Penurunan Penjualan Tahu di Musim Kemarau Membuat Pengusaha Tahu di Tulakan Merasa Terdampak
Supatmi, pemilik Usaha Mandiri Tahu di Kecamatan Tulakan, menjelaskan bahwa penjualan tahu saat ini mengalami penurunan karena kurangnya pasokan kedelai, bahan utama dalam pembuatan tahu, yang dipengaruhi oleh musim kemarau. Selain itu, banyaknya hajatan di daerah tersebut juga berdampak negatif pada penjualan tahu, karena tahu jarang disajikan dalam acara tersebut.
Supatmi menyatakan, “Dampak dari situasi ini adalah penurunan pendapatan akibat berkurangnya penjualan tahu di pasaran. Oleh karena itu, kami harus mengurangi produksi untuk menghindari kerugian finansial.”
Untuk mengatasi situasi ini selama musim kemarau dan lonjakan acara hajatan, Supatmi telah fokus pada meningkatkan kualitas produk tahu dengan meningkatkan strategi pemasaran, termasuk memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk tahu.
“Kami juga memperhatikan kebersihan dan sanitasi untuk memastikan bahwa bahan baku dan peralatan produksi tahu kami dalam kondisi bersih, sehingga produk yang dihasilkan tetap berkualitas,” tambah Supatmi, Senin (30/10/2023).
Penurunan penjualan tahu memiliki dampak ekonomi lokal yang signifikan. Oleh karena itu, langkah-langkah seperti mencari alternatif bahan baku atau strategi pemasaran yang lebih efektif diperlukan untuk mengatasi dampak negatif ini. (REZZA MARTA SIREGAR)
