TUKU Ekspansi ke Eropa, Buka Gerai Pertama di Amsterdam Bawa Budaya Kopi Indonesia ke Panggung Global
PRABANGKARANEWS – Rantai kedai kopi lokal Indonesia, TUKU, terus menorehkan prestasi internasional. Didirikan oleh CEO Andanu Prasetyo pada tahun 2015, TUKU kini bersiap membuka gerai pertamanya di Amsterdam, Belanda — sebuah langkah strategis dalam ekspansi globalnya setelah sukses merambah pasar Korea Selatan melalui gerai di Seoul, dilansir dari seasianews Jum’at (4/7/25).
Kabar ini dikonfirmasi oleh Eleonora Ancilla, Head of Brand TUKU, dalam sesi temu media di Jakarta. Ia menegaskan bahwa ekspansi ke Eropa merupakan bagian dari komitmen TUKU untuk memperkenalkan budaya dan nilai-nilai kopi Indonesia ke pasar internasional.
Berawal dari sebuah kios kecil berukuran 16 meter persegi di Cipete, Jakarta Selatan, TUKU kini memiliki lebih dari 1.040 barista yang tersebar di seluruh Indonesia dan berhasil menjual rata-rata 78.000 cangkir kopi per hari. Hingga akhir tahun 2025, TUKU menargetkan memiliki 72 gerai aktif.
Sebagai bagian dari peluncuran di Eropa, TUKU juga akan berpartisipasi dalam Amsterdam Coffee Festival 2025 dengan tema “Sustainable Coffee”. Dalam ajang ini, TUKU menggandeng Roemah Indonesia BV untuk memperkenalkan sistem agroforestri khas Indonesia, Talun, yang mengedepankan keberlanjutan dan pelestarian lingkungan.
Andanu Prasetyo, yang juga masuk dalam daftar Fortune Indonesia’s 40 Under 40, telah mengukuhkan TUKU sebagai pionir dalam tren kopi susu Indonesia dan menjadi simbol kebangkitan brand lokal yang mampu bersaing secara global.
“Kami tidak hanya menjual kopi, tetapi juga membawa cerita, budaya, dan keberlanjutan Indonesia ke meja dunia,” ujar Andanu.
Dengan langkah ini, TUKU tidak hanya menargetkan pertumbuhan bisnis, tetapi juga memperkuat posisi kopi Indonesia sebagai komoditas bernilai budaya tinggi di pasar internasional.
