Indonesia Jadi Produsen Beras Terbesar Keempat di Dunia, Produksi Capai 35,6 Juta Ton

Indonesia Jadi Produsen Beras Terbesar Keempat di Dunia, Produksi Capai 35,6 Juta Ton
SHARE

PRABANGKARANEWS, Jakarta, Juli 2025 – Prestasi membanggakan kembali diraih Indonesia dalam sektor pertanian. Berdasarkan laporan Food Outlook Biannual Report on Global Food Markets yang dirilis oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) pada Juni 2025, Indonesia berhasil menempati peringkat keempat sebagai produsen beras terbesar di dunia dengan proyeksi produksi mencapai 35,6 juta ton untuk periode 2025/2026.

Dalam laporan tersebut, Indonesia berada di bawah India (146,6 juta ton), China (143 juta ton), dan Bangladesh (40,7 juta ton). Meski demikian, Indonesia mencatat pertumbuhan produksi tertinggi di antara para produsen besar, yakni sebesar 4,5 persen dibanding periode sebelumnya.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menyampaikan bahwa stok beras nasional saat ini sangat melimpah. “Stok beras yang dikelola Perum Bulog telah mencapai 4,2 juta ton, di mana sebanyak **2,6 juta ton diserap langsung dari hasil panen petani dalam negeri,” ujarnya, dikutip dari Seasianews Jum.at (4/7/25).

Baca Juga  Kapala BPK XI: Tinjauan Undang-Undang dan Langkah BPK Wilayah IX di Jawa Timur

Capaian ini tak lepas dari kebijakan terobosan strategis yang diterapkan oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, seperti percepatan jadwal tanam, penyediaan benih unggul, perbaikan sistem irigasi, serta distribusi pupuk yang tepat waktu.

Pemerintah juga telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500/kg, sekaligus menghapus kebijakan refraksi demi meningkatkan serapan gabah petani. Tercatat, rata-rata harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani per 26 Juni 2025 telah mencapai Rp6.733/kg, melebihi HPP yang ditetapkan.

Dengan langkah-langkah konkret dan komitmen tinggi dari seluruh pemangku kepentingan, Indonesia menunjukkan bahwa kemandirian pangan bukan sekadar wacana, tetapi kian menjadi kenyataan.