Terjebak 33 Tahun dalam Perangkap Pendapatan Menengah, Indonesia Berupaya Lepas

Terjebak 33 Tahun dalam Perangkap Pendapatan Menengah, Indonesia Berupaya Lepas
SHARE

PRABANGKARANEWS – Selama lebih dari tiga dekade, Indonesia bertahan pada tingkat ekonomi yang sama. Sejak awal 1990-an, Indonesia diklasifikasikan sebagai negara berpendapatan menengah dengan pergerakan naik yang sangat terbatas.

Sejarah menunjukkan betapa sulitnya keluar dari kondisi ini: hanya segelintir negara, seperti Jepang dan Korea Selatan, yang berhasil meloncat ke status negara berpendapatan tinggi, sementara banyak negara lain tetap terjebak. Indonesia kini menargetkan tahun 2038 sebagai titik balik untuk akhirnya menembus level tersebut.

Kesenjangan di kawasan sudah terlihat jelas. Malaysia semakin mendekati klasifikasi negara berpendapatan tinggi, sementara Indonesia masih tertinggal.

Akar persoalannya pun bukan hal baru: laju pertumbuhan ekonomi yang melambat, peningkatan produktivitas yang lemah, serta inovasi yang belum mampu berkembang luas di berbagai sektor industri. Tantangan struktural inilah yang selama ini menghambat laju kemajuan Indonesia.

Baca Juga  Percepat Penurunan Stunting, Seluruh Desa/Kelurahan di Kabupaten Madiun Gelar Bulan Timbang

Meski demikian, tanda-tanda perubahan mulai muncul. Investasi melonjak kuat pada 2025 dengan pertumbuhan hampir 14 persen secara tahunan, menandakan kembalinya kepercayaan dan masuknya kembali modal.

Indonesia juga mulai menatap ke luar dengan mengajukan keanggotaan OECD, sembari mendorong reformasi dan peningkatan standar di dalam negeri.

Pertanyaan besarnya kini adalah apakah momentum ini cukup kuat untuk benar-benar membebaskan Indonesia—atau justru negara ini akan kembali terjebak selama satu generasi ke depan.

Sumber: Seasianews