Ayo Datang ke TPS ! Webinar P3S dan Esensinews: Wujudkan Pesta Demokrasi 2024 Lebih Berkualitas
PRABANGKARANEWS || Webinar P3S dan Esensinews.com, dengan tema “Persaingan Suara Generasi Muda, Siapakah yang Mendominasi ?”, dengan menghadirkan narasumber Dedi Kurnia Syah Direktur IPO (Indonesia Politik Opinan), Budiman Sudjatmiko TPN Prabowo-Gibran, dan Jerry Massie direktur P3S, dilaksanakan pada Kamis (23/11/2023).
Bertindak sebagai host Ricardo Marbun dan moderator Willy Nefie. P3S konsen untuk melaksanakan kegiatan webinar dalam rangka untuk menyumbangkan pemikiran kepada Bangsa dan Negara.
Survei terbaru Indonesia Political Opinion (IPO) periode November 2023 mencatat elektabilitas Prabowo Subianto unggul dari Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan,” kata Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah. Ketua Umum Partai Gerindra tersebut meraih poin sebesar 31,5 persen, Anies R. Baswedan 26,4 persen, Ganjar Pranowo 22,1 persen, dan Erick Tohir 1,4 persen. Sisanya ada 12 nama lainnya dengan poin 0,7 sampai 0,1 persen.
Dedi Kurnia Syah, hasil masih menunjukkan hal serupa, Prabowo tetap unggul. Anak muda akan berpotensi golput: Golput idealis dan Golput administrasi tidak yakin akan di rumah 42 %.
“Ketua Umum Partai Gerindra tersebut meraih poin sebesar 31,5 persen, Anies R. Baswedan 26,4 persen, Ganjar Pranowo 22,1 persen, dan Erick Tohir 1,4 persen. Sisanya ada 12 nama lainnya dengan poin 0,7 sampai 0,1 persen,” jelas Dedi.
Terkait arah politik anak muda Z dan mileneal tidak berpatokan kepada orang muda. Justru Prabowo Subianto 31 ,4 % yang menjadi pilihan mereka. Ganjar pranowo lebih populer di anak-anak muda, elektoral 29,7 %. Popularitas Jokowi 98 % di kalangan anak muda. Pengaruh Jokowi mempunyai pengaruh yang tinggi dibandingkan dengan tokoh-tokoh muda, seperti Giring, Aiman.
Dedi Kurnia Syah, menjelaskan berdasarkan hasil survei partai anak muda kalah dengan partai mapan seperti: PDI P, Golkar, Gerindra, PKB dan PAN., sebagai partai populer. Berdasarkan hasil survei IPO: PDI Perjuangan 23,8 persen, Partai Gerindra 16,5 persen, Partai Kebangkitan Bangsa 9,4 persen, Partai Golkar 9,2 persen, Partai NasDem 7,9 persen, Partai Amanat Nasional 6,4 persen, Partai Demokrat 6,2 persen,
Jerry Massie, kenapa PSI rendah dibandingkan dengan partai mapan. Aiman, Kaesang, Giring tidak menarik bagi anak muda. Hal ini akan mengancam partai anak muda seperti PSI tidak lolos parlemen dengan 4 %.
“Anak-anak muda tidak peduli visi-misi calon. PAN didukung oleh artis ternama, akaan meningkatkan elektoral PAN. Giring tidak mempunyai daya tarik khususnya kepada anak-anak muda. Apalagi 52-56 % anak muda yang menentukan pemilu di Indonesia. Faktor gemoy dari Prabowo lebih menarik dibandingklan dengan baliho. Anak-anak muda tidak suka itu. Kekuatan anak-anak muda Erik Thohor, AHY gabung dengan Prabowo juga menentukan elektabilitas Prabowo,” jelas Jerry.
“Prabowo walaupun unggul namun jangan jumawa. Namun harus terus menjaga elektabilitas. Jangan sampai blunder atau, offside, yang akan mengganggu keterpilihannya. Tiga capres terwujud. Media memotivasi kepada para pemilih untuk datang ke TPS untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Mari mencoblos,” jelas jerry.
“Suara anak muda menentukan. Tantangan Ganjar dan Anis untuk mengimbangi Prabowo. Untuk menyalip tingkat elektabilitas Prabowo. Mereka tidak peduli dengan politik gagasan. Mereka tidak peduli dengan visi dan misi. Goyangan Prabowo dan ramah dengan pemilih tidak marah-marah dengan pemilih lebih dicintai anak-anak muda,” jelas Dedi Kurnia Syah
Sebaliknya Ganjar Pranowo isu yang muncul di media sosial seperti menghardik jurnalis. Namun Prabowo menampilkan ternd anak-anak muda seperto goyang Gemoy”. Tiga pasangan kandidat mempunyai kemampuan untuk mendekati anak-anak muda. Keseimbangan yang diperlukan antara kandidat dengan durasi yang pendek.
“Sejak Juli-Nopember PAN paling banyak kena imbas naik menjadi 6,4 %. Perindro juga naik, selain itu juga PKB juga meningkat,” Dedi Kurnia Syah.
“PAN tidak menampilkan gagsan hanya artis-artis yang jadi ikon dalam lagu-lau “PAN-PAN-..” mendongkrak elektabilitas PAN. Hal ini yang menarik bagi anak-anak muda terhadap gimic dari PAN dibandingkan dengan partai lainnya. sesuatu yang lebih mudah dicerna oleh anak muda,” jelas Dedy.
“Tingginya bayang-bayang golput dari anak muda yang tinggi, akan mengancam. Harus ada yang mematikan bahwa anak muda akan menggunakan hak pilihnya pada saat hari pencoblosan. Perlu adanya evaluasi keraj KPU terkait partisipasi KPU. Banyak anak muda yang saat hari H kerja di luar maupun kuliah di luar kota. Hal ini menjadi tantangan suara anak muda partisipasinya tinggi,” jelas Dedy.
“Membuat kantong-kantong anak muda dengan TPS-TPS. Hal ini untuk memastikan suara dari anak muda. Kampanye semua sudah cukup bagus dari ketiga kandidat,” jelas Dedy.
“Prabowo percaya pada Joko Widodo, Golkar, PAN, Gerindra bisa memastikan kemenangan. Namun harus bisa memaksimalkan partisipasi anak muda untuk menggunakan hak pilihnya,” jelas Dedy.
