berapa keuntungan atau kerugian yang didapatkannya.
UKM Pascapandemi
Dua tahun dunia didera pandemi membuat banyak kegiatan berpindah di dunia digital, termasuk bisnis. Hal ini harus ditangkap oleh UKM sebagai sebuah peluang. Memasarkan produk secara digital memiliki banyak keunggulan seperti bisa menyasar target pasar yang tepat dengan biaya yang relatif rendah.
Pada kegiatan ini, dosen dan praktisi di bidang branding, Kartika Ayu menyampaikan kiat untuk membuat branding sekaligus memasarkan produk melalui media sosial. Namun, Kartika mengakui bahwa banyak pelaku bisnis yang kurang akrab dengan teknologi, terutama dari kalangan usia di atas 40 tahun.
“Namun hal itu tidak menjadi masalah karena mereka bisa berkolaborasi dengan anak muda yang lebih melek teknologi. Anak muda juga perlu pengalaman sekaligus mempraktikkan kemampuannya. Intinya, peluang untuk berbisnis secara online pascapandemi harus kita manfaatkan,” tutur Kartika mengakhiri wawancara.
(*) Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi UPN Veteran Yogyakarta
