Tragedi Affan Kurniawan: GMNI Pacitan Kecam Tindakan Represif Aparat dan Tuntut Usut Tuntas

Tragedi Affan Kurniawan: GMNI Pacitan Kecam Tindakan Represif Aparat dan Tuntut Usut Tuntas
GMNI Pacitan
SHARE

PRABANGKARANEWS, Pacitan, 29 Agustus 2025 — Ketua DPC GMNI Pacitan, Dela Prastisia, menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, yang tewas akibat dilindas kendaraan taktis (barracuda) milik kepolisian di tengah aksi massa pada tanggal 28 Agustus 2025 di Jakarta. Menurutnya, kejadian tragis ini tidak hanya meninggalkan luka bagi keluarga korban, tetapi juga menambah panjang daftar catatan kelam praktik represif aparat terhadap rakyat.

Dalam pernyataannya, Dela menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan bentuk nyata aksi represis  aparat negara. Seharusnya melindungi dan menjaga keselamatan warga negara.

“Kami mengecam keras dan mengutuk segala bentuk tindakan represif aparat kepolisian. Peristiwa yang menewaskan Affan adalah bukti bahwa negara kerap abai terhadap kemanusiaan. Aparat yang seharusnya menjaga, justru menjadi pihak yang mencelakai. Ironis, ketika institusi yang mengusung jargon ‘Presisi’ justru berkali-kali menunjukkan sikap ngawur yang jauh dari presisi itu sendiri,” ujar Dela.

Baca Juga  Berikut 180 Anggota KPU Terpilih di 36 Kota dan Kabupaten Jawa Timur

Lebih lanjut, ia menegaskan perlunya pengusutan tuntas secara transparan agar tidak lagi muncul pola pengaburan fakta maupun impunitas.

“Kasus ini harus diusut tuntas secara adil dan terbuka. Jangan lagi ada pengaburan fakta yang kerap dijadikan tameng. Jika Polri masih ingin dipercaya, slogan ‘Polri untuk Masyarakat’ tidak boleh berhenti sebatas jargon, tetapi harus benar-benar diwujudkan dalam sikap yang humanis dan beradab,” imbuhnya.

Meski demikian, Dela mengungkapkan sikap skeptisnya terhadap kemungkinan Polri benar-benar melakukan reformasi serius.

“Memang sulit bagi publik untuk kembali percaya kepada institusi kepolisian yang berulang kali menciderai hati rakyat. Sebuah lembaga yang terus mengulang kesalahan pada akhirnya hanya akan dikenang sebagai penyebab nestapa, bukan pengayom,” tegasnya.

Baca Juga  Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto Saksikan Penandatanganan MoU dengan Direktorat PKM UGM

Dela juga mengingatkan agar aparat di daerah, termasuk di Pacitan, tidak melakukan tindakan serupa.

“Kami berharap tragedi serupa tidak terjadi di Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur.  Aparat keamanan harus hadir sebagai pengayom, bukan algojo yang menebar ketakutan,” pungkasnya.

Sebagai penutup, Dela menegaskan bahwa tragedi yang menimpa Affan harus menjadi peringatan serius bagi seluruh elemen masyarakat untuk tidak diam. Ia juga menekankan pentingnya solidaritas lintas daerah dalam melawan praktik kekerasan negara.

“Kami menyampaikan dukungan penuh kepada kawan-kawan yang saat ini sedang melakukan demonstrasi di Jakarta. Aksi mereka adalah wujud keberanian dalam menuntut keadilan. Solidaritas harus terus digelorakan, sebab hanya dengan cara itu rakyat bisa melawan praktik kekerasan negara,” tuturnya.

Baca Juga  Berikut Elektabilitas Tokoh Politik Berdasarkan Hasil Survei Charta Politika

DPC GMNI Pacitan menegaskan komitmennya untuk selalu berdiri bersama rakyat, menolak segala bentuk kekerasan negara, dan menyerukan agar tragedi kemanusiaan seperti ini tidak pernah lagi terulang.