kilas sepak bolaindokulinerbeautyniquejawara beritawellnesiahubastralythickuliner viralatletic zone hubzoonestifysorotan hari iniSudut LapanganCombatpediaTinta BeritaKuliner HariankuLuxurious BakingLacak Jejak SejarahBerita KecelakaanInformasi Harga SahamUpdate Seputar Berita PenipuanInformasi Seputar Harga EmasBerita Kecelakaan TerkiniBerita PenipuanInformasi Tentang Emasharga emas realtimeHarga Semen IndonesiaInformasi Kenaikan Harga EmasHarga SemenBerita Seputar EsportBerita Seputar KacaFashion IndonesiaBerita Harian SejatiUpdate Berita TerpercayaBerita Utama TerupdateSeklas Kabar BeritaInformasi Berita Bola TerkiniInformasi Berita CepatBerita Terbaru TerpopulerBerita Harian CepatSeputar Berita BolaPacu BeritaUpdate TeknoRanah AutoRumpi TetanggaMega Otomotifdunia faunaJelajah FaunaTatoo Art IndonesiaLoves Diet SehatSkena Fashionprediksi master hari iniUnited GamingFundacion RapalaFakta SehariTren HarapanGadgetkanGosipliciousiNewsComplexiNewsFootballPollux TierFoomer OfficialCommon SightJurnal TempoRuang MistisiNews CombatOhana MagazineLove Food Ready MealsPetite PaulinaBeauty RivalSpecialty Network SllcFilm Terbaru Penuh Pesan MoralMovie AutoAlmansorsMayumioteroCipta WacanaAkademi Keperawatan Yayasan UKIJurnal Keperawatan YUKISekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabayasensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138Round Rock JournalbociljpBiobaeckereiBornheimerBukemersanacokyakisirTrans To FindBrivifybudaya dan alam sulawesi baratprabangkara newsyourbestieSekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah PemudaBalai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan DIYAloha4daloha4daloha4daloha4dbimahokibima88bima88BIMAHOKIbimahokibimahokibimahokibima88basic4d login situs resmiKiyo4dkiyo4danalisis mendalam pencapaian bertahapeksplorasi variabel adaptif sistemevaluasi struktur acak digitalkajian temporal ritme digitalmahjong wins karakteristik unikobservasi dinamika simbol objektifpendekatan kuantitatif indikator positifpenelaahan statistik sinyal pentingpenelitian perilaku visual keputusanstudi respons algoritmik konsistensianalisis timing aktivitasfitur khusus dan bonuskajian timing rtpobservasi rtp harianpanduan dinamika putaranpola simbol konsistenreturn tertinggi momentumstrategi responsif berbasis datastrategi timing aktivitas digitalstudi perilaku komunitas digitalPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola Gacor analisis bonus adaptifanalisis bonus modernevaluasi strategi adaptiffitur interaktif modernobservasi pola visual kontemporerpanduan stabilitas rtp modernpenelitian timing aktivitas digitalritme pengguna sistem digitalstrategi distribusi simbol adaptifstrategi pendukung perolehanaktivitas digital fokus pengamatandata historis petunjuk momentumgates olympus pola dinamismekanisme dinamis numerik terapanpengolahan data minim kesalahanrekor rp184juta momentumtemporal visual pergerakan trentemuan modern analisis akurattemuan modern pengamatan tepatvariabel adaptif perubahan sistemanalisis probabilitas hariananalisis rtp dan momentumevaluasi data real timemekanisme rtp adaptifobservasi frekuensi bonuspenelitian faktor konsistensistatistik modern performa stabilstrategi indikator efisienstrategi pengambilan risikostrategi pola adaptifanalisis rtp dinamisbonus prediktif adaptifevaluasi strategi bonus adaptifpemodelan strategi probabilitas modernpola visual berbasis datariset stabilitas performasimulasi timing digitalstrategi keandalan aktivitas digitalstrategi ritme digitalstrategi terukur raih 100 jutaPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola Gacoranalisis deep learningdata longitudinal kebiasaan bermainkajian performa sistemkarakteristik aktivitas unikpemodelan statistik modernriset behavior analytics digitalstrategi stabilitas returnstrategi timing sistem acakstudi data Raihanstudi prediktif rtpanalisis timing bermaineksperimen ritme aktivitasevaluasi perubahan frekuensikajian berbasis data raihobservasi bonus adaptifobservasi pola aktivitas berbedapenelitian struktur permainan modernriset aktivitas terkinistrategi membantu membacastrategi momentum fiturdisiplin strategis menuju konsistensi performamodel sederhana untuk keputusan efektifstrategi adaptif berbasis efisiensifondasi peluang jangka panjangstrategi analitis untuk modal terbataskompetisi pemicu strategi lebih matangrotasi permainan adaptif untuk profitstruktur pembelajaran yang sistematisskema bermain terukur untuk peluanganalisis pola dengan strategi adaptifstudi parametrik praktisritme interaktif terbarupenelaahan saintifik dataobservasi transisi digital modernkerangka baru pergeseran digitalkajian pergerakan adaptif indikator penting capaianeksplorasi pola nonliniereksaminasi visual adaptifanalisis perubahan berdampak besarmekanisme aktivasi bonusobservasi historis momentumpanduan akurasi return digitalpemodelan prediktif stabilitas rtppola simbol menarikstrategi pola visualstrategi sinkronisasi waktustrategi stabilitas rtp berkalastrategi variatif momentumstudi temporal returnfenomena lintas generasi mulai terlihat dalam cara manusia beradaptasihubungan antara perhatian dan kebiasaan ternyata semakin kompleksmuncul kecenderungan baru yang mengubah dinamika interaksi masyarakat digitalcara manusia membaca peluang mengalami pergeseran yang tidak biasabanyak perilaku modern ternyata lahir dari kebiasaan yang dianggap sepelemisteri di balik keputusan cepat mulai menarik perhatian penelitiekosistem digital memunculkan karakter perilaku yang belum banyak dipahamicara berpikir masyarakat modern mengalami perubahan yang sulit dikenalikebiasaan virtual diam diam membangun pola sosial generasi terkoneksitransformasi perilaku digital membuka pertanyaan baru bagi dunia psikologieksplorasi interval returnevaluasi historis 187 jutapanduan riset data digitalpemodelan komputasional dan fase produktifpengamatan strategi rtp berkalareferensi timing efektifstrategi momentum adaptifstrategi rtp dinamisstrategi statistik simbolstrategi struktur adaptifPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola Gacoranalisis data historisevaluasi terukur adaptifobservasi perilaku digitalpenelitian bonus prediktifstrategi aktivitas digitalstrategi berbasis probabilitasstrategi pola visualstrategi statistik modernstudi stabilitas performatiming aktivitas digitalanalisis putaran presisievaluasi perubahan rtpevaluasi strategi jangka panjangobservasi simbol visualpola visual momentum efektifreview ritme interaktif rtpstrategi analitis return digitalstrategi bonus adaptifstrategi struktur adaptif rendahstrategi timing momentumanalisis pendekatan terukuranalisis timing aktivitas eksperimen kecerdasan buatanobservasi big data trenpanduan waktu adaptifpemodelan probabilistik modernriset struktur pola adaptifstrategi siklus bonus stabilstudi data historis adaptifstudi statistik dinamisanalisis kognitif fokus pengamataneksaminasi numerik pergantian siklusinvestigasi performa sistemik konsistensikajian longitudinal pola adaptasikajian objektif perolehan efisienmahjong ways pengamatan datapenelusuran faktor kontekstual rasionalpengamatan probabilistik variasi responsriset mekanisme interaktif trenstudi korelatif ritme analisisanalisis stabilitas returnbonus dinamis strategieksperimen temporal returnevaluasi perubahan interaksiobservasi scatter adaptifstrategi performa digitalstrategi stabilitas polastrategi timing bertahapstrategi timing performastrategi validasi performaPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola Gacorpendekatan praktis strategi bermain modernevaluasi skema adaptif pengambilan keputusananalisis pola untuk strategi sistematismodel parlay yang mudah diimplementasikanmomentum kompetisi dalam evaluasi peluangdisiplin strategis fondasi performa berkelanjutanrotasi adaptif untuk konsistensi efisiensioptimalisasi fitur permainan berbasis datapemilihan permainan penentu strategi bermainstrategi rasional dan terukurstrategi presisi untuk performaanalisis pola harian strategi modernfondasi peluang jangka panjangpendekatan sistematis optimalisasi fitur permainanmodel parlay adaptif untuk keputusan objektifoptimalisasi modal terbatas strategi terstrukturdinamika kompetisi global strategisrotasi permainan dukung performa stabilstrategi sederhana untuk efisiensi keputusanstrategi terencana untuk hasil jangka panjanganalisis momentum keputusaneksplorasi visual adaptifevaluasi rtp dinamiskajian bonus prediktifoptimalkan jam biologisriset timing aktivitasstrategi komunitas digitalstrategi performa digitalstrategi probabilitas adaptifstrategi stabilitas operasionalanalisis perilaku berkelanjutanevaluasi teknologi tampilan dinamisobservasi karakter bonus berkalaperforma perangkat modernpola konsistensi performa digitalritme putaran sistem adaptifstrategi momentum real timestrategi lebih terukurstrategi timing adaptifstudi pendekatan terukurkajian mutakhir menelusuri asal usul perubahan perilaku di era digitalriset kontemporer menemukan kecenderungan baru dalam respons masyarakat modernobservasi ilmiah mengungkap pergeseran pola pikir yang berlangsung perlahandinamika digital menghadirkan lanskap perilaku yang belum banyak dipetakan telaah psikologi kognitif membuka perspektif baru tentang kebiasaan manusiaevolusi interaksi virtual memunculkan karakter sosial yang semakin kompleksfenomena adaptif mulai membentuk wajah baru masyarakat yang saling terkoneksieksplorasi ilmiah menyingkap mekanisme unik di balik keputusan sehari hariperubahan ekosistem informasi memicu lahirnya pola respons yang berbedapendekatan multidisiplin mengungkap transformasi perilaku pada generasi digitaleksperimen awal penggunapendekatan analitis probabilitaspendekatan modern strategiriset rtp dinamisritme digital efisiensi operasionalsimulasi visual adaptifstrategi bonus prediktifstrategi dana terukurstrategi pola bertahapstrategi rtp probabilitasanalisis perubahan kecil besarstudi parametrik praktisritme interaktif terbarupola nonlinier dinamispenelaahan saintifik ringkaspanduan transisi digitalkerangka baru digitalkajian pergerakan adaptifindikator penting capaianeksaminasi visual adaptifanalisis variabel wildobservasi bonus adaptifpendekatan analitis berkelanjutansimulasi teori keputusanstrategi efisiensi berkelanjutanstrategi optimalkan simulasistrategi ritme adaptifstrategi stabilitas performa digitalstrategi terukur rp100 jutastrategi visualisasi probabilitasanalisis probabilistik datamekanisme bonus adaptifpendekatan analitis strategipendekatan terukur rp100 jutapsikologis kesabaran aktivitas digitalsimulasi komputasional adaptifstrategi bonus sistematisstrategi bonus sistematisstrategi timing dinamisstrategi timing modernPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola Gacoranalisis statistik rtp dinamisevaluasi pola adaptifobservasi perilaku digitalstrategi bonus prediktifstrategi dinamika aktivitas digitalstrategi peroleh 100 jutastrategi probabilistik modernstrategi ritme adaptifstrategi timing aktivitas digitalvisualisasi strategi berbasis dataanalisis lebih adaptifanalisis timing aktivitaseksperimen statistik efektifevaluasi bonus adaptifpemodelan algoritma dinamispenelitian performa digitalsimulasi metode analitisstrategi konsistensi digitalstrategi probabilistik modernstrategi stabilitas performaanalisis timing berbasis dataeksperimen bonus probabilitasindikator kesinambungan prosespenelitian disiplin prosessimulasi sistem dinamisstrategi adaptif performa digitalstrategi efisiensi berkelanjutanstrategi pemodelan prediktif modernstruktur nonlinear dinamis visualisasi interaktif strategianalisis struktur dinamis modernevaluasi fenomena mikro tersembunyikajian adaptabilitas digital observasikajian variabilitas digital objektifmetode observasional karakter sistempendekatan empiris pola responspenelitian aktual strategi adaptifpenelitian eksperimental variasi performastarlight princess perspektif berbedatemuan data momentum signifikan

Jadikan Dosen Manusia Birokrasi Tempatkan Dosen sebagai Buruh

Jadikan Dosen Manusia Birokrasi Tempatkan Dosen sebagai Buruh
SHARE
Oleh: Sulistyowati Irianto

Guru Besar Antropologi Hukum, FHUI

Saat ini menjadi  dosen bukanlah profesi idaman bagi orang pandai di Indonesia, dan inilah malapetaka masa depan. Dosen menjadi obyek kebijakan yang terus berganti, dan merugikannya, karena intinya adalah penundukan dosen.

Cita-cita pendiri bangsa, seperti Mr Soepomo, agar universitas tidak tunduk kepada jawatan pemerintah, supaya bisa mengembangkan kepak sayapnya mengembalikan zaman keemasan Sriwijaya sebagai pusat pengetahuan mancanegara, telah diingkari.

Kebijakan terakhir yang meresahkan adalah Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan dan RB) Nomor 1 Tahun 2023 tentang jabatan fungsional dan angka kredit. Alasannya, beban kerja dosen harus ditambah supaya terintegrasi dengan organisasi. Apakah dosen selama ini tidak bekerja untuk organisasi? Kalau tidak, lalu untuk siapa?

Tugas utama dosen hari ini adalah melakukan kegiatan administratif pemerintahan. Ia wajib melaporkan kegiatannya setiap semester, dilampiri bukti dokumen, diunggah dalam aplikasi yang disediakan pemerintah, dan aplikasinya pun berganti-ganti. Pemenuhan capaian kuantitatif semata itu akan menentukan apakah tunjangan dosen tetap dibayar atau dihentikan.

Menjadikan dosen sebagai manusia birokrasi tak ubahnya menempatkan dosen sebagai buruh. Padahal, secara filosofis, universitas adalah lembaga khusus karena tugasnya memproduksi ilmu pengetahuan, tidak bisa disamakan dengan lembaga politik ataupun bisnis korporasi, dan harus terbebas dari kepentingan kekuasaan dan uang.

Menjadikan dosen sebagai buruh pemerintah melalui berbagai kebijakan sungguh merendahkan martabat dosen. Bahkan ada universitas yang mewajibkan absen finger print. Apakah mereka tidak paham bahwa dosen bekerja tidak seperti pekerja kantor biasa, yang bisa beristirahat begitu sampai di rumah? Para dosen bekerja terus dan berpikir sepanjang 24 jam tentang persiapan kuliah, penelitian, dan publikasi yang sedang ditulisnya.

Universitas adalah gerakan moral. Dosen juga berkewajiban mengembangkan kebudayaan yang tak bisa dilepaskan dari keilmuan. Kebudayaan tidak sebatas seni, tetapi esensinya adalah sistem berpikir, sistem berpengetahuan agar manusia bisa bertahan menghadapi lingkungan alam, berelasi dengan manusia lain, dan hari ini berhadapan dengan teknologi kecerdasan buatan yang sangat masif dampaknya bagi kehidupan manusia. Maka, dosen berkewajiban turut memecahkan masalah berat dalam masyarakat. Ketika dosen bersuara mengkritik berbagai pihak yang diindikasi merusak nilai kemanusiaan, dan lingkungan hidup, ia tidak sedang berpolitik, tetapi melakukan kewajibannya sebagai bagian dari gerakan moral.

Baca Juga  Citus Baskom Dinasti Ming: Hubungan Bilateral dan Makna Sakral dalam Sejarah Pacitan

Kebijakan pendidikan tinggi berlaku seragam di seluruh Indonesia. Abai terhadap keberagaman geografis, ketimpangan sosial ekonomi wilayah universitas. Padahal, setiap universitas lahir dari kesejarahan, konteks geografi, struktur sosial budaya masyarakatnya masing- masing. Tampaknya demi penyeragaman dan memudahkan kontrol atas 4.500 universitas di seluruh Tanah Air, diberlakukan kebijakan yang sama persis.

Akibatnya tidak lahir universitas sebagai center of excellence bidang-bidang ilmu yang khas dan kontekstual. Seharusnya universitas di Papua dan Kalimantan bisa jadi pusat pengembangan bidang-bidang kehutanan, perkebunan, atau universitas di Maluku dalam bidang kelautan dan perikanan yang hebat.

Akibat penyeragaman standardisasi, ilmuwan di banyak daerah tak bisa mempromosikan local knowledge masing-masing. Mereka bahkan harus bersaing dengan ilmuwan di Jawa. Tak heran, di wilayah Papua sebesar itu jumlah profesor bisa dihitung dengan jari, demikian pula di daerah lain. Secara ilmu pengetahuan, keadaan ini sudah merontokkan ketahanan wilayah Indonesia.

Menjadikan dosen sebagai manusia birokrasi tak ubahnya menempatkan dosen sebagai buruh.

Salah tafsir otonomi

Dosen juga menjadi obyek dari dampak kesalahan tafsir tentang universitas yang dilegalisasi dalam kebijakan. Terkait soal otonomi universitas, hari ini 21 universitas besar di Indonesia diberi status badan hukum otonom. Namun, otonomi ditafsirkan berbeda dengan gagasan pendiri bangsa, yang adalah kebebasan akademik sebagai roh para ilmuwan, ditopang tata kelola universitas yang baik. Pemerintah tidak mengintervensi, tetapi mendukung dan mendanai.

Kenyataannya, kebijakan otonomi universitas mengharuskan universitas mandiri secara finansial, dan negara mengurangi subsidi. Ia harus bisa mendanai penyelenggaraan pendidikan (berkualitas) yang mahal, memiliki dan membayar dosen sendiri dengan semakin berkurangnya dosen berstatus aparatur sipil negara (ASN). Akibatnya, pendanaan universitas sangat tergantung uang kuliah mahasiswa berkisar 70-80 persen. Lalu, universitas menerima mahasiswa sebanyak-banyaknya dengan pertambahan jumlah dosen yang minim.

Universitas kehilangan arah. Umumnya universitas di Indonesia termasuk yang berstatus otonom, tetap menjadi teaching university. Sementara penilaian pemerintah terhadap universitas ditetapkan berdasarkan kemampuan menjadikan diri sebagai world class research university, meraih peringkat papan atas dunia. Para rektor sekadar menjalankan kontrak kinerja dengan Mendikbudristek, mengerahkan segala cara melalui dekan, selanjutnya menekan dosen untuk mengajar mahasiswa yang semakin banyak, sambil menghasilkan publikasi internasional setara negara-negara yang pendidikan tingginya diurus baik.

Baca Juga  Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Serukan Taubat Ekologi untuk Atasi Krisis Lingkungan

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/ibBQySffr_hG18gz1yAYm8BiC3E=/1024x576/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2023%2F02%2F12%2Fb1df4b11-e257-459f-a7cc-7d9d47f13278_jpg.jpg

Apakah dampak meningkatnya artikel jurnal terakreditasi Scopus bagi bangsa ini? Apakah ada korelasinya dengan kemajuan masyarakat, tumbuhnya bela rasa di antara sesama anak bangsa, dan juga tumbuhnya inovasi budaya yang mengesankan?

Hari ini megaskandal korupsi, pembunuhan, dan kekerasan keji, termasuk terhadap perempuan dan anak, penipuan masif dana masyarakat, pengabaian kerusakan akibat perubahan iklim, dan perang politik identitas di kalangan elite politik terus terjadi.

Di mana para ilmuwan?

Defisit guru besar

Universitas kita kekurangan guru besar. Hanya ada 5.576 atau 2,3 persen guru besar di antara 236.255 dosen berstatus ASN, dan sebanyak 83.881 (35,5 persen) dosen tidak punya jabatan fungsional (Kemenristekdikti, 2021). Padahal, guru besar adalah orang paling bertanggung jawab sebagai pemegang tenure keilmuan. Bersama dengan kolega muda dan mahasiswa pascasarjana, guru besar bertanggung jawab melakukan riset, publikasi, dan mencari dana penelitian, yang semuanya itu bertujuan membesarkan universitasnya.

Banyak program studi (prodi), khususnya ilmu sosial-humaniora, tidak memiliki guru besar sejak lama. Ilmu pengetahuan mati ketika guru besarnya pensiun. Kekurangan guru besar dan lektor kepala ini dapat diartikan kurang tersedianya dana riset dengan jumlah memadai dan mudah diakses.

Dana riset umumnya hanya cukup untuk riset-riset kecil dan berjangka pendek. Hampir tidak ada basic research, yang berkesinambungan dan didanai cukup, karena temuan riset yang satu membutuhkan riset berikutnya untuk bisa menghasilkan temuan berdampak. Dengan keadaan ini, tidak akan pernah lahir peraih Nobel dari Indonesia.

Banyak program studi (prodi), khususnya ilmu sosial-humaniora, tidak memiliki guru besar sejak lama.

Persoalan kekurangan guru besar yang tidak terpecahkan diatasi dengan kebijakan memudahkan pemberian guru besar kehormatan. Tampak tidak dipahami bahwa tugas utama guru besar adalah mengajar. Kegurubesaran ”cuma” jabatan akademik dalam ilmu tertentu, bukan gelar akademik tertinggi (doctorship), dan akan berakhir ketika penyandangnya pensiun.

Baca Juga  Video|| Haflah Akhirussanah MAN Pacitan 2022; Saksi Kutancapkan Janji Tuk Meraih Cita-cita dan Harapan

Melalui gelar profesor kehormatan, seseorang yang tidak mengajar, tidak pernah riset dan menulis disertasi, bisa menjadi guru besar. Sayangnya, yang memanfaatkan justru para pejabat publik, politikus, dan bukan periset, budayawan, atau ilmuwan di luar universitas.

Sementara itu, ribuan dosen yang sudah mengabdi puluhan tahun, mengajar semakin banyak kelas dan mahasiswa, terbatas kesempatannya untuk riset dan membaca buku, akhirnya sulit untuk menjadi guru besar atau naik pangkat menjadi lektor kepala.

Minim kolaborasi

Kelemahan umum universitas di Indonesia adalah ketiadaan kolaborasi dengan industri. Akibatnya, sumber dana memang cuma dari masyarakat (uang kuliah). Tidak pernah terjadi hubungan triple Helix, apalagi N Helix yang saling menguntungkan dengan industri, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat luas. Bahkan industri, korporasi pemerintah (BUMN), mendirikan universitasnya sendiri.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/2qwUcQoZ6kl1IAjwdtJPpoy5Py0=/1024x576/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2023%2F02%2F19%2Ff26db605-8e66-46fe-b36f-87f983e0ef43_jpg.jpg

Ilustrasi

Tampaknya pendidikan tinggi dianggap sebagai lahan bisnis (semata), terlihat dari iklan pencarian mahasiswa yang kadang menyesatkan publik.

Jumlah universitas di Indonesia yang sekitar 4.500 sungguh besar secara kuantitas, tetapi tidak menjadi center of excellence rujukan terdepan tertentu dalam bidang sains, teknologi, dan kebudayaan, termasuk karena ketidakmampuan berkolaborasi. Padahal, saat ini di negara maju para ilmuwan tidak hanya ada di universitas, tetapi juga di berbagai industri, rumah sakit, berbagai lembaga riset di pemerintahan ataupun masyarakat. Disadari betul bahwa hubungan N Helix adalah kekuatan dahsyat bagi kemajuan negara dan masyarakat.

Kebijakan seperti Permenpan dan RB No 1 Tahun 2023 dan berbagai kebijakan lain terkait pendidikan tinggi di Indonesia tidak akan melahirkan ilmuwan kelas dunia. Sudah terbukti telah terjadi defisit guru besar sejak lama, dan sangat sedikit temuan spektakuler dalam sains, teknologi, dan kebudayaan.

Para ilmuwan Indonesia teralienasi dari karya-karyanya sendiri karena tak memiliki roh kebebasan akademik dalam bekerja, kecuali sekadar memenuhi kewajiban administratif pemerintah. Sungguh diperlukan reformasi besar pendidikan tinggi yang berbasis partisipasi komunitas ilmiah dan identifikasi kebutuhan masyarakat masa depan.

Sumber: Kompas.id