Peluncuran Buku “Ensiklopedia Situs Pacitan: Kota Misteri”

Peluncuran Buku “Ensiklopedia Situs Pacitan: Kota Misteri”
SHARE

PRABANGKARANEWS || Kegiatan peluncuran buku “Ensiklopedia Situs Pacitan: Kota Misteri” diadakan oleh mahasiswa magang dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, di ruang pertemuan Gedung Perpustakaan dan Kearsipan depan Alun-alun Pacitan pada Selasa, 20 Februari 2024.

Agoes Hendriyanto, sebagai penulis buku, lebih kurang  1 jam untuk memaparkan isi buku tersebut. Situs mengandung arti lokasi, suatu kejadian, struktur, objek, atau hal lain baik yang aktual, virtual, lampau, atau direncanakan. Situs ada 2 yakni arkeologi dan situs bangunan. Situs yang telah berusia minimal 50 tahun bisa diusulkan menjadi cagar budaya.

Agoes juga menceritakan latar belakang penulisan  disebabkan kepeduliaan penulis dalam rangka untuk menambah literasi masayarakat melalui bacaan  yang mengandung nilai budaya.

Baca Juga  Fauzi Nanda Saputra, Mahasiswa Universitas Sahid Surakarta: Merawat Budaya dari Kraton hingga Medsos

Buku ini merupakan kumpulan pengetahuan mengenai berbagai situs bersejarah di Pacitan, termasuk tempat-tempat penting seperti Situs Sri Sultan HB I/Pangeran Mangkubumi, Situs Masjid Syeh Berbah, dan Situs Makam Gembong Singo Yudho, serta situs-situs lainnya. Metode wawancara dan pendekatan lainnya digunakan untuk mendeskripsikan tempat-tempat bersejarah ini.

Meskipun buku ini masih belum sempurna dan memiliki keterbatasan, diharapkan dapat memberikan motivasi bagi peneliti, sejarawan, dan pembaca lainnya untuk lebih memahami misteri dan kekayaan sejarah Pacitan. Setiap situs yang dicakup dalam buku ini, seperti Situs Masjid Setro Ketipo, Situs Batu Lumpang Setro Ketipo, dan lainnya, memiliki nilai sejarah dan keunikan tersendiri.

Pak Taufan, sebagai kepala dinas perpustakaan dan kearsipan yang juga merupakan penulis buku ini, menekankan pentingnya tulisan “Bismillah Elingosiro, Engsun Lan Niro Kabeh Ojo Lali Lan Nglali. Alang-Alang Dudu Aling-Alingmargahing Kautaman” yang tercantum di dalamnya. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 orang, terdiri dari mahasiswa magang, mahasiswa PBSI STKIP PGRI Pacitan, dan Pondok Ar Royan.

Baca Juga  Muhaimin Iskandar, Ongkos Politik Calon Legislatif di DKI Jakarta Capai Rp 40 miliar

Dalam rangka memeriahkan HUT Pacitan ke 279 Perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Pacitan berkolaborasi dengan Mahasiswa Magang PBSI STKIP PGRI Pacitan telah menyelebggarakan dengan sukses. (*)