Wayang Beber Comeback ! 4 Gulung Duplikasi Tawang Alun Segera Diluncurkan di Museum Song Terus

Wayang Beber Comeback ! 4 Gulung Duplikasi Tawang Alun Segera  Diluncurkan di Museum Song Terus
SHARE

PARABANGKARANEWS, PACITAN –  Tradisi kuno Wayang Beber Tawang Alun kembali “hidup” dalam balutan kertas daluang baru. Tri Hartanto—penerima Program Dokumentasi Karya Pengetahuan Maestro—meresmikan empat gulung duplikasi Wayang Beber beserta buku pendamping Wayang Beber Tawang Alun di Auditorium Museum Song Terus, Desa Wareng, Kecamatan Punung, direncanakan di Auitorium Museum Song Terus, Punung, Pacitan Rabu (11/5/25).

Acara spektakuler  direncanakan hari Rabu (11/5/25) dimulai pukul 12.30 WIB,  dengan mengundang   jajaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pacitan, Dinas Pendidikan,  perwakilan berbagai perguruan tinggi, Aliansi BEM, tokoh masyarakat, perwakilan anggota dewan, perwakilan  Karang Taruna setempat. Kehadiran mereka menjadi bukti solidnya dukungan lintas‐sektor untuk melestarikan warisan budaya Nusantara yang kian langka.

Baca Juga  Prabangkaranews Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya Camat Bandar, Wuriyanto

“Alhamdulillah, empat gulung sudah rampung dari target enam gulung. Tanpa dukungan Kementerian Kebudayaan, Dana Indonesiana, dan LPDP, mustahil proyek ini terealisasi,” ujar Tri Hartanto penuh syukur. Ia menambahkan bahwa dua gulung terakhir akan digarap pada semester kedua 2025 agar koleksi Wayang Beber Pacitan kembali lengkap.

“Selain penyerahan duplikasi gulungan, peluncuran buku Wayang Beber Tawang Alun menjadi sorotan tersendiri. Buku ini merangkum riset, proses restorasi, sekaligus panduan visual untuk generasi muda yang ingin mempelajari simbol, alur cerita, dan filosofi Wayang Beber. Tak ketinggalan,  juga  1 HKI dan artikel ilmiah yang telah submit di Jurnal Terakreditasi Shinta.

Akademisi dan budayawan Dr. Agoes Hendriyanto, kegiatan ini merupakan kerja kolaborasi seluruh komponen terutama pengrajin kertas Daluang yang sangat luar biasa jerih payahnya, tim penyungging yang tiada ada kata lelah, serta tim teknios administrasi, pelaporan keuangan, sesksi pertunjukan yang berupaya untuk mewujudkan sebuah karya bagi  Pacitan khususnya Indonesia pada umumnya.

Baca Juga  Evakuasi Mayat Dalam Rumah Kontrakan Oleh Polres Cilegon Polda Banten

Keberadaan duplikasi Wayang Beber yang terbuat dari kertas Daluang yang merupakan impian Tri Hartanto dkk 12 tahun silam akhirnya bisa diwujudkan berkat dukungan dari semua pihak.  Tri Hartanto menyadari artefact Wayang Beber yang telah berusia 333 tahun sudah tidak memungkinkan untuk digunakan untuk pertunjukan.  Duplikasi baru bisa dipergunakan dalam rangka pelestarian dan pengembaangan Wayang Beber Tawangalun, Pacitan.

Dengan semangat gotong‐royong dan kolaborasi antar tim pendukung, pihak Unit Museum Song Terus,  pemerintah, akademisi, dan komunitas, proyek Duplikasi Wayang Beber Tawang Alun diharapkan menjadi model pelestarian budaya yang adaptif dan berkelanjutan menjadikan Pacitan bukan hanya “Kota Seribu Gua,” tetapi juga pusat kebangkitan seni tradisi Indonesia.

Baca Juga  Gala Dinner PORSENASMA V di Madiun: Ajang Silaturahmi dan Apresiasi untuk Dunia Pendidikan