218 Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Siap KKN: Membangun Keluarga Tangguh Menuju Indonesia Emas
PACITAN (PRABANGKARANEWS) – Sebanyak 218 mahasiswa STKIP PGRI Pacitan akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-37 Tahun Akademik 2024/2025 dengan mengusung tema “Penguatan Peran Keluarga dalam Menyongsong Indonesia Emas.” Mereka akan ditempatkan di 17 desa yang tersebar di 11 kecamatan.
Ketua LPPM STKIP PGRI Pacitan, Sugiyono, M.Pd., menekankan bahwa KKN bukan hanya sekadar kewajiban akademik, tetapi juga kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu sekaligus meningkatkan kepedulian sosial.
“KKN bukan sekadar tugas kuliah, tetapi pengalaman nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Mahasiswa diharapkan dapat belajar dari masyarakat serta memberikan kontribusi positif,” ungkapnya pada Selasa (11/2/2025).
Program KKN ini selaras dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan yang akan dilakukan terbagi menjadi dua jenis, yaitu program individu dan program kelompok. Program individu dirancang sesuai dengan keahlian mahasiswa, meliputi pendampingan wajib belajar, pelatihan kewirausahaan, serta inovasi teknologi berbasis lokal. Sementara itu, program kelompok berfokus pada lima bidang utama:
- Pendidikan – Peningkatan prestasi akademik dalam sains, teknologi, dan olahraga.
- Keagamaan – Penguatan harmoni sosial dan toleransi antarumat beragama.
- Kesehatan – Edukasi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
- Kewirausahaan – Pengembangan usaha kreatif berbasis potensi lokal.
- Lingkungan Hidup – Kampanye pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana.
Jadwal Pelaksanaan KKN
Mahasiswa akan tinggal di desa selama lebih dari satu bulan. Adapun mahasiswa di lokasi 12 Pebruari 2025 sampai 25 Maret 2025, tahapan kegiatan sudah dimulai sejak 3 Pebruari 2025 sampai 17 April 2025 pengumuman kelulusan KKN. Adapun jadwal kegiatan KKN ke 37 sebagai berikut:
- 3-5 Februari 2025 – Pembekalan
- 6-10 Februari 2025 – Observasi lokasi
- 11 Februari 2025 – Pemberangkatan simbolis
- 12 Februari 2025 – Penyerahan ke lokasi KKN
- 13 Februari – 24 Maret 2025 – Pelaksanaan program
- 25 Maret 2025 – Penarikan mahasiswa
- 14-15 April 2025 – Ujian/responsi
- 17 April 2025 – Pengumuman kelulusan
Sebaran Lokasi KKN
Sebanyak 218 mahasiswa akan ditempatkan di 17 desa di 11 kecamatan, dengan masing-masing desa didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), di antaranya:
- Donorojo: Desa Sekar (DPL: Caraka Yoga Aprilya, M.Pd.)
- Punung: Desa Mendolo Lor (DPL: Tika Dedy Prastyo, M.Kom.)
- Kebonagung: Desa Gembuk (Dr. Mukodi, M.S.I.), Katipugal (Afid Burhanuddin, M.Pd.), Gawang (Septian Ditama, M.Kom.)
- Nawangan: Desa Jetis Lor (Dicky Alfindana, M.Or.)
- Ngadirojo: Desa Tanjunglor (Taufik Hidayat, M.Pd.)
- Sudimoro: Desa Pager Kidul (Dr. Hasan Khalawi, M.Pd.)
- Tulakan: Desa Ngumbul (Danang Endarto Putro, M.Or.), Jetak (Riza Dwi Tyas Widoyoko, M.Pd.)
- Tegalombo: Desa Ngreco (Sutarto, M.Pd.)
- Pringkuku: Desa Sobo (Sutarman, M.Pd.), Poko (Kartiyas Argya Yoga Pradana, M.Pd.)
- Arjosari: Desa Pagutan (Samsul Hadi, M.Pd.), Temon (Dr. Agoes Hendriyanto, M.Pd.)
- Pacitan: Desa Tambakrejo (Heru Arif Pianto, M.Hum.), Bolosingo (Nofa Arief Wibowo, M.Pd.)
Harapan dan Tantangan
Plt Ketua STKIP PGRI Pacitan, Saptanto Hari Wibawa, berharap mahasiswa dapat menjalankan program yang inovatif dan selaras dengan kebijakan pemerintah, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pencegahan stunting.
“Mahasiswa harus mampu menjadi penghubung antara masyarakat dan kebijakan pemerintah. Dosen Pembimbing Lapangan juga memiliki peran penting dalam memastikan program berjalan efektif,” tegasnya.
Dengan semangat membangun keluarga tangguh untuk menyongsong Indonesia Emas, mahasiswa STKIP PGRI Pacitan diharapkan tidak hanya menimba pengalaman dari masyarakat, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu yang mereka pelajari di dunia nyata.
“Ilmu bukan hanya sesuatu yang dipelajari di kelas, tetapi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Sugiyono.
