SMPN 3 Tegalombo, Sekolah Perbatasan yang Terus Berprestasi dan Lestarikan Batik Karya Siswa
PRABANGKARANEWS.COM, PACITAN – Di kawasan perbatasan Kabupaten Pacitan dan Ponorogo berdiri sebuah sekolah yang terus menunjukkan eksistensinya dalam mencetak generasi berprestasi sekaligus berkarakter. SMP Negeri 3 Tegalombo, yang berlokasi di Desa Tahunan Baru, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, sejak berdiri pada tahun 2003 terus berkembang menjadi salah satu sekolah unggulan di wilayah timur Pacitan. Meski berada di daerah perbatasan, sekolah ini mampu mempertahankan jumlah peserta didik yang stabil dengan sembilan rombongan belajar (rombel) setiap tahunnya.
Tokoh masyarakat sekaligus pensiunan Kepala Seksi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pacitan, Suyadi, S.Pd., M.Pd., menjelaskan kepada jurnalis, Jumat (7/8/2026), bahwa SMPN 3 Tegalombo memiliki visi “Bertaqwa, Berprestasi, Terampil, dan Berbudaya.” Visi tersebut diwujudkan melalui proses pembelajaran yang disiplin, penguatan pendidikan karakter, serta pengembangan potensi siswa melalui berbagai kegiatan akademik maupun ekstrakurikuler.
Menurut Suyadi, keberhasilan sekolah tidak lepas dari dukungan masyarakat yang sangat tinggi. Hubungan harmonis antara sekolah dan komite sekolah menjadi modal penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Sinergi tersebut telah melahirkan berbagai prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik, yang diraih siswa di tingkat kecamatan maupun kabupaten.
Salah satu program unggulan yang menjadi identitas SMPN 3 Tegalombo adalah pendidikan life skill membatik. Melalui bimbingan guru keterampilan Prabowo, para siswa berhasil menciptakan motif khas Batik Kunir Emas yang mengangkat nuansa alam. Karya batik tersebut kini tidak hanya dikenakan oleh guru dan siswa, tetapi juga komite sekolah hingga para pejabat di lingkungan sekitar sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas peserta didik.
Keunikan Batik Kunir Emas tidak berhenti pada produk kain. Kreativitas siswa berkembang lebih jauh dengan menghadirkan Tari Batik Kunir Emas yang dipentaskan dalam Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N). Seluruh gerakan tari dan musik pengiring disusun secara mandiri sehingga menjadi perpaduan antara seni kriya, seni tari, dan budaya lokal yang membanggakan.
Selain membatik, SMPN 3 Tegalombo juga aktif mengembangkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti Seni Tari, Seni Karawitan, Seni Bela Diri, Pramuka, dan olahraga. Setiap tahun, sekolah rutin mengikuti Festival Karawitan tingkat Kabupaten Pacitan, sementara cabang seni dan olahraga kerap menorehkan prestasi pada berbagai ajang kompetisi tingkat kecamatan.
Penguatan karakter religius juga menjadi perhatian utama sekolah. Salah satu program unggulan adalah pembelajaran Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang dilaksanakan sebagai pembiasaan keagamaan. Bahkan, atas aspirasi komite sekolah, setiap siswa yang lulus diharapkan telah khatam Al-Qur’an, sehingga keseimbangan antara kecerdasan intelektual, keterampilan, dan spiritual dapat terwujud.
Suyadi menambahkan, SMPN 3 Tegalombo juga dikenal sebagai tempat lahirnya para pemimpin pendidikan. Sejumlah kepala sekolah yang pernah bertugas di sekolah tersebut kemudian dipercaya mengemban amanah sebagai Pengawas Sekolah, menunjukkan kualitas kepemimpinan dan budaya kerja yang telah terbentuk di lingkungan sekolah.
Didukung lingkungan yang bersih, asri, dan nyaman, SMPN 3 Tegalombo terus melakukan berbagai pembenahan untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan. Sekolah ini membuktikan bahwa lembaga pendidikan di wilayah perbatasan mampu tampil sebagai pusat pembinaan karakter, pelestarian budaya, dan pengembangan prestasi, sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Tegalombo dan Kabupaten Pacitan.
