Menulis Ilmiah dan Kreatif, Agoes Hendriyanto

Menulis Ilmiah dan Kreatif, Agoes Hendriyanto
SHARE

Deskripsi Mata Kuliah

Mata kuliah ini membahas konsep-konsep menulis yang meliputi hakikat menulis, jenis-jenis tulisan, menulis Artikel Ilmiah (abstrak, pendahuluan, metode penelitian, hasil dan pembahasan, simpulan, daftar pustaka), ditunjang dengan teori ejaan dan diksi, kalimat efektif,  penyuntingan,  paragraf dan naskah serta pengembangan paragraf, beserta contoh-contohnya. Mata kuliah “Menulis Ilmiah dan Kreatif” merupakan kursus yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam menulis dengan baik dan efektif dalam dua konteks yang berbeda: menulis ilmiah dan menulis kreatif. Berikut adalah deskripsi lebih lanjut mengenai mata kuliah ini:

Tujuan Utama: Mata kuliah ini bertujuan untuk:

  1. Mengajarkan mahasiswa cara menulis dengan tata bahasa yang benar, jelas, dan sesuai dengan standar akademik dalam konteks karya ilmiah.
  2. Mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam merencanakan, menyusun, dan menyajikan makalah ilmiah dengan metodologi penelitian yang benar.
  3. Memperkenalkan mahasiswa pada aspek-aspek kreatif dalam menulis, seperti narasi, gaya, dan ekspresi pribadi.
  4. Mendorong eksplorasi ekspresi diri melalui berbagai bentuk kreativitas dalam penulisan.

Konten Mata Kuliah:

  • Menulis Ilmiah: Mahasiswa akan mempelajari struktur makalah ilmiah, teknik penelitian, pengumpulan dan analisis data, serta cara merujuk sumber-sumber secara benar. Mereka akan merancang dan menulis makalah ilmiah dengan pendekatan yang sistematis.
  • Menulis Kreatif: Mahasiswa akan diperkenalkan pada berbagai bentuk menulis kreatif, termasuk cerita pendek, puisi, esai kreatif, dan naskah dramatis. Mereka akan mengembangkan gaya penulisan pribadi dan belajar mengungkapkan ide-ide mereka dengan cara yang unik.

Mata kuliah “Menulis Ilmiah dan Kreatif” merupakan kursus yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam menulis dengan baik dan efektif dalam dua konteks yang berbeda: menulis ilmiah dan menulis kreatif. Berikut adalah deskripsi lebih lanjut mengenai mata kuliah ini:

Tujuan Utama: Mata kuliah ini bertujuan untuk:

  1. Mengajarkan mahasiswa cara menulis dengan tata bahasa yang benar, jelas, dan sesuai dengan standar akademik dalam konteks karya ilmiah.
  2. Mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam merencanakan, menyusun, dan menyajikan makalah ilmiah dengan metodologi penelitian yang benar.
  3. Memperkenalkan mahasiswa pada aspek-aspek kreatif dalam menulis, seperti narasi, gaya, dan ekspresi pribadi.
  4. Mendorong eksplorasi ekspresi diri melalui berbagai bentuk kreativitas dalam penulisan.

Mata kuliah “Menulis Ilmiah dan Kreatif” bertujuan untuk mengembangkan keterampilan menulis yang bermanfaat baik dalam konteks akademik maupun ekspresi kreatif. Ini memberikan landasan yang kuat bagi mahasiswa untuk menjadi penulis yang kompeten, baik dalam penelitian ilmiah maupun dalam menciptakan karya-karya kreatif yang bermakna.

 

 

 

ESAI

Esai adalah salah satu bentuk tulisan ekspositori yang digunakan untuk menyampaikan ide, pandangan, atau informasi tentang suatu topik tertentu. Struktur dasar dari esai biasanya terdiri dari tiga bagian utama: pengenalan (introduction), tubuh esai (body), dan penutup (conclusion). Berikut adalah penjelasan singkat tentang setiap bagian dari struktur esai:

  1. Pengenalan (Introduction):
    • Bagian ini berisi perkenalan singkat tentang topik yang akan dibahas dalam esai.
    • Biasanya, pengenalan dimulai dengan kalimat pembuka yang menarik perhatian pembaca (hook) dan dilanjutkan dengan pernyataan pendapat (thesis statement) yang menggambarkan tujuan atau argumen utama esai.
    • Pengenalan juga dapat berisi latar belakang informasi yang relevan tentang topik dan gambaran umum tentang struktur esai.
  2. Tubuh Esai (Body):
    • Bagian ini merupakan bagian terpanjang dari esai dan berfungsi untuk mengembangkan argumen atau ide-ide yang telah dinyatakan dalam pengenalan.
    • Tubuh esai terdiri dari beberapa paragraf, masing-masing berfokus pada satu sub-topik atau argumen yang mendukung thesis statement.
    • Setiap paragraf dimulai dengan kalimat topik (topic sentence) yang menjelaskan isi paragraf, diikuti oleh penjelasan, bukti, atau contoh yang mendukung kalimat topik tersebut.
    • Esai dapat memiliki beberapa paragraf dalam tubuhnya, tergantung pada kompleksitas topik dan jumlah argumen yang ingin disampaikan.
  3. Penutup (Conclusion):
    • Bagian penutup adalah kesimpulan dari esai dan merangkum kembali argumen atau ide-ide yang telah disajikan dalam tubuh esai.
    • Penutup mencerminkan kembali thesis statement dan mengemukakan hasil akhir atau pesan penting yang ingin disampaikan kepada pembaca.
    • Ini juga merupakan tempat untuk memberikan pandangan pribadi atau pemikiran terakhir tentang topik jika relevan.
    • Penutup biasanya ditulis dengan kalimat penutup yang kuat dan memikat pembaca.

Selain ketiga bagian utama tersebut, esai juga harus memiliki koherensi dan aliran logis antara paragraf-paragrafnya. Selain itu, pemilihan kata dan kalimat yang tepat serta bukti atau contoh yang relevan sangat penting dalam memperkuat argumen dalam esai. Sebelum menulis esai, penting untuk merencanakan struktur dan isi esai agar pesan dapat disampaikan dengan jelas dan efektif kepada pembaca

Sebuah esai adalah jenis karya tulis yang bersifat non-fiksi dan berfokus pada pengembangan gagasan atau argumen tertentu. Esai biasanya berisi pandangan pribadi penulis mengenai suatu topik, pemikiran, pengalaman, atau isu tertentu. Ciri khas esai adalah pendekatan subjektif, reflektif, dan eksploratif terhadap materi yang dibahas.

Berikut adalah beberapa elemen penting dalam pengertian esai:

  1. Pendekatan Subjektif: Esai mencerminkan pemikiran, pendapat, atau pandangan subjektif penulis. Ini memungkinkan penulis untuk berbicara dengan suara mereka sendiri dan berbagi pandangan pribadi.
  2. Eksplorasi Ide: Esai dapat digunakan untuk menjelajahi ide, konsep, atau masalah tertentu secara mendalam. Penulis sering menggunakan esai untuk menggali berbagai sudut pandang atau mengembangkan argumen yang mendalam.
  3. Fleksibilitas Format: Esai tidak terikat pada format kaku. Mereka bisa berupa tulisan panjang atau pendek, naratif atau eksposisi, formal atau informal, tergantung pada tujuan dan gaya penulis.
  4. Struktur yang Terorganisir: Sebuah esai biasanya memiliki struktur yang terorganisir, termasuk pendahuluan, tubuh, dan kesimpulan. Ini membantu pembaca mengikuti alur pemikiran penulis.
  5. Konsistensi dan Kohesi: Esai harus memiliki konsistensi dalam pemikiran dan konteksnya. Setiap bagian harus terkait erat dengan topik utama dan mendukung argumen yang dibuat.
  6. Gagasan Utama: Esai biasanya mengandung satu atau beberapa gagasan utama yang menjadi fokus utama pembahasan. Gagasan ini harus didefinisikan dengan jelas dan dikembangkan dengan baik dalam esai.
  7. Kehadiran Narator: Banyak esai melibatkan narator atau penulis sebagai karakter dalam narasi. Ini dapat memberikan dimensi reflektif dan pribadi pada karya.
  8. Argumentasi dan Bukti: Dalam esai argumen, penulis menggunakan bukti, contoh, data, atau referensi untuk mendukung atau mengilustrasikan gagasannya. Ini membantu meyakinkan pembaca.
  9. Tujuan Komunikasi: Esai dapat memiliki berbagai tujuan, termasuk menginformasikan, menghibur, menginspirasi, atau meyakinkan pembaca. Penting untuk memahami tujuan esai saat menulisnya.
Baca Juga  Safari Subuh, Pangdam I/BB Ajak Masyarakat Perkuat Persaudaraan dengan Silaturahmi

Esai adalah alat yang efektif untuk berbicara tentang pemikiran dan ide, serta berbagi pandangan pribadi dengan pembaca. Mereka sering digunakan dalam literatur, jurnalisme, akademisi, dan berbagai bidang lainnya untuk menyampaikan pemikiran dan konsep yang mendalam.

  1. “Pemuda Sebagai Agen Perubahan: Tantangan dan Peluang di Abad ke-21”
  2. “Masa Depan Bangsa: Peran Pemuda dalam Pembangunan Berkelanjutan”
  3. “Revolusi Pemuda: Transformasi Sosial dan Politik di Era Digital”
  4. “Membangun Karakter Pemuda: Kunci Kesuksesan Generasi Muda”
  5. “Pemuda dan Kreativitas: Menggali Potensi Generasi Penerus”
  6. “Tantangan dan Aspirasi Pemuda: Menyusun Agenda Pemuda di Indonesia”
  7. “Pemuda dan Partisipasi Politik: Menggagas Perubahan dari Bawah”
  8. “Pemuda dan Teknologi: Menyikapi Perubahan di Era Digital”
  9. “Generasi Muda dan Pendidikan: Membangun Masa Depan yang Lebih Cerah”
  10. “Menggugat Stereotip: Memahami Peran Pemuda dalam Masyarakat”

Semoga contoh judul-judul tersebut dapat menginspirasi Anda dalam menulis esai tentang kepemudaan.

TUGAS 2 (Waktu 2 Minggu)

  • BUATLAH  ESAI  Dengan Tema Peran Pemuda dalam Pembangunan (Wisata, Pemuda, Budaya, Olahraga, Pendidikan, UMKM, dsb)

METODE PENELITIAN BAHASA

TEMPLATE ARTIKEL ILMIAH

HAKIKAT MENULIS (3-4)

ARTIKEL ILMIAH (5)

Artikel Ilmiah 

Struktur

  • Pendahuluan. Harus bisa mendeskripsikan mengapa penelitian dilakukan.  Apa pertanyaan penelitian, hipotesis yang diuji atau tujuan penelitian?
  • Metode. Kapan, di mana, dan bagaimana penelitian dilakukan? Bahan apa yang digunakan atau siapa yang termasuk dalam kelompok studi (pasien, dll)?
  • Hasil. Jawaban apa yang ditemukan untuk pertanyaan penelitian; Apa yang ditemukan penelitian ini? Apakah hipotesis yang diuji benar?
  • Diskusi. Apa yang mungkin disiratkan jawabannya dan mengapa itu penting? Bagaimana itu cocok dengan apa yang ditemukan peneliti lain? Apa perspektif untuk penelitian masa depan

Bisa diuraikan  sebagai berikut:

Authors are suggested to present their articles in the section structure: Introduction – Method – Findings and Discussion – Conclusion – References.

Kutipan dan penulisan daftar pustaka bisa gunakan style  American Psychological Association 7th.

  • Title (Judul). The title is written in short, a maximum of fifteen words, and no subtitles are allowed.
  • Identity (identitas). Write the full names of all authors without titles, affiliations, email addresses, and correspondence WhatsApp numbers. Please put (*) for correspondence email.
  • Abstract: The abstract is written in English, containing elements of the purpose of writing, methods, and results. Written between 200-250 characters with the formation of one paragraph that includes all of these elements. (Berisi Urgensi kajian, metode penelitian, hasil dan analisis, serta implikasi penelitian / kajian.
  • Introduction (Pendahuluan): The introduction is a background problem that describes academic anxiety, the irrelevant between ideality and reality, theoretical and applicable. In the background of the problem, the author must explain the latest research relevant to the topic to be discussed along with references. Then, in this sub, the author can define the position and significance of the writing to be addressed with research that is still relevant before. Furthermore, the writer can explain the purpose of the research and the significance of the study theoretically and pragmatically. (Pendahuluan berisi (latar belakang, pen elitian terdahulu, kebaruan kajian dan urgensinya, tujuan kajian)
  • Methode (Metode): It should be written in paragraphs. It explains the approach of the research, the kinds of research, the data collection technique, and data analysis. They should reflect on and describe the purpose of the study appropriately. In the next paragraph, the author must display the research framework in a concept map or diagram. Metode penelitian mencakup (tempat dan waktu penelitian, metode yang digunakan dalam penelitian, metode pengumpulan data, analisis data, validasi data)
  • Findings and Discussion (Hasil dan Diskusi)
  • Findings (Hasil): inform a number of important data (original) fields which obtained from the questionnaires, surveys, documents, interviews, observations, and other data collection techniques. It can be completed with a table or graphic to clarify the result. All figures and tables should be centered and numbered consecutively. Tables (refer to Table 1, Table 2, and table 3…) should be presented above the table contained in center alignment. A descriptive title should be placed after the table title (refer to Table 1, table 2, and table 3…) above each table. The source of the table should be placed below the table in the right alignment. Figures (refer to Figure 1, Figure 2, and Figure 3…) should be presented below each figure and followed by the description of the figure.
  • Discussions (Pembahasan): discussion is the most important part of writing a journal article. At this stage, the author must present the thesis and research findings systematically, scientifically, and factually. Explain the impact of research findings and their impact. Then the writer must compare the results with previous studies relevant to the topic of discussion.
  • Conclussion (Simpulan):  This summarizes the evidence of the main points or findings of research problems that are by the research objectives. It consists of two paragraphs (maximum). Please do not restate findings and discussions. Provide a meeting of the overall scope of the article and a concluding remark.
  • References; References should be cited both in the text and in the references list and should conform to American Psychological Association (7th. ed.)   Please note that your references must follow the American Psychological Association (APA) 7th Edition style (the editor will return your submission for your correction if you do not properly format your references). Author (s) may employ Zotero, Mendeley, and Endnote.
Baca Juga  Pendapat Pengamat Politik Jerry Massie, terkait Pernyataan Mahfud MD tentang Austria Pernah Batalkan Pilpres 2016

DAFTAR PUSTAKA TERKAIT BAHASA

CITACY AGOES HENDRIYANTO

  • Bahasa sebagai alat komunikasi antar manausia untuk mengungkapkan pikiran atau perasaan dengan menggunakan simbol-simbol, tanda, lambang yang mengandun makna (Hendriyanto 2013).
  • Hendriyanto (2021) akal pikiran manusia yang berorientasi pada kehidupan dunia dan akhirat, diharapkan mampu untuk melakukan perintah, kepada alat gerak manusia untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat.
  • Bahasa merupakan alat yang dimanfaatkan manusia dalam komunikasi untuk menyampaikan pesan kepada publik (Hendriyanto 2021).  Pesan berupa tanda bahasa yang mempunyaai makna dan arti. Makna merupakan konsep yang dimiliki atau terdapat pada sebuah tanda linguisti atau bahasa yang mengandung arti  (Suryanto S. dan Hendriyanto A., 2016: 70).
  • Komunikasi untuk menyampaikan pesan kepada publik (Hendriyanto 2021).  Pesan berupa tanda bahasa yang mempunyaai makna dan arti. Makna merupakan konsep yang dimiliki atau terdapat pada sebuah tanda linguisti atau bahasa yang mengandung arti  (Suryanto S. dan Hendriyanto A., 2016: 70).
  • Hendriyanto A., dkk (2020) makna suatu kata dalam sebuah kalimat sangat tergantung darai pendekatan psikologis, referensial, dan sosial saat teks tersebut dibentuk oleh manusia
  • Makna merupakan konsep yang dimiliki atau terdapat pada sebuah tanda linguistic atau bahasa yang mengandung arti  (Suryanto S. dan Hendriyanto A., 2016: 70).

DAFTAR PUSTAKA

  • A., Suryanto dan Hendriyanto. 2016. Filsafat Bahasa Scientific Berbasis Nilai Kearifan Lokal Jilid 2. Lamongan: Pustaka Ilalang.
  • Hendriyanto A., Noviariska, dan Nurpitasari W. 2020. Pragmatik Teori Dan Praktik. Bantul: Lintas Nalar.
  • Hendriyanto, Agoes. 2013. Filsafat Bahasa. Surakarta: Yuma Pustaka.
  • Hendriyanto, Agoes. 2021. Merangkai Kata Mengikat Makna. Bantul: Lembaga Ladang Kata.

KODE ETIK MENULIS 6

Tulisan Ilmiah (7)

Ejaan (8)

Mid Test

Kumpulkan Artikel Ilmiah yang telah saudara kerjakan mulai judul, abstrak, pendahuluan dan metode penelitian.  \

Menaggunakan  American Psychological Association (APA) 7th Edition style (the editor will return your submission for your correction if you do not properly format your references). Author (s) may employ Zotero, Mendeley, and Endnote.

ABSTRAK

Deskripsi abstrak sering kali mencakup pokok-pokok penting yang dibahas dalam dokumen, tujuan penelitian, metode yang digunakan, hasil yang ditemukan, dan kesimpulan yang diambil. Abstrak berfungsi sebagai alat bantu dalam mengidentifikasi kepentingan dokumen dan membantu pembaca memutuskan apakah mereka perlu membaca keseluruhan dokumen atau tidak.

Dalam sebuah abstrak, penting untuk menyajikan informasi secara jelas, ringkas, dan terstruktur. Biasanya, abstrak terdiri dari beberapa kalimat atau beberapa paragraf pendek yang tidak melebihi satu halaman. Struktur abstrak dapat bervariasi tergantung pada jenis dokumen atau makalah yang diabstraksikan, namun umumnya mencakup bagian-bagian berikut:

  1. Latar Belakang: Menjelaskan konteks dan latar belakang penelitian atau topik yang dibahas.
  2. Tujuan: Menguraikan tujuan atau pertanyaan penelitian yang ingin dijawab.
  3. Metode: Menyajikan pendekatan atau metode yang digunakan dalam penelitian.
  4. Hasil: Menyampaikan temuan atau hasil penelitian yang paling penting.
  5. Kesimpulan: Menyimpulkan temuan atau implikasi penting yang dihasilkan dari penelitian.
  6. Implikasi dan Relevansi: Menjelaskan implikasi dan relevansi hasil penelitian dalam konteks yang lebih luas.

Pada umumnya, abstrak harus memberikan gambaran yang jelas dan akurat tentang isi dokumen asli. Hal ini membantu pembaca memutuskan apakah dokumen tersebut relevan dengan kebutuhan dan minat mereka.

Menulis Kreatif dalam Sorotan Bahasa Sastra

Menulis kreatif adalah seni merangkai kata-kata dan ungkapan untuk menghadirkan karya yang menginspirasi, menghibur, atau memikat. Dalam konteks bahasa sastra, menulis kreatif menjadi sebuah perjalanan eksplorasi, di mana penulis menggali dalam diri mereka untuk mengekspresikan gagasan, perasaan, dan pemikiran secara mendalam dan indah. Ini adalah tindakan seni yang menciptakan dunia baru, menghidupkan karakter, dan menggambarkan pengalaman melalui bahasa yang memikat dan menggetarkan.

Ketika seorang penulis memasuki ranah menulis kreatif, mereka bermain dengan gaya, nada, dan struktur yang unik. Mereka mungkin menggambarkan pemandangan alam dengan deskripsi yang mempesona atau menciptakan dialog antara karakter yang memukau pembaca. Bahasa menjadi alat utama yang digunakan untuk membangun emosi, menciptakan nuansa, dan membangkitkan imajinasi. Penulis kreatif merancang kalimat-kalimat indah yang tidak hanya mengomunikasikan makna, tetapi juga menghadirkan suatu pengalaman estetis.

Selain itu, menulis kreatif dalam bahasa sastra sering kali mendorong penulis untuk berani menjelajahi tema-tema kompleks seperti cinta, kehidupan, kematian, atau eksistensialisme. Mereka dapat menggunakan simbolisme, metafora, dan analogi untuk menyampaikan makna yang lebih dalam kepada pembaca. Ini adalah ruang di mana penulis dapat menggali emosi manusia, menerobos batas-batas realitas, dan merangkul dunia imajinasi.

Bagi penulis kreatif, bahasa adalah palet mereka, dan cerita yang mereka ciptakan adalah lukisan kata-kata. Ini adalah proses yang membebaskan imajinasi, mendalami emosi, dan menghadirkan keindahan dalam ekspresi. Dalam bahasa sastra, menulis kreatif menjadi karya seni yang menghidupkan kata-kata dan menginspirasi perasaan serta pemikiran pembaca.

Contoh Judul:

Tentu, berikut beberapa contoh judul artikel ilmiah yang menarik:

  1. “Dinamika Perubahan Iklim: Dampak Terhadap Ekosistem Lautan yang Rentan”
  2. “Neuroplastisitas dalam Kognisi Manusia: Implikasi untuk Pendidikan”
  3. “Revolusi Teknologi Medis: Terapi Gen dan Masa Depan Pengobatan”
  4. “Eksplorasi Exoplanet: Mencari Kehidupan di Luar Tata Surya”
  5. “Krisis Keanekaragaman Hayati: Upaya Pelestarian Spesies Terancam Punah”
  6. “Revolusi Quantum Computing: Perkembangan Terbaru dalam Komputasi Kuantum”
  7. “Mekanisme Genetik Penyakit Alzheimer: Pemahaman yang Mendalam untuk Terapi Baru”
  8. “Dinamika Sosial di Era Digital: Dampak Media Sosial pada Interaksi Manusia”
  9. “Fisika Partikel: Memahami Dasar-dasar Alam Semesta”
  10. “Inovasi Energi Terbarukan: Perkembangan Teknologi Panel Surya yang Efisien.
  11. Pendekar Penyelamat Pantai Pancerdoor.
  12. Kisah Ibu Pencari Rumput Laut di Pantai Kelayar.
  13. Indahnya Laut Paacitan saat Malam Hari.

Menulis Kreatif dalam Gaya Jurnalisme

FEATURE

Menulis kreatif dalam gaya jurnalisme adalah sebuah perpaduan yang unik antara informasi faktual yang ketat dengan elemen-elemen naratif yang memikat. Ini bukan sekadar penyampaian berita, melainkan sebuah usaha untuk menghidupkan cerita-cerita di balik fakta-fakta tersebut, menghadirkan pembaca dalam momen-momen yang menggugah, dan merangsang imajinasi mereka.

Seorang penulis kreatif dalam jurnalisme tidak hanya bertugas memberikan data dan peristiwa, tetapi juga menciptakan keterhubungan emosional antara berita dan pembaca. Mereka menggunakan teknik-teknik sastra seperti deskripsi yang mendalam, kutipan yang kuat, dan narasi yang mengalir untuk memperkaya cerita. Saat menulis tentang kejadian atau isu, penulis kreatif jurnalisme menciptakan latar belakang yang hidup, menggambarkan karakter-karakter yang terlibat, dan mengungkapkan konflik-konflik yang mendasari peristiwa.

Baca Juga  40 Pemain Tim U-19 Indonesia Mengikuti Pemusatan Latihan di Korea Selatan

Dalam penulisan kreatif jurnalisme, fakta-fakta yang dikumpulkan menjadi bahan mentah yang dikerjakan dengan penuh kecerdasan. Penulis menggali lapisan-lapisan mendalam dari berita tersebut, mencoba untuk memahami dampaknya pada manusia, masyarakat, atau dunia secara lebih luas. Mereka juga berusaha memahami perspektif-perspektif yang berbeda dan mencari sudut pandang yang tak terduga untuk memperkaya cerita.

Tetapi, di balik semua unsur kreatifnya, tujuan utama menulis kreatif dalam jurnalisme tetaplah memberikan informasi yang akurat, obyektif, dan relevan kepada pembaca. Penulis kreatif jurnalisme tidak boleh mengorbankan integritas jurnalistik demi estetika. Sebaliknya, mereka mencoba menyampaikan berita dengan lebih kuat, lebih mengesankan, dan lebih bermakna.

Dalam dunia media yang penuh dengan informasi, menulis kreatif dalam gaya jurnalisme adalah alat yang kuat untuk menarik perhatian pembaca, membuat mereka merenungkan isu-isu penting, dan menginspirasi mereka untuk berpikir lebih dalam tentang dunia di sekitar mereka. Itu adalah seni menggabungkan fakta-fakta dengan imajinasi, membawa berita ke tingkat yang lebih tinggi, dan menghidupkannya dalam kata-kata yang menggetarkan.

Beberapa contoh judul feature yang menarik:

  1. “Mengungkap Keajaiban Alam Bawah Laut: Petualangan Selam di Terumbu Karang Terindah Dunia”
  2. “Mengukir Seni Dalam Goresan Kayu: Kisah Tukang Ukir Tradisional yang Terlupakan”
  3. “Kembali ke Asal: Petani Urban yang Meretas Jalan Menuju Kemandirian Pangan”
  4. “Pantai Tersembunyi: Menjelajahi Surga Tersembunyi di Pulau Tropis Terpencil”
  5. “Saudagar Rasa: Perjalanan di Dunia Kuliner Jalanan yang Menggugah Selera”
  6. “Harmoni di Ketinggian: Kehidupan dan Keajaiban Desa di Pegunungan”
  7. “Mengukir Masa Depan: Kiprah Pemuda dalam Pelestarian Budaya Lokal”
  8. “Bir Pecinta Alam: Mencicipi Bir Kreatif yang Terinspirasi oleh Alam”
  9. “Melintasi Waktu: Penjelajah Lokal Membuka Kembali Sejarah Kota Kuno”
  10. “Di Balik Layar Seni Tari: Kehidupan dan Inspirasi Para Penari Ballet”

Semua judul-judul ini dirancang untuk menarik perhatian pembaca dan mengundang mereka untuk menjelajahi cerita di dalamnya dengan berbagai aspek yang menarik.

PARAFRASE HINDARI PLAGIARISME (10)

Parafrase adalah proses mengungkapkan kembali atau menyajikan ide atau teks yang sama dengan menggunakan kata-kata yang berbeda, tetapi dengan mempertahankan makna inti yang sama. Tujuannya adalah untuk menyampaikan informasi dengan cara yang lebih mudah dipahami, menghindari pengulangan yang tidak perlu, atau mengatasi masalah plagiarisme.

Dalam melakukan parafrase, penting untuk memahami makna asli dari teks yang ingin diparafrase. Kemudian, kalimat-kalimat atau bagian-bagian teks tersebut direkonstruksi dengan menggunakan sinonim, perubahan struktur kalimat, atau pemilihan kata-kata yang berbeda. Namun, meskipun ada perubahan dalam penyampaian, makna esensial dari teks harus tetap dipertahankan.

Parafrase sering digunakan dalam menulis, terutama saat mengutip atau merujuk pada sumber lain. Dengan melakukan parafrase, penulis dapat menyampaikan informasi dengan cara yang lebih orisinal dan memperkaya karya tulisnya dengan berbagai perspektif yang berbeda. Selain itu, parafrase juga dapat membantu dalam pemahaman bacaan, karena merestrukturisasi teks dapat membantu pembaca mengasimilasi informasi dengan cara yang lebih baik.

Namun, penting untuk diingat bahwa dalam melakukan parafrase, tidak boleh melakukan plagiarisme atau mengambil karya orang lain sebagai miliknya sendiri. Selalu sertakan sumber yang tepat dan berikan penghargaan kepada penulis asli saat menggunakan ide atau kutipan mereka, bahkan setelah dilakukan parafrase.

ETIKA MENULIS (11)

Kalimat 1 (10)

Kalimat Langsung-Tidak Langsung Lanjut 2 (11)

Menulis Abstrak (12)

ABSTRAK

Abstrak memuat latar belakang  artikel yang dibuat. Metode yang dipergunakan, memuat jenis penelitian, sumber data, analisis yang dipergunakan. Hasil penelitian dan urgensi penelitian atau kajian.  kata Kunci harus memuat subyek matter, objek penelitian.

Paragraf 1 (12)

Paragraf 2 (13)

Paragraf 3 (13)

CEK PLAGIASI DAN PARAFRASE

Menulis Opini

Esai

Beberapa  perangkat lunak antiplagiasi diantaranya :

  1. Smallseotools – Plagiarism Checker.
  2. Chegg – Online Plagiarism Checker.
  3. Plagiarism Checker X.
  4. Plag id
  5. Plagiarism Checker co.
  6. Plagiarism Detector.
  7. Search Engine Report – Ceck Plagiarism.
  8. Prepostseo – Plagiarism Checker.

Perangkat lunak  perangkat (ware)  disediakan dalam perangkat keras (hardware)

Bahasa mudahnya perangkat lunak itu adalah seperangkat aplikasi yang terdapat pada perangkat keras seperti handphone, laptop, komputer, dan lain sebagainya. Perangkat lunak antiplagiasi terdiri atas beragam versi sebab dikembangkan oleh instansi yang berbeda.

Contohnya:

  1. Smallseotools – Plagiarism Checker dibuat oleh instansi Small SEO tools.
  2. Chegg – Online Plagiarism Checker dibuat oleh instansi Chegg.
  3. Search Engine Report – Ceck Plagiarism dibuat oleh instansi Search Engine Report.
  4. Prepostseo – Plagiarism Checker dibuat oleh instansi Pre Post SEO.

Perangkat lunak atau software adalah perangkat dalam komputer yang tidak berbentuk fisik, namun diperlukan untuk menjalankan kerja. Dalam perangkat lunak, terdapat algoritma yang berfungsi melakukan operasi yang dikehendaki oleh pengguna sehingga menghasilkan output.

Perangkat lunak menyediakan antarmuka agar pengguna dapat dengan mudah menggunakan komputer, umumnya dalam bentuk GUI (Graphical User Interface, Antra Muka Pengguna Grafis).

 

Pengutipan  Otomatis dengan Mendeley (15)

Teknik Pengajaran Menulis 

Buku Teknik Pengajaran Berbahasa Tarigan

UJIAN AKHIR SEMESTER

  1. Saudara akan menjawab 5 pertanyaan saat jadwal yang telah disediakan oleh panitia !
  2. Mohon tugas yang belum mengumpulkan, bisa dikumpulkan dalam  dokumen artikel ilmiah dalam bentuk word.  Softfile melalui link Google Drive masing-masing.  Kumpulkan kolektif   dalam file kelas (Flashdisk).
  3. Waktu pengumpulan sesuai dengan jadwal ujian mata kuliah Menulis ilmiah dan kreatif yang telah dijadwalkan STKIP PGRI Pacitan.
  4. Gunakan template artikel ilmiah yang telah disediakan pada alamat berikut: https://docs.google.com/document/d/1xar6btzkxUpVb0u4as-Rh7RawZanXmST/edit?amp;ouid=114423729363972419787&rtpof=true&sd=true
  5. Silakan masukkan semua dokumen dalam bentuk softfile dan juga kumpulkan dalam bentuk hard copy dengan mencetaknya terutama halaman awal artikel ilmiah. Pastikan hard copy berisi nama, alamat link Google Drive dokumen, serta printout halaman pertama artikel ilmiah.
  6. Mohon sertakan semua dokumen dalam file di dalam flashdisk.