Banjir Bandang Trenggalek Rendam Permukiman dan Putus Akses Jalan Utama

Banjir Bandang Trenggalek Rendam Permukiman dan Putus Akses Jalan Utama
SHARE

TRENGGALEK (PRABANGKARANEWS) – Ribuan warga Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, terdampak banjir bandang setelah hujan deras mengguyur sejak Minggu (15/12) sore hingga malam. Banjir melanda sejumlah wilayah, termasuk Kelurahan Kelutan dan Tamanan di Kecamatan Trenggalek, menyebabkan permukiman terendam dan akses Jalan Nasional Soekarno-Hatta menuju pusat kota terputus.

Ketinggian air di permukiman Kelurahan Kelutan mencapai 1 hingga 1,5 meter, sementara di jalan utama, genangan air setinggi 80–90 cm membentang sepanjang 200 meter, sehingga kendaraan tidak dapat melintas dan jalur dialihkan melalui Kecamatan Karangan, dilansir dari Antaranew,  Selasa (17/12/24).

Lurah Kelutan, Pamuji Rokhmat, menjelaskan bahwa banjir disebabkan jebolnya tanggul Sungai Ngasinan di Dusun Dukuh yang tidak mampu menahan debit air. Akibatnya, sebanyak 2.200 warga dari 700 kepala keluarga di RT 1, 2, 9, 10, 12, 13, dan 14 terdampak banjir. Genangan ini juga melumpuhkan pelayanan publik, termasuk kantor kelurahan, puskesmas pembantu, dua sekolah dasar, dan dua pondok pesantren.

Baca Juga  HPN 2023, Bupati Pacitan Resmikan Balai Wartawan Hingga Aksi Bagi Bunga

“Air belum bisa surut karena elevasi dataran lebih rendah dibandingkan Sungai Ngasinan. Kami membutuhkan pompa untuk mempercepat aliran air,” ujar Pamuji.

Warga terdampak berupaya menyelamatkan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi, meskipun banyak perabotan rumah tangga yang terpaksa dibiarkan terendam. “Kami hanya bisa memantau situasi karena air surutnya sangat lambat,” ungkap Feri Budi Santoso, salah satu warga Kelutan.

Kondisi ini diperparah dengan kesulitan memasak akibat rumah yang terendam. “Kami berharap pemerintah segera memperbaiki tanggul yang jebol dan menyediakan bantuan, terutama bahan makanan,” kata Sudin, warga lainnya.

Selain itu, beberapa pengendara motor yang nekat menerobos genangan air di Jalan Soekarno-Hatta mengalami mati mesin. Hingga kini, jalur tersebut belum sepenuhnya bisa dilalui kendaraan roda empat.

Baca Juga  BSPS Tahun 2023: Bantuan Stimulan Perumahan Pacitan untuk 599 Unit Rumah

Banjir di wilayah ini sering terjadi saat hujan deras, meskipun keberadaan Bendungan Tugu telah membantu mengurangi intensitas banjir. “Semoga pembangunan Bendungan Bagong segera selesai agar risiko banjir dapat lebih terkendali,” harap Feri. (Destyan H. Sujarwoko/Antaranews).