Beri Ruang “Curhat” Mahasiswa

Beri Ruang “Curhat” Mahasiswa
SHARE

Oleh: Salsa Agil Sayekti (*)

Menjaga Kesehatan mental adalah cara untuk mengambarkan kesejahteraan sosial dan emosional. Seseorang dengan mental sehat berpengaruh pula pada kondisi fisik , juga kualitas hidupnya. Dengan adanya banyaknya berita beredar tentang mahasiswa yang memilih mengakhiri hidupnya karena salah satu alasannya adalah kehidupan dikuliahnya, seperti berita yang pernah  beredar, mahasiswa disalah satu kampus yang berada di Malang pada bulan September tahun 2022 kemarin, seorang mahasiswa ingin loncat disalah satu jembatan kota Malang dengan tujuan mengakhiri hidupnya karena rasa khawatir tak lulus pada semester akhir.

Tak hanya itu namun banyak sekalai beredar mahasiswa anak rantau yang meninggal dikos dengan banyak kemungkinan dibunuh atau pun bunuh diri. Hal tersebut lingkungan kehidupan didunia perantauan yang juga sangat mempengaruhi mental dari seorang mahasiswa. Dan juga Kesehatan mental mahasiswa saat ini sudah menjadi isu global.

Mahasiswa ,merupakan maha (besar) siswa (pelajar) sebuah jabatan yang harus dilalui melalui jalur perantauan dari desa ke kota, dari anak yang dekat dengan orang tua menjadi jauh karna harus melatih kemandirian dengan memulai hidup sebagai anak kost.

Dengan kondisi yang belajar banyak untuk beradaptasi dengan keadaan yang mungkin 8 dari 10 anak yang merasakan kebebasan , hal baru di dunia perkuliahan. Banyaknya tugas, laporan-laporan yang mengharuskan mengurangi jam tidur , dan juga sulitnya menemukan teman bercerita , mengerjakan skripsi yang mungkin banyak kendala, Ketika berada dilingkungan baru.

Tak menutup kemungkinan jika keadaan tersebut membuat mental mahasiswa berantakan. Isu kesehatan mental di kalangan mahasiswa perlu mendapat perhatian karena mahasiswa merupakan kelompok populasi yang rentan mengalami masalah psikologis. Mendapat kampus yang kita inginkan belum tentu membuat kita mendapat kan mental seperti apa yang kita inginkan. Kesehatan mental pada mahasiswa dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya yaitu faktor genetika, keluarga, pertemanan, gaya hidup, sosial, dan berbagai faktor lainnya.

Baca Juga  Survei SMRC Terbaru; 71,7 % Masyarakat Puas Kinerja Presiden Jokowi

Faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi mahasiswa secara positif maupun negatif. Akan tetapi, masih banyak mahasiswa yang tidak menyadari dampak positif dan negatif yang ditimbulkan dari faktor-faktor tersebut sehingga mereka lupa akan kesehatan mental mereka. Mereka lupa untuk berfokus pada kesehatan mental mereka karena mereka hanya berfokus pada tugas, organisasi, jadwal kuliah, serta tuntutan-tuntutan yang ia terima dari orang-orang di sekitarnya. Regulasi diri dalam belajar yang baik akan membantu mahasiswa untuk memenuhi tuntutan-tuntutan yang dihadapinya.

Regulasi diri adalah kemampuan seseorang untuk melakukan kontrol terhadap emosi dan perilakunya di situasi apapun secara mandiri. Kesehatan mental memiliki peranan yang sangat penting bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan perkuliahannya yang baru. Tentunya kehidupan di lingkungan kampus dan sekolah jauh berbeda. Mahasiswa baru akan menemukan berbagai macam pergaulan yang sangat beragam serta akan menemukan metode pembelajaran yang berbeda dibanding masa sekolah. Oleh karena itu, secara tidak langsung mahasiswa baru dituntut untuk bisa beradaptasi terhadap lingkungan barunya.

Menurut paparan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2019, belakangan ini stress lebih sering muncul terjadi karena beberapa hal sebagai berikut,

  1. Ketakutan dan kecemasan mengenai kesehatan diri maupun kesehatan orang lain yang disayangi
  2. Perubahan pola tidur dan pola makan
  3. Sulit tidur dan konsentrasi
  4. Menggunakan obat-obatan
Baca Juga  Berikut Penjelasan PBSI, Dipaksa Mundurnya Tim dari Kejuaraan Super 1000 BWF All England 2021

Hal ini juga serupa dengan penyebab dari perubahan kesehatan mental pada kalangan Mahasiswa di Indonesia. Ironinya hal ini kerap kali terjadi dan dianggap lazim di masyarakat. Sebagaimana kita mengetahui dampak yang diberikan oleh perubahan kesehatan mental yang sangat patut diwaspadai. Penting bagi kita semua untuk sama sama menjadi Mahasiswa yang tangguh dan sehat mental.

Saatnya satu sama lain saling peduli dan meningkatkan rasa empati. Dengan beberapa cara di atas besar harapannya bisa membantu untuk tetap menjaga kondisi kesehatan mental Mahasiswa. Sebagai transisi dari masa anak-anak ke dewasa awal, masa remaja, termasuk mahasiswa, tidak jarang menjadi waktu yang paling sulit untuk dilewati. Semakin bertambah dewasa, maka semakin bertambah pula permasalahan hidup.

Banyaknya tuntutan dan tingginya target pencapaian sering dijadikan alasan gangguan kesehatan pada mahasiswa. Seseorang dengan kelelahan mental mungkin tidak akan langsung menyadari kondisinya, sebab gejalanya akan dirasakan secara bertahap. Pola hidup yang tidak sehat pun bisa memicu timbulnya kelelahan mental. Itulah mengapa tidak sedikit orang yang lelah mental memiliki gaya hidup tidak teratur, misalnya tidak mempunyai cukup waktu untuk tidur, relaksasi, atau bersosialisasi dengan lingkungan.

Orang-orang yang memiliki kepribadian baik mampu mencapai berbagai target dalam hidupnya dengan memegang prinsip kuat sekaligus membangun karakter diri mereka.Namun, lain halnya dengan orang-orang yang berkepribadian kurang baik. Mereka cenderung berupaya mencapai ambisinya dengan berbagai cara. Seperti halnya yang saya alami sebagai salah satu mahasiswa di salah satu kampus swasta di Malang .

Baca Juga  Horor Covid-19 di Hongkong, Pasien Meninggal Corono Menumpuk

Tak sedikit juga saya mendengar cerita tentang bagaimana yang dirasakan teman teman saya, dengan kesibukan mereka mengerjakan banyaknya laporan akhir juga dengan kesibukannya dengan organisasi intra ataupun ekstra yang mengharuskan mereka lebih belajar membagi waktu. Akan tetapi belum tentu mahasiswa dapat membagi waktunya secara adil , Alhasil, hal ini membuat mereka mengalami lelah mental.

Maka dari itu menjaga mental tetap terjaga merupakan tantangan yang besar untuk mahasiswa baik untuk mahasiswa baru maupun mahasiswa akhir dengan cara ajak teman mengobrol , rutin olahraga luangkan waktu untuk diri sendiri, tentukan tujuan untuk diri sendiri, dan juga istirahat yang cukup diharapkan bisa membantu mahasiswa untuk selalu memperhatikan dan menjaga mental health.

Kesehatan mental para pelajar adalah salah satu hal penting yang harus dijaga agar jalan mereka untuk mewujudkan mimpi tidak terhambat, karna dalam menempuh Pendidikan dengan lancer dan focus belajar perlu membutuhkan keadaan yang sehat baik secara fisik maupun mental.

Dengan adanya hal ini diharapkan bimbingan, sosialisasi, ataupun motivasi dari lingkungan sekolah ataupun lingkungan keluarga, untuk adik-adik yang ingin melanjutkan sekolah menjadi mahasiswa baru, menjadi anak rantau yang jauh dari keluarga bisa menjadi salah satu pokok pembahasan penting. Karena lingkungan sangat berpengaruh dalam membantu menjaga kesehatan mental itu sendiri.

(*) Mahasiswa Swasta di Malang

 


SHARE