Pemkab. Madiun Mendapatkan Penghargaan Abipraya Prasasya Dari Kementrian Kesehatan RI

Pemkab. Madiun Mendapatkan Penghargaan Abipraya Prasasya Dari Kementrian Kesehatan RI
SHARE

PRABANGKARANEWS || Bertepatan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) tahun 2024 yang bertemakan “Lindungi Anak Dari Campur Tangan Industri Produk Tembakau“, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memberikan pengahargaan Abipraya Prasasya kepada Pemerintah Kabupaten Madiun lantaran telah menetapkan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan melakukan aktivasi penggunaan dasboard E-Monef KTR.

Penghargaan itu diserahkan oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. Dante Saksono Harbuwono dan diterima langsung oleh Penjabat Sekda Kab. Madiun, Sodik Hery Purnomo, S.Si yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kab. Madiun, Agung Tri Widodo, SKM., MM di Auditorium Prof Dr C A Siwabessy, Kemenkes, Selasa (4/6).

Menkes RI, Budi G Sadikini dalam sambutannya menjelaskan, gerakan preventif sangat penting untuk dapat hidup sehat. Untuk itu, kebiasaan hidup sehat perlu dilakukan, diantaranya tidak merokok, mengontrol gula, dan rutin berolahraga.

Baca Juga  Sederhana, Anggota DPRD Sumsel, Junaedi SE Isi Waktu Kosong Mancing di Kampung Halamannya

Menurutnya, pelarangan memang penting dan harus dilakukan, namun hal itu bukan satu-satunya cara utama. Hal yang perlu dilakukan adalah mendorong agar orang-orang termasuk anak, mendorong hati sendiri mau berhenti merokok. “Salah satu caranya adalah membuat gaya hidup sehat tanpa tembakau menjadi gerakan yang massif,” ajaknya.

Sementara itu, Dr Navaratnasamy Faranietharan (Who Respresentative to Indonesia) menyebut apa yang dilakukan ini sudah baik, yakni komitmen untuk menjaga anak-anak dari tembakau, hanya yang perlu ditingkatkan adalah lebih cepat melakukan komitmen ini.

“Kita adalah aktor untuk membuat perubahan itu. Pastikan agar tembakau tidak dijual kepada anak-anak di bawah umur. Kami juga berharap anak-anak dan anak muda untuk lebih mengetahui dampak tembakau sehingga kita bisa melakukan aksi bersama untuk mencapai #TobaccoFreeIndonesia,” ujarnya.

Baca Juga  Pengamat Politik Hendri Satrio, Publik Tak Usah Kaget Keputusan Pengadilan Jakarta Terkait Penundaan Pemilu

Selain itu, Mrunal Setye (dic.Deputi Respentative Unicef Indonesia) juga menambahkan jika anak-anak berhak hidup sehat tanpa tembakau. Menurutnya, marketing yang agresif dan menargetkan anak-anak untuk mengonsumsi produk tembakau adalah bentuk pelanggaran langsung atas hak anak untuk hidup sehat. “Untuk itu, kita perlu bergandengan tangan mendukung gerakan anak muda hidup sehat tanpa tembakau,” tukasnya.

Selain Menteri Kesehatan dan Wakil Menteri Kesehatan, turut hadir PIh. Dirjen, P2P, UNICEF, WHO,Kepala LPAI dan beberapa kepala daerah. (Zain M)