Diskusi Transformasi Digital Ensiklopedia Situs Pacitan Kota Misteri Dorong Gerakan Literasi Budaya
PRABANGKARANEWS, PACITAN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan menggelar Diskusi Transformasi Digital Buku Ensiklopedia Situs Pacitan Kota Misteri yang dikemas dalam pengembangan konten facebook, istagram, tiktok, youtube serta film dokumenter dan animasi. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban di Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan, Senin (29/12/2025).
Diskusi tersebut dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan, Kasi Pendidikan Islam Kementerian Agama Kabupaten Pacitan, guru SMKN 3 Pacitan, para budayawan, serta Kepala Dinas Perhubungan Pacitan. Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Literasi Pacitan, khususnya dalam upaya mengenalkan dan melestarikan budaya adiluhung serta situs-situs bersejarah di Pacitan kepada masyarakat luas, terutama generasi muda.
Melalui transformasi digital, ensiklopedia yang selama ini hadir dalam bentuk buku diharapkan dapat menjangkau audiens yang lebih luas melalui media visual seperti film dokumenter dan animasi. Upaya ini sekaligus membuka ruang partisipasi berbagai pihak untuk berkontribusi, meski dalam bentuk yang sederhana, namun memiliki arti penting bagi pelestarian dan pengembangan objek pemajuan kebudayaan serta cagar budaya Pacitan.
Agoes Hendriyanto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengamalan amanat Undang-Undang Dasar 1945 serta Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar upaya pelestarian budaya tidak berhenti pada wacana, tetapi berlanjut pada aksi nyata.
Kementerian Agama Kabupaten Pacitan menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan literasi budaya tersebut dan menilai perlu adanya tindak lanjut agar hasil diskusi dapat diwujudkan dalam program konkret. Sementara itu, guru SMKN 3 Pacitan mengungkapkan komitmennya untuk berusaha meliterasikan isi Ensiklopedia Pacitan Kota Misteri jilid 1–3 kepada peserta didik melalui media sosial seperti istagram, facebook, youtube, TikTok untuk meningkatkan litrasi budaya pelajar.
Di tengah kondisi pemangkasan anggaran daerah, Kepala Dinas Perhubungan Pacitan tetap menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini sebagai bagian dari upaya menjaga identitas dan kekayaan budaya daerah.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan Amat Taufan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif meningkatkan literasi di Pacitan, baik melalui penulisan buku, media sosial, maupun konten kreator digital yang mengangkat budaya Pacitan sebagai tema utama. Gerakan literasi budaya mempunyai tujuan agar bisa mengamankan nilai-nilai budaya Pacitan yang adiluhung.
Diskusi ini menjadi bukti bahwa sinergi antarinstansi dan masyarakat dapat menjadi kekuatan besar dalam menjaga warisan budaya sekaligus mengadaptasikannya dengan perkembangan teknologi digital. Kegiatan ini tidak berbicara masalah keuntungan finansial. Hati tergerak untuk mengamankan literasi sejarah dengan niat tulus. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dan keberkahan dalam hidup. Amiin YRA.
