Problematika Pembelajaran PKN di SD: Niat, Kesabaran, dan Ikhlas dalam Menghadapi Tantangan

Problematika Pembelajaran PKN di SD: Niat, Kesabaran, dan Ikhlas dalam Menghadapi Tantangan
SHARE

PRABANGKARANEWS || PACITAN – Diskusi kelas berlangsung pada Senin, 6 November 2023, di ruang 44 Gedung H, STKIP PGRI Pacitan, jalan Cut Nya’Dien 4a, Ploso, Pacitan. Kelompok 4, yang terdiri dari Dewinta, Excell, Intan, dan Erick, mempresentasikan permasalahan terkait pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di kelas 5 SD. Salah satu poin menarik yang dibahas adalah bahwa menjadi guru SD memerlukan niat, kesabaran, dan ikhlas.

Tema ini muncul setelah melakukan observasi di salah satu SD Negeri di Pacitan, mengidentifikasi keterbatasan tenaga pendidik, serta kurangnya fasilitas pendidikan.  Sangat berkaitan dengan jumlah siswa dalam satu sekolah.  Jika dalam sekolah jumlah siswanya misal di bawah 20 siswa,  berdasarkan hasil observasi di lapangan sulit untuk mencapai standar fasilitas sekolah yang memadai.  Hal ini berbeda dengan yang ada di sekolah yang jumlah siswanya lebih dari 100 problematikannya untuk fasilitas mungkin bisa diatasi.  Namun dengan jumlah siswa yang besar juga tidak terlepas dari problematika yang akan dihadapi.

Baca Juga  Kapolri: Negara Tidak Boleh Kalah Dengan KKB Papua

Terlihat jelas bahwa biaya operasional sekolah (BOS) sangat tergantung pada jumlah siswa di sekolah. Semakin sedikit jumlah siswa, semakin kecil pula BOS yang diterima. Ini menimbulkan tantangan tambahan, terutama dalam melengkapi fasilitas pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, seorang pendidik di SD harus memiliki jiwa sabar dan ikhlas agar dapat mengatasi berbagai tantangan yang muncul saat mengajar.

Dosen pengampu juga memberikan saran bahwa menjadi guru yang baik, terutama bagi laki-laki, memerlukan pekerjaan sampingan untuk menunjang kehidupan mereka di masa depan.

Menjadi guru SD memerlukan niat, kesabaran, dan ikhlas, untuk mencerdaskan generasi penerus.  Apalgi sekarang ini kondisi di lapangan anak-anak untuk pendidikan dipasrahkan kepada pihak sekolah.  Orangtuanya di rumah sibuk dengan kegiatan kesehariannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang semakin hari semakin meningkat dengan harga bahan pokok yang semakin meningkat.  (*)

Baca Juga  Pengolahan Keripik Lumbu Sebagai Upaya Meningkatkan Minat Berwirausaha