PPLP-PT PGRI Pacitan Sampaikan Apresiasi kepada Pemenang Festival Rontek Pacitan 2025
PRABANGKARANEWS, Pacitan — PPLP-PT PGRI Pacitan menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para peserta dan pemenang Festival Rontek Pacitan Tahun 2025 yang telah berlangsung meriah dan sukses. Ajang tahunan ini kembali menjadi momentum penting dalam menjaga eksistensi budaya lokal dan memperkuat rasa kebersamaan masyarakat Pacitan.
Festival Rontek tahun ini diikuti oleh berbagai kelompok seni dari tingkat kecamatan dan pelajar. Para peserta menampilkan kreativitas luar biasa melalui iringan kentongan, koreografi, serta narasi budaya yang kuat, menggambarkan kekayaan kearifan lokal Pacitan.
PPLP-PT PGRI Pacitan, menyampaikan rasa bangga atas dedikasi dan semangat yang ditunjukkan para peserta.
“Karya dan penampilan mereka membuktikan bahwa budaya daerah bukan sekadar warisan, tetapi juga semangat yang hidup dan tumbuh bersama masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan keputusan Dewan Juri Festival Rontek Kabupaten Pacitan Tahun 2025, dengan surat nomor: 01/PanitiaFRP2025/VII/2025, ditetapkan para pemenang sebagai berikut:
🥁 Kategori Tingkat Kecamatan
-
Penyaji Terbaik: Ronthek Rancak Bumbung – Kecamatan Pringkuku (Nilai: 284)
-
Penyaji Unggulan: Ronthek Lembu Nawasena – Kecamatan Bandar (Nilai: 269)
-
Penyaji Harapan: Ronthek Garu Bumi – Kecamatan Donorojo (Nilai: 248)
📚 Kategori Tingkat Pelajar
-
Penyaji Terbaik: Bragada Vokasi Adi Budaya – SMKN Pacitan (Nilai: 227)
-
Penyaji Unggulan: Sasana Kusuma Tuladha Budaya – SMAN Pacitan (Nilai: 208)
-
Penyaji Harapan: Ronthek Aksoro – MA Al-Anwar (Nilai: 178)
PPLP-PT PGRI Pacitan mengapresiasi seluruh peserta atas partisipasi aktif dalam festival ini. Harapannya, keberhasilan para pemenang dapat menginspirasi seluruh lembaga pendidikan dan masyarakat luas untuk terus menumbuhkan kreativitas, menjunjung tinggi warisan budaya, serta menjadikannya bagian dari pembelajaran karakter bangsa.
Melalui Festival Rontek Pacitan 2025, PPLP-PT PGRI Pacitan meyakini bahwa kekayaan budaya lokal akan terus menjadi sumber kekuatan dan identitas masyarakat Pacitan yang inklusif, kreatif, dan berdaya saing.
