Lampung Barat Terima Ensklopedia Situs Pacitan Kota Misteri, Perkuat Gerakan Literasi Nasional
PRABANGKARANEWS.COM, LAMPUNG BARAT -– Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Barat menerima secara resmi buku “Ensklopedia Situs Pacitan Kota Misteri” jilid 1–3 yang dikirimkan via jasa pengiriman, Rabu (29/4/2026). Penerimaan diterima langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lampung Barat, P. Riady Andrianto, sebagai bentuk kerja sama pengembangan literasi dan dokumentasi sejarah daerah di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Kadinas Perpustakaan dan Kearsipan Lampung Barat menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas pemberian buku tersebut. Ia menegaskan bahwa gerakan pembangunan literasi masyarakat tidak mengenal batas ruang dan waktu, serta terus berkembang melalui kolaborasi antar daerah. Menurutnya, buku ini menjadi salah satu referensi penting dalam pengelolaan arsip sejarah daerah.
Buku ensiklopedia tersebut dinilai memiliki nilai strategis karena dapat menjadi rujukan bagi berbagai daerah di Indonesia dalam mengarsipkan dan mendokumentasikan sejarah lokal masing-masing. Selain itu, karya tersebut juga memperkuat jejaring kerja sama antar dinas perpustakaan dan kearsipan se-Indonesia dalam upaya pengembangan literasi nasional.
Dalam pesannya, pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan berharap buku ini dapat menjadi produk unggulan daerah dalam upaya pengamanan aset sejarah dan kebudayaan lokal. Hal ini diharapkan dapat mendorong setiap daerah untuk lebih aktif dalam melestarikan dan mendokumentasikan warisan sejarahnya secara sistematis dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga dimaknai sebagai bentuk penguatan hubungan kelembagaan antarinstansi perpustakaan dan kearsipan di Indonesia. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat pembangunan literasi nasional sebagaimana visi Perpustakaan Nasional dan Arsip Nasional Republik Indonesia.
Melalui momentum ini, diharapkan semangat literasi semakin tumbuh dan mengakar di seluruh daerah. “Jayalah negeriku, makin sejahtera dan bahagia Pacitanku,” menjadi pesan penutup yang mencerminkan harapan besar terhadap kemajuan literasi dan kebudayaan bangsa.
